Thank you…. (part 5 end)

oooo

 

Thank you…. (part end)

 

Author             : Kim JR

Main cast         : Kim sang bum, Kim so eun/ kim da jung

Other cast        : Kim so ra, Zo hye ra, kim soo hyun, baek suzy, kang ha neul, Jo in sung, Song hye kyo, Jo hye sung, Dll

Genre              : Romance, sad, marriage life

Type                : Chapter

Disclaimer       :

Semua cerita, karakter, setting, alur dll adalah milik author. Untuk tokoh utama dan artis pendukung, semua itu bukan milik author, melainkan milik orang tua, keluarga dan masing-masing agency para artis. Author hanya memakai namanya untuk keperluan cerita, jadi tidak ada pelanggaran hak cipta disini.Semoga dengan ff gaje ini, para readers bisa terhibur, jika didalam membaca cerita ini readers merasa bosan author minta maaf, itu semua diluar kehendak author.
 

 

Note:

Mianhae jika cerita ini semakin membuat readers semua merasa kurang feel dan dengan alur yang membingungkan. Ini cerita akhir, semoga readers semua menyukainya. Mianhae karena sering lama post kelanjutannya,  Saya harap readers tidak lupa dengan cerita ini walaupun sudah banyak yang melupaknnya. Semoga kalian bisa menikmatinya. Annyeong…

 

 

~Happy reading~

 

 

 

Preview…

‘andai waktu yang telah berlalu bisa menjawab semua ini kurasa kita sekarang tengah berbahagia seperti pasangan lainnya, kini percuma kita saling bertemu tapi dengan kebohongan. Melihat sikap mu yang seperti ini aku jadi ingin mengucapkan bahwa aku lah ‘gadis aneh’mu namun itu tidak bisa ku lakukan sekarang. Butuh waktu lagi untukku menjelaskan yang sebenarnya, mianhae tuan manis…!’ so eu kembali meneteskan airmatanya dan berlari kekamar mandi, ia ingin menangis sepuasnya tanpa ada yang tau. Tapi sebelum so eun masuk ke kamar mandi kim bum mendengar sayup-sayup suara so eun yang menangis. Dan ternyata memang so eun, setelah ia meyakini suara itu walaupun ia menghidupakan air di wastafel namun suara nya masih terdengar jelas. Kim bum tidak tau apa penyebab so eun menangis tapi ketika mendengar ia menangis untuk kedua kali nya ia merasakan sakit dihati nya .

‘mianhae sso, mungkin aku bukan suami yang baik untuk mu. aku tidak tau apakah ini pilihan yang tepat untuk kita, tapi sepertinya kita memang harus berpisah. Aku tidak bisa lama-lama hidup seperti ini’ keluh hatinya.

 

Kesunyian mendekam dalam keheningan malam,

Meraung kasih dalam kata yang tak terbatas,,,

Sepi dan sunyi merelung hati,

Menangis luka dalam ruang yang hampa…

 

Seperti itulah penggambaran hati dalam ruangan hampa, menjadi saksi bisu dalam kehampaan yang dirasa, kita tidak tahu apa dan seperti apa kehidupan yang akan terjadi selanjutnya….

 

Haruskah ku lalui jalan yang buntu ini, jalan tanpa arah yang tak pasti

Jengah karena waktu, diam membisu penuh luka…

Haruskah ku tersenyum jika akhirnya itu hanya topeng,

Lelah akan penantian yang tak berujung…

Kesunyian hatiku dalam kegelapan jiwa, meraung dalam rasa yang terluka…

Dukaku karena kerinduan yang mendalam,

Lukaku karena rajam yang menyayat hatiku…

Kini hatiku yang rapuh karena hadirmu,

Sesaat sunyi namun suasana yang kelam datang kembali…

Terpuruk lagi jiwaku dalam tabir kepalsuan,

Hancur lebur karena kata…

Lelah, kini ku sudah lelah…!

 

 

                                                                                      ‘so eun’

 

 

 

Part end

 

Hiruk pikuk ditengah kehampaan hati diruang nan luas itu, kini yang terdengar hanyalah suara piring dan sendok yang beradu. Diam dan tidak menatap satu dengan yang lainnya. Hari ini sungguh berbeda dengan hari-hari lainnya, karena ini untuk pertama kali mereka sarapan bersama, kesunyian diantara mereka seperti tidak terasa oleh keras nya bunyi sendok dan garpu, alunan kata pun seolah enggan untuk menyapa. Mereka hanya diam dan tidak ada yang berani untuk mengeluarkan suara, hingga akhirnya so eun yang memberanikan diri untuk mengeluarkan suara.

“ehm,,, kim bum ssi aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Apa kau ingin mendengarkannya?” tanya so eun penuh dengan keraguan.

“apa yang ingin kau bicarakan, cepatlah aku ada rapat pagi ini!” jawab kim bum dengan ekspresi datar.

“aku ingin kembali mengurus perusahaan appa, dan untuk beberapa minggu ini mungkin aku tidak pulang karena ingin mempelajari beberapa masalah di perusahaan bersama tuan kang.” papar so eun

“baiklah jika itu yang kau mau, lakukanlah. Aku tidak punya banyak waktu, apa itu saja yang ingin kau bicarakan, kalau begitu aku pergi dulu!” kim bum tidak berbasi-basi dan langsung meninggalkan so eun begitu saja dimeja makan.

So eun hanya mendesah pelan penuh dengan kesedihan diraut wajahnya, tidak tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Ia terpaksa berbohong tapi jika keadaan ini semakin membuat ia merasa tidak nyaman maka ia akan mengakhiri semuanya.

 

Sebelum berangkat ke rumahnya ia menelpon tuan kang untuk membahas kelanjutan drama yang tengah ia lakoni, dan ia juga membersihkan sedikit lemari pakaiannya. Ia membawa sebagian bajunya karena ia akan meninggalkan rumah ini dalam waktu yang lama, atau bisa jadi tidak kembali lagi kerumah ini. Setelah membereskan semua itu ia menuliskan surat untuk kim bum, surat yang menyatakan jati diri yang sesungguhnya tapi hanya sebuah kiasan kata-kata yang terpendam selama ini. Ia tidak sangggup jika  untuk menjelaskan semua itu secara langsung.

Setelah menuliskan surat itu ia letakkan di dalam laci ruang kerja kim bum, tapi surat itu diletakkan nya tersembunyi dalam tumpukan surat-surat lainnya. Namun tidak jauh ia melangkah berbalik kembali dan mengambil suratnya karena ia berubah pikiran mengenai surat itu, ia tidak yakin jika dengan sebuah tulisan akan mengembalikan keadaan. Rasamya tidak mungkin, dan so eun pun menyobek surat itu lalu dibuang ke tempat sampah. Ia bergegas pergi dari tempat yang meremukkan hati dan pikirannya, menjauh sejauh mungkin agar tidak bisa terlihat.

~~~0o0~~~

 

Tuan kang menatap hambar pemandangan pagi ini, sang anak pun bingung melihat sang appa yang berubah mimik wajahnya setelah menerima telepon dari so eun.

“appa, apa lagi yang harus kau sembunyikan. Bukankah tugas kita telah usai!”

“entahlah ha neul ah, appa bingung kenapa mengajukan hal bodoh seperti itu. Appa juga tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Em..eunni akan tinggal beberapa minggu disini, appa harap kau mau menbantu dia. Appa juga akan menjelaskan tentang perusahaan ini padamu, appa percaya padamu dan yakin kau pasti bisa melakukannya. Untuk beberapa minggu kedepan appa akan pergi  ke busan untuk menemui makam eomma mu, sudah lama sekali tidak mengunjungi makam nya. Appa jadi merindukan eomma mu!” tuan kang pun lalu beranjak dari duduk nya ditaman belakang rumah itu ia berencana ingin mengakhiri kebohongan yang ia buat untuk so eun. setelah itu ia ingin beristirahat dirumah lamanya, mengenang kenangan lama bersama almarhum sang istri.

“appa…!” ha neul tidak melanjutkan perkataannya karena sang appa tidak menjawab ucapannya lagi. ‘appa seperti berbeda, apa ada yang ia sembunyikan lagi dariku’ batin ha neul.

So eun tiba dirumah itu, ia mencari tuan kang karena tidak menemukan beliau di ruang kerja nya. Lalu ia berpapasan dengan tuan kang yang baru masuk dari pintu belakang.

“eunni, apa kau sudah lama disini?”

“ani, aku baru saja tiba. Adjussi dari mana?”

“baru selesai sarapan bersama ha neul ditaman, ya.. sekedar mencari suasana baru. Baiklah sebaiknya kita bicarakan diruangan ku saja!” ajak tuan kang

“baiklah”

~~~0o0~~~

 

“yeobo, kenapa kim bum dan so eun tidak pernah kesini lagi. Aku merindukan mereka, cobalah kau datang kekantornya atau kalau tidak ditelepon saja.” Titah Ny.kim

“ne, aku akan datang saja ke kantor, jika ditelepon anak itu jarang diangkat. Baiklah kita selesaikan dulu sarapan ini, setelah itu aku akan pegi kekantor.” Jelas tuan kim

 

 

Di suasana kantor yang begitu hening dan sunyi seperti tidak ada kehidupan. Akhirnya rapat pagi itu berjalan dengan lancar sesuai yang  diharakan walaupun pikiran kim bum tengah kalut karena hatinya, tapi masih bisa ia kendalikan.

‘apa aku harus menelpon da jung untuk membahas ini semua’ batin kim bum dan terkejut dengan suara ketukan pintu. “Ne masuklah”

“apa appa mengagetkanmu, kenapa raut wajahmu seolah kau merasa bingung dan bimbang.”

“ehm,, ani aku hanya merasa lelah karena rapat yang panjang” dusta kim bum

“kau tidak perlu berbohong pada appa, terlihat dari mimik wajah mu jika kau sedang ada masalah.  Walaupun kau bukan anak kandungku tapi appa sudah mengenal watakmu, ada apa? Apa kau tidak bahagia dengan pernikahanmu, jika ini menjadi beban untuk mu kau bisa mengambil keputusan. Appa akan menerima itu semua walaupun pada akhirnya eomma mu akan bersedih.”

“apa maksud appa bicara seperti itu?”

“appa tau jika kau tidak menyukai perjodohan ini, tapi berjanjilah dengan mendiang almarhum aboejimu. Appa juga tidak tau kau berbicara apa padanya tapi appa bisa melihat dari raut wajahnya kala itu.” Sambil mengenang masa itu

“entahlah appa, aku hanya tidak yakin dengan perasaanku saat ini. Sebenarnya—aku sudah lama mencintai orang lain dan ia sekarang telah kembali, aku juga bingung apa yang harus kulakukan appa. mianhae aku membuat kalian kecewa” sesal kim bum.

“katakanlah siapa wanita itu? Appa tidak akan menyalahkanmu!”

“dia gadis yang membuatku bisa tersenyum kembali ketika aku kehilangan orang-orang yang kusayang, hingga pada akhirnya kami berpisah. Dia pergi dari kota ini dan tidak pernah kembali lagi, tapi setelah aku menikah ia kembali lagi appa dan sekarang aku tidak tau harus berbuat apa!”

“dengarkan kata hatimu anakku, kau sudah menikah dan kau bisa menentukan mana yang terbaik. Saat ini kau hanya butuh waktu untuk berpikir dan bicaralah baik-baik pada istrimu, jangan sampai kau menyesali dengan keputusan yang salah.” Nasehat tuan kim

“tapi appa…” belum selesai kim bum bicara appa nya sudah menjawabnya lagi.

“bum-ah, appa tau kau mencintai gadis itu terlihat dari caramu menceritakannya. Tapi sekarang itu hanyalah bagian dari masa lalumu, apa tidak sebaiknya kau lupakan saja dan mulailah lembaran baru bersama istrimu. Appa hanya tidak ingin kau salah dalam bertindak. Ingat kesempatan tidak datang dua kali, jadi pikirkan hal itu baik-baik. Hanya itu saja pesanku, dan appa kesini hanya ingin menyuruhmu datang kerumah karena eomma mu sudah sangat merindukan kalian, terutama istrimu” tuan kim pun pamit dan menepuk pelan pundak kim bum yang saat ini tengah terpaku.

‘appa dan hyung berkata hal yang sama, apa aku harus melupakannya?’ batin kim bum yang gundah.

~~~0o0~~~

 

“eunni mianhae karena adjussi telah menyuruh mu berbohong, seharusnya adjussi tidak menyuruh mu berbohong!” sesal tuan kang.

“sudah lah adjussi eunni juga akan tetap menjalani ini semua, eunni hanya ingin tau seberapa besar cintanya pada ku!”

“dengan cara menyakiti perasaanmu!”

“ne, ini hanya sebentar. Eunni yakin ini akan segera berakhir”

“tapi, apa sebaiknya kau jujur saja padanya atau adjussi saja yang mengatakan hal ini padanya!”

“tidak perlu adjussi melakukan nya, eunni sudah tau apa yang akan eunni lakukan. Gumawo karena selama ini adjussi sudah banyak berjasa dikeluarga ini, sebaiknya kita bahas masalah perusahaan saja!” jelas so eun yang membuka kembali berkas-berkas di meja itu”

“baiklah.. kau akan lebih sering bertemu dengannya karena perusahaan kita sedang berkerja sama dengan perusahaannya!”

“ehm.. apa ada lagi adjussi?”

“tidak ada, oh ya.. untuk beberapa minggu ini kau akan ditemani oleh putraku ha neul dia yang akan menggantikan diriku. Saya ingin mengunjungi makam istriku dan akan tinggal disana untuk sementara waktu, hanya ingin mengenang masa lalu kami” jelasnya

“baiklah adjussi kalau begitu aku akan membicarakan hal ini pada ha neul. Apa dia sudah tau renacana kita ini?”

“sudah, ia sudah mengetahui semuanya. Mianhae adjussi tidak..” belum selesai perkataannya sudah dipotong oleh so eun.

“adjussi jangan khawatir eunni tidak akan marah, walau bagaimana pun juga kami sudah berteman sejak lama jadi tidak ada yang perlu ditakutkan. Baiklah eunni ingin istirahat dulu setelah itu kita bahas lagi.” So eun pun pamit dan tersenyum.

 

Tuan kang hanya bisa menatap kepergian so eun, ia tau apa yang diarasakan olehnya. Ia menyesali melakukan kebohongan ini kenapa tidak dari awal saja ia katakan hal itu, tapi untuk apa menyesali semua yang telah terjadi itu akan memperburuk keadaan.

~~~0o0~~~

 

Di kantor kim bum semakin gundah gulana dengan perkataan appanya, mondar mandir tidak jelas dari tadi seandainya lantai itu dapat bicara mungkin ia akan marah karena sudah di lalui tanpa henti. Ia bingung harus bicara seperti apa pada istrinya mengingat undangan minggu lalu dari hyungnya , ia juga lupa membicarakan hal itu pada istrinya tadi pagi. Sudah beberapa kali ia ingin menghubungi istrinya namun tidak jadi, ia juga telah memberikan pesan kepada da jung namun tak kunjung ada balasan.

‘aku harus bagaimana ini’ racau kim bum yang masih mondar mandir sedari tadi.

Lalu handphone nya berbunyi tanda ada pesan singkat . Ia senang karena akhirnya da jung membalas pesannya, namun pesan itu sangat mengecewakan. Pasalnya kim bum mengajaknya untuk bertemu tapi da jung menolak nya dengan alasan banyak urusan dikantor.

Sedangkan disinggah sana so eun sedih membaca pesan dari kim bum yang mengajaknya untuk bertemu, ia terpaksa menjawab seperti itu. Ia tidak ingin melanjutkan sandiwaranya, tapi ia juga berpikir jika ini lah saatnya untuk mengakhiri semua ini jadi ia mengirimkan pesan singkat itu kembali.

“kita bertemu dicafe kemarin saja, aku akan usahakan untuk datang secepatnya” balasnya

Kim bum membaca pesan itu lagi dengan seksama dan tersenyumlah ia karena da jung mau bertemu lagi dengannya. Ia harus meminta jawaban itu padanya agar ia bisa melepaskan ikatan yang telah ia bina selama ini rasanya ia tidak lagi memperdulikan perasaan sang istri.

‘aku harus mengatakan hal ini padanya’ guman kim bum.

 

Pertemuan yang tidak tau akan berakhir sampai dimana, kebimbangan bergelut dalam benak dan pikiran so eun. ia tidak tau apakah jalan yang ditempuh nya ini sudah benar atau justru sebaliknya. Kim bum mengajaknya bertemu hanya ingin mengetahui apa jawaban da jung karena jawaban itulah yang akan mengakhiri kisahnya dengan sang istri, berbeda dengan so eun yang mau menemuinya karena ingin memberikan sebuah kejutan yang sangat special untuk didengar.

Tidak butuh waktu lama untuk kim bum datang di café tersebut, tapi tidak disangka ternyata so eun datang lebih awal dari dirinya.

“mianhae, apa sudah lama disini?” tanya kim bum yang langsung menghampiri nya.

“ani, aku baru saja tiba. Oh ya, kau mau pesan apa biar kupanggilkan pelayan!”

“baiklah aku pesan yang sama seperti dirimu”

“pelayan 1 lagi cappuccino nya” ucap so eun

“langsung saja, aku tidak punya banyak waktu kim bum ssi”

“kenapa nada bicara mu seformal itu da jung ah, apa kau lupa jika kita berteman dari kecil. Apa aku tidak boleh berbincang-bincang sebentar dengan mu?”

“kali ini tidak bisa kim bum ssi, banyak yang harus kukerjakan dikantor mianhae!”so eun sedikit membenarkan kacamata kebesarannya.

“baiklah, aku hanya ingin bertemu denganmu. Aku hanya ingin tau jawaban darimu, apa kau tidak ingin menjawab pertanyaanku waktu itu?”

“oh.. yang itu aku belum bisa menerima ini semua, butuh waktu bum ah” sesalnya.

“baiklah jika itu yang kau mau, tapi aku boleh kan jika mengajak mu jalan-jalan. Tidak minggu ini tapi minggu depan apa kau bisa?” tanya nya lagi

“lihat saja nanti”

Lalu pelayan pun datang menyediakan 2 cappuccino untuk mereka.

“silahkan tuan dan nyonya minumannya” ucap pelayan café

“ne” jawab keduanya.

“oh ya, selama ini kau ada dimana kenapa kau tidak membalas email yang sudah kuberikan padamu bersama surat-surat itu”

“ah, mianhae bum ah, karena waktu itu aku sering pindah tempat jadi aku lupa meletakkan surat-surat itu dimana. Tapi bukan bearti aku tidak membaca semua surat-surat mu” jelas sso

“tidak apa-apa yang terpenting kita sekarang sudah bertemu” senyum kim bum.

“bum ah ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu” tanya sso penuh keseriusan.

“em..tanyakanlah” sambil menikmati cappuccinonya

“jika kita tidak ditakdirkan untuk bersama apa kau bisa menerima itu semua?”

“haha..kau bicara apa da jung ah” jawab kim bum yang menganggap pertanyaan itu lucu, beruntung sekali jika café itu masih sepi jadi tidak ada yang memperhatikan mereka.

“aku serius bum ah, apa kau akan melepaskanku?” tanya nya lagi.

“tidak akan, itu jawaban ku. Walaupun aku sudah menikah aku rela melepaskan ikatan itu hanya untuk bersama denganmu!”

“jika wanita itu tidak mau dan aku pun juga tidak mau, apa yang akan kau lakukan”

“apa maksudmu kau tidak mau?” hardik kim bum

“entah lah, ini hanya seandainya saja bum ah. Jika itu terjadi apa kau tega menyakiti nya. Itu sama saja dengan kau menyakiti ku juga.”

“ahh,,sudahlah untuk apa kita membahas semua yang belum terjadi, kita cerita yang lain saja.” namun sebenarnya kim bum tengah ragu akan jawabannya sendiri.

So eun hanya tersenyum getir melihat ekpersi kim bum, haruskah ia mengatakan semua ini. Kenapa terasa berat sekali lidah ini untuk mengucapkan semua nya. Masih banyak kebimbangan yang ia pikirkan tapi entah lah ia pun juga tidak tau.

Tidak banyak kata yang mereka ucapan kan setelah  pernyataan terakhir kim bum, so eun tidak jadi mengucapkan yang sejujurnya kepada kim bum.

“bum ah aku permisi dulu karena sebentar lagi akan ada rapat, sampai jumpa” so eun membungkuk dan tersenyum.

“ah ne, aku juga akan ada rapat. sampai jumpa minggu depan” senyum kim bum. Lalu mereka pergi bersama-sama keparkiran dan melambaikan tangan.

~~~0o0~~~

 

Setelah pertemuan itu tiba saatnya untuk hari perayaan ulang tahun ayah mertua dari in sung, kim bum sibuk sehingga ia lupa untuk memberitahukan kepada so eun. ia tahu jika so eun tidak tinggal di rumah mereka namun dirumah appa nya, jadi sebelum ia kerumah itu ia sempat menelpon so eun namun tidak ada jawaban darinya akhirnya ia memutuskan untuk menemuinya saja dirumah almarhum mertuanya.

Tidak tau kenapa ia merasa ada yang kurang selama ia tidak bertemu dengan so eun istrinya, padahal selama ini ia selalu mengacuhkannya dan tidak menemuinya. Ia lebih memilih menemui da jung dari pada istrinya, ia masih belum bisa menepatkan hati nya siapa yang harus ia pilih. Hari ini ia sengaja membawa bunga karena disana pasti ia bertemu dengan tuan kang sekretaris almarhum aboenim nya, jadi ia tidak ingin dilihat bahwa pernikahan mereka tidak harmonis. Padahal tuan kang sudah tau jika rumah tangga mereka tidaklah harmonis.

 

“permisi sekretaris kang apa ada so eun didalam?” tanya kim bum yang berada di depan rumah.

“oh, mari dia ada ditaman bersama anakku. Apa ku panggilkan mereka saja.”

“tidak perlu sekretaris kang, biar saya saja yang kesana.”

“em.. panggil saja adjusshi, so eun juga begitu memanggilku.”

“ah, ne” senyum kim bum lalu ia menuju taman belakang rumah.

Kenapa ketika ia merasa melihat pemandangan ha neul dan so eun ditaman membuat relung hatinya sakit, entahlah mengapa ia bisa merasakan itu semua.  Melihatnya yang tertawa lepas bersama lelaki lain, ia jadi merasa apakah so eun akan merasakan hal yang sama jika ia juga melihat dirinya seperti itu. Bunga yang tadi dipegang pun hampir terlepas ditangannya jika saja ha neul tidak melihat kim bum yang berdiri di sana.

“eunnie ah, bukankah itu suami mu!”

“ne.. tapi ada apa dia kesini?”

“mungkin dia ingin mengajakmu kencan, lihatlah bunga yang ditangannya” jawab ha neul

“ah.. itu tidak mungkin ha neul ah, aku tidak yakin.”

“lihatlah ia kemari” bisik ha neul di telinganya.

“hi..” sapa kim bum pada keduanya

“hi..i..” gugup so eun. “kenalkan ini ha neul ssi sahabatku, putra adjusshi kang”

“ne, aku sudah tau dari adjusshi.” Lalu kim bum memperkenalkan namanya pada ha neul.

“senang bisa berkenalan dengan mu kim bum ssi, baiklah kalau begitu saya tinggal kalian berdua disini.” Senyum ha neul lalu ia memberikan waktu untuk mereka berdua walau hatinya akan sakit.

“ada apa kau kemari?”

“ehm..aku kesini hanya untuk mengajakmu datang ke anniversary  ayah mertua in sung hyung, dia sepupuku yang tinggal di amerika. Aku lupa mengatakan hal ini pada mu, kuharap kau juga mau datang bersama ku dan bersikap lah seperti biasanya karena disana akan ada eomma dan appa. oh ya setelah acara itu eomma bilang bahwa ia merindukanmu maka dari itu ia mengajak kita untuk menginap disana. Sebaiknya kau bersiap-siap, aku tunggu di didalam.” Jelas kim bum tanpa basa-basi terlebih dahulu.

“ne” lalu so eun pun masuk, dan kim bum menunggunya di ruang tengah bersama ha neul dan tuan kang.

 

Flashback…

Kim bum pulang kerumah nya setelah acara pertemuannya dengan da jung ia pulang hanya ingin memberitahukan jika istrinya tidak bisa datang kerumah, dan ia juga ingin memberitahukan tentang undangan dari hyungnya.

            “malam appa, eomma.” sapa kim bum yang tiba-tiba muncul dibalik pintu, orang tua nya kaget melihat putranya yang datang sendirian.

            “kemana istrimu bum ah, kenapa kau hanya sendiri yang datang?” tanya Ny. kim

            “dia tidak bisa datang eomma, katanya ia masih ada urusan dengan tuan kang dan ingin membahas soal perusahaan aboenim. Tadi pagi dia sudah minta izin padaku.” ucapnya

            “ah,, kenapa kau mengizikannya bum ah. Berapa lama ia disana?”

            “hanya sebentar eomma, nanti kim bum akan memberitahukan jika ia tidak sibuk lagi. Kim bum kekamar dulu eomma, appa.” tiba-tiba kim bum berbalik lagi “oh ya, kim bum jadi lupa akhir pekan ini in sung hyung mengundang kita untuk..” belum sempat dilanjutankan appanya sudah menjawabnya.

            “ne, appa sudah tau tidak perlu kau lanjutkan. Istirahatlah sepertinya kau sudah lelah.” Titah Tn. kim

            “dan nanti jangan lupa untuk membawa istrimu juga jika ia sudah pulang.” Timpal Ny. kim

“ne” jawab kim bum

“tunggu dulu bum ah eomma ingin bertanya lagi,  kapan kau akan memberikan eomma cucu bukankah kalian sudah lama menikah kenapa istrimu belum juga hamil, apa kalian menundanya.”

“yeobo.. sudahlah nanti saja kita bahas soal itu, apa kau tidak lihat jika putra kita sudah lelah” jelas Tn, kim

Yang ditanya pun tidak menjawab, ia bingung harus menjawab apa. Hanya Tn. Kim lah yang menjawab itu karena ia tau apa yang dirasakan oleh putra nya.

            “bum ah istirahatlah biar appa yang akan menjelaskan ini pada eomma mu.” titah Tn. Kim lagi      

“ne appa”

Waktu ia memberitahukan bahwa in sung mengundangnya dan juga appa nya orang tua kim bum malah lebih dulu mengetahui nya karena ia beremu langsung dengan saudara iparnya setelah ia dari kantor kim bum, jadi nya ketika kim bum memberitahukan respon appanya biasa saja malah orang tuanya mengganti topic lain terutama eommanya yang antusias dengan topic tersebut.

Flashback end…

~~~0o0~~~

 

Akhirnya so eun keluar dari kamarnya dengan gaun yang simple namun terlihat  anggun, hingga mata kim bum terpana menatap istrinya. Entahlah kenapa jantungnya jadi berdetak lebih cepat dari biasanya, sedang kan tuan kang hanya menatap mereka dengan senyum simpul.

“apa kita sudah bisa berangkat sekarang?” tanya so eun.

“ah ne..” jawab kim bum kikuk. “adjusshi, ha neul ssi kami pergi dulu”  senyum kim bum, dan so eun hanya tersenyum memberi salam.

“ne, hati-hati dijalan” Jawab mereka.

Kim bum masih menggenggam erat tangan so eun hingga di teras rumah, ia kikuk dibuat nya tidak tau kenapa rasanya berbeda. Setelah berada didalam mobil mereka hanya diam dan tidak ada yang memulai untuk bicara hingga mereka tiba ditempat tujuan. Mereka lalu disambut oleh in sung dan juga istrinya, dan ternyata appa dan eommanya lebih dulu berada disana.

“wah ini dia yang ditunggu-tunggu sudah datang. Wao.. apa ini istrimu bum?” tanya in sung yang terperangah dengan kecantikan so eun.

“ne, kenalkan ini istriku” jawab kim bum

“naneun kim so eun imnida” balas so eun. dalam hatinya ia senang kim bum mengenalkannya dengan menyebutkannya istri.

“tunggu sebentar, yeobo kemarilah” panggil in sung pada istrinya yang bercengkrama dengan tamu yang lain.

“nah ini dia istri yang paling kucintai”rayu nya sambil memeluk pinggang sang istri dengan mesra, siapapun yang melihatnya pasti iri begitu juga dengan so eun.

“ah, jadi ini istri mu bum ah. Kenalkan namaku jo hye kyo.” Senyum nya sambil menjabat tangan so eun dan so eun pun membalasnya dengan memperkenalkan dirinya. Hye kyo menggunakan marga suaminya. “ayo kemari, tidak perlu malu bukankah kita satu keluarga.” Ajak hye kyo yang ramah pada so eun.

“ne eonnie” jawab so eun yang mengikuti langkah hye kyo.

Sedangkan kim bum dan in sung bercerita bersama. “ lihatlah istri mu cantik begitu kenapa kau tidak menyukainya” tanya in sung.

“akh,, kenapa hyung membahas itu. Sudah lah yang lain saja” jawab kim bum.

“em.. tapi dari wajah mu terlihat sekali kau malu kan, haha..kau pasati sudah menyukainya, kau tidak bisa berbohong bum ah hyung bisa melihatnya” ledek  in sung.

“sudah lah sebaiknya kita kesana saja bukankah acara akan dimulai” ucap kim bum yang mengabaikan gurauan hyung nya lalu pergi meninggalkan in sung yang masih tertawa.

 

 

Setelah acara itu selesai semua tamu pamit pulang, kim bum dan so eun pun juga pamit untuk pulang. Mereka jadi untuk menginap dirumah orangtua nya.

“yeobo apa kim bum benar akan menginap malam ini” tanya Ny. Kim

“sudahlah aku yakin kim bum tidak akan melanggar janjinya, tadi kenapa kau tidak menanyakannya langsung padanya?”

“tadi sepertinya kau tidak melihatnya jika mereka sedang asyik bercengkrama dengan in sung dan istrinya, jadi mana mungkin aku ikut menyapa mereka” ucap Ny. Kim pada tuan kim.

“ah ne, ya sudah jangan dibahas lagi. Lihat lah mereka mengikuti mobil kita apa kau tidak melihatnya, jadi jangan takut” jelas tuan kim lalu menunjukan mobil kim bum yang berada tidak jauh dibelakang mobil mereka.

Kim bum yang dari tadi masih diam tidak bergeming sedikit pun, ia tidak tau ingin memulai cerita apa untuk sekedar berbicara dengan so eun. Merenungkan apa yang in sung katakan tadi jika ia harus bersikap baik pada istrinya, terlebih lagi ketika dia mengatakan jika ia menyukai istrinya. Ia sendiri saja masih bingung dengan perasaannya sendiri, karena ketika ia berada didekat so eun maupun da jung sendiri ia merasakan hal yang sama. Sama- sama merasa nyaman, tapi akhir-akhir ini setelah pertemuan nya minggu kemarin ia jarang bertemu untuk sekedar jalan-jalan seperti yang kim bum katakana pada saat pertemuan mereka. Da jung selalu menolak dengan alasan kantor, kim bum tidak mempermasalahkan itu karena yang terpenting baginya ia bisa bertemu walaupun yang dibahas hanyalah tentang perusahaan. Kim bum tidak menyangka jika perusahaan mereka bekerja sama, itulah yang membuat kim bum selalu menyempatkan diri untuk selalu membahas pekerjaan mereka walaupun tidak ada yang penting. Kim bum awal nya sempat berpikir jika da jung ini mirip sekali dengan penampilan so eun ketika mereka pertama kali bertemu dibandara saat kecelakaan aboenimnya. Tapi ia menepisnya karena potongan rambutnya yang berbeda, mungkin hanya kebetulan saja itulah yang selalu ia gumankan.

Setelah cukup jauh lamunanya itu ia memberhentikan mobil nya di bagasi rumah orang tua, tapi tidak langsung keluar hingga appanya yang mengetuk kaca mobilnya. Ia tersadar dan melihat bahwa so eun tengah tertidur.

“bum ah,,kenapa kau masih didalam mobil, keluarlah” titah tuan kim yang melihat dari tadi kim bum belum juga keluar.

“ah ne appa, duluan saja” jawabnya. ‘ehm rupanya dia sudah tertidur’ gumannya, lalu ia melepaskana sabuknya dan membuka pintu mobil. Ia melihat wajah nan cantik itu lalu memandanginya dengan seksama. ‘kau memang cantik, aku tidak tau perasaan apa ini. Kenapa kau begitu sama dengannya’ gumannya lagi lalu ia membuka sabuk dan membawa nya kedalam.

“bum ah selamat istirahat appa dan eomma mu juga sudah lelah” ujar orang tuanya, lalu ia kekamarnya. Kim bum hanya tersenyum menanggapi ucapan kedua orang tuanya.

~~~0o0~~~

 

Cahaya mentari menyelinap masuk secara diam-diam menerpa wajah kedua pasangan ini, mengusik seolah ingin membangunkan aktivitas nya dari tidur yang panjang. Cahaya itu berhasil membangunkan salah satu dari mereka ya, so eun orang yang pertama bangun dan menyadari jika kamar ini bukanlah kamar mereka yang di apartemant nya. Ia baru sadar jika mereka tengah menginap ditempat mertuanya dan ini pastinya kamar kim bum terlihat dari desain decorasi ruangan ini yang bernuansa klasik, kagum dengan interior ruangan yang membuat so eun enggan untuk beranjak dari ranjang itu. Ia melihat kesisi kanannya ternyata sang suami masih tertidur dengan lelap dan menatap betapa tampannya kim bum yang masih tertidur. So eun memperhatikan wajah itu dengan jarak yang begitu dekat memandangi dengan penuh cinta, ia ingin sekali mencium nya sama seperti kim bum yang selalu mencuri ciumannya. Tanpa bepikir lagi ia menyentuh bibir itu dengan lembut mengecapnya dengan penuh rasa, setelah nya ia bergegas beranjak dari ranjang itu agar kim bum tidak mengetahui jika ia mencuri ciuman. Tapi dibalik itu semua kim bum yang rupanya tidak tertidur itu menyadari jika so eun telah menciumanya, entah mengapa rasa nya ia ingin lebih dari sekedar ciuman. Kim bum memang yang lebih dulu bangun, sebelum so eun menciumnya ia tahu jika so eun tengah menatapnya.  Kim bum hanya berpura-pura tidur tapi ia tidak menyangka jika so eun berani menciumnya. Ia tersenyum tidak tau kenapa so eun bisa melakukannya, ia jadi teringat akan apa yang dilakukannya dulu ketika ia belum bertemu dengan da jung‘apa yang dilakukannya sama dengan yang kulakukan dulu? Apa dia juga mengetahui jika aku juga sering mencuri ciuman darinya” batin kim bum.

 

“yeobo kenapa anak-anak itu belum bangun ini kan sudah siang!” kesal Ny. Kim

“sabarlah yeobo ini belum terlalu siang, mungkin saja mereka semalam sedang bekerja keras untuk kita. Bukankah kau menginginkan seorang cucu, apa kau lupa?” tanya tuan kim

“ah ne… aku jadi lupa yeobo” amarah nya jadi hilang setelah mendengar kata cucu.

Lalu yang ditunggu-tunggu dari tadi keluar juga dari kamarnya dan sekarang tengah bergabung di meja makan bersama appa dan eommanya. Kim bum menatap aneh orang tuanya karena appa dan eommanya tersenyum aneh melihat mereka yang turun bersamaan.

“bagaimana apa tidur kalian nyenyak?” tanya Tuan Kim

“ne appa” jawab so eun

“apa semalam kalian tengah bekerja keras” timpal Ny. Kim

“hah,,,” jawab mereka serentak. Lalu kim bum menjawab nya dengan bingung, “apa maksud eomma” jawab kim bum

“eomma mengira kalian melakukannya!” jawab Ny. Kim

“eomma kenapa menanyakan hal itu, jelas-je..” jawaban kim bum dipotong oleh so eun. “eomma kami hanya tidur saja, lagipula kami masih menunda untuk memiliki anak”  jawab so eun yang mengetahui arah pembicaraan eommanimnya.

“kenapa kalian menundanya? Bukankah kalian sudah lama menikah. eomma tidak mau tau kalian harus secepatnya memberikanku cucu.”  Eomma marah dan beranjak dari duduk nya, appa pun mencoba menghalangi nya namun gagal.

“kim bum, so eun appa yang akan membujuk eomma mu. kalian lanjutkan saja sarapannya” ujar Tuan kim lalu pergi menyusul istrinya.

“kenapa kau mengatakan hal itu” tanya kim bum setelah appanya pergi,       “aku hanya ingin eomma tau jika kit..” jawab so eun tapi dipotong cepat oleh kim bum.

“kita apa? Apa kau ingin mengatakan jika kita tidak pernah menginginkan seorang anak atau kita tidak pernah tidur satu ranjang, begitu maksud mu! Aku hanya ingin bilang bahwa kita lagi proses dan akan memberikan eomma secepatnya anak, mengatakan jika selama ini kau belum juga hamil mungkin saja belum diberi kepercayaan dari sang kuasa untuk memiliki seorang anak dan itu semua butuh proses. Aku tidak ingin eomma memikirkan hal yang tidak-tidak dan hanya ingin meyakinkan eomma supaya sakit jantungnya tidak kumat lagi, tapi kau menjawabnya dengan menundanya dulu. Kau tau jika eomma tidak bisa terkejut sedikit pun karena sakit jantung nya yang sering kambuh.

“Mianhae aku tidak bermaksud seperti itu, dan aku tidak tahu jik…” so eun menjawab langsung ucapan kim bum tapi belum selesai ia berucap di jawab cepat oleh kim bum.

“Mianhae aku tidak memberitahumu dari awal, aku berkata seperti ini karena tidak ingin sakit jantung eomma kambuh dan kuharap kau bisa mengerti. Akh..Sudahlah aku ingin menyusul eomma kekamar, kau lanjutkan saja sarapanmu!” amarah kim bum pada so eun, tapi melembut ketika melihat raut wajah so eun yang menunduk menahan tangisnya. sedangkan so eun tertunduk tanpa berani menatap kim bum. Ia sedih karena kim bum sempat membentaknya, tak terasa air mata pun jatuh tanpa diinginkan seiring kepergian kim bum.

Keheningan kembali menerpa, setelah amarah itu so eun mencoba untuk melihat eommanim nya dikamar tapi tidak jadi karena tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka.

“bum ah eomma tau kalian masih menyesuaikan satu sama lain dalam rumah tangga kalian, tapi tidak bisakah kau memenuhi keinginan eomma. Apa itu sulit bagi kalian?” ucap Ny. Kim sambil menyeka air matanya.

“yeobo mereka perlu waktu untuk itu semua, jadi jangan memaksakan kehendak” jawab Tuan kim

“eomma mianhae kim bum bukannya tidak ingin memberikan eomma cucu, tapi ini butuh proses, kami sudah melakukan yang terbaik mungkin saja belum diberi kesempatan. Eomma tenanglah kim bum pasti akan memberikan eomma cucu” jelas kimbum tapi ia sendiri tidak yakin akan hal itu. Apa ia bisa mengabulkannya, ia pun juga masih ragu. Ini dilakukan karena ia tidak ingin sakit jantung eomma nya kambuh lagi.

“eomma akan menunggunya, tapi eomma tidak ingin kalian menundanya lagi seperti ucapan istrimu itu”

“eomma mianhae jika so eun berkata seperti itu, sekarang tersenyumlah” kim bum membujuk eomma nya tersenyum agar tidak sedih lagi, dan akhirnya tersenyum juga.

“nah kalau begitu aku semakin mencintaimu” rayu Tuan kim

“ah..” Ny. Kim tersipu malu

“ya sudah kau temanin istri mu disana dan jelaskan ini semua” titah Tuan kim

“arraseo appa, kim bum keluar dulu” jawab kim bum namun ia menyesal telah membentak nya, yang menjadi pertanyaannya itu kenapa ia bisa bersikap demikian terhadap so eun.

So eun yang mendengar kan itu merasa terharu karena eommanim nya begitu menginginkan seorang cucu, sedangkan ia tidak habis pikir kenapa kim bum bisa mengucapkan hal seperti tadi, jelas-jelas selama ini dialah yang mengacuhkannya tanpa ingin mengetahui yang sebenarnya. Karena ia mendengar bunyi langkah kaki maka ia buru-buru kembali ke meja makan namun terhenti karena ucapan kim bum.

“apa kau mendengarkan pembicaraan kami” tanya kim bum yang sukses menghentikan derap langkah so eun. sedangkan yang ditanya hanya bisa terdiam dan tak mampu untuk menjawabnya.

“sebaiknya kau ikut  aku” lalu kim bum menarik lengan so eun ke kamar nya.

“yak,, sakit. Lepaskan tanganku” so eun kaget  karena kim bum  menariknya secara paksa. Kim bum tidak memperdulikan ucapan so eun ia masih tetap menarik lengan itu dengan paksa.

Setelah dikamar kim bum melempar so eun di atas ranjang dan menindih nya seraya berkata “dengarkan aku baik-baik, mungkin cepat atau lambat kita akan melakukannya. Walaupun aku tidak menyukaimu tapi ini harus kulakukan demi eomma, aku juga tidak tau harus seperti apa ketika berada didekatmu tapi satu hal yang harus kau ketahui, jika aku ingin kita mengakhiri hubungan ini setelah kau melahirkan. Ini memang terdengar konyol tapi ini yang bisa kulakukan, berapapun yang kau mau akan ku berikan walaupun kau sendiri sudah memiliki segalanya.” Jelas kim bum lalu ia menjauh dari jarak yang begitu dekat tanpa ada penyesalan sedikit pun.

“ba..baiklah aku menyetujui semua itu, aku tidak ingin eomma kenapa-kenapa kalau ia tau kebohongan ini” jawab so eun dengan takut-takut.

“berapa yang kau inginkan atau kau mau perusahaan itu atas nama dirimu?” tanya kim bum lagi…

“aku tidak menginginkan apapun darimu, hanya saja aku ikhlas melakukannya karena aku..aku..” jawab so eun yang terbata-bata dengan kata terakhirnya.

“aku.. apa?” jawab kim bum

“karena aku… aku menyukaimu!” jawab so eun dengan takut-takut, tapi ia sudah puas mengatakan isi hatinya yang terbelenggu selama ini.

“mwo?” jawab kim bum terkejut. “apa kau tidak sedang bercanda?” tanya nya lagi.

“ani, aku memang menyukai mu… dan sekarang aku sudah lega bisa mengatakan hal ini padamu!” ujar nya dengan terbata-bata.

“hahh,, bermimpi saja jika aku akan menyukai mu. tapi kuhargai karena kau sudah menyukai ku jadi rencana ini bisa berjalan dengan baik. sebaiknya bersiaplah karena kita akan melakukannya dirumah kita bukan disini!” kim bum pun keluar kamar dan meninggalkan so eun yang masih mematung di atas ranjang, tidak habis pikir kenapa kim bum begitu tega dengan perasaannya.

‘appa apa yang harus kulakukan’  batinnya yang meraung kesakitan. Namun kim bum pun sama, ia tidak tau kenapa ia begitu tega mengucapkan kata kasar itu pada so eun. Ia benar-benar bingung dengan perasaannya sendiri.

~~~0o0~~~

 

“Oppa apa kau tidak merasa aneh dengan hubungan kim bum dan so eun, aku melihat mereka seperti sedang ada masalah” Tanya hye kyo kepada in sung yang masih dikamarnya.

“ne, oppa juga merasakan hal yang sama. Waktu itu kim bum pernah bilang jika ia menyukai gadis kecil nya ketika dipanti, tapi oppa sudah menasehatinya agar ia bisa menerima istrinya dan mencintainya. Namun sepertinya ia tidak mendengarkan ucapan ku, ya.. mau bagaimana lagi!” ujar in sung sambil mengangkat bahunya.

“apa tidak sebaiknya kita membantu mereka saja oppa, kau ingat kan bagaimana waktu itu aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku”

 

Flashback…

          “ku mohon padamu agar kau mau membantuku kali ini jung ah” pinta hye kyo pada sahabatnya yang bernama oh tae jung.

            “kau mau apa kyo ah” jawabnya.

            “aku ingin kau membuat suami ku cemburu dan aku ingin tau apa dia mencintaiku atau tidak, karena aku sendiri yakin jika dia itu menyukaiku tapi gengsi untuk mengungkapkannya” jelas hye kyo.

            “kenapa kau tidak bantuan yang lain saja, kenapa harus aku?” tanyanya lagi.

            “karena hanya kau yang belum dikenalnya, kalian baru bertemu sekali kan dan setiap aku meminta izin untuk urusan kantor bersamamu ia selalu bersikap dingin dan mengabaikanku .” Jelas hye kyo

“apa ini akan berhasil?”

“tenang saja ini pasti berhasil”

“baiklah, kalau begitu aku harus seperti apa?”

            “gumawo sahabatku, kau memang selalu bisa diandalkan” Senyumnya, lalu melanjutkan ucapannya lagi. “kau cukup membuatnya cemburu, bila perlu kau boleh mencium ku ketika berada di dekat nya, maksud ku kita hanya berpura-pura mesra didepannya” jelas hye kyo.

            “mwo..apa ini tidak berlebihan kyo ah.. aku takut nanti suami mu bisa menghajarku!”

            “kau jangan takut dia tidak akan melakukan itu, percayalah ini hanya sandiwara”

            “aku jadi tidak yakin jika ini bisa berhasil  kyo” tae jung menghela nafas beratnya melihat tingkat sang sahabat yang begitu aneh.

 

Hari-hari berikutnya mereka melaksanakan aksinya, terutama hye kyo yang lebih sering menelpon  tae jung tengah malam ketika ada suaminya dan tidak jarang mereka selalu bertemu seperti layaknya seorang yang sedang berkencan. In sung mulai menyadari jika istrinya itu seperti merahasiakan sesuatu darinya dan terlihat berbeda mulai dari penampilan dan gaya bicara. Ia juga tak lagi tersenyum seperti biasanya ketika in sung pulang dari kantornya bahkan terlihat cuek dan tidak peduli dengan dirinya, ia ingin menanyakan hal ini pada istrinya namun takut ketahuan dan dibilang bahwa ia mencampuri urusannya karena di awal perjanjian mereka tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-massing. In sung memang awal nya tidak menyukai perjodohan ini namun seiring berjalan nya waktu ternyata hatinya berkata lain, ia diam-diam mulai menyukai istrinya namun belum berani  untuk mengungkapkannya, dan melihat tingkah laku istrinya yang sekarang membuat api cemburu itu semakin meradang, membuat ia ingin sekali mengikuti istrinya kemanapun dia pergi namun itu tidak mungkin mengingat kerjaannya yang baru menjabat sebagai direktur menggantikan posisi ayahnya.

Tae jung melamun memikirkan sandiwara yang dilakukannya bersama sahabat nya hye kyo, sebenarnya ia tidak ingin membantunya namun karena ia kasihan dengan sahabatnya ini maka mau tidak mau ia melakunnya , ia tau seperti apa kehidupan rumah tangganya hye kyo ‘sahabat yang ia cintai’.

Hampir satu bulan sudah mereka melakukan aksi itu, dan itu sukses membuat in sung marah. Hye kyo tidak memperdulikan suaminya yang marah dan hampir melarang setiap kali ingin bertemu dengan tae jung, ia hanya tersenyum didalam hati karena in sung sudah mulai cemburu kepadanya dan itu artinya in sung benar-benar menyukainya. 

Dan sekaranglah puncaknya, dimana hye kyo telah merencanakan sesuatu yang membuat in sung semakin meradang. Malam ini ia memulai kencannya, lalu setelah itu datang ke diskotik bersama tae jung. Hye kyo akan berpura-pura mabuk jika in sung sudah berada ditempat itu serta akan menari dengan erotis. Hye kyo telah membayar seseorang yang mengikuti kemanapun in sung pergi.

            “hye kyo ah.. ini yang terakhir kita melakukannya. Aku tidak mau nanti ini akan mempengaruhi hubunganku dengan calon istriku, hahh.. syukur saja ia pengertian jika aku hanya berpura-pura untuk membantumu!” ujar tae jung.

            “tenang saja ini yang terakhir dan setelah ini aku tidak lagi merepotkanmu. Gumawo kau sudah membantuku dan sampaikan maafku kepada calon istrtimu” balasnya.

            “ne, ia sudah kuceritakan jika kau sahabat ku dari kecil. Ia mengerti kenapa aku membantumu, jadi jangan khawatirkan hal itu” jelasnya, lalu bertanya “setelah ini kita kemana lagi?” tanya tae jung.

            “sebentar lagi kita akan kediskotik sudah lama tidak clubbing aku ingin menikmati suasana malam ini, sepertinya menyenangkan” ujarnya.

            “mwo.. apa tidak ada tempat lain hye kyo ah!”

            “tidak ini sudah kurencanakan dari awal, jadi tenang saja. Kita tidak perlu  sampai mabuk sungguhan hanya berpura-pura, kau tau sendiri jika aku tidak bisa minum. Hanya sedikit saja, bagaimana?”

            “ne arraseo Ny. Jo” jawab nya dengan penekanan kata Ny. jo

Hye kyo tersenyum dengan penuturan sahabatnya, lalu ada pesan masuk dari orang suruhannya ia mengatakan jika suaminya juga mengikuti mereka. Dan hye kyo tersenyum lebar.

             “kau ada apa senyum-senyum sendiri”

            “hah,, aku hanya senang saja karena suami ku sedang mengikuti kita kesini. Ehm.. apa reaksinya jika aku melakukan hal yang membuatnya semakin marah”

            “bukankah dia masih dikantor, ia itu tadi. Mungkin setelah kita keluar dari kantor ia langsung mengikuti kita sampai disini, dan kata orang suruhan ku dia menyamar. Sekarang kau bisa melihat pria yang menggunakan kacamata hitam dan topinya” tunjuk hye kyo menunjuk pria yang duduk tidak jauh dari mereka sambil membaca majalah yang sengaja menutupi wajahnya.

            “apa itu benar?” jawab tae jung dengan ragu.

            “itu benar suami ku, kau lihat lagi pria yang duduk di pojok kanan itu dia orang suruhanku” jelas hye kyo lagi sambil menunjukkan pria yang menggunakan topi juga yang duduk tidak jauh dari suaminnya.

            “mwo, sejak kapan kau menggunakan jasa seperti itu hah?” hardik nya

            “kecilkan suaramu tae jung ah!” titahnya lalu melanjutkan lagi. “dari  pertama kita melakukan aksi ini. Sudahlah ini sudah rencanaku dan tidak boleh gagal, ini harus berhasil dan sekarang kau harus bersikap mesra padaku seperti biasanya” jelas nya sambil menggenggam tangan tae jung dengan mesra.

            “hye kyo ah,, kenapa sekarang kau menjadi agresif?”

            “ssttt… ini terpaksa tae jung ah, ingat ini hanya akting.. sudah jangan banyak bicara lagi sekarang lakukan apa yang kubilang tadi.” Lalu mereka pun berpura-pura mesra.

“aish.. apa yang mereka lakukan ditempat ini apa jadinya jika ada orang kantor yang melihat ini atau appa, hahh.. dia sepertinya  sengaja melakukan ini lihat saja nanti aku akan membalasnya.” Geram in sung yang melihat istrinya menggengam tangan pria lain didepan matanya. “ siapa orang itu, sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana yah.”

            “apa dia masih disitu hye kyo ah?” tanya tae jung

            “ne, tenang lah”

            “bukan begitu, aku merasa kurang nyaman banyak orang yang memperhatikan kita. Aku takut ada orang yang mengenali kita disini.”

            “baiklah sebaiknya kita pergi dari tempat ini, dan bagaimana jika kita kesungai han saja?” tawarnya

            “ehm.. kurasa disana akan lebih baik daripada disini. Kajja, lebih cepat lebih baik” ajak tae jung yang menarik tangan nya dan meletakkan uang di sana.

            “arraseo, kurasa disini lebih ramai jadi tidak leluasa melakukannya” ia sengaja sedikit membesarkan volume suara nya agar didengar oleh in sung.

            “kau sengaja” tanya tae jung setelah keluar dari tempat itu.

            “ne, aku bisa membayangkan seperti apa raut wajah nya yang marah padaku” senyum nya mengembang, lalu mereka melanjutkan lagi aksi nya disungai han.

Setelah hye kyo dan tae jung pergi in sung meletakkan majalah yang dipegangnya dengan kasar lalu meletakkan pula uang dimeja, dan itu sukses mencuri perhatikan orang suruhan istrinya. Ia pun bergegas pergi begitu saja padahal pesanannya sudah datang.

            “tuan ini pesanannya” ujar sang pelayang yang baru datang, tapi in sung pergi begitu saja ia tidak mau kehilangan jejak sang istri. Malam ini ia harus menghentikan tingkah sang istri yang menurutnya sudah diluar batas, padahal ini hanya permainan istrinya.

            ‘kemana lagi dia?’ batinnya dengan amarah yang sudah memuncak melihat istrinya malam ini. Ia terus mengikuti laju mobil itu dan akhir nya ia tau dimana sang istri berada.

Orang suruhan hye kyo ingin memberitahukan jika suaminya sudah ada disitu namun ketika ia ingin menelpon hye kyo tiba-tiba saja ada panggilan dari istrinya jika anakknya masuk rumah sakit karena deman tinggi. Ia pun panic dan tidak sempat lagi memberitahukan tetang hal itu, ia pun bergegas meninggalkan tempat itu tanpa berpikir apapun. Hye kyo tau jika ini memang sudah diluar batas, tapi ia sengaja melakukannya karena ia ingin tau seberapa besar suaminya menginginkannya sebagai istri, ia hanya ingin tau apakah perasaan sang suami sama dengan perasaan yang ia rasakan.

            “kenapa kau diam hem..?” tanya tae jung setelah mereka tiba di sungai han dan duduk disalah satu kursi yang kosong, ia tahu jika sahabatnya ini tertekan dengan perjodohannya.

            “aku hanya ingin dia tau bahwa hati ini sangat mencintainya, tapi kenapa ia seolah peka dengan hal itu. Jelas-jelas ia selalu menciumku ketika aku sudah tertidur” ujarnya sambil menyeka air matanya.

            “hei..mana sahabat ku yang ceria dulu, kenapa jadi lemah seperti ini. sudahlah kau jangan menangis lagi, bukankah kau pernah bilang jika suamimu itu menyukaimu. Lalu dari mana kau tau jika ia sering mencium mu ketika kau sudah tertidur” tae jung memberikan bahunya dan memeluknya seperti seorang kakak kepada adiknya ia menenangkan sahabat nya.

            “aku selalu menunggu nya pulang, dan tidak bisa tidur jika ia belum berada disampingku.Terkadang aku sengaja berpura- pura tidur agar ia mencium ku, entahlah itu seperti kebiasaanku yang baru” lalu menyeka air matanya, ia sudah lebih tenang karena tae jung memeluknya.

            “bagaimana kau yakin jika ia menyukaimu?”

            “cara ia membelai rambutku dan dari cara ia mencium ku, itu sudah cukup bagiku bahwa ia tidak membenciku. Memang awalnya aku tidak yakin dengan sikap nya yang selalu berbanding terbalik ketika aku sudah bangun tapi ketika ia melakukan hal yang sama setiap hari aku merasakan bahwa ia mulai menyukai ku apalagi waktu itu ia menciumku dibibir dengan penuh kelembutan, berbeda dengan malam-malam sebelumnya yang hanya mencium kening ku dan ia juga meminta maaf padaku atas sikap dinginnya, itulah kenapa aku yakin jika dia menyukaiku.”

            “kenapa tidak kau katakan saja jika menyukainya, tidak ada yang salah jika wanita lebih dulu mengatakannya. Apa kau mau merasakan sakit dihatimu dengan memendam perasaan itu?” ujarnya

            “aku sudah berusaha mengatakan hal ini padanya namun ia selalu mengabaikanku, terkadang ia bersikap kasar padaku dan sama sekali tidak menganggapku. Aku pernah berpikir untuk mengakhiri semua ini tapi aku ingat dengan keinginan orang tua ku bahwa pernikahan hanya satu kali dalam keluarga kami, dan itu juga yang membuatku bertahan. Aku berharap  ia bisa mencintaiku seperti aku yang mencintainya” hye kyo menangis kembali.

            “kenapa kau hanya memendam perasaan itu, dan kenapa tidak menanyakan dulu apakah aku mencintaimu atau tidak, apa karena sikap ku yang cuek dan bertindak kasar padamu itu yang membuat mu melakukan hal seperti ini. Apa kau tidak tahu seperti apa perasaan ku ketika kau selalu berkencan dengan nya dan menerima telepon darinya setiap malam, apa kau tau setiap malam aku selalu resah memikirkan sikap mu yang berubah padaku. Apa kau juga tidak memikirkan bagaimana jika appa melihat mu bersama pria lain seperti ini hah..” amarah in sung memuncak, hye kyo melepaskan pelukan tae jung secara tiba-tiba dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya menunduk dan merasa bersalah dengan tindakan nya ini, sedangkan tae jung ingin menjelaskan bahwa ini hanya sandiwara namun sudah dihajar duluan oleh in sung hingga ia tejatuh, mulutnya memar dan sedikit mengeluarkan darah. Ketika in sung ingin memberikan pukulan lagi hye kyo sudah menahannya.

            “kau siapa hahh.. berani sekali kau selingkuh dengan istriku!” in sung masih belum puas ingin menghajarnya kembali tapi hye kyo menahannya kembali.

            “tae jung ah, sebaiknya kau pergi biar aku saja yang menyelesaikan ini. Mianhae atas semua sikap suamiku” hye kyo meminta maaf dan dengan cepat in sung menarik tangan hye kyo agar menjauh dari sana. Dan tae jung pun hanya tersenyum getir menatap kepergian hye kyo, ia telah mengihklaskan orang yang ia cintai.

            ‘aku tidak apa-apa kyo ah asal kau bahagia. Aku sudah ihklas melepaskan cinta yang selama ini kupendam, ini memang semua salah ku yang tidak pernah berani mengungkapkannya  karena aku takut kau akan menjauhi ku yang sudah menghianati persahabatan kita. Mianhae selama ini aku juga sudah membohongimu tentang yeongjachingu ku calon istriku. Aku tau jika suami mu sangat mencintaimu hanya cara nya saja yang salah dan setelah ini aku akan pergi meninggalkan kota ini, semoga kau bahagia bersamanya. Selamat tinggal sahabat sekaligus cinta pertamaku’ Batinnya lalu ia pergi dari tempat itu membawa luka yang begitu dalam, ia juga sudah mengihklaskan semua nya karena persahabatan lebih penting dari pada cinta nya.

Tae jung sahabat hye kyo ketika mereka duduk dibangku junior high school, mereka bersahabat hingga sekarang. Dan seiringnya waktu berjalan rasa cinta itu pun tumbuh dihatinya, ia berulang kali menanyakan seperti apa tipe pria idaman hye kyo namun ia selalu mengganti topic, ia juga menceritakan bagaimana ketika ada dua orang yang bersahabat sangat dekat lalu mereka berpacaran tapi hye kyo hanya tertawa saja menanggapi pertanyaan dari tae jung ia mengatakan jika itu hanya ada di drama-drama saja tidak ada di kehidupan nyata. Walaupun ada itu tidak ada dalam kamusnya, karena ia tidak ingin merusak persahabatan mereka dengan cinta. Itulah penuturan yang hye kyo katakan dengannya, dan itu lah mengapa selama ini tae jung hanya memendam saja perasaan tanpa mengungkapkannya karena ia menghargai persahabatan dan pilihan hye kyo.

            “lepaskan tanganku” in sung akhirnya melepaskan cengkraman tangannya hye kyo. Ketika ia sudah berada di depan mobilnya, “cepat masuk! kita bahas ini dirumah saja” titahnya, hye kyo pun menuruti perintahnya. In sung mulai melajukan mobilnya menuju apartemen mereka dengan penuh amarah, ia pun mengendari dengan kecepatan yang sangat extrim hingga membuat hye kyo semakin takut. Setibanya disana in sung melepaskan cengkramannya dan mulai mengintrogasi hye kyo.

            “katakan  padaku kenapa kau selingkuh dengannya. Lalu siapa dia?” hardik in sung.

            “dia sahabatku! Aku tidak selingkuh, aku hanya mengajaknya jalan-jalan karena ia masih baru dikorea” jelasnya

            “mwo! Kau bilang hanya jalan-jalan biasa. Lalu apa harus berpegangan tangan layaknya orang yang berpacaran”

            “itu hanya pegangan tangan biasa, apa kau selalu mengikutiku kemana aku pergi hahh!” jawabnya dengan nada yang tak kalah keras dengan suaminya.

            “kenapa sekarang kau berubah, apa karena dia”

            “sudahlah.. tidak perlu ini dibahas lagi, bukankah kau tidak pernah memperdulikanku dan apa pentingnya bagimu mengetahui ini semua. sebaiknya kita lupakan hal ini, aku sudah lelah dan ingin tidur” ketika hye kyo akan membalikkan badannya menuju kamar dengan tiba-tiba in sung menariknya dan langsung melumat bibir ranum itu. Hye kyo terkejut dengan ulah in sung karena ia mencium nya dengan kasar seolah mengisyaratkan bahwa ia sedang marah saat ini, tapi dilepas begitu saja oleh hye kyo dan ia pun menamparnya dengan keras.

            “apa maksud mu melakukannya hahh!” hye kyo menangis setelah menamparnya. “apa kau tau ji..” ucapannya terhenti karena in sung menciumnya kembali tapi kali ini berbeda dengan ciuman yang tadi. Ia melakukannya dengan lembut dengan perasaan, lalu in sung menghentikan ciuman itu dan menatap manic mata istrinya dengan sedih seraya berkata “mianhae jika selama ini aku sudah menyakiti perasaanmu. Aku bukan suami yang baik untukmu” sesalnya sambil menundukkan kepalanya lalu ia berlutut didepan hye kyo.

            “ani, aku juga salah padamu. Tidak seharusnya aku berbuat seperti ini, aku tahu mungkin kita hanya salah paham dengan perasaan kita masing-masing. kau tidak boleh berlutut seperti ini, aku sudah memaafkanmu” hye kyo pun menyuruh in sung agar berdiri.

            “aku salah menilai mu selama ini, kau rupanya  istri yang baik. kenapa aku tidak peka dengan apa yang kau lakukan untuk ku, seharusnya aku sudah mengatakan ini padamu. Tapi aku sendiri masih ragu dengan perasaanku sendiri, aku bersikap keras dan cuek pada mu itu karena aku tidak ingin kau tau jika sebenarnya aku menci..”

            “mencintaiku, ne aku tau jika kau mencintaiku. Aku tau jika kau selalu perhatian padaku ketika diriku sudah tertidur, pabbo kenapa kau tidak mengatakan hal ini padaku dari awal dan kenapa kau selalu mencuri ciuman dariku.” Hye kyo memukul dada in sung karena ia geram dengan suaminya.

            “kau..kau sudah tau jika aku mencintaimu, lalu kenapa kau selingkuh dengan pria itu apa kau sengaja mempermainkanku!” nada suaranya berubah lagi.

“aku hanya bersandiwara dengan nya hanya ingin tau apa perasaan mu sama seperti yang kurasakan, dan dia itu sahabat ku yang sudah lama tidak bertemu.” jelas nya

“jinja.. kau juga menyukaiku, benarkah” senyum nya

“ne, kau saja yang tidak menyadarinya. Jadi ini cara mu mengungkapkan perasaanmu, ternyata kau bukan suami yang romantic seperti yang ku inginkan. Ah..kenapa aku bisa menyukai pria seperti ini, lebih baik aku tidur saja” ujarnya lalu berbalik meninggalkan in sung di ruangan itu.

“aku belum selesai bicara hye kyo ah. Hye kyo ah saranghae… saranghae apa kau dengar!” kata itu mampu menghentikan langkah istrinya. In sung lalu memeluknya dari belakang dan mencium tengkuk nya dengan penuh nafsu yang membara, menyalurkan segenap rasa dihatinya.

“ne, aku mendengar nya” lalu ia berbalik membalas pelukan hangat suaminya, mengecap sama rasa yang bergejolak diantara mereke.

Akhirnya In sung dan hye kyo melanjutkan aksi mereka di dalam kamar peraduan mereka yang telah lama diasingkan, menjadi satu di malam yang indah dalam balutan kasih asmara yang telah lama terpendam.

Flashback end…

 

In sung yang melihat istrinya membayangkan masa lalu mereka jadi gemas dan tidak terima dengan pernyataan istrinya jika dia yang telah membuat dirinya menyukai istri nya.

          “apa kau bilang, kau yang membuat ku mencintai mu hahh” tanya in sung dengan penekanan kata di akhir.

“ne, bukankah oppa yang lebih dulu mencintai ku. sudah mengaku saja” senyum hye kyo yang lucu melihat ekspresi suaminya.

“baiklah aku menyerah padamu, kau puas!” jawabnya dengan cemberut.

“haha.. kau lucu sekali oppa, sudah lah cepat mandi. Apa kau tidak kekantor?”

“awas kau” in sung pun berlalu ke kamar mandi dan masih sedikit kesal dengan tingkah istrinya.

“jadi bagaimana, apa rencana kita untuk membantu mereka?” tanya hye kyo dari luar, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. ‘ehm.. sebaiknya nanti saja” gumamnya, lalu ia pun ke kamar hye sung ‘sang anak’.

~~~0o0~~~

Keheningan melanda keduanya, kim bum dan so eun masih berada dalam perjalanan pulang kerumah nya.

“apa kau bersedia melakukannya, aku tidak ingin memaksa kan semua itu. Mianhae tadi aku bersikap kasar padamu, jika kau tidak ingin melakukannya kita bisa melakukannya dengan bayi tabung” jelas kim bum yang memulai bersuara.

“apa nanti eommanim tidak mengetahui ini?”

“tenang saja, eomma tidak akan mengetahui ini”

Mereka pun terdiam kembali menikmati suasana yang sunyi dalam kehampaan hati yang masih berkelanan jauh, peka akan keadaan yang ada. Kini hati yang masih dilanda kebingungan hanya mampu menatap diam tanpa kata menelisik dalam setiap keraguan.

Akhirnya mereka tiba dirumah yang menjadi saksi bisu diantara kedua nya, seolah menahan rasa sakit so eun berjalan kekamarnya dan begitu pula kim bum ia lebih memilih ketaman belakang hanya untuk sekedar menghilangkan penat yang ada.

Kim bum pov

‘apa aku sanggup melakukan hal ini pada orang yang selama ini sudah berada disampingku! Appa, eomma apa aku sanggup melakukan ini sedangkan hati ku sendiri masih ragu akan semuanya’ batin kim bum yang masih berkelana membayangkan sosok kedua orangtua nya yang telah tiada.

‘aku tidak tau kenapa aku bisa menyukainya disaat orang yang telah lama kucari muncul. Apa aku harus memilih sedangakan aku sendiri tidak mampu untuk memilih mereka, oh tuhan langkah apa lagi yang harus ku ambil. Apa aku harus menyakitinya lagi, jujur aku tidak bisa menyakiti dan meninggalkan nya lagi namun aku sudah terlanjur berjanji dengan gadis aneh ku, apa aku harus membohongi perasaan ku ini. tapi kenapa aku merasa nyaman berada didekat mereka berdua, ada apa dengan hatiku ini ya tuhan…. Tolong jawab aku?’ batinnya lagi yang tengah bimbang.

Kim bum pov end

Dikamar pun so eun melakukan hal yang sama, kini ia tengah menatap bingkai foto  orang tuanya.

So eun pov

‘appa, eomma apa yang harus kulakukan… aku bingung, harus jujur atau tidak. Dia selalu menyakitiku tapi disisi lain ia akan bersikap lembut padaku, terlebih lagi jika aku telah menjadi gadis aneh nya. Aku tidak tau kenapa aku harus berbohong dengan ini semua’ batin so eun yang pekat dengan air mata.

‘aku juga sudah lelah appa jika harus berbohong’ batinnya lagi.

So eun pov end

~~~0o0~~~

Kehidupan semakin pelik, suasana semakin runyam. Kedua insan itu lebih memilih menyibukkan diri masing-masing. Waktu yang berjalan sangat cepat, tidak mengikiskan jarak yang ada, kini rasa yang ada pun semakin memudar walau masih tersisa sedikit.

“oppa apa rencana mu ini akan berhasil?” tanya hye kyo pada suaminya mengenai masalah mereka yang ingin menyatukan kisah cinta kim bum dan so eun.

“aku tidak yakin yeobo, kau lihat saja akhir-akhir ini kim bum sangat sulit sekali ditemui. Padahal aku ini hyungnya!”

“kita harus optimis oppa, aku sangat yakin jika mereka itu saling mencintai”

“ne, kau benar yeobo. Sudahlah sebaiknya aku pergi dulu pagi ini ada rapat, jangan lupa makan siang ku. cup” kebiasaan in sung setiap harinya yang selalu memberikan kecupan hangat di pagi hari.

“ne.. hati-hati oppa” hye kyo melambaikan tangan nya hingga mobil itu menghilang dibalik pagar besi nan kokoh.

‘em.. aku akan menghubungi so eun terlebih dulu’ gumannya.

 

In sung merencanakan sesuatu hal untuk kim bum dan juga so eun, mereka ingin mempersatukan keduanya. In sung akan mengatakan jika so eun diculik dan hye kyo akan mengatakan pada so eun jika kim bum kecelakaan, mereka sudah menyelidiki ini semenjak mereka mengetahui semuanya melalui tuan kang. Beliau tidak sengaja melihat in sung yang terus-menerus ingin mngetahui seperti apa kehidupan so eun di masa lalu, karena ia pernah memergoki tuan kang bersama dengan wanita yang mirip dengan istri sepupunya itu.

Setelah ia mencari tahu sendiri siapa perempuan yang mirip dengan istri sepupunya itu barulah semua nya terungkap, in sung melanjutkan aksi ini tanpa diketahui oleh kim bum dan so eun sendiri. Ia ingin menyelesaikan masalah ini secepatnya dan itu akan dilaksanakan pada malam ulang tahunnya kim bum dan itu bertepatan dengan malam ini. Tuan kang pun telah menyetujui nya, walau awalnya ia sempat menolak namun setelah in sung menjelaskan semuanya barulah ia mengerti. Tuan kang pun akhirnya jujur mengenai semua kebohongan yang selama ini ditutupinya.

Pertama-tama in sung akan memberitahukan kim bum jika istrinya diculik di suatu tempat, dan tempat nya di dekat panti asuhan mereka yang dulu. Tuan kang sudah menyiapkan tempat mereka untuk dipertemukan, ia juga merapikan taman tempat mereka bermain dulu. Hye kyo bertugas memberitahukan so eun jika kim bum     kecelakaan ketika tugas ke luar kota bersama klien nya. Mereka optimis sekali dengan tugas dan perannya, hingga kim bum dan so eun pun tidak menyadarinya.

“apa kalian sudah melakukan semuanya. Baiklah kita jalan kan misi kita sekaran juga ini sudah waktunya!” tukas in sung yang memberikan arahan pada istri dan juga tuan kang ketika mereka tengah berkumpul disuatu tempat.

“ne!” jawab mereka serentak, tuan kang pun ikut bersemangat dengan misi nya ini.

“saya yang akan menelpon kim bum meminta tebusan untuk penculikan ini, yeobo kau berpura-pura menangis seolah-olah kim bum memang benar-benar kecelakaan, dan kau tuan kang apa tempat nya sudah dipersiapkan semua?”

“semua nya sudah siap” mereka kaget dengan penuturan ha neul yang muncul secara tiba-tiba. “kenapa kalian melupakan ku, aku juga ingin membantu mereka” ujar ha neul yang muncul secara tiba-tba diantara mereka.

“oh.. baiklah itu akan lebih bagus lagi. Ha neul ssi kau menemani tuan kang saja dan menyiapkan semua kebutuhan untuk acaranya” jelas in sung yang masih kaget dengan kehadiran ha neul.

“ok, itu sudah saya persiapkan dari tadi. Sebaiknya kita laksanakan sekarang juga ini sudah hampir tengah malam” jelas ha neul.

“ok semoga misi kita berhasil, fighting !” serentak mereka.

Mereka pun pergi dari tempat itu dan menjalankan misi nya, ini kejutan untuk ulang tahun kim bum serta untuk mempersatukan cinta yang telah lama terpendam karena kesalahpahaman.

~~~0o0~~~

Kim bum yang tengah sibuk dengan beberapa berkas dikantornya tidak memperdulikan suasana yang ada, ia sengaja tidak pulang malam ini karena akan ada rapat diluar kota. Itulah yang diberitahukan oleh sekretarisnya beberapa jam yang lalu, padahal itu hanya rekayasa dari semua misi yang in sung lakukan, dan kim bum tidak menyadari akan hal itu.

‘kenapa berkas-berkas ini terlalu banyak, ah aku merasa ada yang tidak beres dengan ini semua tapi, ya sudah lah dari pada aku dirumah’ guman kim bum yang sempat merasa aneh dengan proposal dari kliennya. Tiba-tiba telepon gengam nya bordering.

“yeobseo”

“jika kau ingin istrimu selamat cepat berikan tebusan nya, antar uang nya segera malam ini. Nanti akan aku kirim kan alamat nya, hahaha..ingat jangan sekali-kali kau melaporkan hal ini pada polisi jika kau ingin istri mu kembali dengan selamat!” sang penelpon pun langsung menutup telepon nya, kim bum pun kaget dengan telepon misterius itu. Ia tidak bisa berpikir jernih, dan segera menyiapkan uang yang sudah diberitahukan melaului pesan singkat tadi.

“siapa orang itu, dan apa motif ia menculik istriku. Apa aku harus menyelamatkannya? Tapi, ah sudah lah aku harus menyelamatkan dia karena ini sudah tanggung jawabku!” kim bum pun bergegas membawa uang tebusan dan tanpa disadari oleh nya orang tua kim bum juga mengikuti arah laju mobil putra nya.

“yeobo lihat lah itu bummie. Ia sudah membawa uang nya, cepat kita tidak boleh lengah sedikit pun” ny. Kim sedikit antusias dan tidak ingin ketinggalan dengan misi ini.

“ne, kita tidak boleh ketahuan olehnya ingat itu!” jelas tuan kang.

Disisi lain pun hye kyo juga memberikan khabar yang tidak terduga oleh so eun, ia memang tengah menunggu kim bum dirumah dan ia sedikit khawatir karena kim bum tidak memberitahukan jika malam ini ia lembur. Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu mereka jarang sekali bertatap muka dan seolah menjauh. Ditengah lamunan nya akan kekhawatirannya so eun terkejut dengan suara ponselnya, ia pun lalu mengangkatnya.

“yeobseo”

“so eun ah, hiks..hikss” hye kyo sedikit menjalani peran nya dengan baik.

“ne eonnie wae? Apa yang terjadi?” tanya so eun dengan panic karena mendengar suara tangisan hye kyo.

“apa kau sudah tau, kim bum dia..” sengaja berhenti bicaranya.

“ada apa dengan kim bum eonni, jawab lah jangan membuat ku merasa khawatir!” jawab so eun yang mulai panic dengan ucapan hye kyo

“suami mu kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit, nanti aku akan menjemputmu sekarang kau bersip-siap lah 30 menit aku akn tiba disana” ujar hye kyo lalu ia menutup teleponnya.

“mwo, bagaimana kondisi nya eonni. Kapan kecelakaan itu terjadi?” kekhawatiran so eun semakin menjalar, “aish.. kenapa telepon nya dimatikan begitu saja, eonni benar-benar!” so eun merasa sedikit kesal Karene eonni nya

Hye kyo pun bergegas menjemput sso eun yang tidak jauh berada dari rumah nya. Sedangkan in sun, tuan kang dan juga ha neul juga sedang menunggu di tempat kejadian.

‘so eun ah, sebentar lagi ini cerita ini akan berakhir dengan indah’ gumannya sambil menyertir dan tetap focus pada jalan.

Tidak butuh lama untuk hye kyo mengemudikan mobilnya. Ia sudah menunggu so eun di parkiran dan ia juga melihat raut wajah so eun yang tengah panic, lalu ia pun menghampirinya.

“so eun ah, kajja. Kita harus cepat tiba disana!” titah hye kyo yang langsung membukakan pintu mobilnya.

“ne eonni, saya ingin tau bagaimana keadaannya kim bum”

Hye kyo pun hanya menggeleng dan focus kembali melajukan mobilnya. Dalam hati ia ingin sekali tertawa atas sandiwara yang tengah ia rancang bersama, tapi itu tidak mungkin mengingat so eun pasati akan curiga.

 

Di sisi lain ternyata kim bum sudah lebih dulu datang, ia pun mendapat kan telepon dari sang penculik itu yang tak lain hyung nya sendiri.

“yeobseo, dimana kalian menyekap istriku?” tanya kim bum tanpa basa-basi lagi, ia pun telah membawa uang tebusan untuk sang istri.

“tenanglah lah, istrimu aman bersamaku. Kau benar-benar sendirian kan, kau tidak membohongi ku?” tanya in sung yang sengaja berbasa-basi terlebih dahulu Karena istri dan so eun belum juga datang.

“cepat katakan dimana istriku!” bentak kim bum yang tidak bisa menahan emosi nya lagi.

“oh.. tenag lah sedikit, kami pasti akan menyerahkan nya padamu. Sabar lah sebentar lagi.” In sung juga sebenarnya sedikit gelisah karena istrinya tak kunjung datang, ia pun memberikan kode kepada ha neul apakah istrinya sudah ada ditempat atau belum kenapa lama sekali karena waktu nya sebentar lagi sudah menunjukkan tengah malam.

Ha neul pun memberikan isyarat dengan mengancungkan jempolnya menandakan istri dan so eun sudah ada ditempat yang dimaksudkan.

“baiklah jika kau memaksa terus sekarang kau ikuti tanda panah yang tidak jauh didedat kaki mu.” kim bum pun menunduk dan melihat tanda panah dikegelapan malam yang hanya diterangi oleh cahaya lilin di setiap jalan itu.  Disisi lain hye kyo pun berpura-pura berhenti sebentar ditempat itu dengan alasan ia ingin ketoilet sebentar.

“so eun ah, tunggu sebentar di tempat ini. eonni ketoilet sebentar”

“tapi eonni bukankah ini masih jauh dari rumah sakit, kau bilang tadi kita harus segera kesana”

“sebentar so eun ah,, eonni benar-benar tidak tahan mau ketoilet, apa kau mau nanti eonni buang air kecil disini. sudahlah ini tidak lama hanya sebentar, tenanglah..eonni hanya sebentar,ok.” Hye kyo pun bergegas pergi dari sebelum kim bum tiba di tempat itu, hye kyo pun langsung menelpon ha neul jika ia sudah tiba ditempat tujuandan so eun sudah menunggu kim bum.

“apa semua sudah disiapkan ha neul ssi, so eun sudah disana jangan lengah ok”

“ok” jawab ha neul dengan semangat. sedangkan so eun masih menunggu dan kaget tiba-tiba ada cahaya yang menyilaukan matanya.

“apa itu?”

Kim bum tidak melihat jika sudah ada seseorang yang berdiri tidak jauh dari panah yang terakhir, dan panggilan pun terputus. “yeobseo..yeobseo.. dima..” telepon pun diputuskan langsung oleh in sung ia tau jika inilah saat nya mereka menyiapkan kado dan kue ultah kim bum, kim bum marah-marah karena telepon nya diputuskan namun ia terkejut dan tidak berkutik lagi karena sosok yang kini tengah berdiri didepannya adalah istrinya sendiri. Ia heran kenapa istrinya tidak terlihat seperti di sandera oleh penjahat dan so eun pun menutup mulutnya seraya berkata

“kau..!” banyak sekali kalimat yang ingin ia lontarkan, namun kim bum tidak menghiraukan itu, ia langsung mendekap hangat sosok yang masih berdiri kaku didepannya, dan menangis haru dipelukan istrinya.

“kau baik-baik saja kan, apa mereka menyakitimu?” kim bum sangat cemas dan merasa bersalah karena tidak pernah menjaga istrinya dengan baik.

“aku” so eun masih bingung dengan pekataan ki bum, lalu ia bertanya. “bukankah kau dirumah sakit karena kecelakaan, kenapa tiba-tiba ada disini dan menanyakan khabar ku. ah.. aku tidak mengerti ini sebenarnya apa yang terjadi?”

“kau bilang apa, aku dirumah sakit karena kecelakaan. Siapa yang memberitahukan itu?” kim bum juga kaget dengan perkataan istrinya.

“hye kyo eonni yang mengatakannya padaku” jelas so eun namun sebelum kim bum bertanya lagi tiba-tiba tn. Kim, ny. Kim, in sung, hye kyo, tuan kang dan juga ha neul muncul dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk kim bum dan yang membawa kue ultah itu eomma nya kim bum, setelah berada di depan kim bum dan juga so eun lampu pun menyala. Kim bum tidak bisa berkutik dengan kejutan secara tiba-tiba ini, baru kali ini ia mendapatkan surprise dari orang-orang tercinta.

“ka..kalian semua ini, apa kalian semua yang merencanakan hal ini?” tanya kim bum langsung karena ia begitu yakin.

“sudah kau tiup dulu lilinnya dan sebelum itu make a wish, eomma sudah capek harus membawa kue ini dari tadi. Apa kau tidak kasihan dengan eomma”

“tapi kalian belum menjawab pertanyaanku” jawab kim bum

“sudah tiup dulu lilinya, nanti akan hyung jelaskan semuanya. Kasihan ahjumma” ujar in sung yang berdiri dibelakang kedua orang tua kim bum. Ia tersenyum bahagia menatap raksi kim bum yang kaget.

“ah ne” kim bum make a wish dan ingin meniup lilinnya, tapi eomma kim bum pun melarang kim bum meniup lilinya, ia pun berkata “tunggu dulu, apa eomma boleh menambahkan doa mu agar tuhan kali ini memberikan ku seorang cucu” polos eomma kim bum dan semua yang ada disana tertawa tidak dengan pasangan yang ini hanya terdiam dan sedikit salah tingkah apalagi so eun.

“sudah lah yeobo, bukankah kau sudah tidak ingin berlama-lama membawa kue itu. Biarkan mereka yang mengaturnya, tenang tidak lama lagi kita akan memiliki cucu. Tunggu saja” ungkap tn. Kan, dan mereka pun kembali tertawa.

“sudah kah aku ingin meniup lilin ini lihat lah sudah meleleh” kilah kim bum yang tidak tahan mendengar gurauan dari mereka semua.

“chukae bum ah, semoga kali ini kau tau dengan isi hati mu yang sebenarnya” ujar in sung

“maksud hyung?” kim bum masih bingung dengan perkataan in sung.

“kau tau tapi masih belum menyadarinya,nanti kau juga akan tau. Baiklah selamat menikmati acara kalian kami sudah mengantuk” in sung pun pamit dan membawa sang istri pulang ke villa orang tua kim bum yang tidak jauh dari lokasi itu.

“ne bum ah, eomma dan appa juga akan pulang ke villa. Kami tidak ingin menganggu acara kalian, kalian harus berterus terang dan berbahagialah” mereka pun juga pergi menyusul in sung dan tuan kang pun menyerah video dan semua yang menjadi pertanyaan kim bum akan rencana dan kejutan ini semua.

“nak kim bum, jaga eunni baik-baik. mianhae dengan semua yang saya lakukan padamu. Kau bisa melihat ini dan surat-surat ini semua, jawabannya ada disini semua dan kau eunni ah adjusshi minta maaf untuk kebohongan yang telah ku rancang sedemikian rupa hingga kau sendiri yang tersakiti, ani hanya sebuah kesalahpahaman saja. adjusshi pamit dulu, sampai jumpa besok” tuan kang pun pergi dan tersenyum simpul setelah menyerahkan semua beban yang selama ini ia tahan. Ha neul pun hanya mengucapkan selamat kepada kim bum dan eunni lalu ia pun pergi menyusul sang appa.

Dari kejauhan ia menatap dengan pilu, haru dan bahagia melihat orang yang ia cintai tengah bahagia bersama cinta dimasa kecilnya. Ia tau itu dari penuturan appanya, ia benar-benar tersakiti dengan perasaan ini namun ia sungguh bahagia dengan takdir yang telah tuhan gariskan untuknya.

‘semoga dilain waktu akupun bisa bahagia seperti kalian walau ini akan membutuhkan waktu yang lama, tapi aku ikhlas melepas rasa ini karena ku tau jika cinta itu sendiri tidak bisa dipaksakan.’ Ha neul pun melangkahkan kembali langkah nya yang sempat terhenti karena rasa, menenggelamkan sedikit asa dalam harapan yang pupus. Hanya butuh waktu untuk bangkit dari sepenggal rasa yang telah ia lepaskan, mengikhlaskan semua yang ada karena ia yakin bahwa hari esok adalah hari yang indah untuk nya kelak.

Kini tinggal kim bum da so eun yang masih diam terdiam dengan semua kejutan itu hingga so eun yang memberikan kode agar kim bum mau bicara. So eun pun menyenggol lengan kim bum dan ia menoleh. Kim bum menatap lekat manic mata itu seraya berkata “ katakan jika kau benar-benar gadis aneh ku”

“menurutmu!’ tanya balik so eun.

“jadi kau, gadis aneh ku. kenapa selama ini kau tidak mengatakannya padaku, kau tau sendiri kan bah..” belum selesai perkataan kim bum so eun sudah menutup mulut kim bum dengan telunjuk nya.

“nanti kujelaskan sebaiknya kau buka dulu apa yang sudah diberikan oleh adjusshi untuk mu” so eun sengaja belum menjelaskan semuanya, ia ingin melihat dulu apa yang diberikan oleh tuan kang tadi.

“ah, baiklah..tapi nanti kau harus jelaskan semuanya padaku kalau tidak maka..” kim bum sedikit grogi untuk melanjutkan ucapannya, dan hanya dijawab senyuman oleh so eun. “ah..sudahlah, jangan tersenyum seperti itu. Kau membuatku tidak bisa berkutik” ia pun membuka isi kado itu dan so eun pun hanya tersenyum simpul melihat tingkah kim bum yang menurut nya seperti anak-anak, menggemaskan sekali.

Mereka pun mendengarkan video dalam tab itu, yang berisikan semua pengakuan dari tuan kang dan juga appanya sendiri. Disitu mereka menangis sendiri mendengar semua pengakuan dari appanya dengan semua kisah mereka yang lama dan kim bum sendiri tidak tau jika aboenim nya mengalami kisah yang seperti itu, belum lagi dengan surat dan buku diary dari beliau yang menuliskan semua keluh kesah nya selama ini, terlebih lagi surat yang terakhir kalinya sebelum ia pergi untuk selama-lamanya. Kim bum tidak tega melihat istrinya yang menangis terharu mendengar semua itu, ia juga merasa bersalah dengan so eun dan juga mendiang aboenim nya. Ia sudah melukai perasaan orang yang selam ini sudah ia cintai.

“mianhae untuk semua yang sudah kulakukan padamu, dan mianhae untuk semua kata uyang telah ku ucapkan padamu. Aku benar-benar buakn suami yang baik, tidak bisa melihat ketulusan cintamu. Bukankah aku sudah berjanji ingin menjadikan dirimu menjadi wanita ku dan seharusnya aku berterima kasih pada aboenim karena kalau bukan tanpa jasa nya mungkin kita tidak pernah bersatu, aku juga sudah berjanji pada aboenim untuk tidak menyakiti mu tapi nyatanya aku menyakiti perasaan mu” kim bum pun tertunduk, terdiam tanpa bisa melanjutkan kata-kata untuk merangkai sebuah kalimat, lidah terasa kaku dan sulit digerakkan karena airmata. So eun pun tau bahwa suaminya menangis dalam diam menyesali semuanya, ia pun memeluk kembali sosok yang tadi mendekap nya dengan penuh kasih sayang.

“hei tuan manis kenapa kau cengeng sekali, kau seperti wanita saja” gurau so eun yang ingin mencairkan suasana yang kelu karena airmata walaupun ia sendiri juga tak kala sedih nya dengan sang suami, ia mencoba memberikan kehangatan dari senyuman nya dan itu sukses membuat kim bum tersenyum dan menatap manic mata almond yang indah itu.

“saranghae..saranghae gadis aneh ku, gumawo kau yang selalu memberikan kehidupan untuk ku, kau yang selalu menjadi penerang dalam hidup ku. mia..” lagi-lagi so eun memotong perkataan kim bum.

“ssttt..sudah cukup kau meminta maaf padaku, aku juga bersalah padamu karena dari awal sudah membohongi mu dan sudah menyakiti perasaan appa ku” so eun tertunduk kembali mengingat ia pertama kalinya bertengkar dengan ayah nya karena perjodohan ini tanpa mendengarkan dulu perkataan dari ayahnya. Ia menyesal karena sudah menjadi anak yang pembangkang kepada orang tua nya sendiri, Kim bum pun kembali memeluk istrinya dengan erat serasa tak ingin dilepas lagi.

“mulai sekarang kita mulai lembaran baru lagi dan menghias nya dengan cinta” kim bum pun menghapus airmata so eun dan mengecup kedua mata, kening, hidung dan berakhir di bibir. Setelah itu ia menatap kembali mata almond itu dan tersenyum manis seraya berkata “hei gadis aneh ku mau kah kau menjadi pedampingku untuk selama-lamanya” kim bum memeluk nya lagi dan lagi.

“yak tuan manis, apa kau ingin membunuhku. Kau memeluk erat sekali hingga aku tidak bisa bernapas” canda so eun lalu ia pun tersenyum.

“baiklah aku lepaskan, tapi kenapa kau belum jawab pertanyaanku tadi. Apa kau mencintai ku. kau juga tidak mengucapkan selamat ulang tahun padaku, mana  kadonya. Kalau tidak aku akan menghukum mu, ayo katakan, katakan..” kim bum pun memberikan cubitan halus pada perut sso yang membuat ia tertawa dan meringis kesakitan karena ulah suaminya, karena so eun tidak menjawab apa yang kim bum tanya.

“yak,, hentikan oh ini menggelikan. Aduh” so eun pura-pura kesakitan agar bisa menjauh dari kim bum, dan disaat kim bum lengah ia berlari menjauh dari kim bum. Kim bum yang merasa tertipu pun langsung mengejarnya nya.

“yakk..mau kemana kau gadis aneh, cepat kemari dan jawab pertanyaanku. Kalau tidak kau rasakan akibatnya” kim bum masih mengejar so eun dan so eun hanya tertawa puas karena sudah menjahili suaminya, tapi bukan kim bum namanya kalau ia tidak bisa menangkap sang istri. Dengan berbagai cara akhirnya ia bisa mengejar so eun dan ia pun menyerah karena kim bum sudah meguncinya.

“mau kemana lagi kau hahh! Sekarang menyerah lah ny. Kim, cepat jawab pertanyaanku atau kau ingin aku menghukum mu?” hardik kim bum namun yang ditanya hanya tersenyum seolah menantang hukuman apa yang akan diterimanya.

“baiklah kau tidak ingin menjawab nya sekarang rasakan hukuman ku” baru saja kim bum ingin mencium so eun namun se eun mengelaknya dan berhasil lari dari kim bum namun kali ini ia tidak berhasil karena kaki nya tersandung batu dak akhirnya ia terjatuh, tangan kim bum yang sudah hampir dapat meraih baju so eun pun juga ikut terjatuh dan ini sangat menguntungkan untuk kim bum, karena ia berada tepat di atas tubuh so eun.

“kau tidak bisa lari lagi” senyum sang devil pun muncul, dan sso hanya pasrah dengan semua itu.

Kim bum mencium nya dengan nada yang berirama merdu seperti not balok yang kini tengah menari indah diatas syair-sayair nan puitis, terukir di kertas putih yang kini terkontaminasi oleh tinta hitam. Menjadikan nya sebuah lagu klasik bernuansa kan alam yang menyambut pagi yang cerah menyelimuti tabir surya yang sebentar lagi akan singgah di kursi rajanya. Mereka mengadu kasih dibawah atap yang teduh beralaskan bumi yang nyaman, tidak peduli seperti apa suasana dan tempat nya yang mereka pikirkan saat ini hanyalah bagaimana mencurah kan kasih sayang yang ada.

“saranghae tuan manis ku, dan chukaehaeyo. Aku sangat mencintaimu, muah..muah..muah.. apa kau sudah puas” so eun bertubi-tubi memberikan kecupan hangat menjelang pagi ini, walaupun sudah memadu kasih dari 3 jam yang lalu tapi ia masih kuat untuk sekedar mengutarakan isi hatinnya. Kim bum hanya tersenyum puas dan mendekap nya lagi dengan kehangatan tubuh nya yang polos tanpa sehelai benang. Ya mereka melakukan itu di taman yang menjadi saksi bisu kisah mereka berdua, tanpa rasa malu ia mencuri semua yang ada pada istrinya. Karena itu miliknya.

“gumawo, kuharap setelah ini aku diberikan hadiah dari tuhan. Hadiah yang selama ini eomma harapkan” ia tersenyum memandang langit yang masih gelap, sedangkan so eun merona malu karena ucapan kim bum. Akhirnya penantian dan sebuah kesalah pahaman  telah berakhir, dan kisah ini akan dimulai dengan kisah yang baru.

‘aboenim aku berjanji mulai sekarang akan menjaga so eun dengan segenap hati ku dan seluruh nafas yang ada, maaf kan semua kelalaianku sebagai seorang suami yang selalu menyakiti istrinya sendiri. Gumawo untuk appa dan juga hyung yang sudah menjadi pendengar setia ku, gumawo..gumawo… lalu kim bum pun mencium hangat kening so eun dengan lembut.

‘Kim bum’

 

‘gumawo appa atas semua yang sudah kau lakukan untuk ku, untuk putrimu. Maaf kan eunnie yang sudah menyakiti perasaan mu, tanpa campur tangan darimu mungkin ini semua tidak akan terjadi. Terima kasih tuhan kau menjawab semua doa-doaku, mulai sekarang aku mengerti apa yang dikatakan oleh appa, gumawo..gumawo..’ so eun menangis bahagia dipelukan suaminya.

  ‘So eun’

 

Menghadirkan rasa yang kau sendiri tak mampu untuk melawan takdir-nya..

merenung sesaat dari kehidupan yang tak berujung,

perih kala kata itu berduri…

dan manis kala sajak terdengar…menghadirkan berjuta-juta kata untuk setiap sajak dalam syair-syair cinta mu…

Wahai kasih, tersenyumlah dalam kisah yang telah di berikan,

dan restui lah dalam jalinan yang telah disatukan…

Kisah yang rumit berakhir dengan senyuman manis.. senyuman yang nikmat dalam setiap kalimat yang terucap…

Terima kasih atas segala rasa yang menyelimuti dalam setiap langkah kaki ini,

 terima kasih dalam setiap penggal kalimat yang telah terikrarkan… semoga tali

kasih ini bersatu selamanya, abadi di peraduan yang indah…

Thank you….

 

 

—–The end—–

Posted on Juli 28, 2015, in fanfiction. Bookmark the permalink. 63 Komentar.

  1. yeay akhirnya happy ending..
    Ditunggu karya2 selanjutnya ☺

  2. akhirnya berakhir happy ending buat bumsso.
    walau aku agak ngerasa jadi aneh masalah y karena terlalu ribet dan di paksakan. v suka kalau ending y bahagia.

  3. Jasa appa sso begitu besar cintanya untuk putri tercintanya sungguh luar biasa.
    Cukkaee . Author keren TOP. Gomawooo buat ff nya.

  4. Aurellia michelle

    Bagus :3

  5. Perjalanan mereka panjang bangeet.. kasian so eun yg dicuekin kim bum.. kasian kim bum jg yg gak tau kalo selama ini istrinya ternyata cinta masa kecilnya..
    Finally happy ending ^-^

  6. Aigoo,,nttu bumppa knp kasar amt’y bicra’y,kn kasian sso..tapi kasian juga bumppa d’bohongin..tapi pd akhr’y smua t’ungkap sudah..bumsso b’satu dlm kebahagiaan..ech ttu bumsso kok ngelakuin ‘itu’ d’taman ?? kkkkk
    seru eonni..

  7. Keren! Sesuai judulnya yg thank you aku jga mau blng thank you buat ffnya! Di tunggu karya berikutnya;)

  8. Keren! Sesuai judulnya yg thank you aku jga mau blng thank you buat ffnya! Di tunggu karya berikutnya;) daebak

  9. Keren storynya author… akhirnya soeun eonni bersatu juga…author hwaigthing ya…

  10. Bagus banget critanya….
    Semangat eon buat nulis ff.y (≧▽≦)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: