Star In Heart (OS)

CYMERA_20150706_005025(1)

 

Author      :      Denida Mahasari

 

Tittle                 :          Star In Heart

Main Cast          :

– Kim Sang Bum

– Kim So Eun

 

Other Cast         :

– Jessica

– Suzy

– Yoona

– Lee Min Ho

– Lee Seung Gi

– dll

 

Genre                :

– Romantic

– Comedy

– Friendship

 

Type                 :           OS

 

 

Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produser dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

.

.

.

Author POV.

11 tahun yang lalu..

Ditempat ini terdengar reriuhan suara-suara yang sulit dibayangkan dan salah satu tempat favorit bagi siswa-siswi Sekang school. Termasuk So Eun, Suzy, dan Yoona yang selalu ke tempat ini pada jam istirahat. Yah tempat ini adalah kantin dimana para siswa dan siswi dapat beramai-ramai sambil menikmati makanan yang lezat.

“Yaaaa… Kim so eun tunggu aku”, sambil menghela nafasnya yang tersenggal-senggal.

“Omoo, kau yoona darimana saja?”, so eun menoleh ke sumber suara.

“Ahh ckck, bukannya berterima kasih”,

“Memangnya ada apa?”,

“Ini tadi kertas ulangan matematika sudah dibagiin, kau mau tau tidak nilainya”, ucap yoona serius.

“Ohh”, so eun pun menanggapinya dengan malas.

“Yaaak dasar kau, apa sesingkat itukah tanggapan mu”,

“Yasudah kajja kita ke kantin menyusul suzy pasti dia sedang pacaran”, so eun dan yoona pun pergi menuju kantin.

 

Kim Bum POV

Aissh.. Kemana itu anak dasar meninggalkan teman sendirian disini, jangan-jangan mereka ke kantin. Aku paling tidak suka dengan keramaian itu semua membuatku pusing, apalagi dengan teriakan para yeoja genit itu ckck. Aku harus menyusul mereka.

“Kemana bocah tengik itu”, mencari temannya sambil memasangkan headset ditelinga kanan dan kirinya.

“Ahh itu dia”,

 

Kim So Eun POV

“Hooii, ketahuan kan kalau kalian sedang pacaran haha”, akupun mengagetkan suzy dari belakang.

“Heyy min ho kau betah sekali berada dekat suzy, aku saja yang temannya tidak betah karna dia super cerewet”, lanjutku sambil menggelengkan kepalaku.

“Yaakk apa kau bilang so eun.. Aku ?? Super cerewet?? Yang ada itu kau so eun”, suzy memukul jidatku pelan.

“Appoo, aishh apa-apaan kau suzy. Ah menyebalkan lebih baik aku pesan makanan sajah”, akupun beranjak pergi.

“Kau mau kemana yonggie?”, tanya suzy pada yoona.

“Aku juga mau pesan makanan, yaakk so eun tunggu”, teriak yoona memanggilku.

END flashback..

 

Author POV..

Disebuah gedung mewah banyak orang-orang yang kumpul disana melepas rindunya dengan teman, sahabat, pacar, maupun guru. Yah digedung mewah itu sedang diselenggarakan reuni para siswa siswi Sekang school.

Kini mereka masih menjadi sahabat sejati. Kim so eun, yoona, dan suzy.

“Haii sahabat-sahabatku”, so eun pun menghampiri sahabatnya dan langsung memeluk pundak yoona dan suzy.

“Ah so eun. Kau mengagetkan ku saja”, yoona berbicara.

“Heyy kalian maaf aku adatang terlambat”, senyum 2 jari so eun pada mereka.

“Ahh itu memang kebiasaan mu so eun”, suzy tersenyum.

 

Tiba-tiba terdengar suara yang berisik dan hal itu pernah terjadi waktu SMA.. Yah suara itu adalah teriakan dari para yeoja-yeoja yang mengidolakan sosok cowok tampan, cool, kaya, cuek, pintar, dll. Sebenarnya bukan artis sih tapi memang si Sekang school dia banyak penggemarnya seperti artis.

Cowok itu tampak mencari temannya yang entah berada dimana. Setelah ia menemukannya lalu ia menghampiri temannya yang sedang mengobrol dengan seseorang.

“Heyy, min ho”, kim bum menepuk pundak min ho dari belakang.

“Heyy, bum kau sudah sampai”, senyum min ho.

“Yah aku sudah sampai, ngomong ngomong aku tidak melihat seung gi. Dia kemana? Apa belum datang?”, kim bum melihat cuek ke arah sebelahnya yaitu so eun.

“Yaakk dasar kenapa harus ada namja playboy ini sih”, batin so eun.

“Anyyeong bum”, suzy mengucapkan salam pada kim bum.

“Ah ne”,

” kau masih pacaran dengannya?”, lanjut kim bum.

“Ne”, min ho pun menjawab.

“Mmmb, so eun kau cantik malam ini”, so eun pun menoleh mendengar kata-kata yang keluar dari namja playboy itu.

“Huh?”, so eun kaget.

“Yaak bum kau tidak mempan kalau ingin menggoda so eun, walaupun kau memang tampan”, ceplos suzy.

“Haissh dasar”, batin so eun.

“Bersikaplah seperti biasanya so eun”. Ucap kim bum.

“Maksudmu?”

“Ah sudahlah”

“Wahh itu dia seung gi datang bersama yoona”, tunjuk min ho.

“Wah yoona cantik sekali dan seung gi nya pun tampan”, ucap so eun pelan yang masih terdengar oleh kim bum.

“Ah masih kalah tampan denganku”, batin bum.

“Omoo kalian memang benar pasangan serasi”, senyum so eun.

“Hah ne gomawo”, seung gi tersenyum dan melihat ke arah yoona.

“Yah iyalah pasangan serasi memangnya kau so eun”, ledek suzy dan min ho.

“Yaakk dasar kalian berdua.. Mentang-mentang kalian sudah berpasangan”, cuek so eun.

“Makanya jadian dong dengan yang sebelah”, senggol seung gi.

“Yaak dasar kau.. Aku? Jadian sama yeoja cerewet ini haha”, so eun pun menginjak kaki bum.

“Aww appo, dasar kau”,

“Lihat kalian memang benar-benar serasi hehe”, ucap yoona.

 

kim Bum POV..

Huh dasar yeoja menyebalkan mengapa ia menginjak kakiku, tidak tau apa rasanya sakit sekali. Memang menurutku dia cantik dan manis tapi sayangnya menyebalkan.

“Min ho kau mau kemana?”,

“Kau tidak tau, sekarang waktunya dansa party. Aku mau berdansa dengan suzy kau berdansalah dengan seseorang”, min ho pun merangkul suzy.

“Kau juga?”, akupun menengok ke seung gi.

“Ne”, senyumnya.

“Kau mau kemana?”, tanyaku pada so eun.

“Huh?aku mau kesana mengambil minum. Aku haus”, jawabnya dengan nada lembut.

“Mmbb anu.. Anu..”, akupun berfikir sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“Waeyo bum?”, so eunpun bingung.

“Mmmb.. Apakah kau mau berdansa denganku?”, akupun bingung kenapa aku bisa bicara seperti itu.

“Mwoo? Ahh bagaimana yah”,

 

Tanpa pikir panjang aku langsung menarik tangannya untuk pergi ke tempat dansa.

 

Kim so eun POV..

 

Glekk tanpa terasa bibirku kering saat namja playboy itu mengajak ku berdansa. Omoo? Apa yang dia lakukan. Mengapa jantungku berdegup kencang. Aissh sial.

Dia menaruh kedua tanganku ke lehernya, omoo? Apa-apaan ini? Dan dia memeluk pinggangku. Aishh aku tidak bisa berkedip, dia sungguh tampan. Rasanya aku ingin terbang.

“Bum~ah”

“Ne”, ia pun menyahut.

“Jangan pasang muka seperti itu”, suruhku padanya.

“Memang muka ku seperti ini sso”

“Waeyo”, lanjut kim bum.

“Ah tidak kok”

“Kau sungguh cantik sso, ingin sekali aku mencium bibir cery mu”, batin bum.

“Mmb.. Gomawo bum”, senyumku.

“Untuk??”,

“Saat SMA, saat kau menolongku”, kim bum pun tersenyum mendengar kata-kata ku barusan.

“Ah kau masih mengingat itu”,

 

Author POV

Flashback…

“Bagaimana ini so eun tidak ada disini”, panik yoona.

“Min ho tolong tolong so eun, tolong cari lagi”, pinta suzy.

 

Para guru dan teman-temannya : Yoona, suzy, min ho sedang mencari so eun di hutan. So eun hilang pada saat para siswa dan siswi sedang jelajah ke hutan.

 

“So eun.. So eun, kau dimana?”, teriak seung gi diarah lain.

“So eun kau dimana??”, teriak para guru yang sedang mencarinya.

 

Sudah 2 jam pencarian pun tidak berhasil. So eun pun belum ditemukan. Di sisi lain kim bum menanggapi hal itu dengan cuek. Ia hanya menyusuri jalan sendirian. Dan ia tidak tau kalau so eun menghilang. Ia lebih baik menyendiri dan mencari udara segar.

 

“TOLONG… TOLONG…!!”, teriak suara yeoja dari bawah sana.

“Siapapun tolong akuuu”,

“TOLONg..TOLONG”, yah itu adalah teriakan so eun sudah 2 jam ia teriak-teriak minta tolong tapi tidak ada satupun yang menolongnya.

 

Tiba-tiba kim bum mendengar suara teriakan. Dia merinding dan sempat ketakutan. Tapi saat ia mendengar teriakan itu dengan teliti. Ternyata itu teriakan minta tolong. Kim bum pun bergegas mencari sumber suara dan ternyata….

 

“Yaak kau ngapain dibawah sana”, teriak kim bum.

“Tolooong.. Tolongg aku”, so eun pun meneteskan air mata.

“Kau bertahanlah sso.. Pegang ranting itu dengan kuat, jangan dilepas. Itu akan sangat berbahaya”, panik bum.

 

So eun pun memejamkan matanya karna takut lihat kebawah. Sedangkan kim bum berusaha untuk menjulurkan tangannya ke arah sso.

 

“Raih tanganku sso, ayoo cepat”, teriak kim bum dari atas sana.

“Tak bisa bum, aku tidak bisa itu terlalu jauh”,

“Ayoo kau pasti bisa sso”, kim bum menjulurkan tangannya lebih dekat.

“Ayoo sedikit lagi sso”, dengan perlahan sso pun mengambil tangan putih bum dan happ dapat.

“Ah berhasil, aku akan menarikmu.. Tahanlah”, kim bum oun menarik sso ke atas dengan sekuat tenaga.

“Ah syukurlah”, kim bum pun berhasil menyelamatkan sso tetapi sso tidak bergeming. Omo?? Dia pingsan, terlihat ia mengambil nafas dengan dalam.

“Astaga sso.. Sadarlah, sadarlah sso kumohom”, kim bum menepuk kedua pipi so eun.

“Ah aku harus menelfon”, saat kim bum merogoh ponselnya dia tidak mendapatkan sinyal..

“Bagaimana ini? Dia bisa kehabisan nafas sebelum kubawa ke pos”, tanpa babibu kim bum langsung memberi pernafasan buatan.

“Hmmft”, kim bum pun memberi nafas buatan berulang kali, setelah sekian lama akhirnya so eun tersadar.

“Syukurlah, kau tak apa sso?”, tanya kim bum dengan lembut. Sso hanya bisa mengangguk dan tersenyum senang.

“Kajja naiklah ke punggung ku, kita harus kembali ke pos sebelum matahari terbenam”, lagi-lagi sso hanya mengangguk.

END flashback..

 

“Saat itu mengapa kau bisa terjatuh sso?”, tanya bum dengan serius.

“Sebenarnya..”,

“Sebenarnya apa sso”, kim bun pun penasaran.

“Aku dibawa paksa oleh jessica dan teman-temannya”, sso menunduk.

“Mmmwoo?”, bum membulatkan matanya dan kaget.

“Ada apa sebenarnya, ceritakanlah sso. Jeball”,

“Lebih baik kita bicara di halaman belakang saja tidak enak disini bum”, kim bum hanya mengangguk.

 

Kim Bum POV..

“Ahh sial ternyata wanita j****g itu toh dalangnya”, akupun geram tak kusangka mantannya sejahat itu dibelakangnya.

“Lalu apakah jessica pernah melakukan hal-hal buruk sebelumnya sso?”, so eun hanya diam.

“Jawablah sso”,

“Sebenarnya aku tidak berani menceritakan ini ke siapapun, bahkan sahabatku tidak ku ceritakan tapi mengapa aku bercerita kepada mu bum bahkan kita tidak dekat sama sekali”,

“Karna akulah yang menolongmu dan aku berhak tau cerita dibalik hilangnya dirimu”, akupun menggenggam tangannya yang dingin itu dan kucium punggung tangan itu.

“Huh?”, diapun kaget saat aku mencium tangannya.

 

Setelah acara reunian selesai akupun mengantar sso pulang. Akhirnya aku berhasil mengetahui dimana dia tinggal haha. Jujur saat kejadian 11 tahun lalu saat aku menolong sso ada keanehan dengan diriku. Aku terkadang senyum-senyum sendiri gak jelas, jantungku berdegup kencang saat berada dekat dia, aneh kan?? Aku juga belum tau pertanda apakah itu, atau mungkin jatuh cinta?? Ahh tidak tidak mungkin. Aku tidak menyukai yeoja seperti dia.

 

Author POV..

Keesokan harinya terlihat kesibukan dikantor KIM’s corp. Seorang namja berparas tampan sedang menuju ke ruangannya. Orang-orang yang disanapun memberi hormat padanya. Namja itupun membalasnya dengan senyuman. Betapa ramahnya dia. Walaupun namja itu tak pernah lepas dengan julukan ice prince tetapi terhadap karyawannya ia sangat ramah. Kim Sang Bum begitulah namanya, ia adalah direktur perusahaan KIM’s corp milik appanya.

“Direktur, untunglah anda sudah datang. Tiba-tiba ada meeting mendadak jadi direktur harus bersiap-siap”, ucap nara selaku sekretaris bum.

“Ah baiklah”, kim bum pun bersiap-siap untuk meeting.

 

Saat jam makan siang, kim bum masih terlihat sibuk di mejanya. Narapun memanggil kim bum untuk makan siang.

 

“Maaf direktur, saatnya jam makan siang. Istirahatlah dan makanlah direktur agar anda tidak sakit”, ucap nara dengan nada lembut.

“nanti saja, tanggung sedikit lagi. Tenang saja, aku akan makan siang jadi jangan khawatir”, senyumnya.

“Ah kenapa aku rindu padanya yah”, pikir bum sambil melihat ponselnya dan dia ingin mengirim sso pesan singkat.

“Sso apa kau sudah makan siang atau sedang makan siang??”, kim bum mengetik di layar ponselnya, tak lama ia pun menghapusnya.

“Haissh”, rutuk kim bum.

“Sso aku kangen padamu, aku rindu senyumanmu”, lagi-lagi kim bum mengetik dilayar ponselnya.

 

Tiba-tiba nara masuk kedalam ruangan, betapa kagetnya dia. Tak sengaja ia menekan tombol kirim. Alhasil pesan singkat itu terkirim ke nomor sso. Ah betapa kagetnya kim bum.

 

“Yaak dasar”, rutuk kim bum.

“Bagaimana ini? Duh sial”, kim bum bingung apa yang harus ia katakan kalau bertemu dengan sso.

 

Di lain tempat yang ramai pengunjungnya yerlihat sso antusias dengan para pelayan restorannya yang gigih bekerja dan semangat bekerjanya.

Tiba-tiba ponselnya berdering tanda sms masuk. Ternyata sms itu bersal dari kim bum. Sso pun membaca sms tersebut betapa kagetnya dia.

“Apa-apaan si namja so cool ini”, sso pun kaget.

“Dasar namja playboy”, pipi sso pun memerah.

“PRANGGGGG”, terdengar suara piring pecah yang terdengar oleh so eun.

 

Kim So Eun POV..

“Apa itu”, aku pun menoleh ke sumber suara dan mencari dimana asalnya sumber suara itu.

“Wahh ada apa ini”, akupun melihat ada keributan di meja no 7, akupun menghampiri meja itu.

“Omoo? Diaa”, akupun kaget ternyata yang dusuk di meja tersebut adalah jessica dan teman-temannya.

“Heii so eun tak lama berjumpa”, jessica memberi salam padaku.

“Sedang apa kau disini?”, salah satu temannya yang bernama nana.

“Ada keributan apa disini? Kenapa piring disini pada pecah”, akupun melihat meja itu berantakkan.

“Apa urusannya dengan mu gadis penghancur hubungan orang”, sinis jessica padaku.

“Maksudmu apa? Aku tak mengerti”,

“Noona so eun adalah pemilik restoran ini”, ucap sang pelayanku.

“Omoo? Jadi kau pemilik restoran tak higienis ini, pantas saja”, ucap eunji.

“Yaak jangan menghina restoranku.. Dan kalian mengapa datang ke restoranku”, emosi ku memuncak.

“Ahh makanan disini tak enak dan banyak binatangnya euuh, kau bisa kupecat dari sini gadis t****k”, jessica pun pergi.

“Yaaak jangan oernah kau kembali dasar gila kau sica”, jessica tidak merespon apa yang aku katakan barusan.

 

Pukul 8 malam aku bergegas pulang, kunyalakan mobilku. Tiba-tiba ponselku berdering, kuangkat ponselku ternyata dari sahabatku yoona.

“Ne ada apa yoona”,

“Mmbb aku cuman mau kasih tau kalau minggu depan aku dan seung gi akan bertunangan aku cuman mau mengundang mu so eun”, suara yoona dari sebrang sana.

“ahh ne.. Selamat yah akhirnya kau bertunangan juga yoona sahabatku haha. Pasti aku akan datang karna aku akan dapat makanan gratis hehe”, ucapku meledek.

“Ckck dasar kau sso, kau tidak berubah masih saja doyan makan haha. Sudah yah aku tutup telfonnya nanti pulsaku habis”,

“Ah ne baiklah sampai jumpa yoona selamat malam”, ucapku senyum.

 

Author POV..

Akhirnya so eun pun menjalankan mobilnya, tapi sayang ditengah jalan mobil sso pun berhenti karna ada 2 mobil hitam yang menghadangnya. Ponsel sso pun berdering lalu so eun pun mengangkatnya.

“Halo”,

“Halo sso kau ada dimana?”, ternyata yang menelfon adalah kim bum.

“Ahh anu.. Anu.. Aku lagi perjalanan pulang”, dusta so eun.

“Kau sedang tidak berbohong kan?”, ucap kim bum serius.

“Ah tidak.. Aku tidak berbohong”,

“DUKKKK.. DUKK..”, terdengar suara.

“Suara apa itu sso?”, tegas kim bum.

“Bukan apa-apa kok bum. Yasudah aku tutup yah telfonnya. Sampai jumpa”,

“Dia terlihat aneh, aku akan mencarinya dengan ponselku”, kim bum lalu mencari sso dengan gps yang ada diponselnya.

“KELUAR KELUAR KAU KIM SO EUN”, ucap seorang pria berbadan tegap dan seram.

“CEPAT KELUAR .. ATAU KU PECAHKAN KACA INI”,

“Ne.. Ne”, so eun gugup saat membuka pintu mobil.

“A..ada.. Ada apa ini?”,

“Dasar kau brengsek wanita gila”, salah satu pria kasar itupun menyeret so eun ke tepi jalan.

“Waee? Waee? Apa kalian mengenalku?? Aku sama sekali tidak ada urusan sama kalian”, teriak sso.

“Kata siapa kami tidak ada urusan padamu, atasan kami yang memiliki banyak urusan padamu”, lalu dari mobil hitam turunlah seorang yeoja cantik.

“Kkkauu”, sso terkejut.

“Haaii so eun kita bertemu lagi haha”, tertawa licik.

“Sebenarnya apa maumu? Kenapa kau melakukan ini padaku”, teriak pada sica.

“Kau berani berteriak padaku”, geram sica dan langsung menampar sso.

“Aww, bunuh aku kalau kau mau sica.. Aku tidak ada urusan denganmu dan aku tidak ada hubungan apapun dengan kim bum kau salah paham. Kim bum yang selalu mendekatiku, aku berusaha menjauh tapi kim bum selalu memaksa”, jelas sso panjang lebar.

“Mmb begitu yah, dasar kau berani-beraninya merayu kim bum ku”, jessica pun menyuruh anak buahnya untuk menghabisi so eun.

 

So eun pun tak kuasa berlinang air mata, dia tak bisa melawan karna lawannya tak sebanding dengannya. Tiba-tiba dari arah berlawanan ada seorang namja yang menendang salah satu pria tegap itu hingga tersungkur.

“BUGGGGGGKK”,

“Yaak jangan bisanya kau melawan wanita.. Lawanlah aku karna aku lebih hebat darimu”,

“BUGGG..BUGG..BUGG”, pukulan demi pukulan ia kasih untuk pria tegap itu hingga tak berdaya.

“Ampunn ampunn tuann”, salah seorang diantara pria tegap itu.

“Maafkan kami , ampunn”, Seseorang menghampirinya.

“Hah ternyata ada pahlawan sang gadis, ckck kau pasti kelelahan bum melawan anak buahku. Kajja kita kerumahku untuk mengobati lukamu itu”, ajak jessica sambil merangkul tangan bum.

“Apa-apaan kau sica, dasar tidak tau diri”, ketus kim bum dan melepas tangan sica dengan kasar.

“Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun baik itu itu mantan, kekasih atau yang lainnya.. Anggap saja kau tak mengenalku dan aku tak mengenalmu. Ingat itu wanita gila”, tegas kim bum yang langsung mendekat kearah sso.

“Appo, sakit sekali rasanya”, sso pun merintih.

“Kau tidak apa-apa sso?”, tanya bum khawatir.

“Apanya yang tidak apa-apa, kau lihat sendiri kan bagaimana keadaanku”, kesal sso.

“Hah dasar kau, masih sempat-sempatnya bertengkar dalam keadaan begini. Mari kubantu, aku akan mengantarkanmu pulang dan mengobati lukamu”, kim bum pun membopong so eun untuk kedalam mobilnya.

“Hmm baiklah tapi hati-hati ini sakit sekali”, senyum sso.

 

Esok harinya so eun tidak bekerja karna masih sakit. Yoona dan suzy sebagai sahabat mereka khawatir dengan keadaan so eun. Mereka pun menjenguk so eun bersama sang kekasih. Kim bum yang kemarin malam mengobati luka so eun merasa sangat bersalah padanya, karna ulahnya so eun jadi begini. Pagi-pagi kim bum langsung pergi dengan meninggalkan memo kecil yang ada di atas meja sebelah tempat tidur sso.

“So eun.. So eun.. Apa kau didalam?”, teriak seseorang dari luar pintu kamar so eun.

“So eun..”, suara itu terdengar lagi dan membangunkan tuan putri yang sedang tertidur lelap.

“Eungghh”, so eun pun perlaham membuka matanya dan melihat sahabatnya sedang berdiri.

“Ahh pasti kalian yang sudah mengganggu tidur cantik ku”, ucap sso percaya diri.

“Hoaaam aku masih mengantuk”, sso menguap.

“Dasar kau, kau tidak malu dilihat kami disini”, tanya suzy, sso pun menggeleng.

“Haissh dasar memang anak ini kebiasaannya tak bisa dirubah”, ucap suzy.

“Kau kenapa sso?”, lanjut min ho.

“Aku tidak apa-apa, aku hanya lelah”, jawab sso.

“Lelah darimana, lihatlah mukamu memar seperti itu. Apa kau habis berkelahi? Wawa kau hebat juga yah”, senyum seung gi.

“Yaak dasar kalian, jangan membahas tentang aku kenapa? Mengapa kau memar? Sudahlah nanti wajah cantik ku ini tambah memar dan jelek”, cemberut sso.

“Yahh memang kau jelek sso”, cekikik yoona.

“Ah iya, aku dengar kim bum menolongmu waktu semalam yah?”, selidik suzy, sso hanya diam.

“Mengapa kau diam?? Apa terjadi sesuatu padamu dan kim bum?”, tanya min ho.

“Ah tidak..”, sso pun mengelak.

“Sso kau aneh sekali sih, seperti ada ang kau sembunyikan dari kami”, ledek yoona.

“Ah benar kok tidak ada apa-apa. Yaak kalian ingin menjenguk ku atau malah ingin meledekku”, sso pun memanyunkan bibirnya.

“Kau sudah makan belum sso?”, tanya yoona.

“Heheh belum”, senyumnya tanpa dosa.

“Dasar bukannya makan, kau kan lagi sakit”, ucap suzy.

“Aku ingin disuapi, makanya aku menunggu kalian hehe”,

“Dasar seperti anak kecil saja”, suzy pun mulai menyuapi sahabatnya itu.

 

Seminggu berlalu..

“Woahh kau cantik sekali yoongie”, puji so eun pada sahabatnya.

“Yah kau cantik yoona”, sambung suzy.

“Pantas saja seung gi betah dengan mu hehe”, ucap min ho.

“Ckck dasar kau ini”, jawab seung gi.

“Yaak so eun, kau mau sampai kapan sendiri terus? Apa kau tidak bosan?”, tanya yoona pada so eun yang sedang berada di ruang ganti yoona dan seung gi.

“Kan aku punya eomma, appa, so mi, kau, dan suzy. Apanya yang sendiri?”, ucap so eun polos. Teman-temannya malah melihat ke arah sso dengan tersenyum.

“Yaak kau polos sekali sso, maksudku apa kau tidak berniat untuk memiliki pasangan.. Kau cantik banyak namja yang mengejarmu”, ucap yoona.

“Hmm aku tak suka mereka.. Entahlah hal itu membuatku bingung”, jawab so eun.

“Bagaimana kalau kita jodohkan so eun dengan kim bum bagaimana?”, ucap min ho asal.

“Yyyaakk.. Kauu”, sso memukul kepala min ho.

“Aww .. Aku hanya bercanda”,

“Benar juga,, ide bagus tuh”, ucap seung gi.

“Bagaimana sso? Kau mau??”, tanya suzy.

“Ah aku tidak tau.. Aku takut pria itu akan manyakitiku”, so eun menunduk.

“Tenanglah kim bum bukan namja yang suka menyakiti hati perempuan”, jelas min ho.

“Benarkah??”, sso pun berfikir dan mengingat saat kim bum menolongnya dua kali saat sso di hutan dan saat sso dipukulin.

“Akan kucoba”, yoona dan suzy pun tersenyum.

“Sepertinya juga kim bum menyukaimu sso, dia suka beeunah akhir-akhir ini. Dan tidak seperti dulu lagi yang memang benar-benar dingin seperti es”, jelas min ho.

“Oh aku ingin ke toilet sebentar yah”, pamit sso.

 

Kim So Eun POV..

Tumben sekali hari ini aku tidak melihat namja playboy itu, saat aku melihat sekeliling. Sosok yang aku cari tengah tertawa dan tersenyum dengan para yeoja yang menghadiri acara pertunangan yoona dan seung gi. Mengapa hatiku sakit?? Aku ingin menangiss.. Lalu aku bergegas ke toilet.

“Huhh apa-apaan dia, dasar tukang tebar pesona”, aku melihat cermin sambil mencuci tanganku.

“Kenapa disini panas sekali”, akupun mengipas-ngipas wajahku dengan tangan tanganku.

“Omoo?? Ada apa ini kenapa tiba-tiba lampu disini mati, aku tidak bisa melihat apa-apa”, akupun ketakutan lalu terdengar langkah kaki menuju ke arahku.

“BRAKKKK”, terdengar suara keras dari pintu itu kuyakin pasti yang menutup pintu itu adalah orang yang menuju ke arahku.

“Sss..ss.siapa kau??”, tanyaku gugup.

“S..s..siapa kau?”, tanyaku sekali lagi.

“Kau tidak usah takut so eun, aku jessica”, akupun membulatkan mataku mendengar nama jessica.

“J..j..jessica??”,

“Ne, kau benar sekali sayang”,

“Mau apa kau disini? Apa tujuanmu? Jangan kau macam-macam padaku, kalau macam-macam aku akan teriak”, emosi ku padanya.

“Aku hanya ingin bermain denganmu so eun”, akupun berjalan mundur saat jessica terus melangkah ke arahku.

“Yaakk jangan sica , kumohon”, sica menarik rambutku dengan kasar dan ia mengambil sesuatu dari dressnya itu.

“Jangan lakukan sica kumohon”, tetesan air mataku pun akhirnya jatuh ke lantau.

“Maumu apa sica?”, akupun mencoba menghindar dan berlari kearah pintu keluar namun sayang pintu itu terkunci dan tanganku terkena sayatan pisau yang dipegang sica.

“Akkh appo”, tanganku meneteskan darah segar.

“Tolonggg tolongggg..”, aku terus menggedor-gedor pintu tersebut dan aku melihat jessica yang berjalan ke arahku dan……………

 

Author POV..

Yoona, suzy, minho dan yang lainnya bergegas ke seoul hospital. Di kamar nomor 142 terlihat sorang yeoja beroaras cantik yang terbaring lemah tak berdaya dengan selang infus di tangannya dan terlihat luka kecil di tangan maupun di wajahnya. Seorang namja dengan julukan ice prince itu pun tengah menemani sang yeoja hingga ia tertidur disamping tempat tidur.

“So eun”, yoona dan yang lainnya memasuki ruangan dimana tempat so eun dirawat.

“So eun”, panggil suzy dengan nada khawatir lalu suzy melihat kim bum yang tertidur disamping tempat tidur sso.

“Kim bum”, suzy menepuk pundak bum dengan pelan.

“eunghh”, kim bum pun terbangun.

“Kau terlihat lelah bum, istirahatlah bum”, ajak seung gi.

“Ne istirahatlah bum, tenanglah. kami yang akan menjaga sso”, ucap min ho pelan.

“Ne gomawo”, kim bum tersenyum.

“Sso sadarlah.. Kami disini sso”, ucap yoona sambil mengelus pipi so eun.

 

Malam harinya..

“Eunggh”, perlahan mata yeoja yang terbaring lemah dirumah sakit itupun membuka.

“So eun kau sudah sadar”, khawatir bum yang melihat sso, memang kim bum sangat mengkhawatirkan keadaan sso.

“Bum”, ucap sso dengan nada lembut.

“Ne sso, aku kim bum”, senyumnya.

“Gomawo bum kau sudah menyelamatkan ku lagi”, bibir so eun pun merekah.

“Ne sso. Kau tak apa sso?”,

“Apakah kau baik-baik saja?”, lanjut bum.

“Mengapa kau tidak pulang bum? Ini kan sudah malam”, tanya sso.

“Jangan mengalihkan pembicaraan so eun”,

“Ah mianhae”, sso pun menunduk.

“So eun sebenarnya..”, kim bum meraih tangan sso.

“Ne? Wae?”, so eun terlihat gugup.

“Saranghae”, kim bum mencium sekilas bibir so eun membuat mata so eun melotot.

“Bum~ah”,

“Ne sso, aku mencintaimu”, kim bum tersenyum.

“Mianhae bum aku belum bisa menjawabnya, aku butuh waktu untuk berfikir”, tatap sso.

“Tidak apa-apa so eun, aku akan selalu menunggumu sampai kapanpun chagi”, kekeh bum.

“Yaaakk kauu”, teriak so eun hingga kim bum menutup kedua telinganya.

“Sso sebentar lagi aku ulang tahun jadi persiapkan jawaban mu dengan matang yah jangan sampai mengecewakan ku”,

“Memang kapan kau berulang tahun?”,

“Kau mau tau yahh??”, ledek bum.

‘Haisshh dasar yasudahlah tidak jadi”, ao eun pun memanyunkan bibirnya.

“Jangan memanyunkan bibirmu, kau membuatku ingin mencium mu saja”, blussh pipi so eun memerah.

“Hahaha”, kim bum hanya tertawa san ao eun terlihat kesal lalu memukul lengan kim bum.

 

Kim So Eun POV

3 hari berlalu..

“Kajja so eun, kita pergi berbelanja. Dan peegi membeli hadiah untuk calon kekasihmu”, ajak suzy.

“Calon kekasih? Nugu?”, tanyaku polos.

“Aishh dasar pura-pura tidak tau kau sso”, ledek yoona.

“Yah siapa lagi kalau bukan kim bum hehe”, jawab suzy.

“Kajja kita ke mall untuk pergi membeli dress untuk perayaan ulang tahun kim bum dan membelikannya hadiah”, yoona dan suzy merangkul lengan sso.

 

Di mall..

“Bagaimana kalau jam tangan saja? Yang ini bagus”, tanya suzy pada sso dan yoona.

“Ne, itu sungguh bagus”, jawab yoona.

“Ini juga cocok buat kim bum dengan motifnya yang sederhana tapi terlihat mewah dan berwibawa. Bagaimana?”, saran so eun.

“Wahh itu juga cocok buat kim bum, kau memang pintar sso”, ungkap yoona.

“Yasudah aku pilih dasi ini saja untuk hadiah kim bum”, senyum sso.

“Aku pilih jam tangan ini untuknya”, ungkap suzy.

“Wah, benar-benar.. Kalau ini bagaimana sso apakah kim bum suka?”, yoona menunjuk topi yang terpasang pada patung.

“Mmb kupikir dia akan menyukainya, dia hanya tidak suka kalau dikasih hadiah ulat bulu. Hahah”, ledek so eun.

“Hahah ternyata kim bum yang tampan, maco, cool itu takut dengan ulat bulu”. Tawa suzy dan yoona.

“Okeyy saatnya kita membeli dress untuk kita sendiri”, ajak yoona.

“Baiklah”, ungkap sso.

“Omo?? Benarkah kau suzy sahabatku?? Yeppudaa, gaun ini terlihat cocok denganmu suzy”, puji so eun.

“Wahh benar-benar cantik suzy, pantas saja min ho mau dengan mu haha”, kekeh yoona.

“Sekarang giliran mu yoongie”, suzy pun mendorong yoona untuk berganti pakaian.

“Waahh.. Yeppuda sungguh kau yoona sahabatku??”, yoona mengangguk mendengar ucapan sso.

“Benar-benar cantik, kita bertiga memang cantik hehe tapi warna hijaunya terlalu mencolok. Tapi tak apa indah dilihat kok”, ungkap suzy memuji.

“Sekarang giliranmu so eun”, yoona melirik ke arah sso.

“Cepatlah sso berganti, nanti kita foto bersama. Wah betapa beruntungnya para kekasih kita”, jelas suzy terlalu narsis.

“Kkkim sso euun, benarkah ini kau? Wahh yeppuda sungguh anggun dan mempesona”, puji yoona dengan senyuman.

“Memang benar dan tidak salah lagi kau sangat cantik sso, bahkan kecantikanmu mengalahkan kami disini”, ledek suzy.

“Kajja kita foto bersama, kita bertiga akan sangat cantik bila difoto”, ajak yoona.

 

7 July 2015 pukul 19.00 KST..

Hari ulang tahun kim bum pun tiba, terlihat keramaian yang memenuhi ruangan baik itu dari teman, saudara, keluarga, dan masih banyak yang lainnya. Kim bum terlihat gagah dengan dalaman kemeja putih yang menempel ditubuh atletisnya dengan dibalut tuxedo hitam yang menambah paras tampannya itu menjadi sangat tampan malam ini.

 

Kim Bum POV..

“Selesai, baiklah acaranya sudah dimulai”, aku beranjak untuk pergi ke ruangan dimana pesta ulang tahunku berlangsung.

“Aku tidak sabar menanti jawaban dari dia”, akupun tersenyum.

 

Saat aku sudah sampai, terdengar riuhan para yeoja yang terdengar di telingaku yang begitu berisik. Acarapun dimulqi tapi aku belum menemukan sosok yang aku cari. Kemana dia? Kenapa belum datang? Padahal ini sudah jam 7 lewat.

 

1 jam kemudian..

Kemana dia?? Kenapa belum datang juga? Dan sahabat-sahabatku juga belum datang. Apa mereka janjian agar tidak datang? Atau sesuatu telah terjadi pada mereka? Aku bingung dan khawatir mereka tidak datang diacara yang sangat spesial ini.

Tiba saatnya acara tiup lilin dan mereka belum datang juga. Tiba-tiba lampu menjadi mati dan semuanya menjadi diam, tapi anehnya seperti ada suara.

Akupun menoleh kebelakang ternyata sahabat-sahabatku memberi kejutan dengan lampu yang menyoroti mereka berlima. Sungguh mengharukan dan betapa senangnya sosok yang aku cari terlihat sedang memegang kue ulang tahun. Mereka mendekat ke arahku.

“Saengil chukkae hamnida..

Saengil chukkae hamnida..

Sarangi kim sang bum..

Saengil chukkae hamnida..”, merekapun menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku.

“Happy birthday to you..

Happy birthday to you..

Happy birthday kim sang bum..

Happy birthday to you”, lagi-lagi mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku, mereka tersenyum dan aku membalasnya.

“Akhirnya kalian datang, kalian sungguh terlambat”, omelku.

“Yang penting kami sudah ada disini kan bum hehe”, kekeh min ho, akupun menatap yeoja yang memegang kue ulang tahun untukku.

“Tiup lilinnya kim sang bum”, ungkapnya dengan nada lembut, aku hanya mengangguk.

“Gomawo sahabat-sahabatku”. Akupun tersenyum , terdengar suara tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan.

“Kau sangat cantik so eun”, bisikku padanya..

 

Kim So Eun POV..

Wuaaahh namja didepanku ini sangat tampan dengan balutan tuxedo hitamnya menambah kesan ketampanannya. Aku tak bisa berkedip dan terus ingin memandangnya. Namja itupun membalas senyumanku, terlihat dia sibuk merogoh sesuatu yang berada dalam saku celananya itu. Sedangkan aku meletakkan kue ulang tahun diatas meja tak jauh dariku. Aku bingung mengapa namja itu berlutut dihadapanku? dan lampu berpindah yang tadinya menyorotiku dan sahabat-sahabatku malah menjadi aku dan kim bum yang disoroti lampu.

 

“Kim so eun, aku tau kim sang bum adalah namja yang dingin, cuek, dan tak romantis. Tapi kim bum memiliki kelebihan yaitu sudah tampan, tinggi, kaya, pintar, berwibawa dan masih banyak lagi tapi ada satu kelebihan yang sangat-sangat aku ingin miliki yaitu kelebihan yang tak tertandingi dan aku akan senang bila aku memiliki kelebihan itu. Kim so eun kaulah kelebihan yang sangat-sangat ingin aku miliki di dunia ini. Aku akan menerima kekurangan dan kelebihanmu, walau kau banyak memiliki kekurangan tapi aku akan menjadikan kekuranganmu itu sebagai kelebihan bagiku. Kim so eun will you marry me? saranghae kim so eun, saranghae, saranghae”, kim bum pun membuka kotak cincin yang tadi diambil dari saku celananya.

“Bum~ah”, akupun meneteskan air mata dan terharu saat kim bum berbicara seperti tadi dan dilihat banyak orang, omoo? apakah kim bum sedang melamarku?.

“Jangan menangis so eun, kau berjanji kan jawabanmu hari ini jangan sampai mengecewakanku”, kim bum pun tersenyum.

“Tidakkk.. aku tidakk bisa bum~ah”, para tamu undangan pun sangat kecewa dengan jawabanku bahkan sahabat-sahabatku pun kecewa.

“Wae??”, kim bum kecewa denganku.

“Yaakkk. Aku belum selesai bum~ah. Aku tidakk.. tidakk bisa menolak cintamu.. Aku juga mencintaimu kim bum. I love you kim sang bum”, tanpa sadar aku langsung mencium sekilas bibir kim bum.

“Gomawo kim so eun”, kim bum lalu memasangkan cincin ke jari manisku dan akupun memasangkan cincin ke jari manis kim bum.

“Sama-sama”, kim bum langsung memeluk ku dengan erat, para tamu pun bertepuk tangan. Kedua orang tua kim bum yang hadir pun hanya tersenyum melihat kebahagiaan putranya.

 

Author POV

9 tahun kemudian..

“Yaaak hana jangan jauh-jauh mainnya”, teriak so eun memanggil putrinya yang berusia 6 tahun.

“Haapp kena kau hana”, kim bum menggendong hana dan membawanya kembali setelah ia susah payah mengejar hana.

“Kau sudah mandi kan hana? kau bermain bersama appa dulu yah, eomma ingin mandi”, ungkap so eun pada putrinya.

“Ne eomma”, hana pun mencium pipi kanan so eun.

“Kim hana kau main bersama paman min ho dan paman seung gi yah yang ada disana”, suruh kim bum.

“Ne appa”,

“Yaaak apa-apaan kau bum”, protes so eun.

“Kajja kita mandi bersama sso”, tanpa babibu kim bum menggendong so eun ke kamar mandi.

“Yaak lepaskan aku namja mesum, yaakk tolongg aku diculik orang aneh”, kim so eun memukul-mukul punggung kim bum.

“Diam kau gadis cerewet, aku tidak mesum. Ini kan tugasmu sebagai isteri yang harus melayani suamimu yang tampan ini”, smirk kim bum.

“haissh sialan”, kini so eun dan kim bum sudah terkunci di kamar mandi.

 

TAMAT.

 

Posted on Juli 11, 2015, in One Shoot. Bookmark the permalink. 74 Komentar.

  1. bagus ceritanya cuma terkesan buru2, mianhe
    bumsso akhrinya bersatu juga n jadi keluarga yg bahagia
    nice ff

  2. Sso’nya gensi banget tapi untungnya kimbum ga patah semangat buat dapetin sso yah walaupun awalnya mereka musuhan

  3. Jessica jahat amat dah>< untung aja ada kimbum yg selalu nolongin sso.. soeun sih idi malu sama gengsi pake gak mw ngakuin pda akhirnya suka kan😄 wkwkwkw
    wahaaa langsung dilamar ya,😄 bagus deh baguss😄

  4. Jujur pas diawal baca nggak dapet feel nya.. Tpi pas kesini2 mulai kerasa feel nya,hehe. Seruuuu

  5. bahasanya masih harus diperbaiki,, alurnya juga agak cepat cepat deh,,, terus konflik nya kompleks bangets tapi kayak nggak ada penyelesaian,, tapi suka karena happy end,, tetap berkaya yach

  6. Alurnya kecepetan, terlalu monoton, tapi alur percintaan bumssonya bagus sih, untuk author terus bersemangat ya, walaupun komentar saya agak sedikit pedas tapi itu bagus buat semangat kamu buat ff. Ok fighting.

  7. Aq bingung gimana dengan Jessica tdk ada penyelesain.

  8. Akhirx bumsso jadian jga deh n menikah pi gmn dg jessica ntu ya pi gpp deh yg penting bumsso dah menikah n dah punya putri yg cantik…..

  9. Haiiii…,

    Jujur saya bqca ff mu seperti baca sebuh naskah yg hanya terdpat percakapn antara tokoh., TDK da pembahasan pnjng sprti layaknya sebuah ff atau cerita pada umum nya,. Sebenarnya cerita mu bagus hanya penggunan percakapn terlalu banyk Dan percakapn mereka datar membuat emosi berkurang,,

    Saya berpikir wktu penculikn SSO ITU adalh klimaks trnyata sebuah konflik yng bru do munculkan.. Untuk judul bgus,. Ending jg bgs.. Tpi keseluruhn emosi diperbaiki yah.. Jngn ada nama singkat SSO lebih baik pakai So Eun saja.. Akan lebih mempengaruhi DLM mmbaca…

    Saran kecil..
    Kalau perhtikn bhasa.. Bisanya emosi akan terpncing jik bahqsa TDK acak,, kalao Korea yh Korea semua kalau Ind mama Ind semua yah.. Biar rapi..

    Intinya emosinya hmpir klimkas tpi blm matang karena percakapan yg terksen buru2.

    Semnagaaat yaaahhh

    Salam damai Dari Ku🙂

  10. Weww ceritanya keren (y) njir jessica kok disono kek nenek lamvir :3

  11. ceritanya keren

  12. Kasian sso d siksa sama sica karena dia dekat sma bumppa, ternyata bumppa sudah menyukai sso sejak ia menolong sso yg terjatuh
    Akhirny bumsso bersatu dan menjadi keluarga bahagia

  13. Hai..

    Menurutku ff ini bagus, ceritanya bagus cuma alurnya kecepetan dan disini gak dijelasin kemana si jessica akhirnya.
    Tapi tetap bagus kok.
    Ok terus berkarya,thor!😀

  14. Trus nasib sica? Bebas bgtu saja atau tertangkap??

  15. Awalnyaaa kesel banget sama jessica itu dia jahat banget sama soeun
    Tapi akhirnyaa sekarang berakhir happy end

  16. Wah sebenarnya masih agak ngegantung nich… gimana dengan jessica??? Apakah dia mendapat balasan??? Kkkkkkk

  17. Jessica jahat bangt, tapi kok gak diceritakan akhir ceritanya jesicca thor. Untung sso eonni bisa selamat.

  18. ceritanya keren ….

  19. Yeee kim bum pantang menyerah buat dapetin so eun. Si so eun mah gengsi-an aja sih. Hehehe

    Tapi untung kalian udah bersatu dan hidup bahagia

  20. Wah ternyata kim bum oppa udah mulai jatuh cinta sama so eun dari lama, semenjak kimbum oppa nolongin so eun. Si jessica nyelakain so eun parah bgt yak, tp gara2 dy nyelakain so eun, si so eun jd di tolong sama oppa dan akhirnya oppa jatuh cinta deh.
    Jessica udah putus sama kim bum oppa masih aja rusuh sam so eun. Padahal so eun aja blm jadian ama kim bum oppa.
    Wah kim bum oppa bilangnya ga romantis, tp dy ngelamar so eun di pas hari ultahny itu dgn cara yg romatis bgt tau..
    Akhirnya mereka menikah juga dan punya anak yang lucu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: