THE SECRET ONE (PART 3)

THE SECRET ONE

PART 3


Author        : Nyunyun

Main Cast        : Kim Bum, Kim So Eun

Cast            : Hye Sung, Yoon Yoon Jae, Sung Jae, Kang Hee, Hok Chan, Park Ji Yeon, Moon Chae Woon, Park So Ha

Genre        : Comedy, Romance

Disclaimer        : Untuk tokoh utama dan artis pendukung, itu semua bukan milik author, melainkan milik orang tua, keluarga, dan masing-masing agensi para artis. Author hanya memakai nama mereka untuk keperluan cerita. Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author.

 

HAPPY READING

 

PREVIEW PART 2

” Enam bulan kau memperhatikanku? Kau yeoja yang benar-benar aneh,, aku mohon bantu aku untuk menjadi namja normal”, ucap Kim Bum dalam hati sambil tersenyum setelah itu ia pun meninggalkan rumah atap yang ia tinggali.

” Yaa!! Kau memang orang yang menyebalkan,, aku tidak akan memaafkanmu!!”, geram So Eun, Kim Bum terlihat tidak perduli dan berjalan menuju kekamarnya, setelah itu ia menutup pintu kamarnya rapat dan menguncinya seakan melarang tetangganya masuk, didalam kamar, Kim Bum tersenyum mengingat wajah kesal So Eun yang terlihat lucu di mata Kim Bum.

***

THE SECRET ONE

PART 3

So Eun yang masih berada di ruang tamu sesekali melirik kearah pintu kamar Kim Bum ” Em,, apa yang aku katakan saat mabuk kemarin? Apakah aku menyatakan cinta padanya? Aish,, jika itu benar,, aku akan sangat-sangat malu,, So Eun,, kenapa kau selalu lupa dengan apa yang kau ucapkan ketika mabuk?”, runtuk So Eun sambil memukul-mukul pelan kepalanya.

Jam beker Kim Bum yang ia letakkan dimeja belajarnya menunjukkan pukul 00.00, Kim Bum pun memutuskan keluar dari kamarnya menuju ke kamar mandi dan mengambil makanan yang ada di kulkas untuk menemaninya belajar malam ini, ketika ia keluar Kim Bum melihat So Eun yang sudah terlelap dengan kepala yang ia sandarkan dimeja tamu tersebut, Kim Bum pun memutuskan untuk membiarkan So Eun dan melanjutkan jalannya menuju ke kamar mandi. Sepuluh menit kemudian Kim Bum baru keluar dari kamar mandi dan ia pun melirik kearah So Eun yang masih sama posisinya, seakan pura-pura tidak melihat, Kim Bum pun berjalan menuju kearah dapur dan mengambil makanan yang bisa ia makan, karena sudah tidak tahan, Kim Bum pun mendekati So Eun yang terlelap

” Soo Ha oppa,, bisakah kau menggendongku kekamar? Tidur seperti ini sangat tidak nyaman,,”, igau So Eun ” Soo Ha oppa,, kajja gendong aku,,”, rengek So Eun dalam igauannya

” Huft,, apa setiap tidur yeoja ini selalu minta di gendong? Yaa!! kau pikir kau masih anak-anak?”, tanya Kim Bum sambil menjitak sayang kepala So Eun, setelah itu senyum terukir di wajah tampan Kim Bum

” Oppa,, aku sudah tidak nyaman tidur seperti ini,,”, ucap So Eun dengan nada semakin memelan, mendengar igauan So Eun yang terakhir membuat Kim Bum tidak tega dan akhirnya Kim Bum pun menggendong So Eun menuju kekamarnya dan memberesi hasil pekerjaan So Eun. Kim Bum sesekali melihat hasil desain So Eun ” Ternyata hasil karya yeoja aneh itu sangat luar biasa, jika aku melihat karyanya, aku pasti akan berpikir kalau yang menggambar ini adalah orang yang sangat menakjubkan”, puji Kim Bum, setelah Kim Bum selesai membereskan kertas-kertas So Eun, Kim Bum pun menyempatkan diri untuk masuk kekamar So Eun dan menyelimuti So Eun, ia tersenyum menatap So Eun yang terlelap ” Dia terlihat sangat tenang, yeoja aneh,, tolong bantu aku untuk menjadi namja normal,,,”, pinta Kim Bum setelah itu Kim Bum pun mengusap kepala So Eun ” Selamat malam,, semoga kau mimpi indah,,”, ucap Kim Bum tersenyum. Kim Bum sudah kembali ke kamarnya dan melanjutkan belajarnya sampai ia tertidur di meja belajarnya.

So Eun membuka matanya perlahan dan terkejut karena mendapati dirinya sudah tertidur di kamarnya ” Aish,, apakah aku punya kebiasaan berjalan saat tidur? Kenapa aku bisa pindah kesini?”, tanya So Eun sambil menggaruk kepalanya ” Jam berapa sekarang? Apakah dokter Kim sudah bangun? Ani,, apakah dokter Kim sudah berangkat?”, tanya So Eun, So Eun pun meninggalkan kasurnya yang nyaman itu dan berjalan keluar kamar menuju ke dapur, ia melirik ke pintu kamar Kim Bum yang seperti biasa tertutup ” Aish,, jam berapa dia bangun? Kenapa aku selalu tidak melihatnya waktu pagi? Apakah ia memiliki kantong ajaib? Dan dari dalam kantong itu muncul pintu kemana saja?”, tanya So Eun mulai berimajinasi.

Di rumah sakit Sukwan, Soo Ha tersenyum ketika melihat Kim Bum tak sengaja berpapasan dengannya, Kim Bum terlihat membungkukkan badannya ketika melihat Soo Ha

” Yaa Kim Bum, kau masih tetap masuk? Bukankah kau ada test hari ini?”, tanya Soo Ha

” Ne,, sunbae,, test itu diadakan nanti sore, aku masih punya waktu untuk bekerja”, jawab Kim Bum

” Wah,, kau memang seorang maniak”, ucap Soo Ha

” Sunbae,, kenapa kau bisa sama dengan So Eun?”

” Maksudmu?”

” So Eun selalu mengatakan kalau aku maniak kerja,,”

” Oh itu,, ne aku memang mengikuti gaya So Eun, So Eun selalu mengatakan orang maniak jika ada orang yang berlebihan dalam melakukan sesuatu,,”, ucap Soo Ha tertawa ” Em,, ngomong-ngomong,, bagaimana hubunganmu dengan So Eun, aku harap kalian akur-akur saja,,”

” Itu,,”

” Ah,, pasti kalian selalu adu mulut, maafkan sikap keponakanku itu, ia memang selalu seperti itu, tapi sebenarnya ia yeoja yang sangat manis, ia melakukan hal itu karena ia ingin akrab dengan seseorang, karena terlalu gengsi, jadi ia memilih beradu mulut seperti itu,,”

” Ne,, sunbae”

” Oh ya Kim Bum,,, aku harap kau juga memaklumi So Eun jika ia mengigau minta di gendong, sebenarnya itu sudah menjadi kebiasaannya dari dulu karena itu akibat kurangnya kebersamaan So Eun dengan orang tuanya,,”

” Em,, memangnya dimana orang tua So Eun?”

” Orang tua So Eun meninggal akibat bencana alam yang terjadi di dearah So Eun dulu, kampung halaman So Eun mengalami bencana alam yang cukup hebat hingga membuatnya kehilangan orang tuanya”, jelas So Ha, Kim Bum menganggukkan kepalanya mendengarnya ” Kau jangan melihatkan simpatimu pada So Eun, karena jika So Eun mengetahuinya, ia akan sangat marah, jadi kau harus bersikap biasa padanya walaupun kau tahu kenyataan yang terjadi pada So Eun”

” Ne,, sunbae,,”

” Baiklah,, aku harus kembali ke ruanganku,, aku permisi dulu,,”, ucap So Ha berjalan meninggalkan Kim Bum, Kim Bum menatap So Ha hingga So Ha menghilang dipersimpangan.

Sore hari yang cukup cerah, Kim Bum sudah berdiri didepan ruangan yang ada di universitas kedokteran Seoul, dengan di temani Hye Sung, Kim Bum menunggu waktu test itu dimulai

” Em,, tinggal beberapa menit kau akan masuk, kenapa kau terlihat tenang saja, kau tidak melihatku? Aku yang khawatir melihatmu akan mengikuti test ini,,”, ucap Hye Sung

” Sudahlah,, kau sudah menyempatkan waktumu itu untuk menemaniku menunggu waktu test ku, aku sangat berterima kasih”

” Kau tenang saja Kim Bum, kau adalah temanku yang aku percaya,, sebetulnya aku ingin mengajak Kang Hee, tapi sepertinya ia sibuk mengurus piknik dengan anak didiknya,, jadinya aku sendiri yang menemanimu,,”

” Apa kau melakukan ini karena kau masih merasa tidak enak denganku?”

” Ani,, bukan itu,,”

” Kau tenang saja,, aku sudah lupa dengan itu semua,, aku akan fokus dengan kuliahku nanti,,”

” Baiklah, aku mengerti,, kalau begitu masuklah,, sepertinya ini saatnya, aku pamit dulu,, annyeong,,”, ucap Hye Sung, setelah itu Hye Sung meninggalkan Kim Bum yang masuk keruangan tersebut.

Jam dinding menunjukkan pukul 22.00, dirumah atap yang So Eun dan Kim Bum tinggali, terlihat So Eun mondar-mandir di ruang tamu ” Aish,, kenapa sampai sekarang dokter Kim belum pulang?”, tanya So Eun khawatir

Cklekk terdengar suara pintu terbuka, So Eun langsung menoleh dan tersenyum melihat Kim Bum datang

” Bagaimana dengan testmu hari ini?”, tanya So Eun, Kim Bum hanya menatap aneh So Eun ” Wae?? Kenapa kau menatapku seperti itu? aku tanya, bagaimana dengan testmu, apa kau bisa mengerjakannya? Ah,, apakah beberapa hari ini sebelum test kau makan ramen?”, tanya So Eun

” Wae? Memangnya kenapa dengan ramen?”

” Aish,, kau tidak pernah mendengar pantangan ini? kau benar-benar,, menurut orang jaman dulu, jika kita akan mengikuti test, kita di larang makan ramen karena struktur ramen yang licin dipercaya akan bisa melicinkan otak kita juga, jadi jika kita sudah belajar rajin, ilmu itu akan tergelincir di otak kita setelah kita makan ramen”, jelas So Eun, Kim Bum yang mendengar penjelasan So Eun hanya tertawa, ia tidak habis pikir dengan apa yang di percaya So Eun ” Yaa!! kenapa kau menertawaiku? Kau tidak tahu soal pantangan ini?”, tanya So Eun

” Kau mempercayai hal-hal seperti itu?”

” Ne,, tentu saja aku percaya, ucapan orang jaman dulu itu biasanya mujarab, jadi kita harus menghornatinya”

” Aku tidak percaya hal-hal seperti itu, kita hidup di jaman sekarang, kenapa kau harus mempercayai hal semacam itu?”, tanya Kim Bum, mendengar pertanyaan Kim Bum membuat So Eun memanyunkan bibirnya

” Terserah kau saja, tahu seperti ini aku tidak menunggumu tadi, aku mau tidur dulu,,”, ucap So Eun sambil berjalan menuju kekamarnya, Kim Bum melihat So Eun sampai So Eun menghilang masuk kekamarnya setelah itu Kim Bum tersenyum ” Gomawo sudah mengkhawatirkanku,,”, ucap Kim Bum dalam hati.

Hari minggu yang cerah, secerah hati So Eun saat ini ” Ah,, ternyata bangun pagi menyenangkan juga,,”, ucap So Eun sambil meregangkan otot geraknya yang kaku, So Eun sudah berdiri di depan rumah atapnya dan memandang lukisan pantai besar yang ada dihadapannya ” Aish,, musim panas seperti ini pasti sangat enak pergi kepantai, ah,, apa aku ke pantai saja hari ini,,”, ucap So Eun sambil melihat ke rumah atap yang berdiri dibelakangnya dimana Kim Bum saat ini masih berada didalam ” Pasti dia tidak mau ikut, apa aku harus mengajak Ji Yeon dan Chae Woon? Ah,, pasti mereka sibuk dengan kencan mereka, apa aku harus pergi sendirian?”, tanya So Eun dalam hati, ia terkejut ketika melihat Kim Bum baru keluar ” Aigoo,, kau membuatku terkejut, kau mau kerumah sakit hari minggu seperti ini?”, tanya So Eun

” Ani,,”

” Lalu?”

” Aku ingin jalan-jalan di sekitar sini, sudah hampir satu bulan aku tinggal disini, aku tidak pernah jalan-jalan di sekitar sini, jadi karena hari ini aku sedang kosong, aku akan menggunakan kesempatan ini untuk jalan-jalan di sekitar rumah atap kita”

” Oh,, em,, apakah kau perlu teman, ya sekedar hanya untuk,,”

” Aku tidak butuh,,”, jawab Kim Bum sebelum So Eun menyelesaikan ucapannya

” Arasseo,, aku juga,, akan jalan-jalan sendiri, aku suka sendiri,,”, ucap So Eun dengan nada kesal, Kim Bum tersenyum melihat sikap So Eun

” Gantilah bajumu, aku akan menunggumu disini”, ucap Kim Bum tiba-tiba, mendengarnya membuat So Eun sangat senang dan memutuskan masuk ke dalam untuk berganti baju.

Beberapa menit kemudian, So Eun sudah keluar dengan sepatu kets dan baju santainya

” Kajja kita pergi sekarang,,”, ajak So Eun, Kim Bum langsung berjalan mendahului So Eun.

Kim Bum dan So Eun terlihat berjalan beriringan, So Eun tak pernah berhenti tersenyum

” Em,, dokter Kim,, seandainya hari ini kita pergi kepantai bagaimana?”, tanya So Eun

” Em,, aku tidak suka kepantai,,”

” Ah,, bagaimana kalau kita ke taman hiburan?”

” Aku sibuk”

” Ck,, aish,, apa kau hanya ingin menghabiskan liburanmu di rumah?”, tanya So Eun

” Aku akan membersihkan rumah, kalau kau ingin jalan-jalan, pergilah sendiri, bukankah kau bisa mengajak kedua temanmu itu?”

” Aish,, jika mereka mau aku juga tidak akan menawarimu,,”, jawab So Eun ” Kau memang akan menghabiskan akhir pekanmu untuk membersihkan rumah?”, tanya So Eun, Kim Bum menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan So Eun ” Kalau begitu aku akan membantumu membersihkan rumah, bagaimanapun aku juga tinggal di rumah itu”, ucap So Eun

” Em,, kau memang harus membantuku, kau yang selalu mengotori rumah itu,,”, ucap Kim Bum sambil berjalan, So Eun menyipitkan matanya melihat Kim Bum

” Aish,, seharusnya dia langsung bilang saja kalau ia mengijinkanku membantunya, kenapa ia harus membuat alasan seperti itu? dasar dokter memang suka membuat alasan,,”, ucap So Eun setelah itu ia pun berlari untuk menyusul Kim Bum.

Kim Bum dan So Eun sudah sampai di rumah mereka, merekapun langsung mengambil alat-alat kebersihan dan mulai membersihkan rumah atap mereka

” Dokter Kim,, kau akan menyuruhku membersihkan bagian atas rumah ini? apa aku tidak salah tangkap?”, tanya So Eun, Kim Bum menganggukkan kepalanya

” Wae? Kau mau menolaknya?”

” Em,, baiklah,, aku akan melakukannya”, jawab So Eun cemberut, So Eun pun mengambil tangga dan menggunakannya untuk mempermudah dirinya membersihkan bagian atas

” Dokter Kim,,”, panggil So Eun sambil melihat Kim Bum yang tengah membersihkan kaca, Kim Bum hanya meng-hemkan panggilan So Eun ” Ada yang ingin aku katakan padamu,,”

” Soal?”

” Sebenarnya,, em,, aku pernah mendengar kau berbicara dengan temanmu di rumah sakit”

” Lalu?”

” Apakah yang kau katakan itu benar jika kau itu seorang,,,”

” Seorang?”

” Seorang penyuka sesama jenis?”, tanya So Eun hati-hati, Kim Bum yang mendengar ucapan So Eun langsung menghentikan aktivitasnya ” Jadi perkataannya ketika mabuk itu dia tidak berbohong? Jadi dia benar-benar mendengar ucapanku pada Hye Sung tempo hari?”, tanya Kim Bum dalam hati

” Wae?? Kenapa kau tidak menjawabku dokter?”, tanya So Eun

” Apa aku harus menjawabnya?”

” Tentu saja,, jadi,, aku bisa tahu kebenarannya”

” Kau telah mendengarnya sendiri kan kalau itu terucap dari mulutku,,”

” Jadi kau membenarkan pernyataan itu?”, tanya So Eun terkejut, Kim Bum menganggukkan kepala, melihat itu membuat So Eun syok hingga ia tidak memperhatikan tangga yang sedang ia naiki bergeser, sontak So Eun langsung terpeleset dan terjatuh dari tangga tersebut

Brugh,, terdengar suara orang jatuh dari luar, So Eun yang memejamkan matanya perlahan membukanya ” Kenapa ini tidak sakit?”, tanya So Eun dalam hati, setelah kedua mata So Eun terbuka, So Eun baru sadar kalau ia terjatuh dengan Kim Bum sebagai alasnya ” Dokter Kim,,”, ucap So Eun setengah berteriak ketika melihat Kim Bum yang meringis kesakitan menahan tubuh So Eun ” Ah,, mianhe dokter Kim,,”, ucap So Eun sambil menyingkir dari tubuh Kim Bum ” Apakah sangat sakit?”, tanya So Eun ” Mianhe,, jeongmal mianhe,,”, sesal So Eun ” Aku sangat terkejut dengan jawabanmu tadi,, makanya,,”

” Sudahlah,, aku sudah selesai dengan pekerjaanku, aku akan kembali kekamarku,,”, ucap Kim Bum berjalan menuju kekamarnya sambil memegang sikunya yang terluka

” Apakah dia mengalami patah tulang setelah insiden itu?”, tanya So Eun dalam hati sambil menatap Kim Bum yang berjalan pincang menuju kekamarnya.

Tok,, tok,, tok,, terdengar suara ketukan pintu, Kim Bum pun berjalan mendekati pintu kamarnya dan membuka pintu itu sedikit

” Wae?”, tanya Kim Bum berdiri di depan pintu kamarnya

” Em,, aku sudah memasakkanmu, kau harus makan, kau belum makan dari tadi siang, aku merasa bersalah padamu, karena aku, kau harus berjalan pincang seperti itu,,”, ucap So Eun sambil menyodorkan semangkuk ramen pada Kim Bum ” Kau tidak mau menerimanya?”, tanya So Eun ” Kau marah padaku?”, tanya So Eun, Kim Bum hanya menatap So Eun dari bawah sampai keatas ” Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu?”, tanya So Eun sambil melihat dirinya sendiri ” Ah,, apa karena pakaianku ini?”, tanya So Eun yang menyadari kalau ia hanya memakai pakaian minimnya ” Wae? Apa kau tidak nyaman dengan pakaianku ini? Bukankah kau tidak menyukai yeoja? Jadi kau tidak perlu merasa canggung”, ucap So Eun, Kim Bum hanya diam mendengar semua ucapan So Eun, lalu ia mengambil mangkuk ramen buatan So Eun dan masuk kekamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun ” Heol,, aku akan membuatmu menyadari kalau kau sebenarnya menyukai seorang yeoja”, ucap So Eun dalam hati.

Hari berikutnya, Kim Bum membuka pintu rumah atapnya dan terkejut melihat So Eun bersama dengan teman-temannya tengah asik mengobrol di ruang tamu ” Oh,, dokter Kim,, kau baru pulang?”, tanya So Eun, ia pun berjalan mendekati Kim Bum ” Maaf ne,, aku sedang mengadakan rapat dadakan disini, sebentar lagi kami akan selesai, kau tenang saja, kami tidak akan mengganggumu”, ucap So Eun sambil tersenyum manis, Kim Bum hanya menghembuskan napasnya pelan dan berjalan menuju ke kamarnya. Kim Bum keluar kamarnya dan sudah melihat So Eun duduk sendirian di ruang tamu ” Temanku sudah pulang,, kami tidak mengganggumu kan?”, tanya So Eun, Kim Bum menganggukkan kepalanya ” Dokter Kim,, bisakah kau duduk sebentar?”, pinta So Eun, Kim Bum pun menuruti permintaan Kim Bum ” Kau melihat teman-temanku tadi kan? Bagaimana menurutmu? Apakah mereka cantik?”, tanya So Eun

” Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu padaku?”

” Ah,, ne,, aku lupa kalau kau seorang guy,, baiklah,, besok aku tidak akan membawa teman perempuanku lagi, kau pasti merasa tersaingi, benarkan?”, tanya So Eun dan Kim Bum hanya menghembuskan napas kesalnya melihat sikap So Eun dan pertanyaan So Eun yang entah apa tujuannya, ia pun meninggalkan So Eun ke kamar mandi.

Keesokan harinya, Kim Bum keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi, ketika ia melewati kamar So Eun, ia berpapasan dengan So Eun yang baru keluar dari kamarnya, So Eun keluar hanya menggunakan baju mandinya

” Oh,, dokter Kim,, jadi kau selalu bangun jam lima pagi? Ah,, makanya setiap pagi aku tidak pernah melihatmu berangkat”, ucap So Eun

” Kenapa kau bangun pagi sekali?”, tanya Kim Bum

” Em,, aku akan membantu temanku yang menikah hari ini, pemberkatannya dilakukan jam sepuluh, jadi aku harus berangkat pagi”, jawab So Eun

” Oh,,”

” Em,, dokter Kim,, kau tidak keberatan jika kau berangkat denganku? Em,, jika kau keberatan aku juga tidak akan berangkat denganmu, aku hanya ingin memiliki teman jika berjalan melewati jalan menuju ke halte bis, kau tahu kan kalau jalan yang ada didepan rumah atap kita sangat sepi, dan kalau malam jalan itu sangat gelap, itu membuatku takut, aku takut akan ada pria mabuk berkeliaran disekitar sana, jadi,,”

” Baiklah,, kau boleh berangkat denganku,,”, balas Kim Bum ” Kau sudah selesai mandi?”, tanya Kim Bum

” Em,, belum,, aku akan melanjutkan mandiku dulu, kau harus menungguku arasseo!!”, ucap So Eun sambil berlari kecil menuju ke kamar mandi, Kim Bum tersenyum melihat tingkah So Eun, setelah itu ia berjalan keluar dan melihat jalan yang sering ia dan So Eun lalui untuk sampai ke rumah atap mereka, gelap itulah kesan yang Kim Bum tangkap, dan sekilas Kim Bum melihat namja aneh yang berjalan melalui jalan itu.

” Kau sudah selesai?”, tanya Kim Bum setelah melihat So Eun keluar dari kamar mandi

” Ne,, kau boleh menggunakannya sekarang”, ucap So Eun berjalan melalui Kim Bum dan masuk kekamarnya.

Kim Bum keluar dari kamar mandi dan sudah mencium bau harum masakan So Eun ” Oh,, dokter Kim,, apa yang sering kau makan saat sarapan?”, tanya So Eun

” Aku? Aku hanya minum susu”, jawab Kim Bum santai

” Oh,, aku merasa prihatin denganmu,, seharusnya kau membangunkanku saat pagi, jadi aku bisa membuatkanmu sarapan, em,, kau harus mencobanya ya”, pinta So Eun

” Baiklah,,”, jawab Kim Bum berlalu meninggalkan So Eun menuju ke kamarnya.

Kim Bum dan So Eun sudah duduk dimeja makan, So Eun tersenyum menatap Kim Bum yang menikmati sarapan buatannya

” Eottae? Bagaimana rasanya?”, tanya So Eun

” Em,, lumayan,,”

” Jeongmal? Aish,, jadi aku harus belajar lagi, kau tahu,, aku belajar memasak dari So Ha oppa,,”, ucap So Eun sambil memasukkan nasi ke mulutnya

” Jadi So Ha sunbae pandai memasak?”, tanya Kim Bum

” Ne,, asal kau tahu,, dia sering melakukan pekerjaan rumah tangga dirumah, ia menjadi sosok ibu bagiku ketika aku kehilangan orang tuaku,, makanya aku sangat menyukainya,,”, jawab So Eun ” Em,, kau jangan pernah menyukai So Ha oppa ne? Dia itu pria yang sangat baik, dia pantas mendapatkan yeoja yang baik juga, jadi,, kau jangan menyukainya,, aku tidak akan merestuimu jika kau menyukai So Ha oppa,,”, ucap So Eun, Kim Bum hanya menatap So Eun ” Wae? Apa ada yang salah dengan ucapanku hingga kau menatapku seperti itu? bukankah kau seorang penyuka sesama jenis? Bagaimanapun So Ha oppa juga seorang namja, aku hanya mengingatkanmu, jangan pernah menyukai So Ha oppa,, mengerti!!”, ucap So Eun, Kim Bum hanya menghembuskan napas kesalnya mendengar ucapan So Eun.

So Eun sudah berdiri di depan rumah atapnya dan menunggu Kim Bum yang masih sibuk menutup pintu ” Wah,, kota seoul ternyata lebih indah saat malam, tapi sayang,, penerangan di jalan yang kita lalui kurang, jadi akan sangat gelap jika melewati jalan itu ketika aku pulang malam”, oceh So Eun

” Kajja,,”, ajak Kim Bum karena ia sudah selesai mengunci pintu, Kim Bum dan So Eun berjalan beriringan melewati jalan yang tidak terlalu besar itu, sesekali So Eun bersenandung ” Apa kau sangat senang hari ini?”, tanya Kim Bum tanpa menoleh kearah So Eun

” Tentu saja, ini hari baru untukku, salah satu temanku akan menikah hari ini, jadi mulai besok aku akan jarang bertemu dengannya”, ucap So Eun

” Kenapa kau tidak senang melihat temanmu bahagia?”

” Aish,, siapa yang bilang aku tidak bahagia,, aku hanya meratapi nasibku karena mulai besok aku akan jarang bertemu dengannya, apa kau tidak bisa mengerti ucapanku?”, tanya So Eun, Kim Bum tidak menjawab pertanyaan So Eun dan melanjutkan jalannya, melihat itu membuat So Eun kesal.

” Em,, dokter Kim,, kau akan turun terlebih dulu daripada aku, apakah itu benar?”, tanya So Eun yang sudah duduk didalam bus dan Kim Bum sudah duduk disebelahnya

” Ne,, kenapa kau bertanya seperti itu?”

” Em,, aku hanya memastikan saja,,”, jawab So Eun santai, lalu So Eun pun memandang ke luar jendela bus. Beberapa menit kemudian So Eun melihat Kim Bum yang sudah berdiri karena hampir sampai di halte tujuan Kim Bum

” Hati-hati dijalan ne,,”, ucap So Eun pada Kim Bum

” Khamsahamnida, kau juga harus hati-hati, jangan pulang terlalu malam”, ucap Kim Bum sebelum ia berjalan menuju pintu bus dan keluar karena bus sudah berhenti di halte bus tujuannya.

Kim Bum berjalan melewati lorong rumah sakit dan berpapasan dengan Hok Chan

” Hok Chan, kenapa kau bisa disini? Apa ada keluargamu atau kau yang sakit?”, tanya Kim Bum khawatir

” Ah,, aku hampir lupa kalau kau seorang dokter, seharusnya aku bertanya dulu denganmu”, ucap Hok Chan

” Maksudmu?”

” Em,, beberapa hari belakangan ini bibiku mengeluh sakit di perutnya, dia hanya meminum obat penghilang rasa sakit untuk mengurangi rasa sakitnya, ternyata setelah kami bawa bibi kerumah sakit, ia terkena usus buntu, malam ini ia akan menjalani operasi”, jelas Hok Chan

” Oh,, kau tenang saja, itu operasi yang sangat ringan, beberapa bulan lalu Tae Woong sunbae baru saja menjalaninya, dan dua hari setelah operasi dia sudah di perbolehkan pulang, jadi kau tenang saja,,”

” Ne,, dokter Kim,,”, ucap Hok Chan sambil tersenyum menatap Kim Bum

” Em,, apa kau bersama dengan Kang Hee?”, tanya Kim Bum

” Ani,, dia sedang sibuk sekarang, aku tidak mau mengganggunya”, jawab Hok Chan

” Oh,, baiklah,, kalau begitu aku akan melanjutkan pekerjaanku,,”

” Ne,, tolong jaga bibiku ya Kim Bum, aku akan menjemput Kang Hee terlebih dahulu, setelah itu aku akan kembali”

” Ne,, kau hati-hati di jalan”, ucap Kim Bum tersenyum menatap Hok Chan, setelah itu Hok Chan berjalan menjauhi Kim Bum.

Kim Bum masuk ke ruangan bibi Hok Chan dan melihat bibi Hok chan yang sudah tertidur selagi menunggu operasi yang akan di jalaninya, Kim Bum pun meninggalkan bibi Hok Chan yang tengah istirahat.

Malam hari Kim Bum menemani Hok Chan yang tengah menunggu bibinya di operasi, beberapa menit kemudian terlihat Kang Hee datang dan langsung memeluk Hok Chan untuk memberi kekuatan pada Hok Chan

” Kim Bum,, terima kasih sudah menunggu bibi Hok Chan tadi”, ucap Kang Hee

” Tenang saja,, bukankah kita sahabat?”, ucap Kim Bum sambil tersenyum ” Kau tenang saja Hok Chan,, kau harus pecaya dengan dokter rumah sakit ini,,”, ucap Kim Bum menenangkan Hok Chan.

Tim dokter yang mengoperasi bibi Hok Chan keluar dari ruang operasi sambil membawa bibi Hok Chan yang belum sadar untuk di pindahkan ke ruang perawatan, Hok Chan terlihat menemani bibinya hingga ke ruang perawatan

” Terima kasih dokter sudah berhasil menyelamatkan bibi ku”, ucap Hok Chan

” Ne,, kalau begitu kami permisi dulu,, dokter Kim, kau harus mengawasi pasien kita,,”, ucap dokter tersebut

” Baik dokter”, jawab Kim Bum dan dokter tersebut berjalan meninggalkan Hok Chan, Kang Hee dan juga Kim Bum yang masih berada di ruang perawatan bibi Hok Chan

” Kau tidak akan pulang?”, tanya Kim Bum

” Em,, aku akan menunggu bibiku sampai ia sadar”, jawab Hok Chan

” Sudahlah,, beberapa jam lagi bibimu akan sadar, kau pulang dulu, kau terlihat sangat lelah, kau harus istirahat, dan jam jenguk juga sudah habis, kau harus percaya dengan pihak rumah sakit”, ucap Kim Bum

” Ne,, tapi,,”

” Hok Chan,, sudahlah,, kajja kita harus pulang sekarang, benar yang di katakan Kim Bum, kau juga harus istirahat”, bujuk Kang Hee sambil menarik tangan Hok Chan paksa hingga Hok Chan hanya pasrah diperakukan seperti itu oleh Kang Hee.

Kim Bum sudah selesai dengan pekerjaannya hari ini, ia pun memutuskan untuk mengganti bajunya dan bersiap untuk pulang

” Kau akan pulang sekarang?”, tanya Soo Ha yang tidak sengaja berpapasan dengan Kim Bum

” Ne,, sunbae,,”

” Em,, chukae untukmu karena kau diterima di kampus itu,, aku yakin kau akan menjadi seorang residen yang hebat”

” Khamsahamnida sunbae,, kalau begitu saya permisi dulu”, ucap Kim Bum berlalu meninggalkan So Ha.

Kim Bum menyusuri jalan setapak yang hanya mendapatkan pencahayaan dari pantulan lampu-lampu bangunan sekitarnya, sesekali Kim Bum mengamati jalan tersebut untuk memastikan kalau tidak ada orang yang mencurigakan di sekitar sana ” Tempat ini sangat menakutkan untuk seorang yeoja, pantas saja yeoja aneh itu takut pulang sendirian”, ucap Kim Bum dalam hati mengingat So Eun ” Apakah yeoja itu sudah pulang sekarang?”, tanya Kim Bum dalam hati, lalu ia pun mempercepat langkahnya supaya segera sampai di rumah atapnya.

Kim Bum menaiki anak tangga tersebut dan menekan pascode pintunya cklekk,, pintu pun terbuka, Kim Bum mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan untuk mencari sosok So Eun, tapi Kim Bum tak menemukan sosok yeoja yang menjadi teman satu atapnya beberapa bulan ini ” Apakah dia belum pulang?”, tanya Kim Bum dalam hati sambil berusaha mencari So Eun di kamar So Eun, tapi hingga jam menunjukkan pukul 22.00 So Eun belum pulang juga dan Kim Bum tidak menutupi kalau sekarang ada rasa khawatir pada So Eun tengah merayapinya ” Apakah ia menginap di rumah temannya?”, tanya Kim Bum menenangkan dirinya, tapi pertanyaan itu belum bisa menghilangkan rasa khawatirnya, akhirnya ia pun memutuskan untuk menunggu So Eun di depan rumah atapnya.

Kim Bum sudah berdiri didepan rumah atapnya, ia memutuskan untuk menunggu So Eun di luar rumah, sesekali ia menatap jam tangannya dan jam tersebut menunjukkan pukul 23.00 ” Kenapa dia belum pulang juga?”, tanya Kim Bum dalam hati, rasa khawatir semakin menghantuinya, Kim Bum menyipitkan matanya untuk memperjelas penglihatannya ketika melihat seorang yeoja berjalan sambil sesekali yeoja itu menoleh ke belakang merasa kalau ada seseorang yang mengikutinya, Kim Bum yang tengah berdiri di daerah yang tinggi melihat kalau ada seseorang yang mengikuti yeoja itu dari belakang, setelah yakin kalau yeoja itu adalah So Eun, Kim Bum langsung menuruni anak tangga itu dengan cepat dan berlari kearah So Eun yang ketakutan, dan pria yang ada dibelakang So Eun semakin mempercepat langkahnya untuk menyeimbangi jalan So Eun yang mulai menyepat, So Eun menutup matanya dan berdoa semoga tidak terjadi hal-hal buruk dengannya, Kim Bum yang tengah berlari terlihat terjatuh hingga membuat sikunya lecet

 

TO BE CONTINUED

Posted on September 20, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 72 Komentar.

  1. omo omo smg g trjd apa2 ma sso,,ayoo bum cptn slmatin sso,,g sbr pngn kb cpt normal&bumsso mnjd lbh akur&dkt

  2. Menegangkan di akhir,next
    penasaran nih

  3. Kyaa bum cepat bantu sso.. Next next next penasaran sama nanti endingnya bakal jadi kyak apa…

  4. Yaah knpa tbc pdhal lg seru2 nya?? Sapa tu org misterius? Apa jgn2 org gila kyk di naugthy kiss hee…. Hayalan reader semata😀 ayo next

  5. Asikkk bummie udah mulai khawatir nihh,,,apaa bummie punya perasaan sma sso..??heheeee
    Bummie pastii bisa nyelametiinn sso darii penguntitt itu…:D
    Bummie gakk bner” sukaa sma sesama jeniss kan..???jd ngerii ngebayangin nya…hehehee

  6. kimbum ud mulai hawatir sama sso:D semoga lama” dia bisa mencintai sso:)
    huaaa itu sso diikutin sama siapaa?>,.<
    lanjuttt ditunggu next partnyaaaaa:)

  7. wah kim bum udah mulai perhatian sama so eun,, berarti rencananya so eun udah hampir berhasil…..🙂

    Apa yang terjadi dengan so eun???
    Semoga aja kim bum dapat menolongnya….

    Next part

  8. Kayanya ff ini bakalan panjang deh. Blm ada titik terang antara perasaan kimbum n so eun. Sejauh ini, percakapan keduanya dikemas menarik spt dlm drama korea. ^^

  9. bumppa mengkhawatirkan sso eunni, apa bumppa mulai jatuh cinta sma sso eunni?
    Next

  10. masik gabisa nebak arah ceritanya sih — tapi udah mulai keliatan dikit so bummie mulai ada rasa sama eunnie sepertinyaa ahahaa masih ga percaya kalok dalem cerita ini bummie gay. but its good min next part yaa :))

  11. ahh kalo scene ini aku inget banget yang ada di reply 1997 lanjut lanjut makin seru

  12. Kim bum mulai agak sembuh tuh gara-gara kehadiran soeun dan perhatian sama kim bum

  13. Amandha Alvhina Azzahra

    ternyata di balik keceriaan Sso tersimpan luka yg dlm dimna kdua org tua’y sdh lama meninggal ….
    Hahaha .. Sso ini lucu yh ,msa dia ngawur pke ngmong kebiasaan jln sndri .. Dia gk nydar slma ini Mbum yg sllu menggendong’y …. Tapi salut juga suh sma So ha dia mau mnjga Sso stlh kprgian kdua ortu’ny ….

    Wah .. Udh mulai memikirkan sso nieh ampe panik segitu’y sso blm pulang” …
    Omo siapa cwo yg ngikutun Sso..
    Pnsaran bgt .. Ok deh mau bca part 4 ny dlu

  14. So eun ternyata cerewet bgt ya, haha
    Sdangkan kim bum, dy cuek bgt
    So eun udah bnyak2 nnyak, eh jawabanx cma “ne” . Apa g sakit tuh ? Haha

  15. Part 3 daebak !!!…
    Ciee cieee udah deket nih BumSso chukkae lahhh Kim bum udah mulai khawatir sama So Eun cieeee
    Semoga So eun sama Kim bum gapapa
    next part😀

  16. Part 3 daebak!!!!…
    Cieee udah saling deket nih sekarang sampe sampe Kim bum udah mulai khawatir sama So Eun cieeee
    Semoga mereka berdua gapapa😀
    next part lanjuttt
    ga sabar end nya gimana🙂

  17. Aigoo … siapa yg mengikuti sso ? semoga ga terjadi apa” dengan sso, ayo … kim bum selamatin sso

  18. Wah Kayanyaaa kimbum oppa muli menyukai soeun eonni deh?
    Mudah2an tidah terjadi apa2 sama sso eonni

  19. Wah… bumppa bgtu cemas sama sso sampai ngk peduli klo siku nya berdarah hanya menyusul sso yg ke takutan saat jln pulang ke rmh mrk krn di ikuti ole seseorang yg mencurigakan
    apakah bumppa mulai nimbul rasa cinta di hatinya

  20. Bumppa mulai tumbuh perasaan sama sso eonni 😀

  21. Duugh…kimbum ternyata perhatian jg sm soeun…waaa…siapa yg mengikutin soeun yaaa??apa pencopet???penasaraaan iiiih ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: