Shining Love part 6 end

shaning love

Tittle: Shining Love

Author: Dwie Dara [Lovely nya Jang Geun Suk]

Main Cast: Kim Bum & Kim So Eun

Other Cast: lee Donghae, Yoona, So Hee, Park Ji Yeon, Park Shin Hye

Genre: Romance, Friendship, Family

Type: FF [6 shoot]

######

“Ooh.. aniyo sunbae!!! aku tidak apa-apa..” Ujar So Eun sambil tersenyum dipaksakan dan tangannya mengelap matanya yg basah.

“Memang aku bicara apa? aku tidak bicara apa-apa padamu, apanya yang tidak apa-apa? “ Tanya Donghae pura-pura.

So Eun terdiam bingung karena seperti nya perasaannya hampir ketahuan oleh Donghae, menurutnya.

“Sunbae sebaik nya kita cari tempat lain ya!! “ Pinta So Eun sambil mengajak Donghae, dan saat itu juga Ji Yeon melihat So eun.

“So Eun!! sunbae…kalian disini juga..” Seru Ji Yeon tiba-tiba setelah di kiss oleh Kim bum, Kim Bum pun kaget saat Ji Yeon memanggil So eun karena memang posisi Kim Bum membelakangi So eun, Kim Bum langsung menoleh ke arah So eun.

“Aaah..ye!!ternyata kalian disini juga….kebetulan ya..” Ucap So Eun dengan tertawa tidak jelas namun langsung berhenti ketika melihat Kim bum menatapnya.

“Wah…bagus donk berarti kita bisa pergi sama-sama saja!!” Seru Ji Yeon.

“Mwo?tapi….” Tolak So Eun tertahan, Donghae melihat sikap So eun kurang nyaman langsung bicara.

“Maaf.. tapi aku sudah ada rencana mengajak So eun ke suatu tempat! soalnya kami disini sudah lama, jadi mau cari tempat lain, ya kan chagiya? “ Ucap Donghae sambil memegang tangan So eun erat, So eun kaget dan menatap Donghae.

“Aah..ye!! tadi memang kita berniat pergi ke tempat lain, kalian bersenang-senang lah disini…” ujar So Eun.

Terlihat jelas kalau Kim Bum menyimpan rasa tidak sukanya melihat Donghae memegang erat tangan So eun dan memanggilnya dengan “chagiya”. namun Kim Bum tetap diam.

“Mwo? chagiya? wah…. sepertinya hubungan kalian mulai ada peningkatan.” Senang Ji Yeon

“Begitulah! ya sudah kami pamit dulu…kajja…” ujar Donghae dan langsung menggandeng pergi So eun, So eun pun tak bicara apa-apa dan pergi begitu saja.

Donghae dan So Eun pun akhirnya pergi dari pantai dan menuju ke suatu taman, tempat biasa dulu mereka sering bertemu.

“Wah.. sudah lama ya kita tidak ke sini bersama! kau masih ingatkah tempat ini?“ Tanya Donghae, namun So eun masih diam dan termenung.

“So Eun!!” Panggil Donghae.

“Yee?ada apa sunbae?“ Kaget So Eun.

“Apa yang terjadi padamu?“ Sedih Donghae.

“Mwo? aniyo… gwenchana…” ujar So Eun menutupi.

“Baiklah, tidak apa kalau kau tak mau cerita! aku tak akan memaksamu, tapi biarkan aku menjadi tempat bersandar mu dan memberimu ketenangan di sampingku…” ujar Donghae sambil menatap So eun.

“Gomawo sunbae!!” Ucap So Eun sambil tersenyum kecil dan menyandarkan kepalanya di pundak Donghae

____

Hari menjelang sore, Donghae pun mengantar So eun pulang ke rumah.

“Gomawo sunbae..sudah mengajakku jalan-jalan!!” Ucap So Eun.

“Apa sekarang sudah baikkan?” Tanya Donghae.

“Nee.. aku masuk dulu ya!! sunbae hati-hati yaa..” Seru So Eun, lalu donghae pun pergi dan So eun pun masuk ke rumah.

“Hhhmmm…abis kemana saja anak omma ini! sore begini baru pulang..” Seru seseorang yang ternyata adalah ibu nya So Eun.

“omma!!!” Seru So Eun sambil lari memeluk omma nya dengan erat.

Eomma So Eun merasa ada yang aneh dari So eun karena tidak biasanya So eun langsung memeluknya dengan erat dan lama saat baru datang.

“Ada apa sayang? apa yang terjadi?”.

“Aniyo.. aku hanya rindu padamu!!! sebentar saja omma, biarkan aku memelukmu..” Pinta So Eun dalam pelukan eommanya dan dia pun meneteskan air mata.

Tak lama Kim Bum datang dan melihat So eun sedang menangis dalam pelukan ibunya.

“Ooh.. Kim Bum!!!” Sapa ibunya So Eun, So eun melepas pelukannya.

“Anneyonghaseyo ajhuma!!! kapan anda datang? kenapa tak memberitahuku, kan aku bisa jemput..” Ucap Kim Bum.

“Tidak apa-apa Kim bum!! ajhuma sudah biasa sendiri… bagaimana kabar kamu? So eun tidak melakukan hal-hal yang membuatmu kesal kan?”

“Aaiisshh..omma!!!” Kesal So Eun, sementara Kim Bum hanya tersenyum kecil.

“Oiya.. kalian ganti baju lah!! omma tunggu di ruang makan, omma sudah masak untuk kalian..” Perintah eommanya So Eun

So Eun dan Kim Bum pun masuk kamar masing-masing.

Tak lama kemudian mereka menghampiri ke meja makan, dan duduk bersampingan namun mereka saling terdiam. Eommanya So Eun jadi bingung.

“Kalian sudah tinggal lama, kenapa masih malu-malu begitu?“

“Aah..omma, tidak apa-apa kok, biasa aja…” ucap So Eun sambil makan.

Kim Bum hanya tersenyum kecil, tak lama HP Kim Bum berdering. Kim Bum agak berat untuk mengangkat tlp itu namun dia terpaksa.

“Yeobseyo? iya ada apa? “ Kim Bum mengangkat teleponnya.

“Oppa.. kamu dimana? sudah sampai rumah kok tidak menghubungi aku, kau membuatku cemas saja…” Seru seseorang di ujung tlp yang ternyata Ji Yeon

“Ooh..mianhe Ji Yeon!! aku lupa…” Jawab Kim Bum.

“Ji Yeon? itu kan teman So eun…benar So eun?” Tebak Eomma So Eun.

So Eun yang kaget, makannya agak tersedak, lalu secara reflex Kim Bum langsung memberinya minum.

“Yaa.. kau selalu saja makan seperti itu! makan dengan perlahan…” Seru Kim Bum agak cemas.

Eomma So Eun kaget melihat kecemasan Kim Bum kepada So eun, namun dia hanya memperhatikannya saja.

“Gwenchana? “ Tanya Kim Bum masih cemas.

“Nee..mianhe oppa!!!” Ucap So Eun.

Kim Bum baru sadar, kalau eomma So eun sedang memperhatikannya dan So Eun. So Eun pun baru sadar kalau omma nya sedang memperhatikannya.

“Oh..maaf ajhuma!! aku suka agak keras begitu kalau So eun gak pelan-pelan…” ujar Kim Bum.

“Aah..aniyo!! Tidak apa-apa, itu bagus kok biar So eun lebih hati-hati..”.

Selesai makan malam,Kim Bum pun pamit masuk ke kamar, begitupun dengan So eun.

“Eunniii…bisa omma bicara sebentar!!”

“Tentu omma…apa yang mau omma bicarakan!!” Tanya So Eun.

“Anak omma sepertinya banyak berubah, dari perkataan, sikap, dan penampilan… siapa yang membuat anak omma jadi berubah begini?“ Tanya Eomma So Eun lembut sambil membelai rambut So Eun.

“Ye?aah ..itu.. Kim Bum oppa… dia membantu ku merubah penampilanku menjadi yeoja yang lebih dewasa..” Jawab So Eun sambil tertunduk.

“Kau Menyukainya?“

“Mwo?omma apaan sih…” malu So Eun bingung.

“Aku ini ibu mu sayang! kau tak bisa bohongi omma mu sendiri… dari tatapan mata kalian itu sudah terlihat jelas..”.

“Aniyo omma!!! aku memang menyukai oppa, tapi dia tak menyukai ku… dia menyukai Ji Yeon.. makanya dia kecewa padaku, karena aku sudah melanggar janjiku, kalau aku tidak akan jatuh cinta pada dia..” Terang So Eun sambil agak menahan tangis. Eomma So Eun memeluk So Eun untuk menenangkannya

Kamar kim bum

“Ottokhe omma, aku harus bagaimana kalau keadaannya begini” ujar Kim bum yang ternyata sedang menelpon ommanya dan bercerita dengan ommanya. Kim Bum sudah bercerita kalau dia sebenarnya mempunyai perasaan kepada So eun namun tak tega melihat keadaan Ji Yeon yang lemah sepertii itu dan membutuhkannya.

_____

Esok harinya

“Pagi…sayang!kamu sudah bangun,baru saja omma mau bangunkan kamu…” Seru eomma So Eun pada So eun.

“Pagi omma…!!pagi…oppa..” Balas So Eun member salam pada semuanya.

“Kim Bum, So eun!!kalian berangkat barengkan? “ .

Belum sempat Kim Bum dan So eun menjawab, suara motor memasuki halaman rumah So eun.

“Sepertinya tidak, So eun sudah ada yang jemput!!” Jawab Kim Bum sambil memakan makanannya dengan agak menahan kesal.

“Aaah.. aku sepertinya bareng temanku omma! dia mengajakku bareng, omma… aku permisi dulu…” Seru So Eun sambil bergegas pergi, ibunya ikut keluar mengantar So eun.

“Ooh.. aneyonghaseyo ajhuma! lama tak bertemu…” Donghae memberi salam

“Nee..bagaimana kabarmu!!”.

“Baik ajhuma!! baiklah saya permisi dulu…” pamit Donghae.

“Omma..aku berangkat ya!!” Giliran So Eun yang berpamitan lalu naik motornya Donghae, mreka pun berangkat.

Tak lama Kim Bum juga pamit berangkat ke kampus.

#####

Di Kampus.

“So Eun!! nanti kita pulang bareng ya… dan kau kenapa tidak memberitahu aku kalau ajhuma sudah datang, aku kan kangen..” Ujar Ji Yeon yang tiba-tiba menghampirinya.

“Aah..mian! semalem aku lupa, ya sudah main saja ke rumah..” Tawar So Eun.

“Ok, sekarang kita masuk kelas dulu, kajja!!” Ajak Ji Yeon senang sambil menggandeng So eun.

Tak lama kelas pun selesai, So Eun dan Ji Yeon keluar kelas sambil bercanda ternyata di depan kelas sudah ada Donghae yang menunggu.

“Hai..sudah selesai kelasnya! ayo, kita langsung pulangkan? aku ingin ngobrol banyak dengan omma mu..” Ajak Donghae.

“Ohh.. wah kalau begitu kita bareng aja!.. Kim Bum oppa!!” Seru Jiyeon sambil melambaikan tangan kearah Kim Bum yang berjalan menghampiri mereka.

“Aniyo… kita pisah saja! So eun dengan ku, ya kan? “ Ujar Donghae.

“Aah..ye!! kau sama Kim Bum oppa saja, aku naik motor dengan sunbae..” Seru So Eun sambil agak tertunduk karena Kim Bum menatapnya agak tajam.

“Ooh.. begitu! baiklah.. sampai ketemu di rumah ya So eun, sunbae…kajja oppa..” Seru Ji Yeon sambil menggandeng Kim Bum dan pergi.

“Kajja…” ajak Donghae menggandeng tangan So eun dengan erat, So eun hanya tersenyum kecil dan pergi dengan Donghae.

____

Sesampainya rumah mereka terlihat mengobrol agak canggung. Eomma So Eun yang tau perasaan anaknya dia mencoba untuk biasa saja, karena melihat Ji Yeon bahagia dengan Kim Bum itu juga kebahagiaannya, Ji Yeon sudah di anggap anaknya sendiri semenjak orang tua ji Yeon meninggal.

####

Hari berganti hari, hati So eun masih saja sakit melihat Ji Yeon bersama Kim Bum, bahkan semakin tak bisa dia sembunyikan rasa sayangnya pada Kim Bum.

“Aku puny ide… bagaimana kalau kita adakann double date!! kita jalan bareng…” saran Ji Yeon saat mereka berkumpul

“Mwo? aah.. Ji Yeon. keliatannya itu sedikti berlebihan…” tolak So Eun.

“Tapi ide Ji Yeon bagus juga! aku sih setuju saja…” pendapat Donghae.

“Bagaimana denganmu oppa? “ Tanya Ji Yeon pada Kim Bum

“Terserah kamu saja…” jawab Kim bum tanpa minat sambil membaca buku kedokterannya dengan serius.

“Nah..3lawan 1! mianhe So eun kamu kalah jadi kamu harus ikut acara ini, baiklah hari sabtu kita mulai jalan…” senang Ji yeon penuh semangat.

So Eun hanya terdiam tak tahu harus bicara apa, hati nya benar-benar berontak acara itu namun dia tak bisa melawan.

####

Hari sabtu pun tiba dan mereka pun akhirnya jalan bareng.

“Bagaimana kalau kita nonton film dulu!!” Ujar ji Yeon

“Ide bagus!!!” Balas Donghae sambil menggandeng tangan So eun membuat Kim bum agak panas melihatnya.

“Baiklah, kajja!!” Seru Ji Yeon sambil merangkul tangan Kim Bum.

Mereka pun nonton film bareng-bareng, So eun makin sesak melihat Ji Yeon yang selalu bersandar di bahu Kim bum dan sesekali mencium pipi kim bum. Kim bum sebenarnya agak risih namun dia tak mungkin marah di dalam studio film. Suasana hati So eun kian tak bisa tertahan, akhirnya dia pun keluar dari studio.

“So Eun!! waeyo? kenapa tiba-tiba keluar begini…” tanya Donghae yang menyusul So Eun.

“Mian, sepertinya aku mau pulang!! cukup dengan semua ini..” Ucap So Eun tetahan.

“Waeyo So eun!!” Tanya Donghae.

Tak lama Kim bum dan ji yeon ikut keluar dan melihat dan mendengar pembicaraan So eun dan Donghae.

“Mianhe.. jeongmal minahe!! aku tak bisa bersamamu, tolong sunbae jangan paksa aku begini.. aku sama sekali tak punya perasaan lagi dengan sunbae..” Seru So Eun sambil menangis.

“Waeyo, aku tak memaksamu untuk menjadi pacar ku lagi sekarang, aku tau aku harus dari awal lagi untuk mendapatkan cintamu..” Ujar Donghae.

“Aniyo.. jangan seperti itu sunbae! jangan kau sakiti dirimu untuk menunggu ku lagi, karena aku benar-benar tak ada rasa sedikitpun untukmu, cukup sampai sini.. aku tak mau menyakitimu.. aku lelah..” Seru So Eun sambil menangis tersedu-sedu. Dari jauh Kim bum bersama Ji Yeon melihat dan mendengar pembicaraan mereka lalu menghampiri. Kim Bum pun tak tahan dengan keadaan So Eun

“Cukup…hentikan!!!” Seru Kim bum lalu menghampiri So eun dan menarik tangan So eun lalu pergi dari situ. Ji yeon menatap Kim bum terdiam,

Donghae ingin mengejar Kim Bum dan So Eun namun Ji yeon menahan tangannya.

“Cukup!!! cukup sampai di sini saja, jangan halangi mereka lagi… kali ini aku menyerah…” Seru Ji Yeon sambil nangis terduduk.

“Ji yeon!!!” Ucap Donghae sambil terdiam dan tak tau harus melakukan apa, akhirnya dia pun mengantar Ji Yeon pulang ke rumah.

____

Kim Bum  mengajak So eun ke sebuah taman.
“Oppa…apa yang kau!!!” Ucap So Eun tertahan karena Kim Bum langsung memeluknya erat.

“Hentikan.. kenapa kau begitu lemah!! kenapa mudah sekali orang membaca perasaanmu… kenapa kau begitu lemah…” ujar Kim Bum sambil memeluk erat So eun.

“Mianhe.. jeongmal mianhe!! aku janji aku..” Ucap So Eun tertahan karena Kim Bum langsung mencium bibirnya.

“Saranghe…mianhe!!!” Ujar Kim Bum sambil memeluk So eun.

So Eun benar-benar kaget mendengar pernyataan Kim Bum. So Eun hanya bisa menangis dipelukan Kim bum.

“Benarkah yang ku dengar tadi oppa? “ Tanya So Eun di sela-sela tangisnya.

“Mianhe… aku benar-benar bingung saat itu! aku sudah lama ingin jujur padamu namun melihat kondisi Ji Yeon membuat ku tak sanggup bicara padamu, namun sekarang aku tak akan lagi…mianhe.. Selalu membuatmu menangis..”Ujar Kim Bum sambil memeluk erat So eun lagi.

“Lalu.. sekarang bagaimana? aku tak tau harus bicara apa pada Ji Yeon..” Bingung So Eun.

“Kita hadapi bersama semuanya ya!!” Ujar Kim Bum mencium kening So eun.

“Berarti sekarang kita kerumah ji Yeon untuk jelaskan semuanya! aku tau dia pasti khawatir..” Ujar So Eun sambil berjalan namun Kim bum menariknya.

“Tunggu… tunggu sebentar!!! aku ingin bersama mu berdua saja sekarang..” Pinta Kim Bum sambil memeluk So eun dari belakang.

“Oppa.. bisakah kau.. tidak memeluk ku seperti ini!! “ Ujar So Eun agak tertahan.

“Waeyo? “ Tanya Kim Bum yang meletakkan dagunya di bahu So Eun.

“Jantungku berdetak kencang kalau kau terus begini..” Jawab So Eun dengan polos.

“Hahahaha..kau ini!!” Seru Kim Bum sambil membalikkan badan So eun dan ingin mencium So eun lagi namun karena So eun deg-deg kan So eun langsung mengalihkan.

“Aaah… bintangnya indah sekali!! lihatlah oppa…” Seru So Eun mengalihkan sambil melihat ke langit.

“Hhhmmm…,aniyo!! aku tidak mau liat bintang..” Tolak Kim bum.

“Mwo? waeyo? “ Tanya So Eun bingung melihat kim bum yang agak cemberut.

“Kiss me…” pinta Kim bum manja

“Mwo?aahh.. oppa tapi tadi kan sudah…” ujar Eun agak malu.

“Aku mau sekarang kau yang menciumku!! ayo… kalau tidak mau aku akan marah padamu..” Ujar Kim Bum agak manja sambil berjalan, lalu So Eun pun memegang tangan Kim Bum dengan pelan-pelan mendekat lalu mencium Kim Bum dengan cepat.

“Hanya begitu saja?” Tanya Kim bum yang belum puas

“Aaah..oppa!!! jangan seperti itu, aku tidak bisa yang lebih dari itu..” Ujar So Eun sambil menunduk menahan rasa malunya.

“Ne..araso!! kajja..” Ujar Kim Bum tersenyum sambil memegang tangan So eun.

“ Kemana? “Tanya So Eun

“Kita pulang dulu ya!! besok baru kita bicarakan dengan Ji Yeon, aku hanya ingin seharian ini selalu bersamamu tanpa ada suatu masalah…” pinta Kim Bum sambil memandang So eun.

So Eun mengangguk tanda setuju, lalu mereka pun pulang kerumah.

____

Sampai di rumah, Mereka berbincang di taman rumah So eun sambil bercanda.

“Hhmm..tak ku sangka aku jatuh cinta dengan yeoja seperti ini!!” Ujar Kim bum.

“Mwo? aaisshh… kau ini, memang aku kenapa? “ Sebal So Eun.

“Apa kau tak punya kaca di kamarmu? lihat saja, body tidak menarik, wajah juga tidak terlalu cantik… sungguh berbeda dengan mantan-mantanku dulu..” Jawab Kim Bum sambil menatap So eun.

“Wah.. Jinjja!!! orang ini benar-benar hoby sekali menghina orang… ya sudah, kalau begitu untuk apa bersamaku..” Kesal So Eun lalu beranjak dari tempat duduknya namun di tarik oleh Kim Bum.

“Tunggu dulu.. aku belum selesai bicara!! dengarkan, walau kau tak terlihat seperti wanita ‘pada umumnya’ tapi kau yang terindah di hatiku.. Dan kau itu unik” Ujar Kim Bum sambil menatap So eun.

So Eun terharu dengan Kim Bum berkata romantic seperti itu, menurutnya. dia makin malu dan merona pipinya. Apalagi saat Kim Bum menatap nya.

“Oppa…akankah kau selalu di sini untuk ku? “ Tanya So eun dan menatap Kim Bum.

“Mulai sekarang apapun masalahnya kita hadapi bersama ya!!” Ujar Kim Bum sambil mencium kening So eun.

Dari dalam rumah, ibunya So Eun melihat dari jendela anaknya terlihat bahagia di samping Kim Bum.

“Semoga kalian bahagia selamanya!!!” Harapnya dalam hati.

####

Pagi harinya, So eun sudah di dapur menyiapkan sarapan. Bahkan dia lebih dulu bangun dari omma nya dan Kim Bum.

“Wah..anak omma sudah bangun pagi-pagi begini! sudah siapkan makanan lagi..” Ledek ibunya dan menghampiri So eun.

“Ooh..pagi omma!! aah..kebetulan ingin masak…” ujar So Eun sambil tersenyum
Tak lama masakan pun selesai, So eun menyiapkan semua masakan ke meja makan. Ibunya hanya memperhatikan So eun karena memang tidak boleh membantunya dan di suruh hanya duduk menunggu dia selesai masak. Beberapa menit kemudian So Eun menuju keruang makan.

“Ooh.. pagi oppa!!” Seru So Eun dengan senyum.

“Pagi..pagi ajhuma!!! wah.. siapa yang masak ni, pasti ajhuma ya…” ujar Kim Bum.

“Enak saja ini semua aku tau yang masak!!” Ujar So Eun

“Jinjja?wah…” kagum Kim Bum tak menyangka.

“Gomawo Kim Bum sudah mengajarkan banyak hal untuk So eun, dia menjadi lebih dewasa…” ujar ibunya So Eun.

“Aniyo ajhuma!! ini bukan aku yang merubahnya tapi So eun sendiri yang merubah dirinya..” Ujar Kim Bum sambil tersenyum menatap So eun.

Mereka pun sarapan bareng, tak lama Kim Bum dan So eun pun berangkat bersama ke kampus .

####

Sesampainya di kampus, So eun agak terdiam takut.

“Ada apa? kelihatannya kau khawatir sekali? “ Tanya Kim Bum.

“Aaah.. aniyo oppa!!!kajja..” Ujar So Eun semangat.

Saat Kim Bum dan So eun berjalan bersama, ada seorang yang memanggil mereka.

Suaranya tak asing lagi di telinga mereka.

“Kim Bum oppa!! Eunnieee…” Seru Seseorang itu yang ternyata Ji Yeon, dia pun menghampiri Kim Bum dan So eun.

“Ji Yeon!!mianhe…” lirih So Eun agak tertunduk.

“Aniyo.. aku yang harusnya minta maaf!! aku yang sudah memisahkan kalian, aku egois… mianhe.. aku harap kalian akan selalu berteman dengan ku..” Ujar Ji Yeon agak tertahan.

“Kau ini bicara apa! aku akan selalu di sampingmu… gak akan ada yg berubah..” Ujar So Eun sambil memegang tangan Ji Yeon.

“Aku akan selalu menjagamu! gak akan ada yang berubah..” Ucap Kim Bum

“Gomawo… kalian semua baik sekali denganku!!” Ujar Ji Yeon.

____

Hari berganti hari semuanya terlihat baik-baik saja, Donghae bisa menerima semuanya. Tapi Ji Yeon?!! Sebenarnya Ji Yeon masih tak bisa menerima semua itu tapi dia mencoba untuk mengalah demi orang yang dia sayang. Ji Yeon memilih mulai agak menghindar dari Kim Bum dan So eun karena dia merasa sakit saat melihat mereka bersama.

Namun Kim Bum dan So eun tak tau kalau ternyata Ji Yeon masih menyimpan rasa. Sampai tiba waktu Kim Bum merencanakan mengajak So eun menikah, dia pun membuat tempat seromantis mungkin dan mengajak So eun kesana.

“Wah…indah sekali!!!” Seru So Eun kaget melihat sekelilingnya penuh dengan bunga-bunga yang cantik.

“Semua ini untukmu!!kau suka? “ Tanya Kim Bum.

“Suka sekali oppa.. gomawo!!!” Senang So Eun sambil menatap Kim Bum.

“Hari ini, hari yang special karena aku akan mengatakan sesuatu kepadamu…” ujar Kim Bum sambil agak merunduk.

“Maukah kau menikah denganku? “ Ujar Kim Bum sambil menyodorkan sebuah cincin yang di pegangnya.

So Eun benar-benar kaget, So eun terharu tak menyangka Kim Bum ternyata benar-benar serius mencintainya.

“Tentu… aku mau” jawab So Eun mengangguk dan menahan harunya, lalu Kim Bum memakaikan cincin itu di jemari lalu mencium lembut bibir So Eun

Kim Bum menyudahi ciumannya lalu memeluk erat So Eun

“Gomawo…” ucap Kim Bum, yang masih memeluk So eun. Tiba-tiba HP So eun berbunyi.

“Yeobseyo?ooh..ajhuma, ne..ada apa? “ Seru So Eun, mengangkat teleponnya

“Mwo? “ Seru So Eun lagi kaget dan syok lalu mematikan telponnya. So Eun terdiam dan menatap Kim Bum dengan wajah cemasnya

“Apa yang terjadi? “ Tanya Kim Bum bingung

“Ji Yeon…masuk kerumah sakit!!ayo oppa kita kesana…” Seu So Eun.

Mereka pun bergegas kerumah sakit,

####

sesampainya di rumah sakit ternyata sudah berada disana dan menangis.

“Omma..apa yang terjadi? “ Seru So Eun. Melihat ibunya ada di Rumah Sakit

Ibunya tak menjawab dan hanya menatap So Eun dan Kim Bum lalu menangis lagi. Tak lama dokter keluar.

“Dokter.. bagaimana dokter? apa yang terjadi dengan Ji Yeon? “ Tanya So Eun.

“Nona Ji Yeon mencoba bunuh diri dengan meminum semua obatnya! dia benar-benar lemah, dan harus di lakukan operasi dengan cepat kalau tidak…” jelas Dokter tertahan, So eun mengerti kata-kata dokter.

“Nona Ji Yeon ingin bicara dengan anda! sebaiknya ada masuk kedalam! saya harap kalian bisa mengabulkan permintaan dia..” Pinta Dokter dengan agak sedih.

So Eun dan Kim Bum sudah merasa ada yang tidak beres dari sikap mereka semua. Namun So eun Berusah menguatkan diri dan masuk keruangan.

“Ji Yeon!!!” Ucap So Eun pelan menghampiri Ji Yeon yang terlihat lemah sekali.

“Mianhe.. Jeongmal mianhe!! bolehkah aku meminta Kembali Kim Bum oppa…aku sudah berusaha untuk melupakannya, tapi aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa dia, So eun…aku mohon? “ Mohon Ji Yeon dengan lemah.

So Eun benar-benar syok mendengar itu semua. So Eun terdiam dan bingung mesti menjawab apa.

“Bisakah So eun!! aku tak punya siapa-siapa lagi, aku ingin sisa hidupku bahagia bersama Kim Bum oppa, mianhe…jeongmal mianhe…” ucap ji Yeon sambil menangis.

So Eun benar-benar tak tega melihat kondisi sahabatnya lemah seperti itu.

“Gwenchana!!! sudah kau jangan menangis ya…aku…aku…akan melepas dia untukmu…tenanglah…” ujar So Eun dengan berat hati sambil meneteskan air mata dan mengelus kepala Ji Yeon, hatinya terasa sesak saat mengatakan hal tersebut.

“Gomawo dan mianhe!!!mianhe…” ucap Ji Yeon sambil menangis juga, karena sebetulnya dia tak tega melihat So eun menangis namun dia juga tak bisa melepas Kim Bum.

So Eun keluar kamar Ji Yeon dengan lemah, saat keluar kamar So eun melihat Kim Bum yang sudah berdiri di depan pintu dan menatapnya juga.

“Ji Yeon.. ingin bicara denganmu!!” Ucap So Eun lemah sambil berjalan tanpa menatap Kim Bum, namun Kim Bum memegang tangan So eun sambil menahan tangis, Kim bum sudah sepertinya sudah tau apa yang akan terjadi.

“Gwenchana…jangan khawatir!!!” Ujar So Eun sambil melepas tangan Kim Bum perlahan dan pergi, saat berjalan keluar ternyata ibunya sudah menatap So eun dengan menahan tangis, ibu soeun tau anaknya pasti sedang terluka saat ini.

Ibunya menghampiri So eun, dan memeluknya.
“Sabar ya sayang!! omma yakin kamu kuat…gwenchana…”, So eun pun menangis tersedu-sedu di pelukan ommanya.

####

“Mianhe oppa!! jeongmal mianhe, tapi aku benar-benar tak bisa jauh dari mu…aku benar-benar mencintaimu…” ucap Ji Yeon memelas, Kim bum memandangnya iba.

“Bisakah kau tak meninggalkan aku lagi oppa!!! kau nyawaku…” mohon ji Yeon sambil memegang tangan Kim Bum dan menangis.

“Sudahlah…jangan menangis ya!! aku janji tak akan meninggalkanmu,j angan lakukan hal bodoh ini lagi ya…” ujar Kim Bum sambil mengusap air mata Ji Yeon, hati Kim Bum benar-benar hancur saat mengatakan itu.

#####

Akhirnya Kim Bum dan So eun bertemu di taman samping rumah sakit.

“Aku…” ucap mereka berbarengan.

“Kau duluan saja!!” Ujar Kim Bum.

“Hubungan kita,…. akhiri saja!!”Ucap So Eun dengan berat hati.

“Aku…aku..setuju denganmu!!!” Ujar Kim Bum dengan berat hati.

“Tapi kita tetap berteman kan?” Ucap So Eun dan menatap Kim Bum sambil menahan tangis.

“Tentu…” ujar Kim Bum sambil menatap So eun juga.

“Kita kenalan dari awal ya!!… nama ku So eun. Kim So Eun, senang berkenalan denganmu..” Ujar So Eun sambil meneteskan air mata namun tetap mencoba tersenyum.

“Namaku Kim Bum! senang juga berkenalan denganmu, kita adalah teman kan…” ujar Kim Bum sambil menjabat tangan So eun dan menahan tangis. Tenggorokannya terasa kering.

“Baiklah.. semua sudah selesai!! kau temani dulu Ji Yeon, nanti kita ngobrol lagi…” ujar So Eun dan beranjak pergi namun Kim Bum menahannya dan memberikan sepucuk surat.

“Bacalah setelah kau sampai rumah!! janji, kau harus baca ini di rumah, ok?“ Ujar Kim Bum, So eun agak aneh dengar kata-kata Kim Bum.

“Ne..araso!! aku permisi..” Ucap So Eun dan beranjak pergi namun Kim Bum langsung memeluknya erat.

“Mianhe dan saranghe!!!” Ucap Kim Bum berbisik sambil meneteskan air mata. So eun pun menangis dalam pelukan Kim Bum

“Aku tau…!! jaga Ji Yeon baik-baik..” So Eun dan melepas pelukan Kim Bum lalu berlalu pergi sambil menangis. Kim Bum menatap punggung So Eun yang semakin menjauh, air mata tak mampu tertahan.

#####

Sesampainya di rumah, So eun langsung membaca surat dari Kim Bum yang membuatnya tambah sesak.

Isi Surat kim bum.

“Saat pertama kali bertemu denganmu, aku merasa ada yang aneh dalam diriku. itulah mengapa aku selalu bersikap galak padamu karena tiap dekat denganmu hati ku selalu berdetak kencang. Namun sepertinya kisah kita harus berakhir karena kita tak berjodoh, aku harap kau tidak memikirkan ku lagi, aku ingin kau bahagia dengan seorang lelaki yang mencintaimu. Aku tak akan melupakan waktu bersama mu walaupun singkat, namun waktu bersama mu adalah saat-saat paling terindah dalam hidupku. terima kasih telah mencintai ku begitu besar, cinta mu akan selalu ada di hatiku, mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah pergi jauh bersama Ji Yeon. Aku menemani Ji Yeon dalam menjalani pengobatan. Satu hal yang aku minta padamu, kau harus menjadi orang yang kuat, aku tak ingin kau menangis gara-gara diriku.. Berbahagialah”

Salam Penuh Cinta
Kim Bum.

So Eun benar-benar lemas saat membaca surat itu, dia berjalan menuju kamar namun omma nya sudah berdiri di depan So eun dan ternyata memperhatikannya.

“Omma…salahkah aku untuk selalu mencintainya walau dia bukan untukku? bisakah aku selalu menyimpannya di hatiku, omma…” ujar So Eun sambil menangis tersedu-sedu menumpahkan segala emosi yang terpendam

“Gwenchana sayang!!!” Ucap ibunya sambil memeluk So eun.

So Eun dan Kim Bum pun akhirnya berpisah dengan menyimpan rasa cinta dan sakit yang sangat mendalam.

The End

Posted on Juni 16, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 104 Komentar.

  1. gak suka ma endinhnya thor maaf
    ya thor
    bikin nangis harus mereka bersatu

  2. Hiks hiks hiks endingnya kok xeseeeeeeek banget, sampai netesin air mata nih thor hiks hiks hiks. Apa nda ada jalan lain agar bumsso bisa bersatu?? Hiks hiks

  3. Kasian sso harus sakit hati karena hubungannya dengan kim bum gk bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: