Hidup untukku… 50 tahun lagi [part 6]

Author: Shadow

Main cast: Kim Bum & Kim So Eun

Genre: Romantic, family

PG: 17+

Type: FF

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

@@@

Dear Kimbum shi,

My Bummie my dear husband…

Aku ingin hidup 50 tahun lagi…

Itulah yang sering kau minta padaku…dan

Itulah yang sedang akan aku perjuangkan semua ini…

Semua ini aku lakukan hanyalah untuk dirimu semata…

Karena cintamu terlalu besar kepadaku… membuat hatiku menjadi hangat dan bahagia.

Sejujurnya tidak pernah terpikir olehku untuk merasakan cinta yang indah… seperti yang kau ketahui sebelum berjumpa denganmu.

Kupikir…  membahagiakan keluargaku hal itu sudahlah cukup dalam seumur hidupku.

Tetapi kau membuka lembaran cinta di hatiku… cinta yang bersemi, cinta yang kuat… cinta yang…

Membuatku ingin terus bertahan hidup bagimu 50 tahun lagi bahkan lebih lagi dan lagi,jika semua itu diijinkan oleh Sang Kuasa yang menciptakan setiap insan dengan sempurna tanpa cacat.

Rasa syukur kuucapkan kepadaNYa siang dan malam bagimu yang mampu menumbuhkan rasa percaya di dalam lubuk hatiku akan masa depan…akan  harapan yang indah…

Terimakasih… untuk semuanya kimbunshi… tunggulah aku dalam 2 tahun. Ini… dengan rasa cintamu yang hidup bagiku

Dua tahun saja… jagalah cintaku bersemi… di dalam lubuk batinmu yang terdalam… itulah permohonanku…

Aku pergi untuk kembali

Aku pergi untuk masa depan lebih cerah

Aku pergi untuk kebahagiaanmu

Aku pergi untuk hidup 50 tahun lagi

Sesuai permohonanmu…

Tunggu aku untuk kembali…

Maukah dirimu?

Jika di tengah jalan kau hilang rasa percaya diri dan

Hilang rasa cinta di hati

Tidak apa bummie…

Tapi akan tetap hidup bagimu 50 tahun lagi walau mungin pada saat itu kau bukanlah milikku lagi…

Sekali lagi kuucapkan

Gumawo… jeongmal… juga

Mianhe … jeongmal untuk kepergianku yang mendadak ini

Maafkan aku dan.. kenanglah aku di hatimu

Sampai jumpa…

Tataplah masa depan dengan lebih cerah

Ijinkanlah aku meraihnya dan tunjanglah diriku selalu

Aku tahu betapa berat yang akan kuhadapi nanti,

Tapi senyum dan cintamu akan selalu menguatkan aku.

Suamiku Bummie

Saranghae… saranghamnida

Kim So Eun with unlimited LOVE

 

Kupandang  surat yang indah itu… ia akan kembali untukku… ia sedang berjuang untukku… ia akan berobat.. aku tahu itu…

Aku berusaha tersenyum sambil memohon syukur kepadaNYa… Mohon Dia mengabulkan harapan dan doa kami ini… sepenuhnya… dalam 2 tahun ini. supaya kami biasa merasakan kebahagiaan ini  50 tahun lagi…. mungkinkah kami terlalu egois? Biarlah Ia Sang Penyelidik hati… yang memutuskannya dengan adil bagi kami berdua…

Aku pun mandi dan merapikan semua barang-barangku… aku check out…

Walau di hati terasa sepi… tapi suratnya itu menghibur dan menguatkan aku…

Semua kalender kutandai … tanggal hari ini…. tanggal dimana aku mulai menghitung 2 tahun ke depan…

@@@@@

So eun

Aku sudah di pesawat menuju Negara Jerman… sama seperti tujuan Oppa Joon dan unnie So min. aku merapikan posisi dudukku yang dekat dengan jendela… sambil memainkan ipad ku.

Jujur sangat sedih hatiku rasanya….  aku telah meninggalkan dirinya, tapi ini sudah menjadi konsekuensi penyakitku… aku tahu ia ingin mendampingi hidupku dalam suka dan duka… tapi Team dokter dan professor yang akan merawatku… mengingatkan padaku… bahwa setiap prosesi yang terjadi bisa membuat seseorang jadi tawar hati dan menjadi lemah dalam tekad, tidak jarang yang berubah pikiran dan  justru tidak jarang  pasangan yang akhirnya memutuskan untuk berpisah demi kebaikan katanya. Padahal jujur itu semua karena istrinya atau kekasihnya tidak menarik lagi untuknya… mereka merasa jijik dan geli melihat wajah tubuh yang gosong coklat kehitaman.

Karena dalam proses pengobatan… baik kemoteraphy maupun radiasi semuanya bisa membuat kulit, rambut menjadi rusak, gosong cukup lama… sehingga tampak sangat buruk untuk dilihat atau dipandang oleh mata… belum ditambah tubuh hanya tinggal tulang berbalut kulit saja nantinya…

Oleh karena itulah mereka terpaksa menganjuriku untuk secara pribadi dalam melalui proses perawatan ini.

Teringat olehku 3 minggu yang lalu ketika aku sedang di Jepang, sebuah surat sampai ketanganku… disana dikatakan para dokter dan professor ahli kanker Rahim akan meneliti jenis kanker yang menyerang tubuhku. Karena ternyata sudah ditemukan lebih dari 500 pasien yang menderita jenis kanker Rahim yang sama denganku ini di berbagai penjuru dunia. Karenanya WHO menunjuk dan meminta team dokterinternational untuk meneliti tuntas dari penyakitku ini.

Mengingat diriku, maka dokter yang menangani aku di amerika dulu, meminta secara langsung dengan menawarkan aku khususnya dan beberapa pasien lain untuk secara sukarela melalui proses pengobatan ini…yang bukan untuk kelinci percobaan lho. Semua legal dan di naungi oleh WHO sendiri…. sehingga semua asuransi dan persyaratan begitu jelas dan akurat.

Pengobatan langsung akan dimulai 2 Januari secara serentak bersamaan dengan pasien-pasien lain yang sama denganku. Hari ini adalah hari keberangkatanku, yaitu 30 Desember… dimana hari ini juga merupakan hari pernikahan oppa dan unnie yang berbahagia…ach… semoga mereka segera dikaruniai anak…

Sebenarnya dan seharusnya besok pagi aku sudah harus dikarantina di sebuah klinik khusus…dan disana aku akan melalui berbagai proses yang kemungkinan akan merasakan sakit… tapi itu semua sudah diukur sesuai kemapuan tubuh pasien masing-masing.

Apakah aku takut?… pertanyaan bodoh… tentu saja aku takut… sangat takut sekali… bahkan ingin rasanya aku menjerit menangis mnumpahkan semua gundah gulana hatiku… rasa tertekan melanda diriku… aku hanya sebatang kara… tidak ada keluarga maupun kimbum di sisiku mulai saat ini sampai mungkin 2 tahun lagi jika semuanya berjalan dengan lancar… dan sesuai yang dikehendaki… jika tidak… selamat tinggal semuanya…

Terngiang-ngiang selalu di telingaku… “sso hiduplah bagiku… 50 tahun lagi…. “

Hal inilah yang mendorongku untuk memilih dan memutuskannya… lagipula sekarang aku sangat yakin ingin sembuh… apakah aku salah? Apakah  aku naïf ? Tapi jujur, ketika cinta itu datang melanda  ingin rasa diri untuk mempertahankannya… dan tidak rela memberikan dirinya untuk orang lain. Sungguh egoisnya cinta dalam diriku ini … tapi aku tidak ingin melepaskannya … aku tidak ingin ia menjadi milik orang lain… paling tidak sampai aku melewatinya….

Ternyata ada perubahan kebijakan…beberapa hari kemarin adalah hari libur bagi team dokter, sehingga aku belum melewati semua  pemerikasaan itu.

Hari ini tanggal 2 Januari…

Kulihat dalam ruangan khusus pasien ada beberapa wanita seperti diriku… dengan beragam usia, beragam warna kulit pula, bahkan beragam bahasa… untunglah kami semua memiliki bekal bahasa Inggris yang memadai sehingga kami bisa saling berkenalan. Kuhitung kami semua ber-20.

Setelah berkenalan, kami merasa seperti keluarga besar yang saling membutuhkan dan saling menolong pula saling mendorong utuk memberi semangat.

Prosedur kami adalah pengobatan awal… selama beberapa minggu, lalu kami akan menjalani operasi dimana tumor kami semua akan dibedah bergantian berdasarkan atau sesuai dengan urutan stadium dan keganasan masing-masing yang menyerang Rahim kami.

Entah mengapa kesehatanku belakangan ini kurasa kurang baik… aku merasa lemas, mual, tidak bergairah dan mudah lelah… entah apa karena aku stress atau penyakitku yang sudah tidak bisa memberiku dispensasi hidup… batinku.

Aku tidak ada jalan lain… aku meminta ijin untuk memeriksakan diri ke dokter umum di klinik yang sama.

Aku mengantri setelah mengambil nomor pasien, kutunggu 45 menit dan akhirnya namaku di sebutkan… dan aku langsung memasuki ruangan yang ditunjukkan… setibanya di dalam

“omo…. “ teriakku tertahan…  betapa kaget aku dan dirinya…  kami berdua bahkan bertiga…

“oppa… unnie…” lirihku…

“sso… mengapa kau ada di sini? Sejak kapan? Mengapa kau? Dimana kimbun …. apakah kau sakit?”

Unnie Somin langsung menghampiriku dan mendudukan ku di kursi pasien

“ada apa sso?” Tanya oppa lembut namun tegas…

“entah oppa, aku merasa tubuhku mual, pusing, dan lemas rasanya…terutama beberapa minggu ini”

“begitu? Kalau begitu naiklah biar aku periksa….”

Jantungku berdegup kencang… gawat… ia bisa saja tahu penyakitku…. ottokeo????!!!!

Benar dugaanku…kulihat wajahnya berubah… dan…

“yaebo… tolong nyalakan alat USG 3D nya ….dan  siapkan sso…oya kau bisa melakukannya bukan?”

Oppa memandangku dengan tajam… dan penuh tanda Tanya…

15 menit kemudian… unnie pun tampak mendiami aku, ia larut dalam pikirannya lalu hanya mengambil semua berkas yang ada dan memberikannya kepada oppa. Kuperhatikan tingkah mereka berdua… ekspresi mereka… aku yakin mereka mengetahuinya!!! Tamatlah sudah … batinku… aku sangat takut… dan hatiku terasa sakit…

“duduklah sso… katakan semuanya, jangan kau tutupi lagi… kau tahu apa yang sedang kau hadapi saat ini?!!! terlebih dulu kau jawab… apakah kimbum sudah  mengetahui semuanya? Apakah kau kabur dari kimbum?”

Aku menarik napasku dalam-dalam… “kimbum sudah tahu sejak hari pertama aku dan dirinya berkenalan…. dan ya aku pergi dari kimbum… karena pengobatanku ini… pengobatan yang akan aku hadapi..”

“dan apakah kau tahu kalau kau sedang mengandung janin kembar selama ini?”

Mataku terbelalak…” bagaimana mungkin…???? oppa… apakah kau yakin?”

“janinmu sekarang ini sudah memasuki usia 7 minggu  sso… dan kau menderita tumor ganas di rahimmu!!!!!”

“bagaimana ini mungkin terjadi sso??? Mengapa kau menutupinya dari kami semua?” oppa menggeleng-gelengkan kepalanya… unnie hanya terpaku tanpa kata… ‘Kau pasti sangat menderita selama ini….” Unnie pun diam-diam menangis dan memelukku dengan erat… “kau sungguh tabah sso… aku bangga denganmu… aku bangga mengenalmu… engkau adalah adikku…”

“Jelaskan padaku sso…”kata oppa

Dan aku pun menjelaskan semuanya sebagaimana semua itu terjadi….

“jadi…. tunggu… jangan kau katakan padaku kalau kau adalah pasien yang …..?”

“sayangnya itu benar oppa, unnie… aku adalah pasien yang diundang untuk mendapatkan perawatan therapy itu….” kataku sambil menunduk.

Oppa menarik napas panjang… “sso aku akan segera merapatkan kasusmu dengan team dokter, asal kau tahu aku adalah dokter bedah yang dipercaya dalam team yang akan merawatmu itu. dan sebenarnya aku dan somin di ruangan ini hanyalah untuk membantu atau menggantikan beberpa dokter yang masih cuti liburan. Ehm… Sso,”

“ne, oppa…”

“ Aku akan berusaha untuk mempertahankan janinmu yang kembar dan sehat itu dan akan membantu merawatnya supaya tidak terganggu dengan tumor ganasmu itu.” Lagi-lagi menarik napas panjang…

“dan jangan kuatir sso, aku dan somin akan merawatmu… aku juga akan menghibur dan akan sering mengontaki kimbum”

“gamsamhamnida oppa… unnie… mian…”

“oya sekarang kau harus minum vitamin dan istirahat yang cukup… arrasso?…Omo… jangan lupa lusa kembali ke tempatku ini untuk mendengar hasil dari rapat atas kehamilanmu itu.”

“ne… gamsahamnida appa, unnie… maaf merepotkan kalian jadinya.”

Aku langsung berjalan keluar setelah menerima resep yang diberikan oppa kepadaku… dengan perasaan tidak percaya… aku hamil…. 7 minggu!!! Apakah ini mimpi? Kupegang perutku…kupastikan perasaanku… bahwa ini adalah fakta, karena aku memang sudah mlihat wujudnya…dan mendengar detak jantungnya ”saranghae sang eun… sang joon… siapapun kau eomma mengasihimu.” bisikku.

Dua hari kemudian…

Aku masuk ke ruang praktek oppa dan unnie dengan penuh kekhawatiran… akankah bayiku  bisa bertahan? Jantungku berdegup kencang…

“duduk sso…”

“ne… oppa… unnie …annyong…”

“apakah kau sehat? Kalau dilihat tampaknya setelah minum vitamin dua hari ini kau lebih segar… bagaimana perasaanmu?”

“aku sehat-sehat saja… aku terkena morning sick sebentar… perasaanku bercampur aduk oppa.. unnie…sebenarnya aku sangat rindu pada kimbum, pada eomma, appa, somi… selain itu aku takut bayiku tidak bisa bertahan (tidak terasa air mataku mengalir dengan dengan sendirinya)… aku takut akankah aku membesarkan mereka atau… aku….????”

“jangan menangis dulu sso… sudah… dengarkan aku dulu ya… kau harus bersyukur karena ada kabar baik untukmu …”

“jinjja oppa? Apa itu?”

“kau boleh melahirkan bayi kembarmu di usia kehamilanmu 7 bulan nanti… karena kau harus segera menjalankan perawatanmu arrasso? “

“gamsahamnida oppa… unnie… gamsamhamnida …” dalam batin aku pun berdoa… Tuhan kau memang baik… tidak lupa kuucapkan syukurku kepadaNya… sang Khalik Agung Penolongku.

“oya sso… mulai besok kau tinggal bersama dengan kami sampai hari dimana kau melahirkan nanti arrasso? Kami akan membantumu merapikan barang-barangmu setelah makan siang ini”

Mataku berkaca-kaca…”gumawo oppa… unnie… gumawo…”

Demikianlah mulai malam itu aku hidup bersama oppa dan unnie… mereka sangat mengasihiku dan memperhatikan kesehatanku. Demikian aku pun mengasihi mereka.

Soeul Kimbum

Tidak terasa di dalam kesibukkan… satu bulan pun berlalu…

Foto dirinya terpampang di sekelilingku… kantor, mobil, apartemenku … semuanya… bahkan dompet dan setiap laciku tidak luput dari senyumnya di dalam pigura itu.

Oya… rumahku jadi di renovasi juga… seperti kuduga ditangani oleh appa dan eomma sso secara langsung. Kata eomma hal ini dilakukan untuk persiapan pernikahanku nanti. Aku hanya tersenyum mendengarnya… karena aku yakin dan percaya hal itu akan terjadi padaku.

Saat ini aku tinggal di apartemenku sedangkan appa dan eomma mereka  tinggal di rumah baru yang mereka beli agak jauh dari komplek perumahan kami.

Memang beruntung diriku, dengan di renovasi rumahku itu, maka appa eomma dan aku jarang berkomunikasi apalagi saling bertemu lagi, sehingga dengan demikian mereka tidak menayakan perkembangan hubunganku dengan sso atau pun menanyakan keadaan sso… karena jika itu terjadi bisa mati kutu aku ini… batinku.

Kujalani hari-hari dengan menghitung mundur…

Rasa cintaku padanya tidak berkurang bahkan semakin bertambah saja… sesuai hatiku dengan hatinya adalah esa tidak ada yang dapat memisahkan kami berdua.

Bahkan semua rahasia tentang kami berdua masih kusimpan rapi… eomma, appa, hyungku tidak ada yang mengetahuinya… bahkan mertuaku dan iparku pun tidak mengetahuinya. Aku akan menunggu sampai semuanya kembali normal… 2 tahun saja.

Jerman – So eun

Dengan tinggal bersama-sama oppa dan unnie, maka aku bisa terhibur setiap harinya. Aku pun mengisi hari-hariku dengan berbelanja ke pasar tradisional dan memasak makanan untuk mereka… aku pun membuat kimchi yang banyak untuk kami makan bersama.

Selain itu aku juga tetap bekerja sebagai konsultan bangunan memalui jaringan social atau skype sehingga aku bukan ‘jobless’ woman. Jika masih ada waktu aku mengisinya dengan menyulam dan merajut baik untuk bayi-bayiku maupun untuk oppa, unnie dan kimbum tentunya…

“Huh”… tiba-tiba aku teringat dengan kimbum… aku sangat merindukannya.. kupegang perutku kuelus… perutku dengan penuh perasaan sayang… sebenarnya aku sangat ingin  menghubungi nya … haruskah aku??? Kupegang iphoneku… aku masih penuhdengan pertimbangan… apakah ia masih menungguku? Masih ingat padaku? Masih mencintaiku??? Sejuta pertanyaan bermunculan di benakku saat ini… membuatku semakin bimbang rasanya…

Seoul – Kimbum

Sudah enam bulan berlalu… eunnie tidak ada kabar… apaka ia berhasil??? Ach!!! Putus asa aku rasanya… tidak tahu harus mencari kemana gerangan dirinya???

Kuhempaskan diriku di sofa kantorku… sungguh penat diriku… biasanya di saat seperti ini, sso selalu menservice aku… membayangkan nya saja sudah membuatku bergidik… betapa aku menginginkan dirinya saat ini…

Tiba-tiba pintu kantorku terbuka… aku langsung merapikan penampilanku … ternyata sekretarisku yang baru… geun young…

“lain kali tolong kau mengetuk pintu lebih dahulu arrasso?”

“ne… mian Tuan Kim”

“letakkan di meja… semuanya dan tinggalkan… nanti kalau aku membutuhkanmu baru aku mencarimu”

“ne…”

Langsung kukunci pintu kantorku… “omo godaan yang begitu besardan berbahaya!!!… aku bisa jatuh terjerat pada keseksian sekretarisku itu!!! Kimbum ingat so eun! Ia sedang berjuang saat ini!!!”

“ach!!!” sampai kapan aku bisa bertahan????” tiba-tiba… ipad ku berbunyi… nomor asing… sepertinya dari luar negeri…

“yeongseo?”

“apakah kau ingat padaku? ….dan masih merindukanku?”

“eunnie!!!…itu pasti dirimu…  dimana kau sekarang? Tolong katakan padaku…

“mian, bum… sabar ya… aku juga sangat merindukan dirimu…”

“ Bogoshipoyo… eunnie… pulanglah segera…. “

“aku pasti segera pulang setelah semua ini berlalu bummie…”

“apakah dengan melalui proses pengobatanmu selama ini, sudah membuat kau mengalami kemajuan?”

“ehm… aku baik-baik saja… sabarlah sayang… sebentar lagi semuanya akan berlalu… atau apakah kau sudah menemukan penggantiku, bum?”

bagai di sambar petir, di saat perasaanku begitu kalut….mengapa sso berkata seperti itu kepadaku?… emosiku terpancing  

“jujur sso,  aku masih setia padamu sampai hari ini… tapi aku membutuhkan dirimu di sisiku dan tubuhmu untuk menservice-ku eunnie…tapi sebagai laki-laki normal aku takut kalau…”

“arrasso, bum… aku tahu kau akan setia selama kau masih mencintaiku… dan pada saat kau tidak dapat bertahan… itu berarti kau sudah tidak mencintai diriku lagi…” (sso menjawab dengan emosi)…”seharusnya aku tidak menghubungimu…” terdengar suara sso menangis…

“ Eunnie… eunnie… tunggu… jangan salah paham eunnie… aku hanya mengatakan hal yang jujur saja… “

“aku mengerti bummie… selamat tinggal…  maaf aku telah mengganggumu… aku tidak akan menghubungimu lagi”

“tunggu eunnie, kau dimana eunnie… biarlah aku menemuimu… tolonglah … aku tidak bisa berpisah lama dengan dirimu…”

…. sambungan terputus… ach!!! Jinjja eunnie!!! Mengapa ia seperti itu? Ia menjadi begitu sensitive… begitu emosional…. ia marah kepadaku…. “ACH!!!!”
TBC

Posted on Desember 16, 2013, in fanfiction. Bookmark the permalink. 63 Komentar.

  1. Pokoknya kim bum itu tercipta hanya untk so eun titik nggak ada koma.

  2. aissshhh kok bumppa blang gtw c ma sso eonni n apa sgtu beratnya yac mnhan nfsu????? pdhalkn sso eonni lgi brjuang melawan pnykitnya:(
    isssttt kok d sni ada moon ahjumma c,gk trma bumppa blang seksi ma ahjumma itu bumppa bnybalkan!!!

  3. aissh knp kim bum malah bilang kaya gtu sma sso ? pdahal kkan skarang sso lagi brjuang buat nglawan penyakitnya dan menjaga kandungannya. sadar kim bum masa ajhuma kaya geun young d bilang seksi, lebih baik sso kmana mana.

  4. Bum jgn bilang gitu dong…kn sso lg berjuanv tuk hidip 50 th lg bwt km…tu kn sso jd ngambek…

  5. Ya iyalah oppa. Gila ajh gmn gak sensi coba oppa bicara sprti ituu. Huh..
    Knp yg fi fikirkan hanya itu itu itu sajh ?
    Apa oppa akan menyerah ? Dan jth ke sekertarisnya itu ? Silahkan dan jgn ganggu sso lg jika seperti itu adanya.
    Menyebalkan sungguh di part ini oppa cukup menyebalkan
    Nextnya penasaran sih

  6. Yah bumppa sih ngomongnya begitu

  7. Ehmmm so eonni ternyata pergi ke jerman buat berobat
    Tuh kan so eonni nyaaa marah bum oppa sih, mikirinnyaa mesum trus, jadi kesannyaa kaya butuh sama so eonni nyaa cuman buat itu doang, kan jadi sedih.:( mudah2an bum oppa tidak tergoda sama sekertarisnyaaa itu.😦

  8. aissss bumpa c..yg dipikirin nya tu j,,soo kn dlm masa pngobtan wjar j lbh sensitif p lg skrg lgi hmil..mnyebalkn bumpa..
    p yg kn terjdi..bumsoo slh pham..

  9. Mudah” so eun cepet sembuh dengan di bawa ke jerman

  10. Tentu lah sso sensitif kn lagi mengandung putra putrimu kimbum dan untung noona dan hyung sdh tahu penyakit sso sehingga ada jaga sso di sana tp coba sso kasih tahu dmana tmpt sso berobat jd kimbum bisa ikut jaga sso namun sikap sso yg takut kumbum berubah saat lihat efek samping dari temo itu hadehhhh….

  11. Aduuuh kim bum kok malah bilang kek tu sih ma sso jdi a sso marah deh

  12. Haduh bumppa c ngomong nya yg aneh2 aj tuh kn jd nyinggung perasaan eunni,inget ya bumppa jd selungkuh so eunni lg berjuang untuk kesembuhan biar bisa hidup bersma bumppa smp 50 thn lg

  13. bumppa yg sabar ya… sso eonninya jga knpa ga jujur aja dia d Jerman huft

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: