What a Happy Ending Life [part 3]

Author: Shadow

Main cast: Kim Bum & Kim So Eun

Genre: Romantic, family

PG: 17+

Type: FF

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

@@@

Sontak ia berusaha mendorongku untuk membebaskan dirinya, tapi tenagaku lebih kuat darinya, “tolonglah … sso… satu kali saja… aku berjanji, dank au pasti menikmatinya…”

Tanpa banyak perkataan aku langsung memulainya dengan mencium lembut bibirnya dengan hangat pelan-pelan menjadi intens dan penuh hasrat, yang mampu membuatnya terlena dan melepaskan cengkeraman tangannya dari tubuhku.

Aku pun leluasa bergerak di atas tubuhnya, sungguh beruntung aku bisa mengenal dirinya dan mendapatkannya…”saranghae sso… aku akan menikahimu secepatnya…” kataku di sela kegiatan cinta kami… aku yakin dia pun setuju dengan semua keputusanku. Karena dia membutuhkan seseorang seperti diriku ini, seseorang yang mencintainya… yang memperhatikannya… yang melindunginya… yang mampu membuatnya memiliki masa depan yang indah.

Satu jam lamanya kami melakukannya… lega dan puas tentu rasanya… kubaringkan tubuhku di sebelahnya sambil mengatur napasku yang masih memburu kencang… demikian dirinya yang juga masih terengah-engah napasnya.

Lalu aku menarik tubuhnyauntuk mendekati ku, bahkan dalam pelukanku (posisi berbaring).

“sso, aku ingin memberitahumu berita besar… yang harus kau dengar”

Iya pun memandangku dengan penuh tanda Tanya…

Aku pun mengambil kertas dan ballpoint yang ada di meja sebelahku,dan kuberikan padanya…

“tulislah semua yang ingin kau tanyakan padaku pada saat aku bercerita arrasso?”

“sso, dengarkan aku… appamu yang bernama Kim so ro adalah sahabat appaku, mereka saling mengenal karena rumah mereka bertetangga, demikian pula eommamu dan eommaku… kau tahu itu?” sso membelalakan matanya seakan tidak percaya… akupun mengeluarkan sebuah foto dimana appa sso dan appaku berfoto bersama-sama… ia membulatkan matanya dan membuka bibirnya karena kaget…

“hal lain yang membuatku bahagia adalah kita ternyata dilahirkan pada tahun yang sama, yak au dan aku hanya berbeda 2 bulan saja, tentunya aku lebih tua hehehe… “kataku

“darimana kau tahu???” tulisnya

“dari appaku…tadi pagi sewaktu aku bertemu dengannya” kataku

“dan kau tahu sso, sejak kecil sebenarnya kau sudah menjadi milikku….!”

“dasar pembohong ulung, pencuri ulung, playboy…!!!!!” tulisnya sambil mengerucutkan bibirnya yang tipis dan indah itu…

“aku tidak berbohong… aku tunjukkan ya… kalau aku sudah membuktikan kau akan aku hukum!”

“waeyo? Kenapa harus dihukum??? Dihukum apa?” dengan wajah penasaran

“dihukum… ehm aku berpikir sebentar…. kau cium aku di sini!” kataku sambil menunjukkan pipiku

Iyapun memonyongkan bibirnya sekali lagi lalu melempar bantal ke arahku…

“kau maunya menang sendiri!” tulisnya… aku hanya tertawa… “siap-siap ya sayang… kau harus lihat buktinya!” akupun berdiri dari ranjang tanpa sehelai benangpun… dan sso langsung menutup matanya… aku tersenyum geli dibuatnya.

Aku berjalan menuju lemari fotonya dan mengambil sebuah album yang cukup tebal… di dalam album itu hanya berisi foto tentang aku dan dirinya dari lahir sampai kami berusia 7 tahun dimana kami berpisah di usia itu. Aku tunjukkan padanya… lalu aku berjalan menuju tas kantorku yang kubawa turun tadi untuk mengambil album foto milikku yang isinya sama milik eommaku yang disimpan di kantor appa tadi pagi.

“lihatlah kataku sambil memberikan kedua album itu padanya… setelah itu jangan lupa, hukumanmu ya… kalau kau tidak mau maka hukumannya akan aku ganti!”

“oya? Diganti apa?”

“making love” bisikku sambil menjilat tengkuknya… tentu saja membuatnya bereaksi dan merona pipinya… lalu aku meninggalkannya untuk memakai pakaian tidurku.

Kulihat ia sedang asyik melihat-lihat dengan antusias sekali… aku hanya tersenyum… kubiarkan dirinya asyik tenggelam dalam album-album itu… dan aku menyusul dan duduk di sebelahnya… jujur aku tertawa melihat ulah kami berdua sewaktu kecil demikian juga dirinya… sehingga tidak jarang kami saling menggoda dengan mengelitik atau mencubit satu dengan yang lain… hal ini membuatku semakin kuat bertekad untuk mengembalikan suara kim so eun yang kucintai. Betapa menderitanya ia hidup tanpa suara 8 tahun ini… hidup dalam kesunyian, ketakutan, di bawah ancaman… ia harus bebas…kembali bahagia dan normal.

Setelah selesai kami menutup albumnya, dan aku mengembalikannya ke lemari.

Naik ke ranjang aku menunjukkan pipi kiriku padanya… membuat ia mengeryitkan dahinya…

“jangan bilang kau lupa ya hukumanmu…? ehm… atau aku perberat saja?”

Ia langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat dan menyilangkan kedua tangannya… membuatku smirk di depannya…

Pelan-pelan ia memajukan kepalanya mendekati wajahku…pipi kiriku tentunya… di timing yang tepat aku menengok ke arahnya sehingga ia mencium bibirku… kusentuh kepalanya dengan lembut dan kami melanjutkannya dengan penuh perasaan… memang sejak kecil kami ditakdirkan untuk selalu bersama…walau dipisahkan tempat dan waktu.

Akhirnya kami tertidur… sesungguhnya sso tidur terlebih dulu… lihat betapa polosnya dia… bisa tidur nyenyak di sebelah pria yang baru dikenanya dua hari ini… “gumawo sso… kau bisa menerimaku…” kucium keningnya dan aku pun tertidur…tidak lupa kunyalakan alarm pukul 04:30… untuk membangunkanku dari ranjang ini.

@@@@@

Satu bulan sudah berlalu di sela-sela kesibukanku, aku berusaha mampir ke kamarnya itu untuk berbagi dengannya, baik bercerita atau hanya melepaskan lelah dan kerinduanku… walau hanya 2 hari dalam satu minggu.

hari ini rencanaku adalah ingin menemui  team dokter yang menangani kecelakaan keluarga sso itu … baik forensic maupun yang menangani goncangan sso, karenanya aku menuju ke rumah sakit dimana para dokter itu menjalankan prakteknya.

Setelah membuat appointment, aku menuju ruang praktek dokter dan mengetuk pintu.

“masuk” katanya

“selamat pagi, dok”

“selamat pagi, Anda Kim sang bum yang ingin brtemu dengan saya?”

“benar dok…sayalah orangnya”

“aigo, anda sangat tampan anak muda… silahkan duduk, dan apa yang bisa saya bantu?”

“gamsahamnida dok” kata kimbum sambil menyiapkan map-nya yang berisi semua data tentang kecelakaan keluarga sso.

“begini dok, kedatangan saya adalah untuk mengungkapkan misteri kecelakaan yang dialami oleh keluarga sahabat kami, keluarga sahabat Appa yang terjadi 8 tahun yang lalu.”

“tunggu, kalau dilihat dari namamu dan wajahmu jangan-jangan kau adalah anak…kim sang joon … kim sang bum, apakah benar demikian?”

“tepat sekali dok… “

“kalau begitu kasus 8 tahun yang lalu menyangkut KIM So RA, sahabat kami tentunya…”

“benar dok… dokter juga teman baiknya rupanya…. oya dok apakah itu sebuah kecelakaan?”

“kemungkinan… seharusnya itu adalah sebuah kecelakaan, yang kemungkinan besar disengaja dan bisa tidak disengaja….”

“maksudnya dok?”

“disengaja karena pelaku mengincar harta milik korban dengan alasan tertentu, tidak disengaja karena kemungkinan besar rencana atau motif kejahatan dari pelaku itu tidak ingin sampai keluarga itu meninggal.”

“tetapi mereka para pelakunya ternyata tidak pernah ditemukan dok, apalagi ditangkap… Ehm…(menarik napas panjang) karena tidak cukup bukti”

“ dok, sebenarnya saya sudah berjumpa dengan Kim so eun putri dari tuan Kim so ra, dari tempatnya saya menemukan beberapa video keluarga dan buku diary milik so eun, yang sedang diincar oleh tantenya, yang adalah saudara dari eomma soeun satu appa tapi berbeda eomma. Ajumma ini memanfaatkan kebisuan sso… kadang menyiksa sso… saya mengatakan ini bukan karena sso yang bercerita, tetapi saya menyaksikannya sendiri… bahkan mereka ingin membunuh sso, itu terlontar sendiri dari mulutnya! Sayang aku tidak sempat merekamnya, tetapi ada rekaman yang berhasil aku shoot dimana ajumma itu masuk ke kamar sso untuk mencari benda berharga itu, pastinya, tapi belum ditemukannya.”

“wah itu bagus sekali nak kimbum, kau dapat menyelidikinya…”

“benar, doc… tapi dari hasil forensic dan kepolisian … adalah sesuatu yang aneh seperti zat, racun, benda atau apapun yang bisa atau memicu terjadinya peristiwa itu?”

“saya akan coba membuka kembali file itu nak Kimbum, nanti segera saya kabari, bagaimana?”

“terimakasih, dok”

Aku segera keluar dari ruang dokter dan terpikir untuk menyelamatkan harta sso di dalam brankas tersembunyi itu saat ini juga! Pabo! mengapa aku bisa lupa ya!

Dengan kecepatan tinggi aku masuk menuju rumah sso, dan seperti biasa aku sudah di kamarnya… sso tidak ada, kemungkinan dia memasak atau membantu di toko batinku. Aku langsung mengeluarkan alat pelacak kode-ku yang canggih itu dan mulai memasangkannya pada brankas di balik pigura dan wall paper itu yang nyaris tidak kelihatan sama sekali dan dalam hitungan menit alat itu  sudah berhasil mendapat nomor kombinasi kodenya dan click.. terbuka! Dengan sarung tangan kukeluarkan semuanya dan kumasukkan dalam satu tas khusus yang langsung kuberi kode dan kututup kembali seperti sedia kala.

Satu tugas berhasil kuselesaikan, aku harus memeriksa semua surat berharga ini dengan semua perhiasan yang ada lalu aku akan bukakan  brankas di Bank yang sama dengan penyimpanan asetku supaya bisa kulindungi.

Baru aku hendak meninggalkan kamarnya tiba-tiba aku mendengar suara-suara teriakan yang tidak asing lagi di telingaku…
“apa yang kau lakukan selama ini ho? Kau minta bantuan seorang pemuda untuk menolongmu? Untuk menangkap aku, ajumma mu ho? Anak ‘sialan’ tidak tahu diuntung, sudah diberi makan setiap hari, masih juga berani ho!!!! Awas kau ya… sudah kubilang … lebih baik kau mati saja tahu! Untung saja seorang kenalanku menelepon aku memberitahukan kalau seorang pemuda meminta data peristiwa 8 tahun yang lalu dan ia adalah temanmu!!! Awas kau sso,… mulai besok kau pindah ke gudang tahu!!! PLAK! PLAK! PLAK! PLAK! PLAK! KAU puas… kau rasa SAKIT? RASAKAN INI PLAK!PLAK!PLAK!PLAK! kau tahu betapa sakit hatiku selama ini pada ibumu… perempuan jalang itu!!!! Asal kau tahu aku bahagia bisa menyiksamu!!! PLAK!PLAK!PLAK!

Aku mengintip lewat pintu kamarnya untuk melihatnya!!!…  Jujur darahku langsung  mendidih melihat peristiwa itu terjadi di hadapanku…., tapi sangat terpaksa aku tidak bisa bergerak dulu… aku harus membuat strategi jitu untuk melindunginya sesegera  mungkin.

Aku ambil iphone-ku  dan aku merekam semuanya… sebagai seorang laki-laki ahli kendo aku bisa menghajar ajumma itu sampai sekarat hanya dengan satu pukulanku saja… dan itu pasti terjadi kalau saja aku tidak memikirkan rencana yang lebih baik untuk melindungi sso… dan seharusnya saat ini juga aku akan mengambil sso dari tangannya!!!

Dokter forensic itu bajingan!!! Kurang ajar!!! Dia ternyata adalah penghianat, pantas saja selama ini kasus tidak pernah terungkap … ternyata kaulah dalangnya!!! Awas kau… akan kubalas dokter… ingat aku adalah KIM SANG BUM… mungkin kau bisa menipu appaku tapi tidak diriku…!!! sebagaimana rasa sakit dan trauma yang dirasakan eunni selama ini, akan kubuat sama di atas dirimu dan ajumma itu, lebih lagi juga keluarga mu dan keluargannya… lihat saja!!!!

Besok sso akan pindah ke gudang… aku harus mencari barang-barang penting lainnya di kamar ini… sakarang juga.. aku langsung hubungi Pak Jang seseorang yang paling kupercaya saat ini untuk membantuku mencari dan membawa semua yang kuanggap penting bagi sso.

Mian sso, aku pasti  melindungimu segera, mian untuk saat ini sso , gara-gara aku lagi kau mendapat penyiksaan ini!!!

Dalam waktu 50 menitaku dan pak Jang keluar diam-diam… kami yakin bahwa kami sudah memeriksa semuanya tanpa terkecuali.

Aku langsung menuju Bank, walau jam operasi sudah tutup tapi tidak untukku sebagai nasabah penting di Bank of Korea, aku langsung menemui bagian brankas, dan aku membuka satu rekening aru yang terpaksa menggunakan namaku saat ini, supaya tidak dicurigai, mengingat dokter forensic pagi tadi adalah penjahat, membuatku tidak percaya pada siapapun juga saat ini. di dalam ruang berangkas itu aku memeriksa teliti setiap benda dan surat-surat. Luar biasa, kekayaan sso ini seharusnya separuh dari asset kekayaan keluargaku… ini luar biasa!! Dan ajumma itu ingin merebutnya!!! Tidak mungkin kubiarkan sampai kapanpun!!!

Dari bank aku langsung pulang ke rumah… aku menunggu appaku…

Malam itu

Waktu makan malam bersama…

“appa, eomma, aku ingin menikah…” kataku polos…

“uhuk….uhuk…. uHuk….” eomma langsung terbatuk-batuk

“tidak apa-apa yaebo?” kata appa sambil menepuk-tepuk punggung eomma.

“gwenchana yaebo, seharusnya ini berita gembira… bukankah kita selama ini memang selalu menanyakan kimbum perihal ini!… mian… eomma membuat kalian panic”

Aku tertawa… “jadi eomma dan appa setuju?”

“setuju… tapi… ehm… boleh eomma lihat dulu calon mu sayang? Karena eomma ingin memiliki mantu yang cocok sekali dengan eomma… maklum lah kau satu-satunya anak eomma, kalau kau mendapat pasangan yang tidak peduli pada keluargamu… bagaimana dengan appa dan eomma… mianhe bummah… semoga kau tidak kecewa.”

“tentu tidak eomma… aku juga sayang eomma dan appa dan tentu memperhatikan hal itu.”

“gumawo bum… “

“gwenchana eomma…”

“apa kau punya fotonya, bum?

“Ne, eomma…appa”

“boleh kami lihat…?”

“ne… biar bummie ambilkan dulu ya…”

Dalam 3 menit aku sudah kembali ke meja makan… “jangan kaget ya… eomma, appa…ini fotonya”

“omo… dia… yaebo…ini kan…” appa dan eomma saling berpandangan…

“bum… kau mengenalnya dari mana???? Jinjja??? “

“ne.. appa, eomma… apakah kalian masih mengenali wajahnya?”

“tentu saja! Anak nakal! Mengapa kau tidak bilang dari dulu, ho…! Bagaimana dia saat ini?, apakah baik-baik saja?”

Aku menggelengkan kepala…

“apa maksudmu bum???? Dia sakit? miskin???”

Aku menggelengkan kepalanya… mataku berkaca-kaca… dan tanganku kukepal erat-erat sambil menarik napas panjang…

“bum… gwenchana? Ada apa bum, katakan pada appa dan eomma… jangan takut bum…”

“aku ingin ia tinggal disini secepatnya…nanti appa dan eomma akan mengetahuinya sendiri…  karenanya aku ingin appa dan eomma segera melamarkan dirinya untuk aku… aku mencintainya eomma… dia butuh perlindunganku sekarang juga…” kataku dengan emosi yang meletup-letup…

Appa dan eomma sangat mengerti sikapku ini… mereka sudah paham bahwa jika ekspresi spontan ku tampak seperti ini, maka sesuatu yang besar itu sedang terjadi dan aku benar-benar membutuhkan pertolongan mereka sesegera mungkin.

“baik… besok jam 10 pagi appa dan eomma akan ke tempatnya… appa akan membawa semua data yang membuat nya bisa keluar dari rumah itu untukmu… appa dan eomma berjanji.semoga ajumma So eun mau melepaskannya.”

Terlihat appa langsung menelepon seseorang yang sepertinya pengacara kepercayaan keluarga sso, beliaulah yang memegang surat wasiat yang asli itu juga bukti-bukti kepemilikkan harta.

“tuan So, lama sekali kita tidak berjumpa… anda masih ingat Kim Sang Joon… benar… ya…ya..ya… begini pak So… saya ingin bertemu dengan Anda berkaitan dengan putri Kim So Ra,  apakah bisa besok pagi jam 07:30 kita bertemu di café favorit kita dulu? Tidak jauh dari kantor Anda tentunya? Setuju… gumawo pak So, mian merepotkan  Anda malam ini sampai jumpa besok.”

“eomma akan membawa seperangkat perhiasan emas putih dengan diamond, jam tangan rolex wanita, tas limited edition Hermes, dan sebuah travel check… 50 juta won semuanya itu untuk ajummanya sebagai pengganti eomma dan appanya dalam membesarkan sso… bagaimana menurutmu yaebo?”

“menurutmu bummie.. cukupkah?”

“harusnya cukup eomma untuk sementara, au tidak tahu bagaimana ajummanya bersikap besok… eomma , appa tolong ya … biar bagaimanapun, sso harus keluar dari rumah itu.. hati-hati”

“mengapa hati-hati bum? Ada yang mengancam mu? Siapa yang berani?”

Kimbum tidak bisa menjawab… appa bawa beberapa pengawal tanpa seragam saja … mungkin…

“Karena kau begitu serius, appa akan menurut saja…”

“gumawo… appa eomma… aku berhutang pada kalian…”

“tidak apa bum, eomma malah senang sekali… gadis kesayangan eomma akan kembali…”

“sampai jumpa beosk pagi … selamat malam dan selamat tidur appa, eomma” kata kimbum pamit

“ne… tidur yang nyenyak ya … kebahagiaan mu menanti…”

“gumawo…”

Di kamar

Kimbum langsung sms sso…

Kimbum: bagaimana kabarmu hari ini??? aku sangat merindukanmu sayang…

Sso:  hatiku dan tubuhku sangat sakit….

Kimbum: sabar… kau akan segera keluar dari rumah itu… besok…. percayalah padaku… eomma dan appaku dan pengacaramu akan mengurusnya. Ada baiknya pakaian yang masih kau sayangi sebaiknya kau masukkan ke dalam kopermu sayang. Aku sangat menridukanmu jeongmal.

Sso: apakah kau serius bum? Apa mungkin aku keluar dari rumah ini? apakah mungkin?

Kimbum: pasti sso, aku pasti menepati janjiku… percayalah…

Sso: semoga… kau adalah pelindungku…

Kimbum: aku selalu rindu menjadi pelindungmu

Sso: gumawo bum… aku sangat tersanjung

Kimbum: gumawo Sso… saranghae… saranghamnida

Sso: gumawo bum… nado.

Kimbum: have a nice sleep yaebo…

Sso: yaebo ????? ;L!!!

Kimbum: J hahahahaha… jinjja yaebo…. see you tomorrow.

Kimbum tersenyum di ranjang, jantungnya berdegup sangat kencang… semoga semua rencana berjalan lancar besok pagi. Itulah yang menjadi mimpi kimbum…

Keesokan harinya

Semua merasa tegang…. appa, eomma, dan kimbum.

Jam 07:00 Kim sang Joon sudah pergi dari rumahnya menuju ke café yang telah di sepakati. Tepat pukul 07:30, pak So memasuki café sambil mencari sosok Kim Sang Joon di antara meja yang tersebar di seluruh ruangan. Dan mereka oun beradu pandang.

“lama sekali kita tidak berjumpa Sang Joon”

“benar sekali Pak So… bagaimana kabar Anda?”

“seperti yang Anda lihat, saya baik-baik saja saat ini”

“bagus, memang seharusnya demikian…kita hidup, mari silahkan duduk, Pak So… silahkan Anda langsung memesan makan paginya.”

Setelah kami memesan makanan kami…

“ada keperluan apa Tuan So secara tiba-tiba mencari saya?”

“ini masalah kebahagiaan anak saya, Kim Bum…. jujur saya langsung saja kepada pokok utama rencana saya adalah kami ingin melamar Kim So Eun anak dari mendiang Kim So Ra sahabatku itu.dan alangkah bijaksananya jika saya pribadi menyampaikan ini kepada Anda selaku kepercayaan Tuan Kim untuk menangani semua perihal anaknya ini.”

“wah, begitu mendadak… apakah kimbum sudah bertemu dengannya secara langsung?

“aku yakin sekali, ia sudah beberapa kali bertemu… Tuan So.. dan saya pribadi sudah menyetujuinya sebagai orangtuanya lagipula kamisudah mempersiapkan  diri untuk  melamarnya pada jam 10:00 pagi nanti”

“sebenarnya tidak ada masalah  Tuan Kim, kalau mereka saling mencintai. Kalau masalah surat –surat yang dibutuhkan untuk prosesi catatan sipil nanti akan saya urus setelah makan pagi ini. apakah Anda ingin saya mendampingi Anda sewaktu melamar Kim so Eun pagi ini?”

“benar sekali Pak So, kami berharap Anda bisa sebagai saksi dari pihak Kim Soe Eun yang sekaligus sebagai appa baginya, karena sepengetahuan saya Andalah  yang mendampinginya selama ini,”

“ Saya mengerti Tuan Kim, kalau begitu bagaimana jika sekarang kita bersama menuju kantorku lalu kita langsung menuju ke lokasi?”

“baiklah, saya akan menghubungi istri saya untuk memintanya langsung ke rumah Kim so Eun dan bertemu jam 9:45 disana.”

TBC

Posted on Desember 14, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 80 Komentar.

  1. Huwaaaa keren bnget bum ..cpet selamatin eunni

  2. semakin menegangkan ceritanya….lanjut baca dlu yaaaaa

  3. Mungkin kah kan happy ending

  4. hmmm… jadi penasaran endingnya kek gimana.. kekekekek!!!

  5. langsung mau nikah hihi😀

  6. bumppa ayo cpat slamatkan sso eunnie dri penyihir kejam itu,

  7. cie sso mau di lamar😀 terus kapan aku kamu lamar😦

  8. yeeeee keren bngt

  9. Huwaaaa keren bnget kim bum….

  10. Karakternya kim bum disini keren banget kaya di film film kekekeke😀
    Dasarrr dokter sedeng punya mulut ngga bisa dijaga :p

  11. Ihhhhh itu orang jadi dokter kok oon banget yaaa emang dia ngga tau apa mana yang salah dan mana yang bener dasarrr dokter anehhh :3

  12. Bum semoga kamu cepat nyelamatin sso,dan hukum berat ahjuma dan dokter gadungan itu.

  13. Ternyata dokter.y dalang dri kecelakaan.y ortu so eun eonni ….
    Jahat bnget ch mereka …..

  14. gusti ayu somawati

    Wahh so eun bakalan bebas dri rumah itu yeah •••
    Kimbum memang pelindung so eun😀. ••
    Barang2 yg di beli sama ortu kimbum buat si ahjuma jhat itu mahh bkin gue ngilerr banget….. Waks••
    …….

    Yukk capcuzz duluu ke part 4 ……… ••

  15. Ternyata dokter itu sekongkol dgn bibi’a soeun. Jahat sekali.. Sieun kena lagi kan.

  16. hwaaa … daebak. kim bum ayo cepetan slamatin sso. apa sso bisa keluar dari rumah itu ? smoga bisa, supaya bumsso bisa hidup bahagia selamanya🙂

  17. Ahirnya kimbum menolong so
    sso pasti bsa keluar dri tmpt itu
    dan ajuma nya sso mendapat hukuman yg setimpal
    aja aja aja fightiiiiiiiing…!!! Kim so eun

    Author teruslaah berkarya
    fightiiiiiiiiing……!!!
    ★★★★★★★★

  18. Sialan ternyata dokterny pun ikut terlibat…

    Ayo dong cpt bawa sso kluar dr rmh tu..kn kasian sso tiap hr disiksa mulu..

  19. Kalau aku jadi kim bum akan aku gantng tu ajuma ditiang listrik karena berani menyakiti so eun.

  20. Jiaaaah… oppa pandai sekali merayu kkk^^
    Oppa sweet bgtt ternyata kk^^
    Bgmn dgn ahjuma itu ya ? Apa nntinya melepaskan sso ?

  21. Ternyata dokternya jg terlibat. Menyebalkan

  22. Wah next next

  23. yessss sso eon bklan bahagia sma bumppa gk bkln d siksa lg sma ajummnta yg jht huhu smoga ajumma itu dpt blsannya

  24. So eonni kasihan bangt, dia menderita banget.:😦
    Semoga so cepet hidup bahagia bareng bum

  25. bumpa gentle bgt..mnepati jnji nya..n dlkukan dgn cpt.smoga brhsil ,,untung pangacara klurga soo org bk..mo setia g bepihak pd bibinya soo

  26. Yess ortu kim bum melamar sso sekalian menolong sso dari tantenya jahat

  27. Waaaaah kim bum memang pinter dan juga pinter

  28. Fatma Anatasha Moore

    Bumppa keren bgt langsung mau nglamar sso eonnie tapi itu bagus agar sso eonnie cepat bebas dari ajumma jahat itu.

  29. asexxx….sykurlh…mga z bummpa n klwrg’y bsa mbbaskn sso eonni n acra lmran’y lncar…q dah gmes mlht ahjumma yg sdh brskp ksr…pngen q jmbak tuh rmbut’y…tsk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: