Hidup untukku… 50 tahun lagi [part 2]

Author: Shadow

Main cast: Kim Bum & Kim So Eun

Genre: Romantic, family

PG: 17+

Type: FF

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

@@@

 “tentu saja soeunshi… aku bisa kapan saja menjemputmu dan menemanimu ke tempat ini… sungguh…aku akan dengan senang hati melakukannya untukmu.”

 

Dia tersenyum kecil…”gumawo kimbunshi… kau sangat baik sekali padaku… “

 

Sejak air matanya itu … aku semakin intens memperhatikan dirinya dan tidak bisa melepaskan pandanganku padanya bahkan setiap detik… sepertinya ada sesuatu yang mengganjal tentang dirinya itu di dalam benakku… sesuatu yang penting yang dirahasiakannnya kepadaku tentunya.

 

Sampailah kami di Hotel mewah itu…aku menuju ke reseptionist memesan 1 kamar untuk kami berdua… karena aku berencana akan menghabiskan sepanjang hari ini bersamanya. Dan aku pikir kamar ini akan berguna untuk istirahat kami sore nanti…

 

Aku menggandengnya ke restoran yang ada di Hotel ini… untuk makan siang bersama di sana.

 

“apakah kau lelah?” tanyaku…

 

Dia memandangku dengan kaget… “tidak… mengapa? aku baik-baik saja… gwenchana…. ehm… gumawo”

 

“kalau demikian…. aku ingin mengajakmu ke sebuah taman…yang unik sekali, sebuah taman yang special (sambil menekankan kata unik dan special) “apakah kau tertarik, nona sso?”

 

“ehm… he-eh… aku sangat suka taman….aku mau ke sana… gumawo kimbunshi…. aku senang sekali…. tapi….bukankah kita mau diskusi tentang acara bazar itu??”

 

“nona sso, itu adalah hal yang sangat sederhana…. pengusaha seperti kita ini tentu bisa mengatasinya dengan cepat, bukan???” kataku sambil mengedipkan mata….

 

Ia pun tersipu malu… “kau ini mudah meremehkan pekerjaan…” katanya sambil sedikit memonyongkan bibirnya… sunggggguuuuuh menggemaskan… ingin rasanya kucubit pipinya yang chubby dan kucium bibir tipisnya yang indah itu… tapi hal itu tidak mungkin kulakukan… huh…. andai saja… ia sudah menjadi milikku.

 

Setelah menikmati makan siang kami pun meninggalkan hotel dan diantar Pak Lee menuju ke taman  yang aku kehendaki itu.

 

Di Taman LOVELAND

 

setiba di loket kami langsung ditanya tentang berapa usia kami… dengan wajib menunjukkan KTP kami sebagai bukti… hal ini membuat sso menjadi agak curiga… tapi aku menutupinya… aku tidak mau rencanaku menjadi kacau tentunya, jadi aku segera mengurusnyadengan cepat  lalu langsung menariknyacepat untuk masuk ke pintu gerbang utama…

 

Ia masih belum terlalu sadar dengan semua ini…”ini sangat aneh kimbunshi … ke taman kok ditanya usia dan dimintai KTP?” gumamnya sambil bingung….

 

Aku hanya tersenyum lalu ku gandeng saja tangannya menuju ke pintu penyerahan tiket masuk….

 

5 menit kemudian di dalam taman… pelan-pelan ia pun mulai menyadarinya dan…

 

”HYAK!!!!!! Apa-apaan ini… bagaimana patung-patung seperti itu bisa di pasang di tempat seperti ini, ho???!!! Kimbunshi taman apa ini???”….. “ spontan ia langsung menutup kedua matanya dengan menggunakan telapak tangannya…setelah melihat beberapa patung ‘unik’ itu tentunya, bahkan ia sambil menutup mata berusaha menarikku ke tempat yang lain… aku hanya tersenyum geli…

 

“kimbunshi tempat apa ini mengapa patung-patungnya bergaya seperti ini???!!! “ tanyanya sambil menutup mata…”ini sangat tidak pantas dipertontonkan! Ini sangat TABU!!”

 

Aku terus  tersenyum geli dibuatnya…”Taman  ini namanya TAMAN Love Land.. nona Sso…”

 

Dia masih berdiri diam sambil menutup matanya…”Taman apa namanya??? Aku baru mendengarnya!”

“taman LOVE LAND nona Sso..” karena aku tidak mau mengikuti ajakannya… maka aku memeluk pinggangnya sambil kubisikkan… “kau belum pernah ke tempat ini ?Kau harus tahu kalau tempat Ini adalah Taman khusus untuk kita yang sudah dewasa. Dan seluruh Isi di dalam taman ini menggambarkan  seluk beluk tentang
organ intim pria serta wanita…dan juga berbagai aneka gaya bercinta …. apakah kau hendak menutup matamu terus-menerus? Tentu tidak kan? Nanti percuma kita membeli tiket masuk taman ini.”

“Ayo, buka saja matamu…sso…kajja kita jalan dan melihat-lihat … daripada kau menutup mata terus-menerus nanti jadi pusing, bukankah lebih baik kita belajar menikmati nya saja, bukan?” karena semua patung maupun bentuk-bentuk tanaman yang ada ini dibuat khusus oleh mahasiswa lulusan Universitas Hongik, mereka semua adalah  seniman patung. Lagipula pemerintah membangun taman ini untuk seks edukasi. Jadi kita harus berpikiran positif, arrasso??? bisikku

Ia baru mau membuka matanya dan menatap wajahku dengan sedikit ‘kesal’… sedangkan aku memberikan smirk kepadanya…  dan menarik tangannya… “common don’t be childish, soon or later we will make it…!!! tidak ada salahnya kita melihat dan mempelajarinya sekarang bukan? Yah hitung-hitung tutorial… usia kita tidak muda lagi bukan?? Bahkan usia kau sekarang ini sudah layak untuk menjadi seorang istri bahkan seorang ibu, apakah kau sadar akan hal itu?”tanyaku dengan maksud menjurus pada inti rencanaku… kulihat mukanya sudah merah seperti tomat… “ayo… kita terima saja semua ini …menganggap ini sebagai sesuatu yang harus kita hadapi dengan lapang dada…” ia pun meneguk ludah dan tidak berani menatap wajahku.. bahkan berusaha cuek setiap kali melihat patung-patung bercinta itu dengan mengalihkan wajahnya, melihat ke arah lain….

Kutarik tangannya sehingga ia mendekati tubuhku… kami saling berhadapan wajah … kutarik lagi sehingga jarak kami hanya satu jengkal saja,,, kutatap matanya dengan intens…dalam penuh rasa cinta… dia justru tampak gugup dan mengalihkan pandangannya dari diriku… kupegang lengan kanannya dengan tangan kiriku lalu kupegang dagunya dengan tangan kananku, kuarahkan lembut wajahnya supaya ia tidak menghindari tatapanku… pipi chubbynya langsung bersemu merah…. tapi dirinya sudah tidak bisa kabur dariku… kutatap lagi sekitar 2menit…. pipi tomatnya pun semakin bersemu merah dan bola matanya berusaha dialihkan ke tempat lain… aku tersenyum penuh kemenangan … aku percaya ia juga menyukaiku… bahkan jatuh cinta padaku…

Selagi matanya memperhatikan sekitar, aku mencium bibirnya dengan lembut dengan sedikit lumatan bercampur nafsuku yang nyaris tak terbendung ini, tentu saja bagaimana tidak? Setelah melihat berbagai jenis pose patung di selilingku itu ternyata mampu membuat hasratku pelan-pelan memuncak… kuakui aku menginginkannya…dan aku telah menemukan’nya’ dan aku telah jatuh cinta…padanya

Setelah kulepas ciumanku, sontak ia menarik napas yang panjang sambil terengah-engah.

Soeun

“Omo …. aku sungguh menikmati ciumannya… ciuman yang panas serta penuh nafsu…ini baru pertama kali kurasakan! Sungguh namja tampan ini mampu membangkitkan gairah hatiku! Ottokeo? Haruskah aku menyerah padanya?…. batinku terasa kalut… 5 tahun lebih ini aku sudah berusaha untuk menutup hati cintaku kepada namja manapun, tapi sekarang… coba lihat saat ini… hanya dalam beberapa jam saja…. manja tampan ini sudah nyaris menaklukanku… ia sungguh berbeda dengan namja yang lain… ia namja yang begitu berani, jujur dan spontan, ia dan sangat berani dalam bertindak dalam melakukan banyak sensasi tanpa permisi atau ijin dariku… sehingga setiap tindakannya membuatku tidak bisa berkutik darinya!

Jujur sebenarnya hal ini tidak boleh terjadi! ….karena ia akan terluka… ia akan sakit hati..! aku tidak boleh membuatnya demikian… ia tidak layak mengalami hal itu karena aku, apalagi masih banyak yeoja cantik di sekelilingnya” batinku terus memberikan pertimbangan.

Kulangkahkan kakiku… dengan gontai… menjauh darinya, pikiranku menerawang jauh… mungkinkah?? Sekali lagi kutepis… walau mungkin hanya sebentar saja… ya sebentar saja… biarkanlah aku menikmati hal ini bersamanya… negosiasiku pada pikiranku yang bersikukuh itu… seketika air mataku menetes di ujung mataku… dadaku pun terasa sakit….sungguh  aku tidak ingin menengok ke arahnya… bukan karena ia telah menciumku ani… tapi karena kegalauan hatiku… akan kemanakah hubungan ini menuju?

“so eun-na….” ia memanggilku… tapi aku tetap berusaha melangkahkan kakiku menjauh darinya sambil dengan cepat menghapus titik air mataku ini dengan tisue yang ada di dalam dompetku. Aku tahu ia mengejarku dan… ia menahan pundakku.

“mengapa kau melarikan diri dariku… nona sso,… aku tahu kau juga memiliki perasaan yang sama dengan diriku! Mengapa kau tidak jujur saja dengan perasaanmu itu, ho?? Bukankah kita sama-sama sudah dewasa? Mengapa kau menghindar seperti itu? Bukankah bisa memiliki cinta itu adalah yang terbaik dalam hidup kita sebagai manusia?”

Kucerna tiap kata dan kalimatnya yang menyayat hatiku… ia tidak mengerti… dan ia tidak akan pernah mengerti… kalaupun ia tahu…ai akan tercengang… dan  ia akan menyesal… ya menyesal! Semakin dalam hubungan ini, semakin  sakit akan dirasakannya kelak hari nanti… makin terasa perih di batin…ini  tidak boleh terjadi… andew…andew!!

Kutepis halus tangannya yang masih bertengger di pundakku ini, kulangkahkan kakiku meninggalkannya… aku tahu ia tidak akan tinggal diam… aku bisa merasakan masih banyak hal yang tidak terduga itu akan terjadi antara aku dan dirinya sepanjang hari ini…. ya aku bisa merasakan nya.

“aku tahu kau hanya pura-pura saja sso… apakah aku perlu melakukanhal yang lebih jauh lagi untuk mendapatkan pengakuan dari perasaanmu yang jujur padaku? Tentu Aku tidak akan ragu-ragu  untuk melakukannya bahkan sekarang juga, kecuali kau mampu menjelaskan padaku dengan kalimat yang bisa kumengerti!” katanya panjang lebar padaku….

Penjelasan… bagaimana aku mampu menjelaskannya padamu yang bukan sanak keluargaku? Sedangkan appa dan eommaku sendiri belum mengetahui apa yang aku alami dan, aku hadapi , yang aku miliki saat ini, aku sendiri sedang berpacu dengan waktu berusaha mengubah duka nestapa menjadi sukacita dalam sisa hari-hariku ini… mungkinkah masa depan semakin cerah untukku? Aku hanya mampu berbicara dalam batinku… karena kalimat itu tidak mungkin keluar melalui tenggorokanku ini….

Sekali lagi aku terus berjalan meninggalkan dirinya… aku bingung… semua ini membuatku tertekan … padahal seharusnya semua ini membuatku bahagia bukan?

“so eun! Mengapa kau melarikan diri dari kenyataan? Mengapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang lebih dari sekadar yang telah aku lakukan tadi padamu…arrasso? aku sudah mengingatkanmu…. !!…ehm… atau jangan-jangan kau justru menantikan sesuatu yang lebih dariku, ho?”godaku padanya….

So eun

Aku masih terus mendiamkannya…

tiba-tiba saja ia langsung menggendongku dengan gaya bride style!

“hei … apa-apaan ini… ayo turunkan! Turunkan aku! Kau jangan nekat kimbunshi! Ini sungguh memalukan! Yak!!!!!”

Banyak pasang mata tersenyum melihat tingkah kami berdua tentunya… tidak jarang yang menyoraki kami… mereka sambil bersuit dan bertepuk tangan mendukung kimbun!!.

“kimbunshi ini sangat memalukan…. turunkan aku!! Sekarang juga!! Palli! Palli! Ayo turunkan!! … kimbunshi! Kau tidak mendengar permintaanku??” ia tidak juga menurunkan aku… bahkan dia berjalan semakin jauh membawaku…”kimbumshi apa maumu sih? Kau tidak pantas memaksaku dan memperlakukanku seperti ini! ayo cepat turunkan aku!”  aku sudah kehabisan akal menghadapi namja nekad ini…

“aku tidak akan menurunkan dirimu… Tidak akan sampai kau mengatakan…bahwa ‘kau juga menyukaiku… ani… mencintai dirikusama seperti diriku… sekarang dan selamanya’ !” ia smirk dengan penuh kemenangan kepadaku…

Tiba-tiba saja aku berhenti meronta dan membiarkan dirinya menggendongku  sesuka hatinya… karena kalimat yang ia tawarkan kepadaku untuk diucapkan oleh bibirku itu… kalimat itu tidak mungkin tidak akan pernah mungkin kuucapkan bahkan untuknya selama-lamanya… aku tahu ia cukup kaget dengan perubahanku sikapku  ini… aku hanya diam dan dengan terpaksa menikmati gendongannya…

Hal itu ia lakukan sampai di depan sebuah kursi panjang yang kosong yang berbentuk sangat –sangat aneh batinku…. Tergelitik dalam pikiranku untuk memastikan bentuk kursi ini yang sepertinya aku mengenalinya walau tidak familiar bagiku… dan tiba-tiba saja aku baru menyadarinya … jika kursi ini ternyata berbentuk ‘pennis’!!!!!

Di tempat inilah akhirnya ia menurunkanku dan  mendudukan aku di sana… jujur aku geli, risih dan jijik menduduki kursi ini! aku ingin berdiri… tapi ia sudah lebih dahulu menarik lenganku ini sehingga aku duduk di  juga di atasnya bersebelahan dengannya!… lagi-lagi aku sangat –sangat malu sekali…

“sso kau ….” kata-katanya nya pun terhenti diiringi dengan sebuah napas panjang… kupikir ia sudah kehabisan kalimat untuk diriku… ternyata aku salah menerka…

Ternyata ia sekali lagi tanpa permisi langsung melumat bibirku dengan lebih kuat, lebih panas, lebih bergairah dan lebih bernafsu… membuatku terbuai sambil menebak-tebak kearah mana permainan ini akan berakhir?… terus terang aku sudah terlena dalam alam kegairahan ini… Mungkin aku sudah kehilangan akal sehatku!

“sso aku menginginkanmu….”desahannya kudengar… “bahkan aku ingin lebih dari hanya sekedar ini…dan aku yakin kau juga memiliki perasaan yang sama, keinginan yang sama denganku …sso” desahnya lagi… memang ia benar… aku pun tersulut nafsu gairah cinta ini.

“bagaimana sso, jika kita melanjutkannya di hotel, ho?… mohon kau jangan menolakku..sso. Aku sedang tidak bergurau… dan aku berjanji aku pasti akan bertanggungjawab… bahkan malam ini juga kalau kau mau… aku bisa melamarmu langsung di depan appa dan eommamu… kau harus percaya padaku…sso!” ia berbicara sambil terus menciumi tengkuk dan telingaku yang cukup sensitif ini… “sebenarnya aku tidak ingin ‘melamarmu’ dengan cara seperti ini sso, tapi karena kau yang memaksaku… menyudutkanku untuk melakukannya… “ timpalnya.

Sungguh aku tak mampu lagi berpikir dalam posisi seperti ini, apalagi untuk bertindak… karena aku hatiku sudah melayang entah kemana dan tungkai kakiku sudah lemas  dibuatnya…dan yang aku tahu sekarang adalah  aku sudah berada di dalam Alphard-nya lagi dan…

Di dalam kamar hotel

25 menit kemudian kami sudah tiba di kamar hotel yang begitu mewah yang sudah disewa kimbum untuk kami berdua… 

Dan dari ruang tamu kimbum sudah mulai membuka sepatu, kaos kaki, juga coat musim dinginnya, diikuti dengan kaosnya… dan ban pinggangnya… membuatku spontan langsung memalingkan wajahku darinya dan bergidik hebat… bagaimana ini??? hal ini tidak boleh terjadi!!!!! Tuhan tolonglah hambamu ini! batinku…

Ia menarikku dengan cepat ke dalam kamar lalu menguncinya… kami pun bertatapan wajah… sesekali kulirik tubuh sixpad nya yang begitu menantang sambil meneguk ludah … bukan karena aku meginginkannya tetapi sebaliknya aku justru sedang berpikir kuat untuk melepaskan diri dari nya.

“tidak bisakah kita berbicara sebelum kau…. ani… kita melanjutkan ‘permainan’ ini?”

“berbicara? Mengapa harus sekarang dan baru sekarang kau mengatakannya?… di saat aku sudah tidak bisa bertahan lagi… kau lihat betapa tubuhku sudah menginginkannya…?”

Aku menarik napas panjang memalingkan tubuhku darinya menatap ke arah jendela yang begitu luas …. “kau yakin kau ingin memaksaku untuk melakukannya?…

“memaksamu??? Apa maksudmu? Apakah kau tidak berlebihan dalam perkataanmu itu, ho? Sedangkan aku tahu pasti kalau kau juga menikmatinya nona, dan tubuhmu juga  menginginkan nya pula sama seperti tubuhku!!”

“Itu menurutmu? Pembelaanmu? Dengan mengorbankan diriku perasaanku sebagai alasannya ?”

“aku tidak ingin berselisih paham denganmu saat ini… aku hanya menginginkan tubuhmu saat ini nona… bukan hanya sekedar nafsu… tapi terlebih karena aku telah jatuh cinta padamu…dan aku jujur untuk kalimatku ini!”

“kalau memang seperti itu… sebelum semua ini terjadi…. bolehkah aku meminta sesuatu padamu?” aku hanya meminta satu syarat saja”

dia terpesona mendengarnya “ satu syarat?…ini sungguh menarik… syarat apa yang kau inginkan  dariku nona?”…

“mungkin kau bisa menikmati tubuhku… aku sudah tidak peduli…” air mataku langsung  menetes tanpa diminta… “tapi tolong hanya kali ini saja…karena sebenarnya  kau tidak akan pernah bisa memilikiku seutuhnya… kau tidak akan pernah bisa memilikiku… selamanya…” kataku hampir tidak terdengar…

Aku terkejut mendengar pernyataannya… ku melangkah maju menuju ke hadapannya dan menarik tubuhnya ke arahku… kupandang wajahnya… lalu kutarik dirinya ke dalam pelukanku… ” mengapa nona sso??? Katakan jujur kepadaku mengapa??? Apakah kau berpikir bahwa aku salah satu dari namja playboy yang biasa menikmati tubuh seorang yeoja dan mencampakkan nya begitu saja, ho?” kalau itu yang ada dalam pikiranmu … kau sedang salah besar nona Sso…!!! Asal kau tahu, sebagaimana dirimu…bagiku ini juga adalah permainanku yang pertama kalinya! Dan untuk hal ini aku memilihmu sebagai pasanganku… bukan untuk dipermainkan! Bahkan lebih dari itu aku ingin mengikatmu menjadi satu denganku dalam sebuah pernikahan… arrasso?  Jadi tolonglah jangan membuatku bingung, bimbang dan ragu… sso… !”

Kutarik napas panjangku… “baiklah kalau memang ini maumu… berbicaralah… katakan dan keluarkanlah seluruh isi hatimu, permasalahanmu… jelaskanlah semuanya itu kepadaku, aku siap mendengarkannya…sekarang juga” aku memeluk tubuhnya semakin erat… aku sangat takut kehilangan dirinya…

“aku yakin kau tidak akan sanggup menerima semuanya ini…bum” air mataku masih mengalir membasahi dadanya yang bidang…

“mengapa? Apakah kau dijodohkan dengan seorang namja yang tua? Atau namja yang tidak kau cintai? Ataukah kau sedang hamil dari namja yang tidak bertanggungjawab? Atau kau sudah pernah melakukan hal ini sebelumnya dengan namja lain? Ataukah kau mandul? Kau sakit kelamin… ani HIV, aids ??? Tanyaku penasaran….

Aku menggeleng, menggeleng, menggeleng dan menggeleng lagi….

“lalu apa sso ???? berarti kau tidak ada masalah, aku …. Ach!!! Kau membuatku menjadi semakin bingung dan penasaran… ayo katakanlah segera sso…aku mendengarkan” kataku lirih…  aku meyerah … ternyata dia sungguh seorang yeoja yang tangguh dan lihai dalam mempermainkan perasaan seorang namja!

Dia menarik napas panjang dua kali lalu menelan ludahnya…”kita tidak akan bisa bersatu … itulah takdir bagiku dan bagimu….”

“apa maksudmu? Apakah kau malaikat Tuhan sehingga berani mengatakan takdir di hadapanku???!!!” aku mulai jengkel dengan percakapan yang bertele-tele ini….

“ani…. Hanya… aku ….. aku…. menarik napas panjang…. aku tidak akan lama lagi….” kutarik tubuhku dari pelukannya… sehingga ada jarak antara aku dan dirinya itu… kuusahakan untuk menyunggingkan  senyum yang tipis kepadanya

“apa maksudmu? Apakah kau akan pindah kota? Kau akan pindah ke luar negeri?”

Aku menggeleng dan menggeleng lagi dengan tersenyum… “aku tidak akan lama lagi ….kau pasti mengerti…”

Mataku terbelalak… aku melotot tajam… tidak salahkah aku mendengarnya??? Apakah’ itu’ yang dimaksudkannya…??? ‘itu’… adalah satu kata yang paling menakutkan bagi kami yang masih muda….”sso … kau jangan bersandiwara…. ini bukan lelucon… aku mencintaimu dengan tulus… tolong kau jangan mempermainkan perasaanku ini!!! tolonglah… kau mengerti keadaan ku ini.”

Aku hanya menatapnya lurus…. dengan penuh arti …. tatapan yang memberitahukan dirinya bahwa aku tidak sedang bermain atau berbohong… tatapan yang tulus dan jujur…

“TIDAK…. TIDAK  MUNGKIN!!!! TIDAK BOLEH !!! ini TIDAK boleh terjadi!!! Sso….” aku seperti kehilangan arah… kugoncang lembut dirinya… “sso… mengapa?”

“aku…. aku…. terkena kanker serviks stadium 3B….” kataku lirih nyaris tidak terdengar….

“APA? kau…. kau…. apa, sso??????? Mengapa????? Aish!!!! Kau tentu sedang bersandiwara denganku ho? Aku tahu kita sedang menangani tugas sebagai bendahara serta penyandang dana dalam event akhir tahun ini! Tapi tolong penjelasanmu itu…. ” ia langsung memotong perkataanku, sedangkan aku mengepalkan tanganku menenangkan diriku dari apa yang aku dengar dari mulutnya…

“enam tahun yang lalu…  sebagaimana dirimu aku pun mengambil study ke luar negeri…. kau mengambil study di negara Inggris sedangkan aku memilih melanjutkannya di negeri paman Sam, Amerika… mungkin kau bertanya mengapa aku tahu kalau kau pergi study ke luar negeri… ehm… itu tak lain karena sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak pertama kali berpa-pasan di taman komplek tidak lama setelah aku pindah ke rumah…di komplek kita itu… ehm… mianhe kimbunshi… seharusnya aku tidak menceritakan hal yang memalukan ini kepadamu…tapi aku hanya ingin memberitahukanmu kejujuran hatiku ini…  aku tahu dan aku sadar…. Aku tidak pantas menyukaimu”

“kau salah besar sso… jangan pernah berpikir seperti itu… kau tidak bersalah menyukaiku…. aku… bahkan aku…. sangat bahagia medengarnya saat ini,…  dan bahkan aku sangat tersanjung mendengarnya…suatu kebanggaan bagiku… karena cintaku tidakklah bertepuk sebelah tangan”

Kami terdiam sejenak…

Tiba-tiba aku yang masih penasaran itu berkata,”jinjja sso kalau kau sudah menyukaiku saat itu??? …. aku sungguh bahagia! Gumawo sso… jeongmal….”

Sso tidak menjawabku bahkan ia memalingkan wajahnya dariku dan melanjutkan kisahnya…
TBC

Posted on Desember 11, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 70 Komentar.

  1. Lah kenapa soeun kena penyakit itu ? Lah sedih deh.
    Tp aku percaya pasti mereka akan happy ending di ff ini🙂

  2. makin penasaran, kenapa so eun bisa kena kangnger ?

  3. Haaaah sso kene kanker?? Trz gmn nsib bum?? Apa akn brakhir bgni saja?? Ksian bngt nsib mrka hiks trutma sso ;(
    smoga akn ada k’ajaibn yg ngbwat sso bs smbuh..

  4. crita nya bagus dan keren

  5. Marthatina vita vienna

    Kasihan banget,sso harus menderita kanker servix stadium 3,bisa disembuhin nggak ya?dan kim bum apakh dia mau menerima kekurangan sso setelah tahu kekurangannya sso.

  6. Aigoo… Jdi sso sakit kanker? Jdi dri dlu sso jga udh ska sma kimbum?…
    Q kira taman pha, ternyata… #ketipu

  7. Ternyata so eun punya penyakit yang berbahaya,akankah kim bum menyerah untk mendaptkan cinta so eun?

  8. adeuhhhhh akn jdi sperti apa ksh cinta bumsso klw aso eonni kna pnykit yg mmtikn????? lalu apkh bumppa mau mnrima sso eonni dngn kda.anx yg sprti itu????

  9. hwaaa … sedih knp sso bisa kena penyakit kaya bgitu😦 tapi aku yakin bumsso bisa bersatu dan happy ending🙂

  10. yaak itu taman kok aneh gitu sih…??

    ya ampun sso knp harus sakit parah??
    apa yg bakal dilakuin bum stelah ni..??

  11. Sso menyimpan rahasia besar ternyata apa oppa akan menyerah setelah tau tentang sso ??
    Masih bs sembuh kan ??
    Msh bs di tangani dan bs sehat kan ??
    Jd sso merahasiakannya ? Hanya dirinya sjh yg tau dan saat ini oppa mengetahui jg
    Nextnya…

  12. Waah kanker servik. Jd pnasaran kisahnya sso, smg kimbum ttp menrima so apa adanya

  13. Kasian sso nya

  14. Pasti lucu banget tuh ekspresi soeun eonni pas di ajak kimbum oppa ketempat itu dan banyak patung kaya gitu hehe
    Kimbum oppa sih mesum pikirannyaa nyampe langsung maen nyamber cium soeun eonni aja hehe
    Ternyata soeun punyaa penyakit, pantesan kaya yang ada ditutupin dan terkesan jaga jarak sama kimbum oppa, walaupun soeun eonni tertarik juga sama kimbum oppa

  15. Hoho kim bum terlalu to the poin,,, n sangatttt agresif,,, sso’•°•¹Ϋªªª•°•°•‎​(y) sangat pemalu, jadi kaya nyeimbangin…. Kasian kalo maksud tidak lama lagi arti’•°•¹Ϋªªª•°•°•‎​(y) dead..!! Uhhh gx rela dech…

  16. Hua sedih kim so eun terkena penuakit kanker
    Mudah” bisa di sembuhkan

  17. Jadi krn penyakit yg di deritanya sehingga sso merasa klo dirinya ngk pantas untuk kim bum pdhal bumsso sudah meredam perasaan yg sama sekian lamanya.

  18. Sedih so eun rupanya lagi sakit parah dan wktu a gak banyak lgi

  19. Kasian sso eunni kira2 penyakitnya bisa di sembuhin ga yah,,

  20. jadi sso kna kanker serviks… ga nyangka sso jga dah menyukai bumppa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: