Relationship [part 5]

relationship
Relationship

Author: Atty Pyaarkabumsso

Main Cast: Kim Bum & Kim So Eun

Other Cast: Jung So Min, Kim Nam Gil

Gendre: Romance sad, Family

Type: sequel

Kembali kali ini ku bawa cerita yang berbeda lagi, jalan cerita nya terinspirasi dari film bollywood ‘RISHTEY’ yg dibintangi oleh Anil Kapoor & Karisma Kapoor, aku suka sekali sama ceritanya, dan lagu-lagunya juga sangat menyentuh. Untuk dialog dan alurnya berasal dari saya sendiri.

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

@@@@

@malam

So Bum sudah tertidur. So Min yang tadi menidurkan So Bum, ia keluar dari kamar dan mendapati Kim Bum yang terduduk di sofa. Ia seperti banyak memikirkan sesuatu.

“So Bum sudah tidur?” Ucap Kim Bum pada So Min yang sudah duduk disampingnya.

“Kenapa bisa seperti ini? Apa kau mau berrcerita padaku” ucap So Min lembut sambil mengelus punggung Kim Bum.

Kim Bum menatap So Min, terlihat jelas ketulusan dari mata So Min, Kim Bum pun menceritakan semua kisah hidupnya kepada So Min.. Tentang Nam Gil, bahkan tentang istrinya yang sebenarnya masih hidup yaitu So Eun.

“Kenapa kau menyembunyikan semua ini?” Ucap So Min setelah mendengar cerita Kim Bum. So Min menatap lembut wajah Kim Bum, ia tidak marah atau pun kecewa. Ia hanya ingin mendengar alasan sebenarnya dari mulut Kim Bum.

“Ma’af kan aku So Min.. Aku….” Kim Bum tak mampu melanjutkan kalimatnya saat mata nya menangkap sosok wanita yang sangat dirindukannya selama bertahun-tahun, kini ada di ambang pintu rumahnya.

“So Eun” gumam Kim Bum lalu ia segera berdiri. So Min mengikuti arah pandang Kim Bum dan dia ikut berdiri. “Dia kah Kim So Eun istri Kim Bum” batin So Min.

Part 5

“So Eun.. Kenapa berdiri saja disitu.. Ayo masuklah” ucap Kim Bum yang menghampiri So Eun, Kim Bum terus menatap penuh kerinduan terhadap wanita yang ada didepan nya itu. So Eun melangkahkan kakinya masuk, satu langkah dia berhenti.

“Aku ke sini, ingin melihat keadaan anakku” ucap So Eun dingin dengan menatap lurus ke depan tanpa menatap Kim Bum.

“So Bum sudah tidur, tapi kalau kau mau menemui nya.. Ayo!!” Ucap Kim Bum segan, karena So Eun yang terlihat dingin seperti orang asing, Sungguh rasa nya Kim Bum ingin sekali memeluk wanita yang ada didepannya ini, tapi ia tak mampu, seperti ada dinding tinggi yang menghalanginya dengan wanita ini.

So Eun mengikuti langkah Kim Bum, “So Eun kenalkan dia Jung So Min..” Sebelum masuk kekamar, Kim Bum memperkenalkan So Eun dengan So Min. So Eun menatap So Min tanpa minat.

“Jung So Min Imnida” ucap So Min.

“Di mana So Bum” ucap So Min dingin tanpa menggubris So Min. Kim Bum menatap So Min, merasa tidak enak dengan sikap So Eun terhadapnya.

“Dia di kamar… Silahkan saja kau masuk” suruh Kim Bum. So Eun pun masuk ke kamar.

Kim Bum menghela nafas nya. “So Min, ma’af kan atas sikap So Eun tadi yah” ucap Kim Bum.

“Aku tidak apa-apa kok”

Di dalam kamar, So Eun melihat So Bum yang tertidur. Ia tersenyum dan berniat duduk disamping So Bum, namun ia mengurungkan niat nya, ia hanya berdiri di samping tempat tidur dan menatap So Bum, So Eun membungkukkan badannya agar bisa mencium kening So Bum.

“So Bum, ma’af kan Eomma.. So Bum harus tau kalau Eomma sangat merindukkan So Bum karena Eomma Sengat mencintai So Bum, Eomma janji pada So Bum, Eomma tidak akan membiarkanmu tinggal dan hidup bersama mereka(Kim Bum & So Min), Eomma akan membawa So Bum bersama Eomma dan kita berdua akan hidup bahagia bersama. Tapi tidak sekarang jadi So Bum harus bersabar yah sayang” Ucap So Eun sedih sambil mengelus rambut So Bum. So Eun kembali mencium kening So Bum, ia mengusap air mata nya sebelum ia keluar kamar.

Kim Bum dan So Min langsung berdiri saat melihat So Eun sudah keluar dari kamar.

“So…So Eun lama kita tidak bertemu, bagaimana kalau kau duduk dulu dan minum teh sambil mengobrol” ucap Kim Bum gugup.

“Ma’af, aku tidak ingin berlama-lama ditempat orang seperti kalian apalagi menyentuh barang-barang disini.. Tujuan ku kesini hanya untuk menemui anakku” ucap So Eun dingin dengan nada mengejek.

“Yak kau…” So Min yang ingin marah dan berkomentar langsung dicegah oleh Kim Bum, dengan Kim Bum memegang tangannya. So Eun menatap tangan Kim Bum memegang tangan So Min, Jujur hati So Eun sangat tidak suka. Ingin rasa nya So Eun menjauhkan Kim Bum dari So Min, namun perasaan bencinya terhadap Kim Bum, membuat nya mengurungkan niat itu.

“Kau siapa?? Apa kau istri Kim Bum?” Tanya So Eun datar.

“Aku bukan istri Kim bum.. Tapi aku…”

“Kau bukan istri Kim Bum tapi kau sudah tinggal serumah dengannya… Wanita macam apa kamu ini” ucap So Eun.

“Ani So Eun. Kau sal….” Ucap Kim Bum terpotong.

“Aku harus pulang sekarang karena aku tak ingin berlama-lama bersama orang-orang macam kalian, besok aku akan kesini lagi karena aku masih punya urusan dengan mu Tuan Kim Sang Bum” ucap So Eun langsung meninggalkan rumah Kim Bum

Kim Bum terpaku mendengar perkataan terakhir So Eun, ia serasa asing dengan So Eun yang sekarang yang begitu dingin. Kim Bum menunduk sedih dan mengucek mata nya yang sedari tadi di sudut matanya sudah ada cairan bening yang tertahan untuk keluar.

Tubuh Kim Bum yang terasa lemas langsung ambur ke sofa, ia terduduk menunduk sambil menyembunyikan wajahnya denga kedua telapak tangannya.

“Itukah Kim So Eun yang dulu mencintaimu?, dan rela melawan ayahnya hanya untuk bersamamu?” Tanya So Min yang sudah duduk disamping Kim Bum.

“Bum.. Aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi sebelum kalian berpisah?, kenapa dia terlihat seperti sangat membencimu? Apa kau pernah melakukan kesalah fatal hingga ia membencimu?” Pinta So Min meminta penjelasan lagi. Kim Bum mau tak mau pun mulai bercerita.

FLasback

Setelah menikah, kehidupan rumah tangga Kim Bum dan So Eun selalu di penuhi cinta dan kebahagiaan.

Kim Bum yang baru bangun tidur, ia melihat So Eun yang sedang sibuk didapur. Kim Bum hanya memperhatikan So Eun yang sepertinya kebingunggan.

“Haduh aku harus masak apa yah? Hemmm” So Eun seperti berpikir. Sambil tangannya memegang telor. “Ini bagaimana cara memasaknya dan bagaimana mengupasnya?” Bingung So Eun sambil memperhatikan telur yang di pegangannya. Kim Bum yang masih mamperhatikan So Eun dengan jarak, ia hanya bisa tersenyum geli.

So Eun melihat kesekeliling dapur, berharap ia bisa menemukan sesuatu yang bisa digunakannya untuk ‘mengupas’ telur.

“Ah pake ini saja” ucap So Eun saat menemukan centong. “Satu…dua..tiga..” So Eun berhitung untuk memukul telur itu dengan centong. Dan alhasil telur itu pecah dan mengotori tangannya.

“Aiihh iuuhhh hiii” So Eun mengibas-kibaskan tangannya yang kotor lengket karena terkena telor.

“Ahahaha apa begitu cara memecahkan telur dirumahmu?? ahahaha” Kim Bum tak mampu menahan tawanya sambil berjalan menghampiri So Eun,

“Uuhhh kau sudah bangun.” Ucap So Eun.

“Hehe, ne sedari tadi aku memperhatikanmu.. Kau sedang apa didapur, chagi… Sini aku bersihkan?” Kata Kim Bum sambil membersihkan tangan So Eun.

“Tadi aku mau memasak untuk kita sarapan. Tapi aku….” Ucap So Eun sambil memanyun kan bibirnya.

“Aku tau kau tidak bisa masak, kau kan bisa bangunkan aku untuk memasak” kata Kim Bum.

“Tapi kan aku ingin jadi istri yang baik yang bisa memasakkan makanan untuk suamiku” kata So Eun manja.

“Aku hargai usahamu, tapi kalau kau tidak bisa masak kau tidak perlu memaksakan diri.. Kau butuh belajar dulu sepertinya, ya sudah biar aku yang memasak, sekalian kau belajar yah” ucap Kim Bum. So Eun mengangguk.

—-

Kim Bum yang sudah bertekad untuk selalu membahagiakan So Eun, ia dengan giat selalu mengikuti pertandingan-pertandingan agar ia bisa mendapatkan banyak uang. Dan karena Kim Bum selalu menang, ia mendapat penghasilan yang banyak. Di dua bulan usia pernikahan mereka, Kim Bum suadah mampu membili Appartman sederhana

“Bum-ah sebenarnya kau mau memberiku hadiah apa sih?” Tanya So Eun penasaran yang mata nya ditutup oleh Kim Bum.

“Sebentar lagi kau akan tau… “Ucap Kim Bum. Dan…

“Kejutan!!!!” Serunya sambil membuka mata So Eun. So Eun melihat sekitar, mereka berada didalam sebuah ruangan yang asing dan nyaman untuk di tinggali. Yah Kim Bum membawanya ke sebuah Apartman sederhana. Namun lebih nyaman di bandingkan di rumah kontrakan.

“Bum-ah ini rumah siapa??”

“Ne.. Ini rumah kita sayang.. milik kita, dan mulai sekarang kita akan tinggal disini, apa kau suka?” ucap Kim Bum. So Eun yang senang langsung memeluk Kim Bum.

“Aku suka sekali.. Bum-ah terima kasih” ucap So Eun terharu.

“Aku hanya ingin kau mendapatkan sesuatu yang terbaik, apapun itu akan aku lakukan untukmu dan untuk saat ini aku hanya bisa memberikan ini mungkin ini belum yang terbaik untukmu” ucap Kim Bum.

“Anni… Bum-ah ini sudah lebih dari cukup. Sudah aku bilang, asal selama bersamamu itu sudah yang terbaik untukku. Selebihnya aku tidak perduli. Kau harus ingat itu” Ucap So Eun.

“Ne.. Aku akan selalu mengingatnya..” Ucap Kim Bum.

“Heemm Bum-ah.. Karena kau sudah memberiku hadiah ini, bagaimana kalau aku juga memberimu sesuatu?” Ucap So Eun sambil merangkul leher Kim Bum.

“Apa?” Tanya Kim Bum.

“Terserah kau, apapun yang kau mau dari ku, aku akan memberikannya,” ucap So Eun dengan eksen menggodanya. Kim Bum mulai menyunggingkan senyumnya.

~HAP~

Kim Bum meraih pinggang So Eun, untuk menutup jarak diantara mereka. Sementara So Eun menaikkan kedua telapak kaki nya ke atas telapak kaki Kim Bum.

“Aku akan memintanya sekarang juga, tapi tidak disini dan kau harus siap untuk memenuhinya” ucap Kim Bum smirk lalu mencium bibir So Eun dan berjalan masuk ke kamar.

***

“Huweekk…huweekkk..huh..huh..”

Kim bum terbangun mendengar suara So Eun di kamar mandi yang sepertinya sedang muntah-muntah. “Sayang kau sakit?” ucap Kim Bum cemas.

“Perutku mual, dan badan ku lemes Bum-ah” jawab So Eun lemah.

” Ayo sebaiknya kita ke dokter!!”

Kim Bum pun langsung membawa So Eun ke Dokter.

“Selamat.. Istri anda saat ini sudah hamil, sekarang usia kehamilannya 4 minggu” ujar Dokter.

“Jadi… Istri saya hamil? Dokter anda tidak bercandakan” ucap Kim Bum terkejut.

“Tuan Kim mana mungkin saya bercanda, Istri Anda memang sedang hamil sekarang.. Apa anda tidak senang?”

“Ani…ani.. Dokter ini sungguh berita yang paling membahagiakan dalam hidup saya…” Ucap Kim Bum.

“Sayang, sebentar lagi kita akan punya anak” ucap Kim Bum pada So Eun dan memeluknya. “Terima kasih sayang… Terima kasih… “.

7 bualan kemudian.. Perut So Eun sudah membuncit

“Bum-ah ayo kita berfoto” pinta So Eun.

“Ne… Siap yah.. Sekarang aku akan menfotomu dulu” ucap Kim Bum

“Bum-ah aku mau berfoto tapi tidak mau begini..”

“Lalu kau mau foto seperti apa?” Bingung Kim Bum. So Eun tersenyum. Lalu ia membuka lemari dan mengambil dress miliknya.

“Ini… Kau harus pake ini dress ini… Dan aku mau pake kemejamu yang ini ehehe” ucap So Eun.

“Mwo!!! Sayang.. Jangan bilang kalau kau sedang ngidam?” Ucap Kim Bum,

“Hehehe” So Eun hanya nyengir dan mengelus perutnya, wajahnya begitu menggemaskan. Kim Bum menarik nafas. Dan hanya bisa menuruti permintaan So Eun. Kim Bum memakai dress So Eun dan So Eun memakai kemeja Kim Bum. Merekapun mulai berfoto.

***

Malam ini seusai pertandingan, tidak seperti biasanya, Kim Bum merasakan sakit di kepalanya. “Bum-ah kau kenapa?” Tanya So Eun khawatir melihat Kim Bum yang memegangi kepalanya.

“Tidak apa-apa, palingan hanya sakit kepala biasa” ucap Kim Bum

“Kau harus periksa kedokter” ucap So Eun.

“Tidak Sso… Aku baik-baik saja”

“Aku tidak mau tau pokoknya besok kau harus periksa ke Dokter” paksa So Eun.

—-

“Jadi bagaimana Dok?, saya sakit apa?” Tanya Kim Bum setelah diperiksa oleh Dokter. Sementara So Eun menunggu diluar.

“Begini Kim Bum, karena bentur-benturan yang sering menimpa kepalamu, ada pendarahan didalam selama ini tanpa kau rasakan, sehingga darah itu membeku di otak mu” jelas Dokter.[Author bingung mengenai ini kkk]

“Tapi ini bukan masalah yang serius kan Dok?” Tanya Kim Bum.

“Kau harus berhenti bertanding Bum. Karena kalau kapalamu kembali terkena pukulan-pukulan keras.. Aku tidak bisa menjamin kau bisa selamat atau tidak” terang Dokter(dokternya udah kenal lama sama Kim Bum).

“Apa tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya,” ucap Kim Bum, Dokter menggeleng.

“Kau harus mencari pekerjaan lain dan berhenti bertanding” saran Dokter.

“Baiklah kalau begitu saya pamit dulu, terima kasih” ucap Kim Bum.

“Bum-ah bagaimana hasilnya, kau baik-baik saja kan, Dokter… suami saya baik-baik saja kan?” Tanya So Eun khawatir saat Kim Bum sudah keluar dari ruang pemeriksaan bersama Dokter.

“Iyah Sso aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan… Iyaa kan Dok” ucap Kim Bum.

“Ne.. Kim bum hanya butuh istirahat saja” ujar Dokter meng-iya-kan ucapan Kim Bum. Kim Bum sebelumnya sudah meminta kepada Dokter agar tidak mengatakan hal yang sebenarnya kepada So Eun mengenai kondisinya.

“Syukurlah… Sebenarnya kau itu selalu membuatku khawatir dan ketakutan tiap kali bertanding… Bum-ah sebaiknya kau berhenti saja yah, jangan bertanding lagi…” Ucap So Eun.

“Sebaiknya kita bicara kan di rumah saja, ayo kita pulang” ajak Kim Bum.

***

Malam itu So Eun mendapat telepon dari rumah nya, pelayan rumah So Eun, mengabarkan kalau Ayah nya sakit dan ingin sekali bertemu dengannya.

“Siapa yang menelpon? Kenapa wajahmu jadi sedih begitu?” Tanya Kim Bum yang bingung melihat perubahan wajah So Eun setelah menerima telepon.

“Tadi pelayan rumahku yang menelpon,… Bum-ah Appa sakit.. Apa aku boleh menjenguknya?” Ucap So Eun.

“Appa mu sakit?.. Aisshh Sso kalau kau mau menjenguknya kau boleh pergi kok, tidak harus meminta ijin padaku, karena bagaimana pun juga dia itu orang tua mu dan aku tau kau juga sangat menyayangi Appa mu” ucap Kim Bum.

“Jinjja!!.. Aku boleh menjenguk Appa ku??” Senang So Eun. Kim Bum mengangguk tersenyum.

“Kalau perlu aku akan mengantarmu” ucap Kim Bum.

“Tidak usah Bum.. Aku akan menelpon sopir dari rumah untuk menjemputku” tolak So Eun, mendengar penolakkan So Eun, wajah Kim Bum terlihat sedih.

“Bum-ah aku tau niat mu baik, tapi kau tau sendiri kan bagaimana sikap Appa ku kepadamu?.. Aku hanya tidak mau kau di perlakukan semena-mena oleh Appa ku, Aku mencintaimu dan aku juga menyayangi Appa ku. Sangat sulit dan menyakitkan bagiku melihat kedua orang yang aku cintai dan aku sayangi bertengkar di depan mata ku… Bum-ah kumohon mengertilah posisiku” ucap So Eun.

“Ne,, aku tau sayang… Ya sudah sebaiknya cepat lah telepon supir dan bersiap-siap” ucap Kim Bum.

“Malam ini aku menginap disana yah” pinta So Eun.

“Ne…” Jawab Kim Bum singkat.

@pagi

Pagi-pagi So Eun sudah kembali pulang ke Apartman, wajahnya terlihat bahagia setelah mengunjungi Appa nya. Nam Gil ikut So Eun. “Appa tunggu dulu diluar yah, aku bicara dulu sama Bum-ah” ucap So Eun pada Nam Gil. Nam Gil menggangguk, ia sedikit menyunggingkan senyum yang sulit diartikan saat So Eun akan masuk.

Ketika akan membuka pintu, So Eun heran karena pintu tidak terkunci. Ia langsung masuk ke kamar ia melihat baju berserakan di lantai dan melihat Kim Bum masih tertidur bertelanjang dada, So Eun mendekati Kim Bum, seketika mata nya langsung melotot saat menemukan satu anting wanita yang menempel dibantal membuat perasaan So Eun semakin kacau. Ia masih berfikir sampai mendengar bunyi dari dapur. So Eun langsung kedapur.

“Kau!!!” Kaget So Eun bercampur amarah ketika melihat seorang wanita yang memakai dress tidurnya dan sedang membuat kopi. So Eun ingat sekali, dia adalah wanita yang dulu di klub malam waktu itu (baca part 1). Wanita itu tersenyum sinis pada So Eun, sambil ia menyesap kopi nya

“Dasar wanita jalang!!! Apa yang kau lakukan dirumahku!!! Dan berani sekali kau memakai pakaian tidurku!!!” Amarah So Eun.

“Kau tanyakan saja pada suami” ucap wanita itu.

Kim Bum yang mendengar kegaduhan, membuatnya terbangun, ia kaget ketika mendapati dirinya tertidur dengan telanjang data. “Kenapa aku seperti ini??” Tanya batinnya. dan keluar kamar

“Sayang kau sudah pulang.” Ucap Kim Bum. “Heh? Kenapa dia ada disini?” Bingung kim Bum.

“Kim Sang Bum dasar kau brengsek!!!” Dengan penuh amarah So Eun memukul-mukul Kim Bum. Kim Bum yang sungguh tidak tau menau apa yang terjadi, ia berusaha menenangkan So Eun yang terus memukul dirinya.

“So Eun.. So Eun tenang lah… Kau ini kenapa???” Ucap Kim Bum sambil terus berusaha menghentikan So Eun yang memukul dirinya. So Eun berhenti dan menatap Kim Bum dengan penuh amarah.

“Kenapa kau bilang??… Aku pulang pagi-pagi dan melihat wanita lain bersama suami ku dirumah… Dan kau bilang kenapa… Kau brengsek Kim Bum!!!… ”

“Sungguh aku tidak tau kenapa wanita itu ada disini.. Aku benar-benat tidak tau… So Eun percaya lah padaku…” Ucap Kim Bum. “Hei kau katakanlah siapa kamu? Dan apa yang kau lakukan dirumahku” Kim Bum melontarkan pertanyaan pada wanita itu.

“Kim Bum kenapa kau pura-pura tidak tau apa yang sudah kita lakukan semalam, kau pria yang hebat… Apa aku perlu menjelaskannya pada istrimu” ucap wanita itu, semakin memancing emosi So Eun.

“Hiks… Hidupku sudah hancur.. Aku begitu bodoh nya percaya dan menyerahkan hidupku pada pria brengsek sepertimu… Hidupku bener-benar sudah hancur…hiks..hiks… Aku…aku.. Lebih baik aku mati saja!!!” So Eun yang kalap langsung berlari menunju arah jendela. Ia membuka jendela dan berniat lompat. Namun dengan sigap Kim Bum langsung menahannya.

“So Eun hentikan!!! Jangan lakukan itu!! Aku tidak mau kehilangan dirimu dan anak kita” seru Kim Bum sambil memegangi badan so Eun yang terus berontak ingin bunuh diri.

“Lepaskan!!! Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu!!! Biar kan aku mati!!!” Teriak So Eun.

Nam gil yang sebenarnya sudah mendengar kegaduhan didalam, ia akhir nya masuk. “So Eun ada apa? Apa yang terjadi?” Seru Nam Gil menghampiri.

“Appa… Aku malu padamu.. Harus nya aku percaya padamu… Aku malu Appa.. Lebih baik aku mati saja hiks…” Tangis So Eun.

Nam Gil langsung menarik So Eun dari Kim Bum. “Jangan lakukan itu sayang.. Appa selalu bersamamu, kau jangan mengakhiri hidupmu hanya karena dia.. Kembali lah pada Appa..” Ucap Nam Gil memeluk So Eun. Disaat itu pula Nam Gil tersenyum penuh kemenangan sambil melirik Kim Bum.

Kim Bum pasrah, ia tak mampu berbuat apa-apa. So Eun membencinya, So Eun tidak lagi mempercayainya. Ia merasa kehilangan segalanya dalam hidupnya.

“Appa ma’af kan aku hiks…hiks.. Bawa aku pergi dari sini, aku tidak mau melihat pria ini hiks…hiks…” ucap So Eun sesenggukkan dalam pelukkan Nam Gil.

“Ne.. So eun… Ayo kita pergi sekarang” ucap Nam Gil. So Eun yang ingin cepat-cepat keluar dari rumah, ia berjalan lebih dulu keluar.

“So Eun tunggu….” Panggil Kim Bum tapi So Eun tak memperdulikannya. Ia sudah keluar.

“Heiii.. Kau sudah kalah… Dan akhirnya aku yang menang… Mulai sekarang jangan pernah menemui So Eun lagi,.. Aku akan berbuat hal yang lebih menyakitkan lagi untukmu.. Jika kau berani menemuinya lagi” Ancam Nam Gil. Ia melirik sebentar ke arah wanita itu, sambil tersenyum sebelum akhirnya benar-benar pergi.

End Flasback

“Setelah hari itu aku merasa hidup ku dan semua impianku hancur seiring dengan kepergian So Eun. Tapi aku teringat anakku yang saat itu ada berada dalam kandungannya. Terlebih lagi saat aku mengetahui rencan ayah So Eun yang ingin membunuh So Bum, buah cinta kami. Karena dia aku bertahan. Bertahun-tahun aku berusaha melindunginya. Itu lah alasanku kenapa aku tak pernah menceritakan ini pada siapapun, apa lagi So Bum. Aku tak mau So Bum kecewa saat tau kalau Eomma nya masih ada tapi ia tidak bisa bersama eomma nya.. Aku…” Terang Kim Bum, ia berhenti melanjutkan kalimatnya, mata nya melihat ke pintu kamar.

“Ada apa Bum?” Tanya So Min bingung karena Kim Bum berhenti berbicara.

“So Bum…” Gumamnya. Yah ternyata So Bum yang terbangun dari tidurnya, kini ia sedang berdiri di depan pintu. So Bum mendengar itu, ia mendengar kalau ibu nya masih hidup. So Min ikut terkejut mendapati So Bum.

“Benarkah itu appa?? Eomma So Bum masih hidup” tanya So Bum. Kim Bum mendekati So Bum, ia berjongkok mensejajarkan dirinya dengan So Bum.

“So Bum ma’af kan appa… Apa hanya….”

“Appa menangis..” Gumam So Bum memotong ucapan Kim Bum.

“So Bum” ucap Kim Bum. So Bum langsung memeluk Kim Bum dengan tangan mungilnya.

“Appa.. So Bum takut, So Bum takut kalau So Bum harus pisah dari Appa. So Bum memang ingin Eomma, tapi kalau So Bum hanya tinggal dengan Eomma, lebih baik So Bum tidak punya Eomma. So Bum mau bersama Appa…. Appa.. So Bum takut…” Oceh So Bum.

“So Bum jangan berbicara seperti itu… Eomma So Bum sangat sayang dengan So Bum…” Ucap Kim Bum.

“Kalau Eomma sayang So Bum, kenapa Eomma pergi dan tidak tinggal bersama kita?.. ” Tanya So Bum. Kim Bum tak mampu menjawabnya.

“Aahh kau harus tidur… Kenapa So Bum bangun?” Ucap Kim Bum mengalihkan.

“So Bum mimpi buruk, saat So Bum bangun so Bum tidak melihat appa, jadi So Bum mencari Appa” ucap So Bum.

“Ya sudah ayo kita tidur.” Kim Bum menggendong So Bum.

“So Min ini sudah malam, kau pulanglah… Terima kasih untuk hari ini…” Ujar Kim Bum.

“Ne, kalau kau butuh bantuanku… Kau jangan sungkan yah… ” Ucap So Min lalu pulang.

@@@

So Eun dan Nam Gil sedang berada di kantor pengacara, dengan bantuan hukum mereka akan mengambil So Bum. Mereka sedang merencanakan strategi.

“Tidak… Tidak mungkin mengatakan kebohongan seperti itu… Kim Bum tidak pernah sekalipun memukulku atau pun menganiaya aku..” Ucap So Eun. Pengacara nya meminta agar nanti di pengadilan, So Eun bersaksi kalau selama berumah tangga dengan Kim Bum, So Eun selalu mendapatkan kekerasan fisik. Tapi So Eun yang merasa memang Kim Bum tak pernah melakukan hal itu. Ia menolak mengatakan itu.

“Nona So Eun, kita butuh sediki tak tik yang dapat menjatuhkan Kim Bum. Agar dapat memenangkan kasus ini. Ini demi anak anda” ucap pengacara.

“Tapi bukan dengan berbohong seperti ini…”

“Eunnie.. Apa susah nya kau berbicara seperti itu, pria itu sudah menyakiti hatimu. Apa kau masih mau membelanya.” Ucap Nam gil.

“Aku tidak bermaksud untuk membelanya, hanya saja…”

“Eunnie kalau kau menginginkan anak mu kembali. Kau harus melakukan ini. Kalau tidak, maka kau akan kembali kehilangan anakmu” ucap Nam Gil menyakinkan So Eun.

“Ne.. Baiklah akan aku lakukan” pasrah So Eun.

***

So Eun sudah berada didepan rumah Kim Bum, ia mengetuk pintu. Dan ternyata So Min yang membuka pintu nya.

“Aku ingin bertemu dengannya” ucap So Eun dingin.

“Dia? Dia siapa?” Pancing So Min.

“Kim Bum” jawab So Eun.

“Oh… Masuklah..” Ajak So Min

“Aku kesini hanya untuk menyerahkan surat ini” kata So Eun pada Kim Bum.

“Apa ini?” Tanya Kim Bum.

“Surat panggilan dari pengadilan, aku ingin hak asuh So Bum.”

“So Eun tidak perlu seperti ini, kita bisa mengasuh nya bersama-sama…”

“Aku ingin hak asuh So Bum sepenuh nya, aku tidak ingin anak ku di asuh oleh pria macam dirimu!!!” Sinis So Eun, Kim Bum berusaha sabar dengan ucapan So Eun, berbeda dengan So Min yang terlihat kesal dengan sikap angkuh So Eun. So Min berusaha membela Kim Bum.

“Heii… Kau tidak bisa melakukan ini, Kim Bum yang sudah mengasuh So Bum dari bayi. Kau tidak boleh memisahkan mereka” ucap So Min.

“Kau orang asing… Jangan mencampuri urusan kami!!!… Kedudukanmu hanya seorang wanita simpanan pria ini” Marah So Eun. So Min marah mendengar perkataan So Eun tentang dirinya.

“Heh wanita simpanan kau bilang??.. Ne, kalau aku benar menjadi wanita simpanan dari pria behati mulia seperti Kim Bum, aku saungguh akan sangat bersyukur. Begitu lebih baik, dari pada aku harus menjadi istrinya yang kabur dan meninggalkannya. Istri macam apa itu…” Gantian So Min yang Emosi. So Eun marah merasa di hini oleh So Min ia pun mengangkat satu tangannya ingin menampar So Eun.

“Jangan So Eun…” Ucap Kim Bum mencegah dangan memegang tangan So Eun yang hampir menampar So Min. So Eun melihat tangan Kim Bum yang memegang tangannya, ia melihat jari manis Kim Bum yang masih memakai cincin pernikahannya.

“Lepas.. Jangan lagi kau menyentuhku dengan tangan kotormu” So Eun menghempaskan tangan Kim Bum.

“Kau itu benar-benar….” So Min yang ingin melakukan sesuatu terhadap So Eun, lagi-lagi di ditahan Kim Bum.

“So Min sudahlah..” Kim Bum memegan kedua pundak So Min.

“Tapi Bum.. Dia…”

“So Min..” Mohon Kim Bum.

So Eun yang melihat kedekata Kim Bum dan So Min, jujur ia merasa cemburu. Rasa benci yang menguasai dirinya terhadap Kim Bum. Mebuatnya gengsi untuk menunjukkan rasa itu.

“Kalian membuat ku muak..” Ejek So Eun. “Kita akan bertemu lagi di pengadilan.” Ucap So Eun sebelum akhirnya ia pergi dari rumah Kim Bum.

“Lepaskan aku Bum… Aku akan mengjarnya” pinta So Min.

“Kau mau apa?”

“Kita harus mengatakan yang sebenarnya pada So Eun, dia harus tau apa yang sudah ayah nya lakukan terhadapmu dan So Bum.” Ucap So Min.

“Ku mohon jangan sekalipun kau mengatakan itu pada So Eun.” Ucap Kim Bum.

“Tapi kenapa?”

“So Eun sangat menyayangi Ayahnya, aku tidak ingin ia merasa sedih dan kecewa karena sikap ayah nya, aku tau selama ini So Eun pasti menderita karena terpisah dari So Bum. Aku tidak mau So Eun semakin sedih karena kenyataan tentang ayah nya. Aku tidak mau So Min… Aku tidak mau….” Ucap Kim Bum sedih. So Min semakin miris melihat keadaan Kim Bum.

“Kau masih mencintainya.. Kau sangat mencitainya Bum… Aku tak habis pikir kenapa So Eun begitu mudahnya percaya pada ayah nya… Aku iri pada nya…” Ucap So Min. Kim Bum menatap So Min.

“Kumohon jangan katakan apa-apa pada So Eun” mohon Kim Bum. So Min langsung memeluk Kim Bum.

“Kau bodoh.. Kau pria paling bodoh yang pernah aku temui… Hiks…hiks…” Ucap So Min bercampur haru dan kagum.

To Be Continue

Posted on November 28, 2013, in fanfiction. Bookmark the permalink. 133 Komentar.

  1. Aurellia Michelle

    oke part ini sukses ya bikin nyesek sama galau -_-

  2. Tetep aja mereka blum bersatu

  3. eon Atty…. mimi come back egen!!!!
    wah../ ceritanya makin seru kasian mereka bertiga jadi terpisah dan yang lebih parah Sso nya jadi benci sama bum-ah nya.

    1 part lagi …..

  4. sedih banget,rasanya nyesek bnget.

  5. Hiks hiks nyesek bca’y… ;( ksian bum,ksian jg sso,mrka sm” tersiksa.. Appa’y sso bner” jahat..

  6. makin seru crita nya

  7. Tuh kan..ah disini kimbum ksihan banget, soeun sadarlah~😦 hiks sedih banget deh baca ff ini..

  8. aduhhhh kapan bersatunya ini????!😥

  9. Kasian banget bum disini, bacanya ampe pngen nangis…

  10. sedih ngeliat bumsso masih brtengkar, dan belum bersatu kembali😦

  11. nih crita bner buat q galau…
    bumsso ny lma bgt gk akur” ditambah ayahny sso jg jahat bgt.. semua buat prasaan q jd nano”

  12. Hati kim bum mulia banget,dia rela difitnah mertuany agar so eun tdak sedih,kasihan kim bum.

  13. Hati kim bum mulia banget,dia rela difitnah mertuany agar so eun tdak sedih,kasihan kim bum harus berkorban begitu bnyak.

  14. Hiks.. Nyesek Bgt bacanya😥 , sso aku yakin wanita yg sm kimbum dirumah waktu dulu itu bukan apa2nya bum , pasti bum di jebak dan kau salah paham:-/ , secara keliatan bgt klo bum tuh sgt mencintai sso jd gk mungkin dia ngelakuin itu:-/

  15. Sedih banget part ini.. Sso belum paham dg semua ini..:( kasihan kim bum nya..

  16. kasian kimbum, part ini bikin nyesek

  17. aaah sedih bgt si nam gil jahat bgt so eun hrus percaya sma kim bum smoga so bum bsa ngebalikin so eun sma kim bum

  18. Sedih banget sama kisah cinta bumsso, jahat banget aya soeun nyaaa, pengen aku pugul deh itu kakek2 misahin orang yang saling mencintai😦

  19. Wiwid cahyanti bumsso

    Hikz,,,hikzz
    sedih bnget

  20. Huaaa aku kasihan sm bumppa…;(;(;(

  21. so eunnie msh keras hti nya..appa so yg bgtu jahat n bumpa yg sllu mngalah..hiks ..gmn akhir cerita nya?

  22. Astaga sso blm sadar klo appa nya bersalah hups…..

  23. CKck bumpaa so jd pahlawan ksiangn. Phl tinggl ktkn yg jujur dan beres.. HUftt

  24. Auh num stop jd pahlawan ksiangn tinhl ktkn dan smw beres wkwk npa dbkin rumit. Dri td td dah komen thu masuk thu kga huftt

  25. Fatma Anatasha Moore

    Bumppa baik banget , gak mau sso eonnie tau kelakuan ayahnya. Nyesekkkkk bngeeeet…..

  26. Pengen gw tonjok aja tuh orang tua, tega banget tu orang hancurin kebahagiaan anaknya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: