I want a Mommy and you a Daddy [part 4 end]

I want  a mommy dan you a daddy

Author: Shadow

Main Cast: Kim Bum & Kim So Eun

OC: Kim Sang Jo & Kim So mi

Gendre: Romance, Drama Family

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

@@@

Dua bulan kemudian

Sang joon semakin lemah fisiknya, dokter sangat takut kalau anak ini menjadi kurang gizi dan otaknya mengalami stagnasi…

appa dan omma kimbum hanya menangis setiap hari… haraboji kimbum pun sangat kuatir dengan buyutnya itu… mereka sudah mencari orang untuk menemukan soeun…tapi belum menemukannya karena minimnya data diri soeun yang ada…

Satu hari karena kesehatan sangjoon yang terus menurun membuat kimbum terpaksa datang ke sahabatnya Lee Min hoo… dan menanyakan kasus soeun di sekolah TK yang dikelolanya yaitu anak perusahaan Shinwa Group…

Lee Min Ho sangat kaget terjadi kasus seperti itu.. dan langsung memanggil semua staff yang ada dan membongkar paksa back up data yang ada dan langsung diberikan kepada kimbum… semua staff yang terkait beserta bukti yang ada semua dikeluarkan langsung saat itu juga dengan tidak terhormat…. bahkan mereka tidak boleh kembali menginjak gedung TK lagi… sedangkan barang mereka yang masih tertinggal di sekolahan akan dikeluarkan oleh staff khusus  yang dikirim dari kantor pusat…

Lee Min Ho sangat malu dan berterimakasih dengan Kimbum dalam hal ini … kimbum pun berterimakasih…

Akhirnya ditemukan dimana soeun mengajar… sebuah sekolah negeri miskin di sebuah pulau pinggir pantai … kimbum tidak percaya apa yang dibacanya… kurang ajar bathin Kimbum… sesak rasa dadanya ini.

Berkat data yang di dapat … Dalam 3 hari soeun sudah bisa di jemput appa dan omma kimbum ( yang memohon soeun untuk datang menjenguk sang joon yang sakit parah)… soeun jadi panic mendengarnya…

‘bagaimana ini anak-anak muridnya siapa yang akan mengajar nanti’ batinnya… tapi soeun juga sayang sekali dengan sangjoon… sudah seperti anaknya sendiri… tapi untunglah kepala sekolah mengerti dan mencari pengganti soeun sementara…

Di rumah sakit

Sso menangis melihat sang joon dipeluknya erat-erat anak itu sudah seperti anaknya sendiri…

“hi sangjoon Ibu soeun datang menjengukmu… kau harus sehat ya..nak. “

“omma… bawa sang joon bersama somie… omma aku mau ikut… omma soeun… jangan tinggalkan aku… omma … omma…” Igau sang joon, soeun jadi ikutan menangis terharu…

“dok… boleh selang –selang ini dilepas?” Tanya sso kepada dokter yang menangani sang joon…waktu mampir untuk memeriksa sang joon

“aku mohon dok… biarlah ia ikut bersamaku sementara… aku akan memulihkan kondisi fisiknya… percayalah padaku dok…” mohon soeun pada tim dokter sambil menggendong sang joon…

Tim dokter memandang ke appa dan omma kimbum…

“lakukan saja dokter… ikuti kemauan nona itu…” semua langsung memandang kearah suara … haraboji kimbum…

“kau yakin nona soeun,?” tanya hareboji… Soeun pun menganggukkan kepalaku… “ne… haraboji”

“aku percaya padamu cucuku… kau mirip sekali dengan omma sangjoon … walau bukan secara fisik…kalau begitu  bawala sang joon bersamamu… rawatlah dia bersama somie anakmu… karena itulah yang diingininya selama 3 bulan ini… sungguh kasihan anak ini menjadi korban dari sekolah… ani… tapi  dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab“

Soeun sangat gembira… “gamsahamnida haraboji… jeongmal gamsahamnida… “

“aku yang seharusnya berterimakasih soeun-na…kau yakin ingin kembali ke desa  di pulau Makpo?”

“ne. haraboji … aku tidak bisa meninggalkan murid-muridku… mereka sangat berarti bagiku…”kata sso sambil tersenyum…

“aku ikut denganmu soeun-a… biar aku tidak digaji… bawalah aku besertamu… nak soeun… “ Kata ajhuma

“ajumma …” mereka pun berpelukkan…”ajumma sehat?” Tanya sso dengan khawatir…” mangapa ajuma tampak kurus dan pucat?”…

“ajumma sedih melihat sang joon yang merindukan nona dan somie..sampai tidak nafsu makan, nona soeun” …

“haraboji, ajushi, ajumma…. apakah aku boleh membawa sangjoon dan ajumma ke desa dimana aku mengabdi?” tanya soeun

mereka tampak berembuk dulu … lalu … “bawalah mereka nak soeun kami sangat mempercayakan mereka padamu… jagalah dan rawtlah mereka…tolonglah kami orangtua ini… gamsahamnida nak soeun… gamsahamnida…”

pak Jang juga tampak kurus dimata sso…”pa Jang sakit?” Tanya sso sepanjang perjalanan menuju stasiun…” tidak nona terimakasih atas perhatiannya… pak Jang hanya sedih… melihat sang joon ditinggal nona soeun jadi sakit-sakitan … tiga bulan tidak sekolah… hanya di raanjang sepanjang hari… sso pun menangis mendengar cerita pak Jang…

sso memeluk sangjoon dengan erat dan mengelus-elus punggungnya…

Rumah sakit

Kimbum

Membawa mainan dan burger kesukaan sang joon… Saat melihat ranjang sang joon kosong… kimbum panic sekali… langsung ke ruang istirahat dokter yang menangani  sang joon sambil ngos-ngosan…

“dimana sang joon dokter?”

Semua hanya tersenyum…

“jangan kuatir bum,… sangjoon sudah bahagia bersama ajuma dan ommanya… dia sedang berangkat ke desa”

“omma… omma soeun maksud haraboji?”

“ne…” jawab haraboji, appa, omma kimbum, dan dokter sangjoon…

“aku akan menyusulnya… appa aku cuti… “ …

“bummie kita akan bicara nanti arrasso?”

“dokter kami berterimakasih… atas semua usaha anda dalam merawat sang joon… dan sekarang kami permisi pulang… silahkan anda beristirahat…”haraboji pamit bersama omma dan kami semua…

Setibanya di rumah kimbum

Omma langsung ke dapur mencari para ajuma dan ajushi untuk mengurus makan malam bersama…

Di ruang kantor kimbum

“appa, haraboji  aku akan menyusul eunnie dan sang joon sekarang …ijinkan aku… ’

“tunggu dulu bummie… sabar… tadi soeun pesan kau tidak perlu menyusulnya… ia berjanji akan memulihkan kesehatan sangjoon seperti sediakala… mohon percayalah padanya…beri dia kesempatan… dia juga berpesan kau tidak usah khawatir… kau bisa tenang menikah dengan yoona tanpa usah mengkhawatirkan sangjoon … karena soeun akan merawatnya dengan bersungguh-sungguh … seperti anaknya sendiri walau harus merawatnya bertahun- tahun lamanya bahkan sampai sang joon dewasa…” kata haraboji

Kimbum sangat marah… “appa, haraboji … aku tidak mencintai yoona,… gadis yang tidak bermoral  itu!!!”

Kimbum pun menceritakan kepada appa, omma, dan haraboji semuanya termasuk apa yang sebenarnya menimpa diri soeun… sejak awalnya…

Haraboji menimpali… “soeun memang gadis baik… aku tahu itu sejak pertama aku bertatapan wajah dengannya… aku sangat bangga ia mau mengurus sang joon… seperti ibunya sendiri… ia sangat berbakti dan mengabdi…”

“yap… kau benar yaebo…. aku pun sangat suka melihatnya…ia  begitu lembut, sopan, sabar, jernih, tanggap terhadap situasinya… berjerih lelah, tanpa pamrih, suka berkorban bagi orang lain… gadis yang sempurna ntuk menjadi sosok ibu…’kata appa

“ia memberi aura positif kepada orang-orang di sekitarnya… memberi rasa nyaman… memberi kedamaian dengan senyuman nya yang manis,… kata-katanya pun penuh ketulusan dan penuh rasa kasih…” Kata haraboji…

“aku ingin menikahinya appa, haraboji… aku mencintainya… aku jatuh cinta padanya sejak pertama aku bertemu dengannya… tapi karena informasi yang salah semuanya membuatku bingung dan melepaskannya…” kata kimbum penuh penyesalan …nyaris tak terdengar…

“apa kau yakin kimbum?” pancing appanya…”kau tidak menyesal dengan yonna? Ia begitu ‘ngotot’ mencintaimu…ia  begitu sexy, begitu menggairahkan…bukannya kau sudah tidur dengannya berkali-kali bummie?”

Kimbum terbelalak denga perkataan appanya…”appa…mengapa kau berkata seperti itu? Memang mungkin  yoona itu seksi dan seductive tapi setiap kali ia memintaku untuk melakukan’itu’ tubuhku tidak meresponiya sama sekali… otakku boleh dikatakan teransang  tapi organ-organku tidak bekerja sama sekali…walau ia sudah membuka pakaiannya… aku juga heran… seperti ada yang salah menurut batinku appa… sesuatu yang tidak diinginkan hatiku…”

“Maksudmu kau mengalami disfungsi pada organ’mu itu bummie… menuju kea rah impotensi?” haraboji menjadi simpati dan prihatin dengan kondisi fisik cucunya itu…

“haraboji… bukan itu maksud bummie… kalau bummie berada di dekat soeun, mencium harum tubuhnya yang wangi… mencium bibirnya ringan… aku langsung ingin melampiaskan hasratku… itu bukan hanya satu kali… bummie sampai harus bertahan, berjuang supaya tidak melukainya… tapi tidak dengan yoona… semakin dia responsive… semakin tubuhku merasa jijik dan menolaknya… sampai akhirnya dia marah padaku dan mengatai aku persis dengan apa yang dikatakan haraboji tadi!!! Dan bummie tidak bisa terima…haraboji…  bummie akan buktikan kalau soeun akan hamil lagi dari benihku…anakku …

“iya… iya ,… maaf bummie cucuku…haraboji mengerti kok …memang keturunan haraboji harusnya sehat dan kuat… haraboji setuju kau harus membuat soeun melahirkan benihmu… dan jangan nahya satu bummie… tidak cukup … paling tidak dua… kalian kan masih sangat muda… masih sangat perkasa bukan?” (lho kok kakeknya jadi ngelantur…?)

“sudah… balik ke pokok inti… bummie sekali lagi appa Tanya… kau harus berpikir jernih… kau tidak mau menikah dengan yoona?

“ne appa..tidak mau!!…karena  aku bukan mencari seorang wanita pemuas nafsu , tapi aku mencari seorang  istri… istri… seperti haelmonnie waktu masih hidup… seperti omma… aku ingin seorang istri dan ibu bagi sang joon…”

“kalau kau memang serius … appa dan omma akan melamarkan eunnie untukmu… karena itu kau tunggu saja bummie jangan bertindak gegabah..arrasso???. kita perlu melihat perasan eunnie.. apakah ia mencintaimu juga saat ini?”

*****

Soeun merawat sang joon seperti anaknya sendiri bersama somie… mereka sangat berbahagia…. ditambah ajumma yang setia menemani dan membantu soeun di rumah… membuat sangjoon segera pulih kesehatannya… dua minggu bersama di desa dekat pantai membuat sangjoon langsung bertambah 4 kilo gram…(banyak makan ikan segar…)

Seperti janji soeun..dua minggu kemudian. ia kembali ke seoul ke rumah appa dan omma kimbum…membawa sangjoon dan somie bersamanya… maksud soeun ia ingin mengembalikan sangjoon… dan kembali langsung ke desa… tapi …di rumah appa dan omma kimbum….

“soeun na duduklah nak disini” kata omma kimbum…

“ne …ajumma … gamsahamnida…”

“soeun-a… apa kau tidak pernah berpikir untuk menikah lagi?”

Soeun terdiam… membisu… hatinya sakit mendengarnya…apa maksud pertanyaan ajuma ini batinnya??

“soeun-a… bagaimana kalau kau menjadi mantu kami, pasti kita semua akan sangat bahagia…”

“benar nak soeun… kami dalam kesempatan ini ingin secara langsung melamarmu…mohon kau menerimanya…karena menurut pertimbangan kami semua sangat cocok dengan dirimu…”

“ajushi… ajumma… naneun … bukanlah  seorang gadis lagi,… naneun bukan pula seorang janda… naneun tidak pernah menikah… naneun memiliki anak tanpa status… bagaimana mungkin  keluarga berada  sederajad Anda memiliki mantu seperti naneun ini… sungguh mian… ajushi ajumma bukanlah seoun bermaksud lancang atau menggurui….tapi bukankah tidak lebih baik jika ajumma dan ajushi mempertimbangkannya lagi??? “ jawab soeun kebingungan tapi tetap dengan sopan…

“apakah kau tidak mencintai kimbum?”

“mencintai.???… bagaimana mungkin naneun berani mencintai putra tunggal ajushi dan ajumma… terpikir pun tidak pernah ajuma ajushi… sungguh… naneun tahu persis posisi naneun di masyarakat”…

“Ajushi… ajumma terimakasih untuk semuanya… jangan khawatir naneun akan merawat sang joon seperti anak naneun sendiri… janganlah memaksakan anak Anda untuk terlibat dalam masalah ini… menderita ditinggal omma sangjoon masih membekas di hatinya… yoona sebenarnya seorang gadis yang baik… aku tahu ia tulus mencintai kimbum … aku bisa melihat di sinar matanya…… ia pasti menjadi seorang ibu yang baik kelak hari … bahkan  jikalau diberi kesempatan ia bisa jauh lebih baik dari pada naneun …ajushi … ajumma…  secara status yoona lebih jelas… secara ekonomi… ia juga jauh lebih berada dan layak bersanding dengan ajuma dan ajushi…..secara fisik… wajah, penampilan tidak perlu naneun katakan lagi…”

Soeun berdiri memberi salam untuk pamit… karena jadwal kereta ke desanya sudah mau berangkat..

Sangjoon menangis…. menangis dengan pilu… seperti kehilangan seorang ibu…

“ottokeo ajumma ajushi…??? apa boleh aku membawanya kembali???” Tanya soeun berhati-hati karena merasa sedih dengan sang joon yg menangis…

“sudah ….sudah …  masalah kecil kok jadi rumit… soeun ku perintahkan kau menikah dengan kimbum… kau tidak usah banyak pikir… kami bertiga sudah memikirkan masak-masak… aku mewakili anakku, mantuku dan cucuku melamarmu sekarang… !!!” “apa kau tidak ada rasa hormat terhadap orang yang lebih tua??? Ani… apakah kau tidak ada perasaan sedikitpun terhadap sangjoon?” Kata haraboji akhirnya tidak pakai basa-basi

(soeun menggeleng kan kepalanya… bukan itu maksudnya… hatinya terlalu perih bila mengingat semua yang dilaluinya…ingin ia meneteskan air mata… tidak ada satu orangpun yang bisa menjadi tempat curhatnya… ia hanya bisa menarik napas panjang berkali-kali)

“soeun… apa kau bisa meninggalkan sang joon?” soeun menatap sangjoon yang sangat mirip dengan kimbum yang tampan… ia sangat sayang kepadanya… setiap melihat wajahnya ia seperti melihat kimbum… setiap memeluk sangjoon hangat rasanya seperti memeluk  kimbum … apapun mengingatkannya pada kimbum… tapi bila ingat yoona… hatinya sakit… ia bukanlah tandingannya… gadis desa miskin bekas dipakai laki-laki … itu yang dikatakan … mereka kepadanya… soeun memandang lantai dengan tatapan kosong…

“soeun kau belum memjawab pertanyaan ku!!” aku sontak kaget…

“haraboji aku bisa meninggalkannya..”. kataku berbohong …”karena  ia bukan anakku … ia hanya muridku..”. kataku datar… tapi hati ini sangat sakit… aku berdusta… aku mencintainya… anak itu seperti lahir dari rahimku sendiri… aku menundukkan wajahku aku permisi menggandeng somie untuk keluar dari rumah itu menuju ke pintu gerbang luar.

Baru aku melangkah empat langkah… “mengapa kau berbohong eunnie… gadis lugu sepertimu itu tidak pandai berbohong… matamu mencerminkan hatimu… kau mencintai anak ini, kau mencintai sang joon seperti juga engkau sebenarnya  mencintai kimbum di dalam hatimu… kau tidak bisa berbohong soeun… sampai kapan kau mau melukai hatimu? Sampai kapan kau menyiksa batinmu sendiri… ? apa kau berharap segera pergi dari kehidupan ini bersama penderitaan masa lalumu???apa yang  Aku katakan semuanya benar bukan soeun?… akubisa berkata  benar karena aku sudah berumur 80 tahun aku jauh lebih tua darimu… aku sudah makan banyak asam dan garam…” Geram haraboji

“sekarang aku tidak perlu jawabanmu… kau hanya perlu melakukan perintahku… kau tidak ada lagi pilihan…!!! kau harus menikah dengan cucuku Kimbum, menjadi omma bagi sangjoon buyutku, dank au harus melahirkan buyut baru bagiku segera… itu pula yang dijanjikan kimbum kepadaku … jika ia menikah denganmu… karena itu aku mau buyut… dan buyutku  harus lahir dari rahimmu sendiri… arraso?” Perintah dan paksa haraboji

Soeun membulatkan matanya kepalanya menjadi pusing sebenarnya apa yang telah terjadi???

“soeun kau dan somie masuk kedalam … ingat … kau tidak boleh kembali ke desa itu sebelum menikah dengan cucuku… dan mulai sekarang kau tidur di kamar kimbum… semua sudah dirapikan oleh ommonim dan ajuma di rumah ini… semua keperluanmu sudah ada… asal kau tahu… surat pengunduran dirimu sudah diajukan sejak kemarin dan sudah di acc oleh kepala sekolah dan semua instansi yang terkait… jadi kau seharusnya tahu tidak ada alasan untuk kembali.ke desa..barang-barang mu sedang diurus ajumma dan pak jang… kau  jangan khawatir!” ketegasan dan kegalakkan haraboji membuat  eunnie merasa lemas dan semua jadi berputar sehingga ia dibawa ajuma langsung masuk ke kamar kimbum…

kimbum yang mendengar semua itu tersenyum penuh kemenangan itulah sebabnya ia suka gaya haraboji-nya itu… dan sepertinya gaya itu sudah menurun pada kimbum…sekarang ini terutama dalam menagatasi eunnie…

“kimbum… sini…”

“ne … haraboji  arrasso”

Sampai di ruang tengah mereka semua tertawa…bahagia…  “sudah kubilang mantu… kau itu terlalu lembut… makanya tadi  kau jadi kalah …mau mgelamar malah dapat wejangan dari mantu… bukan kau yang menasehati dia … malah kamu yang diberi nasihat pula… kau lagi …tadi  appa kimbum… mengapa kau tidak membela istrimu? melakukan seperti yang aku lakukan ho?.. kau jadi lemah kan??? Kau jadi tidak tega kan??? Untung saja ada aku… memang aku selaluku berguna untuk kalian… makanya aku masih sehat sampai sekarang… masalah cucu kawin saja aku masih harus tangani… sekarang masalah sudah beres… ayo kita toas…jangan lupa kasih haraboji hadiah… kalian juga anak mantu semua… awas ya lupa..”

Kami bertiga semua tertawa karena model dan ulah kakek kimbum yang tegas ini…

Makan malam

“mana soeun…?” Tanya kakek ke ajuma pelayan

“tampaknya masih pusing tidak bisa turun dari ranjang…”

“baiklah …tolong buatkan bubur yang enak untuknya ajuma…”

“ne tuan besar…kami akan buatkan..”

“lalu kau  kimbum jangan lupa nanti bawakan buburnya  keatas.. jangan lupa disuapin…”

“oya, bum … karena kalian sudah pernah menikah… bila kalian melakukan itu juga tidak apa-apa lho semakin cepat semakin baik…  nah nanti malam kau garap saja supaya buyutku cepat lahir..lagi pula hal itu bisa membantunya mengatasi rasa pusing di kepalanya … dan kau harus ingat bahwa aku ini sudah tua…  aku mau tambah buyut…(wajah kimbum sudah seperti  kepiting rebus)  appa dan omma yang mendengar jadi tertawa…

“Appa sudahlah…memangnya kimbum boneka kau suruh sundul…dia sundul… nanti kau suruh garap … dia garap… kan tidak etis jadinya… pokoknya kau segera punya anak lagi bum kami juga mau nambah cucu…” Kata Appa

Semuanya tertawa… termasuk kimbum…

“Kimbum…. tapi point nya adalah appa sangat setuju dengan apa yang di ‘bisik-bisik haraboji mu itu’… sungguh tidak apa kau melakukannya… appa dan omma setuju dan kami mendukungmu sepenuhnya… kalau eunnie sudah sehat kalian langsung  urus catatan sipilnya jangan ditunda …lalu juga… jangan lupa untuk mengunjungi makam appa soeun, haelmonnie, untuk urusan ke rumah omma soeun biar diurus kami saja, mungkin lusa kami akan berangkat langsung dari kantor…dan rencana kami akan menginap semalam supaya pembicaraan bisa tuntas… setelah itu  pesta segera dilaksanakan…dan seharusnya kita adakan secara special tapi limited invitation saja supaya keluarga soeun tetap merasa nyaman dengan suasana pesta, dengan keberadaan keluarga kita dan para undangan kita… bagaimana???

“setuju…” kata  semuanya

Selesai makan…

“sudah sana bawakan buburnya bum… dia pasti lapar dari siang…dia itu tidak bisa stress..dibantulah sana…”

“ne… haraboji, appa, omma, kimbum masuk kamar dulu…”

*****

“sso… kau marah… kau kesal padaku?” Tanya kimbum…

Sso menatap mata kimbum… sambil merenung kembali apa yang dikatakan haraboji tadi…bahwa sesungguhnya  ia mencintai kimbum… sso akhirnya menggeleng…kimbum pun bernapas lega dan ikut tersenyum…

“kau tidak mau menjadi istriku sso… menjadi omma sang joon, so mie dan omma bagi anak-anak kita kelak?”

sso tersenyum manis… ia menjadi malu… “kau tersenyum sso… apakah artinya kau menerima lamaran haraboji?

Sso kembali tersenyum… kimbum merasa sangat bahagia… dipeluknya sso dengan erat… “saranghae sso… jeongmal saranghae… saranghamnida…”

“nado bummie…”

“gumawo sso…. jeongmal”

“ayo dimakan dulu sso buburnya… biar aku yang suapin…” dengan sabar kimbum menyuapi soeun satu suap demi satu suap sambil bercerita tentang sang joon dan somie yang semakin pintar… sampai selesai makan…

Selesai makan sso langsung mandi menggunakan air hangat… lalu langsung memakai piyama panjangnya yang hangat… dan kembali naik ke ranjang… badannya terasa letih dan ingin beristirahat, tidak lama kimbum kembali dari menaruh mangkok di dapur. Dan merebahkan diri di sebelah sso… sambil memainkan rambut sso…

“kau lelah sayang?”

“ne… kau tidak lelah bum???”

“aku rindu padamu sso… hampir empat bulan kita tidak bertemu…”sso menatap mata kimbum…ia yakin kimbum jujur padanya

“gumawo bum… kau merindukanku…”

Kimbum mendekatkan wajahnya ke soeun dan mulai mencium sso dengan hangat …. dan lama-lama semakin intens… semakin dalam… semakin bergairah…semakin panas… mereka berhenti untuk mengambil napas panjang…

“sso aku ingin lebih… aku ingin tubuhmu… “…mata sso membulat… mukanya menjadi merah jujur ia tidak pernah melakukan hal itu dengan benar sebelumnya… bahkan ia sangat takut…

“kau takut sayang?” soeun mengangguk… “aku tahu kau pernah trauma… kau menjadi trauma karena dia memperkosamu bukan? Dia yang mabuk memperlakukanmu dengan biadab!” sso menggigil… jika mengingat kejadian itu dan semua akibat yang di deritanya sampai saat ini…sso menarik napas panjang

“aku akan memperlakukanmu dengan lembut … aku akan membuatmu nyaman … bahkan membuatmu menikmatinya… percayalah padaku… kau layak mendapatkannya sso… “ Lanjut kimbum meyakinkan sso yang masih ragu…

Aku memeluknya dan menciumnya kembali seperti tadi … dan ia sudah mulai terbiasa dengan ciumanku… dan sudah merespon dengan baik tentunya… baru aku mulai tanganku mengeksplor tubuhnya dari bagian atas… dengan lembut dan berirama… benar-benar membuatnya terbuai dan mendesah…

”kau bisa menerimanya sayang?” tanyaku… sso mngangguk malu….

“tidak apa… kita pasti menikah… dan kau pasti akan terbiasa nantinya…(sambil terus mengeksplor intens)…kita membutuhkannya sso baik kau dan diriku… bahkan ini bisa membuat badan kita terasa ringan dari beban yang begitu berat” (sso mendesah lembut berirama… tangannya mulai mencari tubuh kimbum untuk dijadikan sandaran dan pegangan)

‘Kau menyukainya?” sso menganggukkan kepalanya sambil menutup matanya ia sudah menikmatinya… “kita akan lanjutkan ya…” sso kembali mengangguk kimbum tersenyum dan melanjutkannya sampai puncaknya… akhirnya sampai pada puncaknya baik dirinya dan sso…

“kau puas sayang?”… sso menganggukkan kepalanya sambil menderu napasnya ngos-ngosan… “aku masih menginginkannya sso… apa kau masih mampu?” sso menganggukkan kepalanya lagi… (jujur ini sangat menyenangkan … nikmat… dan membuat ketagihan… bathin sso berkata… aku akhirnya benar-benar mengalaminya… mengalami dengan benar… sungguh aku mencintai kimbum…)

Akhirnya sso bisa lepas dari traumanya dan pulih dari rasa tidak percaya dirinya…

Besok pagi semua berkumpul di meja makan…

“ayo semua duduk di tempatnya abonim silahkan… yaebo… silahkan kimbum duduk nak… somie… duduk di sebelah appa kimbum ya…(so mie bersemu merah sambil memandang wajah kimbum ajushi… kimbm memeluknya dan mencium pipinya…dan berbisik “panggil aku ‘appa’ mulai sekarang  araso?” so mie memeluk kimbum…dan…’appa’ saranghae… ‘appa’ jeongmal gomawo”) soeun-na kau dudk di sini… sang joon.kau disebelah haelmonnie dan omma soeun…(‘yeah!!! Sang joon tersenyum bahagia sambil memeluk soeun…”saranghae  ‘omma’”…” nado omma saranghae sangjoon”.. sambil memeluk dan mengelus sang joon) ayo kita mulai makan jangan lupa kita mengucapkan syukur atas berkat makanan ini…”

“ne…”… semua menjawab serempak

“ somie… sangjoon dengarkan… mulai sekarang kalian akan di sebut anak kembar … semua surat-surat akan diperbaiki dan kalian akan memulai status yang baru… semalam kakek buyut haraboji dan haelmonie mu sudah setuju… supaya kalian lebih mudah memperkenalkan diri… usia kalian pun tidak jauh berbeda… kalian lahir di tahun yang sama… bulan yang sama dan hanya terpaut 8 hari saja… sangjoon tanggal 12 desember dan so mie 20 desember…  arrasso?” somie dan sangjoon saling memandang, tersenyum manis berdua… lalu mereka toast dan pinky…membuat semua orang di meja itu tertawa…

“somie dan sangjoon.. appa dan omma kalian akan segera menikah!!! Nanti kalian segera memiliki adik… apa kalian setuju?”

“setuju kakek buyut…” kata mereka kompak…(sso yang menunduk malu)

“kalian ingin punya adik berapa?”

“satu perempuan…  “kata sang joon…

“ani… aku mau satu laki-laki…” kata somie tidak mau kalah…

“laki!”… “perempuan”… “laki-laki-laki-laki-laki-laki…”…”perempuan-perempuan-perempuan-pokoknya perempuan titik!” mereka pun cemberut… ngambek..

“sudah kakek buyut akan minta ommamu segera melahirkan dua adik untuk kalian … adik perempuan dan … adik laki-laki… siapa tahu omma mu beruntung mendapat anak kembar sepasang… seperti haelmonnie buyutmu kembar lho!”

“jinjja??? “ Tanya mereka penasaran… semua yang di meja menganggukkan kepalanya…. kecuali soeun karena tidak tahu…

“yeah…!!! kami mau adik kembar supaya kami bisa mendapatkannya langsung bersamaan laki-laki dan permpuan!!!”  soeun langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal…

Betapa bahagianya suasana di rumah itu

“oya… satu lagi… aku sudah tua…. aku tidak tahu perjalanan berapa panjang lagi… aku hanya ada satu permintaan… semoga kalian setuju… aku ingin kita semua tinggal di rumah ini bersama-sama… rumah kita masing-masing besar dan selama ini sendiri=sendiri… begitu sepi dan dingin … tapi lihat sekarang begitu bahagia rasanya…bagaimana menurut kalian?”

appa dan omma kimbum sangat setuju…mereka selama ini kesepian… sangjoon baru tinggal bersamanya 4 bulan terakhir dan itupun sakit-sakitan… sekarang rasanya baru benar-benar merasakan kehangatan keluarga…yang sebenarnya

“mungkin bagaimana kalau begini saja haraboji, appa, omma….setiap jumat malam dapai minggu malam kami satiu keluarga akan tinggal di sini… sedangkan senin-kamis kami akan tinggal di rumahku … karena jarak rumah –sekolah… sangat jauh dari sini…juga kantorku jauh dari sini…kalau kalian setuju kalian bisa tinggal di rumahku senis sampa kamis atau pun kapan saja kalian merindukannya…”

“baiklah …kami setuju pak direktur…” kata haraboji, appa, dan omma…

Memang benar sekarang kimbum dipercayakan sebagai presdir dari Kim corp internasional…

END

NB : readers mungkin ini aka nada special part-nya jika kalian mau…

Posted on Oktober 28, 2013, in Two Shoot. Bookmark the permalink. 115 Komentar.

  1. akhirnya bumsso menikah dan bahagia. walau awalnya harus ada paksaan dari kakek makcomblang. heheh

  2. Uwaaaa pasti bahagia banget itu so eun sama kim bum akhirnya nikah gak ada lagi yang bakalan gangguin kehidupan mereka

  3. Nu Shi Hottest Queens

    nice story….🙂

  4. Akhirnyaaa soeun ngakuin perasaannyaaa juga, dan mereka bakalan menikah, ah seneng nyaaa,

  5. yeayy…iktn toast breng sang joon n somie#plaaskkk…kkk
    chukkae bumsso…;)

  6. akhirna hp ending juga.. dan penderitaan so akan di isi dengan krbahagian

  7. happy ending Heee…
    Suka deh dengan gaya lamaranya harbojinya kim bum
    Sasampai sso di buat pusing
    Kekeren….

  8. Akhirnya sso setuju menjadi nyonya kim sang bum

  9. akhirnya, mereka bisa bersatu juga. syukur lah keluarga nya kim bum mau nerima so eun

  10. Cie bumsso mau nikah

  11. ya ampun 3 orang laki2 itu kok bicaranya vulgar banget ? kim bum, appa nya, sama haraboeji nya. mereka ngomongin hal begituan dg blak2 an. aduhh..lucu, apa karena saking dekatnya mereka ya?

  12. Haduhhhh bumppa belom kawin udah ngelakuin itu yeee … di ajarain ama tetua lagi wkwakak:v keluarga kim ini aigoo :V …. seru cerita nya

  13. gokil bnget kakek bumppa suka deh sama karakter kakeknya… kasian sang joon kangen ma ibu so eun jga so mie mpe sakit tp smuanya sudag terbayar dg happy ending…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: