I want a Mommy and you a Daddy [part 1]

I want  a mommy dan you a daddy

Author: Shadow

Main Cast: Kim Bum & Kim So Eun

OC: Kim Sang Joon & Kim So mi

Gendre: Romance, Drama Family

Type: Sequel

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

@@@@

“omma… omma… ayo kita berangkat ke sekolah…nanti kita telat…”

“baik tuan putri yang cantik, putri so mie yang omma sayang…jangan lupa tas makananmu dibawa juga ya…”

Sepanjang perjalanan ke sekolah sang mie sering bertanya tentang appanya…

“omma kenapa appa sudah meninggalkan kita?… appa tidak sayang pada kita? Appa tidak rindu sama kita?… appa tidak mencari aku??”

“tidak sayang… apa omma tidak cukup untuk so mie???  Selama ini kan omma sudah bisa membesarkan So mie, menyayangi So Mie… ehm apa masih kurang?”

“sebenarnya tidak omma… so mie sudah cukup asal omma ada di dekat  so mie… “ sambil memeluk omma

“gumawo so mie… jeongmal gomawo… kata-katamu membuat omma jadi bahagia… “

Memang so mie mengingini sosok seorang ayah…

Flashback

“maaf kan eunnie… sebenarnya aku sangat mencintaimu… tidak ada yeoja lain di hatiku… tapi … kalau aku tidak menikah dengan yeoja pilihan  appa dan ommaku … maka hak warisanku akan disumbangkan ke yayasan dan aku tidak akan diakui menjadi anaknya lagi…kau tahu kan eunnie… bagaimana kita bisa hidup tanpa penghasilan yang cukup… kau juga pasti tahu kan aku pun tidak bisa hidup tanpa uang yang cukup…aku tidak mau mengandalkan uang gajimu itu eunnie “ Pria itu tarik napas…

“eunnie setelah kupikir semalaman bagaimana kalau kau.. mengijinkan aku menikahinya. Sekarang ini…. nanti 2 tahun kemudian… aku akan menceraikannya dan kita akan menikah bersama bahagia selama-lamanya… bagaimana… apa kau mau, eunnie?ide yang bagus bukan?  Ayo jawablah aku eunnie!!! Jangan diam saja… aku jadi bingung dibuatmu seperti ini…!! baiklah eunnie…  ku hitung sampai lima… kalau kau tidak menjawab berarti aku tidak pernah berhutang padamu… dan aku akan pergi dari kehidupanmu dan melupakanmu selamanya…aku mulai… siap…  satu…. dua…. tiga…. empat…. (ayo eunnie… apa kau memang sengaja mengerjai  aku ya…!!!) … lima!!! Sudah cukup… aku sudah jelas hatimu seperti apa terhadapku… cukup sudah sampai disini saja… ingat ini bukan salahku eunnie… tapi engkau yang memutuskannya sendiri!! Jadi perlu kau ingat dan kau catat … Jangan pernah sebut namaku lagi dalam hidupmu… karena aku tidak akan pernah mengakui bahwa aku mengenalmu gadis desa yang bodoh dan miskin!!!” Pria itu pergi…

So Eun

Dia membalikkan badannya… dan meninggalkan aku… lama kelamaan tubuhnya tak terlihat lagi… malam itu di taman dekat rumahku … ia memutuskanku dan berjanji tidak akan pernah mengenalku lagi. Sebenarnya pria itu tidak pernah tahu… kalau aku sedang mengandung bayinya, bayiku … bayi kami…

Tapi itu sudah menjadi jalan hidupku…menjadi seorang  single parents… aku tidak pernah menyesal melahirkan so mie yang cantik jelita dan baik budinya… aku menyesal karena aku tidak bisa membahagiakan hatinya… dalam segala hal…  terutama… dalam hal materi, pekerjaan aku hanyalah sebagai guru TK swasta yang terkenal di seoul yaitu SHINWA  for kids.

Walau gajiku terhitung lumayan dan anakku mendapatkan fasilitas yang baik di sekolah ini namun aku masih menanggung biaya adikku yang sedang kuliah dan sekolah SMA saat ini… penghasilan ommaku saat ini hanyalah  cukup untuk makan , bayar transport, listrik, air dan gas… semua biaya bulanan termasuk asuransi dan pajak Negara… itu saja sudah cukup bagus bagiku… omma tidak pernah meminta dan tidak pernah mengeluh. Kedua adikku juga anak yang baik… mereka berdua selalau mendapat beasiswa penuh … tetapi untuk kebutuhan peralatannya … mereka masih membutuhkan aku… apalagi adikku yang kuliah mengambil jurusan kedokteran spc. Kulit … banyak biaya yang dibutuhkan untuk praktek –praktek  di labolaterium.

End flasback

“so mie… omma dengar … hari ini akan ada satu murid baru pindahan  dari jepang… namanya  kim  sang joon, sepertinya ia masuk di kelasmu.”

“wah so mie… kita sudah sampai… kajja masuk kelas… jangan lupa jacket mu dilipat yang rapi dan masukkan ke dalam tas… sepatu mu yang rapi ya nak… selamat belajar  sayang….” “cup…cup…” kubelai rambutnya  penuh dengan rasa sayang….

Benar saja tidak lama kemudian… ada seorang Namja tampan turun dari sebuah mobil mewah membawa seorang anak kecil yang tampan…  ia berjalan lurus dan langsung masuk ke ruang kepala sekolah bersama anak kecil itu… sontak semua guru-guru muda yang single … langsung mempersiapkan diri… aku tersenyum… aku sudah tidak pantas lagi… aku hanyalah seorang ibu dan sekaligus ayah bagi so mie dan adik-adikku…

Tidak lama pria tampan itu membantu anak laki-laku itu meletakkan tasnya, sepatunya, membuaka jaketnya, dan merapikan semuanya itu… lalu ia membelai kepala anak laki-laki itu dan mencium pipinya… persis dengan yang aku lakukan kepada somie…

Benar saja anak itu bernama sang joon dan dia sekelas dengan somie –ku yang cantik…

Benar saja so-mie langsung membantu anak itu dalam segala hal… memang somie anak yang baik hati dan ringantangan… tidak jarang dirinya sendiri di bullying tema-temannya… tetapi ia tidak pernah mau memperlihatkan  dirinya sedang menangis… melainkan ia selalu posiitif thingking…  apakah ia tidak pernah mengangis???

Tentu pernah… hal itu dilakukannya sewaktu hendak tidur malam setelah kucium dan kumatikan lampu kamarnya… di bawah selimutnya yang tebal ia menangis… maafkan omma somie… omma tidak bisa banyak membantumu nak…. ‘gelo’ rasa hati ini melihat anaknya menangis sendiri… seringkali aku pun ikut menangis sendiri….

*****

Beberapa hari  di sekolah sang joon sudah mulai akrab dengan teman-teman barunya… so mie tampak bahagia… somie tidak pernah mengukuhkan temannya hanya boleh sebagai temannya… tetapi so mie selalu senang jika semuanya bisa saling dan bersama-sama… hal itulah justru yang membuat somie jadi tidak memiliki satupun sahabat… dan apa yang dilakukannya setiap hari adalah menolong dan menolong dan menolong orang lain…

Kulihat anak itu dijemput oleh supirnya, ia benar-benar  orang kaya… bathinku.

Setiap hari somie selalu menungguku pulang kerja setelah rapat guru  sekitar jam16:00 kalau pekerjaanku sudah selesai atau pukul 17:00 kalau masih banyak pekerjaan … so mie tidak pernah mengeluh … ia membuat PR, makan siang bekalnya, membaca buku , menggambar, bahkan tidur siang di matras yang memang disediakan  di sekolah… ia benar-benar anak yang mandiri…

Entah mengapa hari ini sangjoon belum dijemput… padahal teman-teman lainnya sudah pada pulang,,, tinggal so mie  biasanya yang menunggu diriku. Kulihat sang joon  sudah mau menangis…

Kudekati dirinya… kubelai rambutnya dan aku berjongkok supaya wajahku bisa bertemu dengan wajahnya…

“apakah sang joon ingin bermain bersama-sama dengan somie? Somie selalu bermain di dalam sana  …setiap siang hari karena  somie  baru akan  pulang ke rumah… setiap sore bersama ibu soeun.” Kataku

“apakah sang joon mau?’” tanyaku sambil tersenyum…  lalu ia menganggukkan kepalanya…

Aku menuntunya sampai ke ruangan tunggu yang biasa dipakai oleh somie…

“hallo so mie sayang , lihat ibu bawa siapa?”

“O… hi sangjoon.. kau belum di jemput ya?… mari kesini main bersama somie. (so mie berlalri menghampiri sang joon yang masih di pintu bersamaku) ..

“jangan takut sang joon… somie akan selalu  membantu sang joon…”  sangmie mengulurkan tangannya menggandeng  sangjoon dan

“ kajja…”

Aku tersenyum melihat mereka main bersama…

Akhirnya jam 16:00 aku selesai juga… aku langsung merapikan barang-barangku ke dalam locker ku dengan rapi dan aku berjalan menuju ke ruang tunggu anak itu… untuk menjembut somie…

“Omo…” sang joon belum juga dijemput pulang… untung mereka masih asyik bermain bersama…aku langsung mencari data sang joon alamat dan no hp appanya…

“mian… apakah ini appa sang joon…?”

“________”

“ne… ibu so eun … mau menanyakan apakah ada yang menjemput sang joon sore ini?”

“________”

“o… baiklah … biar saya yang mengantarnya pulang, appa sang joon… mian sudah mengganggu kesibukkan anda.”

__

Normal

“sang joon hari ini appa ada tamu mendadak… jadi pak Jang dan appa tidak bisa menjembut sang joon… tapi ibu soeun dan so mie akan mengantar sang joon pulang… sekarang…”

“kajja..” sso menggandeng kedua anak kecil itu… mereka jalan smpai di tempat pool taksi yang terdekat…

“omma… kita mengantar sang joon dengan taxi…? omma…apakah uang omma akan cukup nanti?” Soeun langsung menutup mulut so mie…

“so mie nanti kita bicara di rumah saja ya… somie harus percaya omma arraso?”…

“arraso omma…”

Sampai di depan rumah sang joon yang mewah dan besar soeun permisi dengan penjaga pintunya untuk mengantar sang joon… setelah itu soeun membayar taxi nya…memastikan sang joon sudah masuk ke dalam rumah… soeun dan so mie harus berjalan kaki menuju halte yang terdekat…  jujur so eun juga kasihan dengan somie yang sudah capek… sedangkan perjalanan cukup panjang… perumahan mewah seperti ini tidak ada kendaraan umum yang lewat…  di tengah perjalanan mencari angkot somie sudah tidak kuat lagi sehingga terpaksa soeun menggendongnya…

“mian… somie… omma tidak bisa membawamu pulang dengan taxi ya…”…

“tidak apa omma so mie bangga dengan omma… “… “omma mian… omma harus menggendong  somie…”…

“ tidak apa so mie… omma bahagia bisa bersamamu sayang “ soeun bernyanyi sampai somie tertidur dalam gendongan punggung  soeun…

*****

Karena kimbum baru pindah dari Jepang ke Korea (walaupun ia sebenarnya orang Korea) maka banyak hal yang harus dikerjakannya, terutama pekerjaan kantornya yang berantakan…. disebabkan orang yang terdahulu yang dipercayakan appa kimbum mengerjakannya dengan asal-asalan…

Dengan kimbum sebagai pemimpin yang baru ia banyak mengubah system termasuk pengembangan kerjasama dengan perusahaan lain baik dalam maupun luar negeri… karenanya ia masih sering menerima kedatangan tamu dengan waktu yang tidak terduga. Sehingga sang joon dalam 2 minggu ini dititipkan di sekolah sampai sore hari.

“sang joon appa dan pak jang sibuk dalam 2 minggu ini , kau mau dijemput ajumma pakai taxi supaya bisa cepat pulang atau ….” belum selesai berbicara…

“aku mau di sekolah bermain bersama somie dan pulang sama ibu seoun yang cantik dan baik appa…”

kimbum tersenyum…. “Sang joon anak appa yang pintar kita tidak  boleh merepotkan ibu soeun dia kan punya keluarga sendiri…”

“ani…. kata somie dia hanya punya ibu sejak lahir dan tidak punya appa sama sekali…karena  itu ia adalah jelmaan malaikat dan ini sebenarnya adalah rahasia appa… tapi sang joon sudah memberi tahu appa…Ach… Babo Sang joon… bagaimana nasib somie nanti kena hukuman kakak malaikat…gara-gara sangjoon bocorkan!!!! Babo …” Sang joon manyun menyesali diri…

“sang joon appa janji tidak akan membocorkannya… nanti appa beritahu kakak malaikat kalau jangan menghukum so mie…. karena sang joon tidak sengaja membocorkannya… bagaimana…?”

“jinjja bisa begitu??? Hore…. so mie tidak dihukum,…. terimakasih appa… apa kimbum memang yang terbaik di dunia…. “

“appa …. tapi sangjoon mau punya omma baru yang baik seperti malaikat…. “

“tidak ada malaikat yang boleh menikah dengan manusia… sangjoon…” kimbum tersenyum

“ani… appa belum tahu ??? ibu soeun itu malaikat maka somie juga malaikat… bagaimana cih appa kok tidak nyambung… jadi kesimpulannya adalah ibu omma yang malaikat….”

Kimbum mendengarkan sang joon dengan seksama…

“jadi sang joon mau omma baru nih???…”

“ne appa… ne…. sungguh…sang joon akan jadi anak yang baik… sungguh kalau appa mau memberi sang joon  omma malaikat seperti ibu soeun…”

Kimbum sebenarnya sangat bingung, saat di Jepang banyak guru yang baik dan cantik… tapi tidak ada satu pun yang bisa menaklukkan hati sang joon… sedangkan di Korea ini sang joon baru terhitung 2 bulan sudah dekat dengan ibu guru yang bernama soeun…

‘soeun’ sepertinya ia menarik… tapi  mungkin umurnya  sudah tua”… bathin kimbum… mana ada janda seumur kimbum… jarang bukan…?”

Tidak lama menjelang mereka sampai di sekolah sang joon melihat soeun sedang berjalan kaki dengan somie sambil tertawa –tawa dan menyanyi… tampak bahagia .. mereka berjalan sambil bertepuk tangan dan meloncat… sang joon jadi iri…

“ appa aku mau turun disini…!”

“apa kau tidak salah  sangjoon,… ini masih jauh…”

“tidak apa, itu somie dan ibu soeun mereka sedang berjalan dan bermain aku mau ikut ibu soeun…”

Kimbum sontak kaget… ia melihat ke kaca spion ia menjadi penasaran dengan sosok ‘ibu soeun’ yang dikatakan oleh sang joon ini…

‘Omo dia masih begitu muda… dia tampak manis, bercahaya,  sederhana dan.membawa damai di wajahnya’… dan kimbum yakin ia  cenderung berasal dari  keluarga  yang tidak mampu…

kimbum menghentikan mobil nya di depan …

“sang joon mau turun di sini… yakin?”

“ne appa gumawo …. jeongmal…. hari ini bokshu sang joon akan  jadi  anak baik….“ sambil pinky kelingking dengan appanya…

Mereka pun turun berdua menunggu soeun dan somie menghampiri mereka…. terdengar mereka sedang bemain

“suwit” “kertas, batu, gunting… yak… omma curang…”…”hahahaha….” ‘ayo lagi… kertas, batu, gunting…yak lagi-lagi omma yang menang… curang…nih…” “hahahha…” mereka tertawa gembira sampai so mie melihat sosok kimbum dan sang joon ..

“O..omma .itu … sang joon… mengapa dia berhenti disana….. mungkin dia perlu bantuan?”

“hi sang joon…. apa kau ada masalah …” teriak so mie sambil berlari kencang menghampiri … tempat kimbum dan sangjoon berdiri.

Soeun juga menjadi panik dan ikut berlalri…. “somie …. so mie….jangan lari nak”

Akhirnya soeun sampai di tempat mereka berada… “somie ada apa…nak???” sambil melihat kearah kimbum dan sang joon… dan

“annyeong” kata soeun kepada kimbum… “anda … “ soeun tidak berani menebak… karena kimbum sangat muda dan tampan…

“appa sang joon” jawab kimbum sambil tersenyum ( senyum yang membuat semua yeoja meleleh … kecuali soeun)

“anyeong appa  sang joon…” Sapa Soeun sambil menyenggol so mie…

”oh ya… sampai lupa aku (somie mengetuk kepalanya) annyeong ajushi… maaf belum memberi salam sedari tadi…” Kata So mie… kimbum tersenyum

“ somie ayo kita harus segera ke sekolah nanti ibu terlambat…”

“ne.. omma … bye-bye sang joon… bye-bye ajushi…. hat—hati di jalan”

“appa… aku ikut mereka ya… tunggu…. aku ikut… ibu soeun … somie…” sontak soeun berhenti bingung sambil melihat sangjoon berlari ke arahnya… lalu soeun memandang wajah kimbum dengan penuh tanda Tanya….

kimbum kembali tersenyum manis  dan memberi salam pamit ke soeun dan masuk ke dalam mobil

“ne…omo…” kata soeun ‘dasar namja tidak mau urus anaknya sendiri’  bathin soeun…dan mereka pun meneruskan bermain sepanjang perjalanan…

kimbum hanya memperhatikan mereka dari jauh… hatinya tergelitik … hatinya ingin mengatakan sesuatu yang tidak bisa diartikan hari ini…. dan kimbumpun melajukan mobilnya menuju kantor setelah melihat mereka sudah di dekat pintu gerbang sekolah…

***

Setiap pagi kimbum menghentikan mobilnya di sana dan menitipkan sangjoon pada soeun… dan ini sudah masuk hari yang ke -5…

“appa besok week end… bagaimana kalau kita jalan-jalan ke Lotte world… ?”

Kimbum yang merasa besok lenggang….”ehm…”sambil menarik napas panjang… boleh juga..”

“hihi….. asyik appa memang yang terbaik… tapi aku mau minta tolong appa kabulkan 1 permintaan sang joon…”

“apa dulu… permintaannya… appa tidak berani janji lho?!”

“ach permintaan kecil appa…. kecil sekali… appa janji kabulkan ya…”

Kimbum tersenyum… sambil melihat ke jalan, mereka dalam perjalanan ke sekolah, ‘ada-ada saja anaknya ini’ bathinnya…

“appa … siang ini karcis nya sudah harus ada… dan appa harus beli 4 buah !”

“empat… untuk apa beli lebih sang joon… memang kita orang kaya… tapi kita tidak boleh menghamburkan uang bukan?”

“appa dengar dulu… aku mau memberikannya untuk somie dan ibu soeun… begitu… biar kita bisa pergi  bareng…” kimbum tercengang mendengarnya…”boleh ya appa… boleh…??… boleh kan…. pleeeeeeaseeee….” ku mohon appa…” rajuk sang joon…

Kimbum tidak menjawab hanya menarik napas panjang… cukup lama sambil merenung dalam-dalam… apakah ini sudah waktunya? Waktu untuk kembali membuka hatinya yang sudah tertutup selam 4,5 tahun …. ia teringat bagaimana omma sangjoon menarik napasnya yang terakhir di depan matanya sendiri … sewaktu melahirkan sangjoon…

omma sangjoon yang cantik dan keibuan, juga lembut dan baik budi… terserang asma mendadak ketika sedang melahirkan…asma akut yang sebelumnya tidak pernah terdeteksi di dalam tubuhnya…. tiba-tiba menyerangnya begitu saja…. sakit rasanya jika mengenang hal itu kembali…(penyakit jenis ini menyerang iparku waktu melahirkan tapi tertolong)

“appa… sudah mau sampai … tapi permintaanku belum dijawab”… kimbum yang kaget karena sedang tenggelam dalam lamunannya langsung…

”ne… appa belikan…appa belikan… dan  nanti siang appa jemput akan appa berikan tiketnya langsung ke sangjoon oke…? ”… seperti biasanya mereka turun di tempat yang sama menunggu so mie dan ibu soeun…

*****

Setiba di kantor … kimbum yang nyaris lupa itu langsung menelepon karyawannya untuk membelikan 4tiket terbuka  terusan lotte world sekarang juga… sehingga….

Siang itu sesuai janjinya,  ia memberikan tiket itu ke sang joon…

“gomawo appa… jeongmal gomawo…appa tunggu sebentar ya… setiap jumat ibu soeun dan somie tidak pulang sampai sore… mereka hanya lebih lama 2 jam… bagaimana kalau kita tunggu saja appa??”

“2 jam …. itu lama lho sang joon… bagaimana kalau kita makan siang dulu dan nanti kembali lagi??” kajja..

“yeah….!!!! I love you appa…”

Mereka makan dengan asyik… dan sang joon makan banyak sekali…

“oya appa… bolehkah aku memesan makanan untuk somie dan ibu soeun… ???”.. kimbum kembali menatap lurus sang joon…

“sang joon apa kau sungguh-sungguh jeongmal  chooa … ibu soeun dan so mie…? “

Sang joon yang sedang asyik makan… mengangguk-anggukkan kepalanya dengan semangat…

” jinjja??” Tanya kimbum lagi… dan sangjoon memberikan satu jempolnya… Kimbum tersenyum mengerti maksud sang joon anaknya itu.

Setelah selesai makan … mereka menuju toko buku… sang joon membeli banyak sekali buku cerita bergambar… karena ia ingin memberikannya pada somie… kimbum sampai menggeleng-gelengkan kepalanya… melihat sangjoon anaknya ini seperti sedang ‘jatuh cinta’ saja… .. lalu bagaimana dengan dirinya???

Tidak terasa waktu 2 jam sudah terlewati mereka kembali ke sekolahan yang sudah sepi… sesuai kata sangjoon tidak lama mereka melihat ibu soeun dan so mie keluar dan menutup pintu gerbang lalu menguncinya… setelah itu terlihat soeun menitipkan kunci pintu gerbang itu ke security yang sedang bertugas …

Dan mereka pun  siap siap untuk berjalan… soeun menguncir rambutnya dan meletakknya di depan lalu ia berjongkok dan menggendong somie… ya itulah acara ritual mereka… setiap jumat siang dimana somie boleh di gendong sampai ke  halte bus tempat mereka menunggu bus yang menuju kearah pasar besar…. untuk berjalan-jalan…

Saat soeun melangkahkan kakinya sangjoon membuka jendela mobilnya dan memanggil nama nya…”ibu soeun … somie… tunggu….” soeun yang celingak-celinguk  kaget melihat sang joon bersama appanya sedang di dalam mobil dan sekarang sedang menuju ke arahnya… ada ‘apa lagi ya’… bathinnya…

Setelah mobil kimbum berhenti persis di depan nya, maka kimbum pun membuka kap mobilnya…”wow keren bukan?”… tapi tidak juga  untuk soeun yang hatinya sudah dingin…

“annyeong  appa sang joon” kata soeun

“annyeong ajushi” kata somie berbinar-binar  melihat betapa kerennya kimbum dan sangjoon mereka memang orang kaya…

“ada apa sang joon?” Tanya soeun yang masih menggendong so mie…

“ibu soeun aku ada hadiah untuk ibu dan somie…”

“oya…” kata soeun sambil melirik ke arah kimbum merasa tidak enak hati… sepertinya jadi merepotkan mereka…

”kan bisa diberikan hari senin saja sang joon… kasihan kan appamu…  kau membuatnya  jadi menunggu kami terlalu lama…” nasihat soeun

“tidak bisa ibu harus diberikan hari ini..juga .lihat…” sambil memperlihatkan tiket lotte world… makanan dan buku cerita… yang sudah mereka beli…  soeun begitu kaget… tidak  ia tidak bisa menerimanya… ia tidak bisa menerima sembarangan barang  apalagi yang sedemikian mahal…   dari murid-muridnya… ia bisa di pecat… tapi sang joon pasti belum bisa memahaminya… soeun memandang somie dengan tatapan nanar… somie yang sudah mengerti pun juga hanya bisa menunduk dan menarik napas panjang… soeun menurunkan so mie dari gendongannya… dan…

“mian … appa sang joon … apa boleh saya bicara berdua dengan Anda…?”

Jantung kimbum berdetak kencang… seperti menunggu cinta yang hendak ditolak… ia turun dari mobil dan mereka menjauhi mobil itu….

Soeun menarik napas panjang… “ mian appa sang joon… naneun tidak bisa menerima semua itu… aku hanya seorang guru saja dan seorang guru membimbing tanpa pamrih… lagipula naneun tahu Anda membelikan itu semua hanya karena permintaan sang joon… mian sungguh merepotkan Anda jeongmal mian…” soeun tidak berani mengatakan kalau ia menerimanya maka ia akan di pecat… ia tidak boleh membocorkan peraturan para guru yang itu…. soeun membungkukkan badannya…

”permisi appa sang joon… terimakasih untuk waktunya…”

Soeun menuju sangjoon yang sedang asyik membaca dengan so mie di dalam mobil… soeun mengelus rambut sangjoon dengan lembut…lalu membungkukkan badannya…

“gumawo sang joon…. jeongmal gumawo… tapi ibu dan somie tidak bisa menerima ini semua… karena besok ibu dan so mie ada acara.. dan sekarang ini  ibu dan somie pun harus pergi ke tempat yang jauh sehingga tidak mungkin ibu membawa semua barang-barang  ini….mian sang joon..jeongmal mian… dan gumawo… karena sang joon sangat memperhatikan Ibu dan somie… asal sang joon jadi anak yang baik bagi itu dan somie itu adalah hadiah yang terbesar untuk kami…. sangjoon bisa memahami  apa yang ibu soeun katakan?” Tanya soeun dengan lembut… kimbum yang mendengarkan menjadi takjub…

Sangjoon langsung merasa sedih… demikian juga hati soeun yang harus berbohong… betapa ia ingin semua barang-barang itu untuk somie… karena ia tidak pernah mampu untuk membelikanna semua itu bagi somie… tapi ia tidak bisa dan tidak boleh… “mian somie “ bathin soeun menjerit…

“Somie ayo turun nak…  kajja kita pergi sekarang jangan ada yang ketinggalan ya nanti merepotkan ajushi dan sang joon” kata soeun sambil tersenyum manis…

Tidak lama somie sudah di punggung soeun lagi… mereka pun menundukkan kepala untuk permisi…

Hati kimbum merasa sesak … se-sesak hati sang joon saat ini… hatinya merasa lain… ia tahu soeun hanya menjaga harga dirinya… kimbum tidak tinggal diam dia mengejar soeun yang hendak menyeberang jalam menuju halte…

“soeun !” panggilnya dengan suara tegas … entah mengapa ia spontan melakukan itu…

Sontak soeun terkejut… ia tidak pernah menyangka appa sangjoon akan memanggilnya dengan sebutan itu…  kimbum turun dari mobil dan berlari kecil menuju soeun… dengan cepat ia mengambil so mie dari gendongan soeun… dan menuju ke mobil … somie jadi bingung terlebih lagi soeun …

“omo apa-apaan ini???” batinnya … dan jantungnya pun berdegup kencang…

“naik..”. perintah kimbum sambil membukakan pintu mobilnya … “untuk apa kau berdiri di sana terus… apa somie boleh kubawa pergi?” sontak soeun tersadar dari pikirannya yang ruwet dan langsung duduk di mobil kimbum yang mewah itu… kimbum tersenyum kecil … ia kembali mengenang bagaimana ia menaklukkan hati omma kandung sang joon dulu… persis sama… akankah ia???? Ia pun tenggelam dalam pikirannya

Sangjoon langsung tersenyum lebar  dan memeluk appa nya dari belakang  sambil nerkata..”appa hebat… sangjoon bangga … dan sangjoon sayang appa…” tidak lupa mereka saling mengedipkan mata dan ‘toas’…..

Soeun sekarang  yang kebingungan hendak dibawa kemana mereka berdua ini… “ajushi mian… boleh aku tahu… kemana kita akan pergi?”

Kimbum tersenyum… tanpa menjawab… ternyata kimbum membawanya pulang ke rumahnya yang besar dan mewah… soeun langsung tidak enak hati… ia saling memandang penuh kekhuatiran dengan somie… ketika mobil sudah masuk …

“sang joon turun dengan somie okay ,…. kalian boleh main sepuasnya… Boleh berenang … apapun yang kalian suka… nanti ada ajumma yang membantu somie okay… dan appa akan pergi dengan omma somie… sangjoon bisa menjaga somie? “

“ne appa… siap menjalankan perintah…” kimbum tertawa sambil mengacak-acak rambut sang joon yang lucu itu…

Sangjoon langsung membawa so mie masuk ke dalam dan ajumma menurunkan belanjaan dari dalam mobil …”ajumma so mie belum makan tolong diperhatikan dan bantu apapun yang dia butuhkan termasuk kalau ia mau berenang…”

“ne … tuan muda, akan saya laksanakan…dengan baik”

“kajja “ kimbum membuka pintu mobilnya dan soeun menurut saja

To Be Continue

Posted on Oktober 18, 2013, in fanfiction. Bookmark the permalink. 109 Komentar.

  1. bagus thor
    😍😍👍👍

  2. Ya satu di tinggal pergi yg satu ditinggal meninggal, sungguh miris namun dgn bgtu takdir menemukn mrk melalui malaikat2 mungil. Klo berhadapan dgb sso jgn pakai kata tp dgn tindakn tegas yg ngk mampu di tolak oleh sso dan itu dilakukan oleh bummie

  3. Sama2 singgel moga mereka dapat bersatu

  4. kan sang joon nya sdh suka sama so eun. knp kim bum sama so eun enda nikah aja. kan mereka sama2 single

  5. Aigoo sangjoon langsung suka sama ibu guru soeun ni haha… Bagaimana dengan appa kimbum ya ??

  6. Aku aja yang baca bisa meleleh liat sifat bumppa, apalagi sso eonni.

  7. Dhiank AriefSyam

    Penasaran sm papa kandungnya somi ,,

  8. ayah biologisnya somi bukan bumppa kah ?? kirain ayah biologisnya justru bumppa ckck kan biasanya ff kebanyakan gitu hehhehe

  9. sang joon baek bnget…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: