How to make you Falling Love With Me [part 1/2]

.HOW TO MAKE YOU FALLING LOVE WITH ME

Author: Shadow

Main Cast: Kim Bum & Kim So Eun

Gendre: Romance

Type: Two Shoot

Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produser dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

@@@@@

Kim Bum

FLASHBACK

Aku masih ingat dengan jelas… 17 tahun yang lalu… ketika aku sudah harus mencari nafkahku sendiri untuk hidupku dengan menjadi seorang anak buah kapal di pelabuhan Busan aku melihat dua gadis kecil yang sangat cantik… turun dari mobil termewah yang pernah kulihat.

Gadis yang satu itu sangat lembut … dan penurut ..pakaiannya pun biasa… sepertinya ia adalah ‘teman bermain’ dari si anak gadis yang kaya dan tampak sombong dan angkuh itu…

Saat itu aku sedang menurunkan layar kapal sehingga posisiku ada diatas tiang… dan bisa melihat gadis sombong itu dengan jelas… sekali… Ia sangat cantik…

Saat aku sudah menurunkan layar aku segera turun untuk melihat gadis itu dari dekat…

“hi nona cantik… siapakah namamu? Bolehkah aku berkenalan denganmu?” “kau pasti seorang putri yang sangat kaya”

Dia hanya memelototiku dengan tajam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun… lalu ia melihatku dari atas sampai bawah… “napeum namja… “katanya… dan ia membalikkan badan meninggalkan ku dengan elegannya!

Saat itu juga aku berjanji… “bahwa aku KIM SANG BUM akan menikahi gadis sombong itu… dan aku KIM SANG BUM akan memiliki perusahaan yang jauh  lebih besar dari yang dimiliki appanya”.

END FLASHBACK

Hari ini  AKU. Yang menginjakkan kakinya di pelabuhan busan ini, persis di tempat dimana tepatnya pada 17 tahun yang lalu peristiwa seorang gadis cantik yang sombong itu menghina diriku itu terjadi…. tapi hari ini sudah berbeda… karena AKU yang sekarang adalah pemilik saham terbesar di Hyundai Heavy Industries yang bergerak dalam galangan kapal yang termasuk terbesar di dunia.

Dan ikrarku di saat itu yang kuucapkan dengan penuh rasa sakit hati… pada hari ini sudah tercapai semuanya dengan penuh kemenangan, mengapa?

Selain aku sekarang sudah menjadi pengusaha termuda dan terkaya diperkapalan Korea Selatan ini, aku juga akan menikahi gadis kaya yang sombong itu dalam hitungan waktu beberapa hari ke depan.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Memang roda perekonomian itu terus berputar kadang di atas… kadang di bawah… Tapi lebih dari itu aku merasa ‘LUCK’ sedang berpihak padaku…

dua tahun yang lalu… kapal terbesar milik appa dari gadis yang sombong itu disabotase oleh seseorang sehingga karam berserta semua isinya yang waktu itu nilainya tak terkatakan…. dalam hitungan bulan perusahaan itu tergoncang hebat…

kakak dari gadis sombong itu ternyata memang bukan seorang anak yang bisa di andalkan, dia hanya peduli pada dirinya sendiri sebagai artis pelukis picisan yang mencintai seorang gadis desa yang menjadi gisaeng di era ini…

dalam keadaan yang kolaps appanya yang menderita sakit jantung akut langsung terserang dan meninggal tidak lama setelah peristiwa itu… dalam keadaan yang goncang dan kalut dan tidak berdaya… seperti kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga…. kira-kira 23 bulan kemudian setelah peristiwa naas itu… kakak gadis yang sombong itu datang ke kantorku dan meminta padaku untuk menolongnya…

tepatnya hari ini…hal itu terjadi … ia sekarang sudah berlutut di hadapanku… hahaha…. memang tepat sasaran ia meminta pertolonganku… dimana selain aku teman terbaiknya ketika di SMA dulu, aku juga pada saat itu sudah menjadi 10 pebisnis besar di Korea yang ditakuti… sambil dalam posisi berlutut itu, ia memohon padaku… ani memelas seperti ‘anak kucing’ meminta kasih sayang kepada ibunya…

dengan mudahnya aku memberikan bantuan atau solusi kepadanya hanya dengan 1 syarat…(mau cari dimana lagi?)…

“sungguh kau hanya meminta 1 syarat saja dari perusahaan appaku ini ?”

“ya,…” jawabku dengan tulus sambil mengangguk…. sambil memandang lurus ke arah mataku, ia mencoba mencari kebohongan atau kecurangan dalam mataku… tapi ia tidak menemukannya…

“apa syarat yang akan kau ajukan pada kami ini?” tanyanya menyelidiki…

“sesuatu yang mungkin kecil saja… “ kataku sambil bergoyang-yoyang di kursi kantorku yang nyaman.

“apa itu… katakan segera…  segera…Palli!!! bum…”

“sabar Kim joon temanku, sahabat SMA ku… sabar… jangan stress … aku tidak akan merugikanmu apa-apa… bahkan kau seharusnya akan merasa sangat beruntung… lihat saja”…

“kau membuatku penasaran saja , bum… palli katakan kepadaku… supaya omma dan adikku bisa lega… aku sangat takut sekali bum,… karena beberapa perusahaan besar yang dirugikan oleh perusahaan appa… sudah ingin segera melelang perusahaan appaku dan termasuk di dalamnya ADIKKU yang cantik itu….” kisahnya padaku…dengan mata yang sudah berkaca-kaca… dia sudah tiba di puncak frustasinya

Mataku langsung melotot… OMO! Tidak boleh ada satu orangpun yang dapat memilikinya selain KIM SANG BUM yang ada di kursi ini…

“baik… syaratku hanya satu kau dengar baik-baik permintaanku ini…”

Dia menatapku serius…

“aku mau adikmu yang cantik itu menjadi milikku … menikah denganku… segera…”

“Hanya itu syarat dariku… mudah bukan…lebih dari itu malahan aku akan membantu menangani semua permasalahanmu.. aku yang akan menghadapi dan menangani mereka semua…yang telah dirugikan…oleh perusahaanmu bagaimana… mudah bukan…”

“ingat tidak ada tawar menawar lagi dengan ku Kim Joon,… ini sudah deal… kuberi kau waktu 3 hari untuk menjawab… atau lupakanlah kita ini pernah menjadi sahabat….kau boleh meninggalkan tempat ini sekarang juga… aku ada meeting penting yang harus aku hadiri sekarang juga!” kataku cuek dan dingin…

“tunggu bum… aku ingin memberikan jawaban itu sekarang juga…”

Aku yang sudah berdiri dan sedang menuju pintu ruang kantorku itu… langsung diam di tempat… jantungku berdegup kencang… menunggu jawabannya tanpa membalikkan badanku…

“aku akan meyerahkan adikku itu ke tanganmu bum…. tapi aku mohon padamu… jangan kau permainkan dirinya… memang dia sepertinya angkuh tapi sebenarnya ia sangat lembut dan penyayang… apakah kau bisa memenuhi permintaanku ini sebagai seorang kakak kepada sahabatnya sendiri?”

Jujur aku langsung SMIRK kearah pintu… aku sudah mau meledak kegirangan… perjuanganku 17 tahun kini sudah kuwujudkan dengan tanganku sendiri… hahaha….

“kim joon, aku hanyalah namja biasa yang memiliki nafsu… dan kau tahu aku lama hidup di kapal dengan segala ‘fasilitasnya’ yang menggairahkan…? lalu apa yang kau harapkan dari mulutku ini…? sebuah janji kesetiaan… sorry aku tiak bisa…”

“maksudmu , bum….? aku jadi tidak mengerti…”

“aku akan mencoba melindunginya karena dia adalah isteriku… tapi lebih dari itu siapa namja yang berani menjanjikannya lebih?”

Kulihat dari pantulan bayangannya di tembok… kepalanya terkulai lemas… tapi dia sudah kejepit…

“baiklah bum… ,semua ini memang salahku… aku seorang anak…, seorang kakak…, yang tidak berguna…, tidak bisa diandalkan…”

Aku langsung keluar dari ruangan itu tanpa satu kata pun …sungguh aku paling benci mendengar perkataan kalimat seperti itu, dari mulut laki-laki yang belum berjuang sampai nyawa taruhannya tapi dia sudah menggadai perusahaan appa nya dan terlebih menjual adiknya dengan begitu murah… karena sebenarnya aku lebih tahu, lebih paham apa arti dari sebuah keputus asaan , penghinaan, olok, cemooh, bahkan humiliating karena itu semua sudah aku alami jauh lebih sulit daripada sahabatku itu yang terbilang cengeng tidak bisa melindungi omma dan adiknya sendiri… dengan nyawanya sekalipun…

“aku akan melindungi gadis angkuh itu dengan caraku sendiri tidak ada yang boleh menjamahnya sampai ia sendiri yang takluk di hadapanku.” Itu nazarku…

@@@@@

Kim So Eun

“apa ??? katakan sekali lagi oppa… apa yang kau katakana barusan????”…

“oppa…” kataku sambil menangis dengan posisi kakiku berlutut dan mengguncang-guncang tubuh nya ini ….

“oppa jangan lakukan itu … oppa apa tidak ada cara yang lain… oppa aku bukanlah barang  yang bisa dijadikan taruhan… jaminan!!!!???? opa tarik balik perkataanmu itu….oppa kita bisa melalui masalah ini bersama-sama … asal kita mau sedikit berjerih lelah… oppa… oppa….”oppa katakan sesuatu… padaku.”.. aku memukul-mukul tubuhnya…

”oppa aku akan bekerja… aku tahu aku menuruni bakat dagang dari appa… percayalah padaku… oppa… beri aku kesempatan…”

“mian… eunnie… mian..waktumu hanya 5 hari lagi… kau harus menyiapkan harimu….ingat nasib omma eunnie…jangan kau mempersulit keadaan …”lalu kakakku membebaskan dirinya dari tanganku yang sedang menahannya dan pergi meninggalkanku seperti halnya ia membebaskan diri dari tanggung jawabnya sebagai anak lelaki tertua yang seharusnya mempertahankan perusahaan ,melindungi omma dan dirinya …. tapi dengan mudah  meninggalkan kami…

Omma langsung memelukku dan menenangkanku…

“eunnie coba kau lihat Kim Sang Bum… sangat tampan dan kaya… kau tidak akan hidup sulit anakku… banyak yeoja yang mengingininya tapi ia langsung mau dirimu saja…eunnie ini sebuah kesempatan emas…percayalah dengan apa yang omma katakan ini…kau pasti bahagia… pasti”

***

Kim Bum

Hari nya pun tiba…

Pernikahan kami tertutup … diadakan dalam  sebuah ruangan khusus di sebuah restaurant termahal di Korea… dilaksanakan hanya antar keluarga dan masih dirahasiakan… yang menghadiri sekaligus menjadi saksi pernikahan kami tidak lebih dari 25 orang mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan kami… dan dalam acara  pesta pernikahan ini  kami  menggunakan pakaian tradisional hanbook…

Acara ini bersuasana kekeluargaan, cenderung sederhana…tapi jujur aku sangat bahagia… karena aku telah menang… aku telah berhasil mencapai apa yang aku cita-citakan dengan tanganku sendiri… tapi tampaknya tidak dengan istriku yang tampak sembab matanya… tapi ditutupi oleh make up yang baik…

Walau demikian dia tampak cantik… sangat cantik… dia tidak berubah ani dia sebenarnya berubah semakin cantik dan anggun … bayangkan dari 17 tahun yang lalu sampai hari ini dia masih tetap mampu menaklukkan hatiku dengan paras wajahnya itu…amazing…

Setelah acara pesta selesai, kami berdua langsung mengunjungi makam appa kami… masing-masing…, aku sengaja tidak memakai supir supaya aku bisa berbicara dengannya tanpa gangguan sepanjang perjalanan ini. Perjalanan kami ke arah makam appa kami sekitar 2 jam lamanya…

“apa kau lapar… sso?” tanyaku padanya

“annyo… gumawo..” jawabnya singkat.. sejak acara pernikahan dia selalu menghindari tatapan wajahku…

“kapan kau terakhir ke makam ayahmu?”

“tiga bulan yang lalu…”

“aku akan mampir toko bunga… bunga apa yang ingin kau belikan untuk appamu sso?”

“lily putih….” tampak wajahnya berbinar ketika mengatakannya… aku senang sekali melihatnya…

“baiklah… oya … kau mau di mobil atau ikut turun denganku sso?”

“aku ikut…” matanya tetap berbina-binar…

Kami turun berdua ke sebuah toko bunga langgananku…

“selamat siang ajumma ajushi lama tidak berjumpa…” Sapaku sambil memeluk mereka dengan hangat…

“aigo… aigo… kau semakin tampan saja anakku… omo… siapa gadis mungil yang cantik ini…?” Tanya ajuma sambil tersenyum menggodaku…

“aish… bummie-na… kau tidak memperkenalkannya pada ajumma ini yang sudah seperti ibumu sendiri”

Kupanggil sso dengan memeluk pinggangnya menuju ke tempat ajuma dan ajushi berada…

“jangan kuatir mereka sangat baik padaku seperti appa dan ommaku sendiri… kau tidak perlu cemas.. sso”

“naneun Kim so Eun imnida ajuma.. ajushi… mannaseo bangapseummnida”

“aigo kau sangat cantik sekali seperti bidadari… pantas bummie kami jatuh cinta padamu…”

“bummie-na kau sangat beruntung mendapatkannya … kau harus menjaganya dengan baik… arraso?”

“ne ajuma… akan aku jaga dengan baik… baokshu” aku sambil tersenyum

“ah nona cantik, kau sangat beruntung mendapatkannya… kau akan sangat bahagia kelak… percayalah pada ajuma ini… ajuma sudah mengenalnya sejak ia kehilangan appanya…” sambil berbisik di telinga sso

“gamsahamnida ajuma…” sso tersenyum…

Ini bunga lily nya kata ajushi dari dalam… “kami punya kebun sendiri sehingga kami baru memetiknya ketika ada pembeli”

“Oooo…” soeun mangut-mangut kagum pantas kimbum sejak tadi di belakang ternyata selain memilih bunga ia membantu ajushi… rupanya… sepertinya benar ia pria yang baik…

Kimbum membeli beberapa macam bunga yang dirangkai indah untuk appanya… sangat indah… tampaknya ia memiliki selera yang tinggi juga…. batin kimsoeun…

Setelah bayar kami lanjutkan perjalanan…

“sso kita ke tempat appamu dulu ya?” tanyaku..

“ne..boleh….” jawabnya… omo dia sangat manis … ingin aku melumat bibirnya sekarang ini…rasanya tapi hal itu tidak mungkin aku lakukan…

“kita sudah sampai… kajja….” sambil membukakan pintu mobil tempat sso duduk… kimbum menarik lembut tangan sso…

Setibanya… memberi salam dengan menunduk… “abonim mannaseo bangapseummnida… naneun Kim Sang Bum imnida… sebenarnya abonim sudah mengenalku… sejak aku kecil, kita sudah beberapa kali berjumpa di pelabuhan… abonim… engkaulahyang menjadi inspirasi hidupku… sehingga aku bisa memiliki kekuatan untuk terus maju dan pantang menyerah..sampai aku berhasil mencapai semuanya ini.. abonim, jeongmal gamsahamnida…”

“oya, abonim naneun hari ini sudah menjadi suami Kim So Eun putrimu tercinta yang sah… aku berjanji akan menjaganya dengan tulus ikhlas dengan jiwa dan ragaku… aku tidak akan mengecewakanmu… bahkan aku mau membangun kembali apa yang pernah kau capai… terutama perusahaanmu… tidak satu orangpun yang boleh menyentuhnya… abonim sekian dulu … sampai jumpa…” sambil membungkuk hormat

Sso yang mendengar apa yang diucapkan kimbum menjadi terharu… ia semakin yakin kimbum pria yang baik…

“apa kabar appa… soeun datang lagi…sso membawa bunga lily kesukaan appa…. appa,  soeun hari ini sudah tidak jadi gadis kecil appa lagi.lho.. seperti yang selalu appa katakan pada sso… tapi hari ini sso sudah menjadi seorang istri..dari namja yang tadi sudah memperkenalkan diri pada appa…oya,. appa… sso berjanji akan selalu menjaga nama baik keluarga kita… sso tidak akan mempermalukan appa..dan omma…appa jangan kuatir… sso pasti bahagia… tampaknya suami sso …. seorang namja yang baik… gumawo appa… jeongmal gomawo, sso pamit dulu… sampai jumpa”

Kimbum menggandeng tangan sso kembali ke mobil…

“sekarang ke makam appa ku … ya?” tanyaku sambil tersenyum tetapi mataku tetap mengarah ke jalan di depanku..

“ne… “ jawabnya…

Tiba…

“appa aku datang… mian… sudah beberapa tahun tidak mengunjungimu… appa pasti rindu…padaku… appa seperti yang kau katakan… semua sudah aku laksanakan dengan baik… appa… bummie percaya semua yang aku dapatkan hari ini karena berkat dari semua nasihat, didikan dan doronganmu… jeongmal gomawo appa..”

“hari ini bummie ingin menyampaikan kabar gembira pada appa… kabar gembira tentang pernikahan bummie dengan nona Kim So Eun… yang sangat cantik…dan baik hati… aku menyukainya appa (soeun langsung merah pipinya seperti tomat)… aku akan menjaganya appa… seperti appa menjaga omma dan diriku… sampai akhirnya… apa aku percaya kau pasti merestukan pernikahan kami. Gumawo appa… sampai jumpa.”

“abonim. Naneun Kim So Eun imnida… mannaseo bangapseummnida… hari ini naneun menjadi istri Kimbunshi … anak kesayangan abonim… “..”oya abonim, saya berjanji akan merawat , melayani, menjaga kimbunshi dengan baik… abonim jangan kuatir… jeongmal gomawo…annyong abonim… sampai jumpa…”

Perjalanan pulang…

“sso kita makan malam dulu ya baru pulang ke rumah… kau mau makan makanan tradisioal, atau barat, itali, china –HK, Thailand, jepang..?” tanyaku bingung…

“sungguh aku boleh memilih?… matanya berbinar senang… aku sungguh jatuh hati padanya… seorang gadis mungil dan imut…

“ya. Kau harus memilihnya…sekarang  juga… supaya aku tidak salah jalan” kataku sambil tersenyum

“aku mau restaurant jepang…aku suka sekali makanan jepang…” katanya keceplosan… “babo soeun” sambil ketok-ketok kepalanya sendiri…

Aku tertawa melihat tingkahnya semakin gemas rasanya… kupegang tangannya yang sedang mengetok-ketok kepalanya… “jangan  kau pukuli kepalamu…bukankah sudah seharusnya di dalam kehidupan suami istri itu saling mengetahui kesukaannya masing-masing… sso… justru aku senang kau jujur mengatakannya… kau harus selalu jujur padaku seperti demikian aku juga akan jujur kepadamu di dalam kehidupan kita ke depan…”

So Eum

Aku memandangnya dengan kagum…” Omo …” “mungkinkah aku sudah mulai tertarik padanya???” andew… andew…. terlalu cepat mengambil keputusan …

“Sso, kita masih mengenakan pakaian hanbook ini, apakah kau merasa nyaman? Ataukah kita mau mandi berganti pakaian dulu di apartemenku yang tidak jauh dari sini…?”

“apa tidak merepotkanmu. Kimbumshi… jika kita pulang lebih dahulu ke tempatmu itu?” tanyaku polos

“tentu saja tidak sso, aku juga ingin mandi dan mengganti pakaianku yang lebih casual…”ujarnya tersenyum sambil memarkirkan mobilnya di parkiran khusus apartemennya ini.

Kim Bum

Apartemenku ada dua kamar sehingga kami melakukannya di kamar masing-masing… dalam 30 menit kami sudah selesai dengan penampilan kami yang baru…

jujur dengan rambutnya yang sedikit basah bergelombang… membuatnya semakin tampak seksi di mataku… tapi kuepis perasaanku dan focus… “sudah siap sso?”…soeun menganggukkan kepalanya….”kajja… aku sudah lapar … kau pastinya juga bukan?….” sso menganggukkan kepalanya

tiba di restaurant jepang yang sangat mewah… tercium bau masakan yang membuat sso semakin lapar dan bersemangat…

“wah … besar dan indah… aku belum sempat pergi ke tempat ini…sebelumnya…” kata sso nanar…

“kau merasa nyaman dan suka berada di restoran ini,  sso?”… “ne…” jujur aku sebenarnya ingin menanyakan apa maksud kalimat’ ia belum sempat ke tempat ini sebelumnya…’ tapi aku urungkan niatku itu… aku hanya ingin dia merasa nyaman berada di dekatku… itu yang menjadi sasaranku untuk sementara ini.

Ketika makan bersama … kimbum selalu menatap sso… tetapi sso selalu menghindari tatapannya… kimbum tahu … sso sangat gugup… malu… sehingga salah tingkah… aku tersenyum lebar jadinya melihat tingkahnya… entah mengapa aku merasa sangat-sangat bahagia… kalau ada kesempatan aku ingin kulakukan saat ini adalah  berteriak sekencang-kencangnya dan melompat-lompat … untuk melepaskan perasaan ku yang bergemuruh ini…

***

Sampai di rumah baru kami…sudah ada para pelayan yang menantikan kedatangan kami… yang  masing-masing memiliki tugasnya sendiri-sendiri. Mereka adalah karyawan setiaku sejak aku merintis membangun uasahaku sampai sekarang sukses…

Sampai di kamar… kulihat sudah jam 20:30 malam… tampaknya eunnie sudah lelah… kubuka bajuku di depannya… ia langsung pura-pura sibuk mengurus kopernya… yang sebenarnya tidak perlu dikerjakan malam ini. Aku memeluknya dari belakang dan membalikkan badannya menghadap ke arahku…. kubukakan kancing bajunya satu per satu dan kulempar mini dress nya itu ke lantai… lalu ku gendong dirinya ke atas ranjang …

Kutatap matanya… dia mengalihkan pandangannya… kucium pipinya… lalu bibirnya dengan lembut ia malah diam dan menutup matanya… aku tersenyum…

Langsung Aku bangun dari ranjang kupakai stelan pakaian dan mantel tidurku…yang sudah disiapkan ajuma. Kuambil pakaian sso dan kupakaikan baju tidurnya itu dengan rapi… kuelus pipinya dan kucium dahinya.. “selamat tidur sso… tidur yang nyenyak…”  sso membuka matanya dan memandangku dengan penuh pertanyaan…. aku  tersenyum manis padanya… dan keluar dari kamar pengantin itu…

So Eun

“ottokeo soeun-na!!! dengan bersikap seperti ini sebenarnya aku mempermalukan keluargaku sendiri… aku masih belum siap… aku masih takut… aku belum mengenalnya… tapi aku sangat yakin dia orang yang sangat baik dan gentle…” kata batinku

Besok pagi

Aku masak untuk kimbumshi… memang ada ajuma yang membantuku… tapi makanan suamiku sebaiknya aku yang memasaknya dan menyajikannya bukan? Ah…. sudah siap…

Jam 07:30…

“kimbumshi… sudah bangun?”…”kimbumshi ayo makan nanti terlambat…” panggilku ke kamarnya

Kubuka pintu kamarnya … ia sedang merapikan jasnya… aku masuk dan dengan sigap kupakaikan dasinya… hal ini biasa kulakukan untuk oppaku hampir setiap hari…

Ia tersenyum manis denganku…”gumawo sso…”katanya…

Wajahku jadi merah… ia memegang wajahku dengan kedua telapak tangannya dan menciumku dengan lembut tetapi intens… membuatku mendesah kecil… ia tersenyum kembali…”kajja…” katanya sambil menarik tanganku ke ruang makan…

“kau yang memasaknya?”

“ne… apa kau menyukainya?”

“tentu sso… lihat aku sudah menghabiskannya… ambilkan aku lagi…”

“kau mau tambah?… kata ajuma kau hanya makan sedikit setiap hari… kau jangan memaksakan diri kimbumshi… nanti lambungmu sakit…”

“berilah aku sedikit lagi…”

“jinjja? Kau tidak sedang berpura-pura..?”

“tidak sso aku suka sekali… janganlah kau pelit padaku….suamimu ini… “

“ne… “sambil menambahkan setengah porsi lagi…

“sso hari ini aku ke kantornya setelah makan siang karena ada rapat…tapi pagi ini, setelah makan, kita ke ruang kantor.. aku ingin memberitahumu dan menjelaskan mu tentang sesuatu hal yang penting, arraso?”

“ne… “ kataku gugup… tentang apa????

“nanti saja…”

Di ruang kantor

“sso… di dalam laptop ini adalah semua data keuangan yang aku miliki… baik data perusahaan, asset, deposito, semua ada di dalamnya… dan inilah semua password yang dibutuhkan untuk membukanya… semua ini aku percayakan kepadamu… sso… aku percaya padamu… aku percaya kau mampu mengatur keuanganku… dan kau mampu menangani keuangan perusahaan jauh lebih baik dariku…”

“kimbumshi… kau… yakin…padaku???” aku ingin sekali memeluk laki-laki di depanku ini… tapi aku tidak mampu melangkah…

“Ne, aku sangat yakin padamu…”…

Kim Bum

”oya… ini beberapa credit card… kau bisa pakai sesukamu… kau tahu keuanganku… apa yang kau mau kau bisa membelinya tanpa usah  ijin dariku… bahkan kau sekarang yang mengatur pengeluaranku…” kataku sambil mengedipkan mataku kepadanya… seperti biasanya ia tersipu malu…

“Apakah aku boleh memulainya sekarang juga untuk mempelajari semua data perusahaan mu?”

“tentu…silahkan…” sedangkan aku duduk di sofa sambil membaca Koran dan laporan di Ipad ku.

Kulihat soeun sangat excited dengan pekerjaan barunya… ia banyak mengeprint dan menandainya dengan banyak warna … ia sangat serius sekali… kadang kulihat ia  melemaskan tulang lehernya karena ia terlalu tegang membaca laporan-laporan itu…

Hari-hari seperti berjalan seerti apa adanya..kami sudah mulai terbiasa dengan kehadiran masing-masing di rumah ini, tapi jujur aku belum berhubungan intim dengannya… hanya beberapa kali aku menyentuh tubuhnya… sebenarnya ia tidak pernah menolak semua perlakuanku di atas dirinya…  tapi aku tahu dan aku dapat merasakan bahwa ia belum sepenuhnya percaya kepadaku…  aku hanya menunggu sampai ia menyatakan bahwa ia mencintaiku sebagaimana aku mencintainya…

Keuanganku semakin membaik sejak ditangani oleh sso sendiri… setiap minggu ada laporan yang diberikan kepadaku dengan sangat rinci dan jelas, sekaligus ia juga mengarahkanku bagaimana membuat deal yang baik dengan para klien supaya aku tidak ditipu atau dipermainkan…sejak itu  asset-asetku sebagian bahkan di putar guna untuk menjalankan usaha baru…seperti membangun perumahan, hotel…  dan semuanya sangat memuaskan… hal itu bisa tercapai karena…

“sso, bagaimana kau bisa mengerti semuanya ini…?” tanyaku kagum

“ne?… “ dia hanya tersenyum…sambil bekerja lagi…

“apa kau kuliah sso?”

Dia menganggukkan kepalanya tanpa kata

“oya… kau kuliah dimana dan jurusan apa sso?” aku semakin penasaran.. kupikir gadis seperti dia hanya diajarkan mengurus RT…

“e…. aku ambil management business dan hukum dagang international di UCLA…kimbumshi..”

Amazing aku tidak bisa berkata-kata… betapa beruntungnya dia menjadi milikku… sungguh…

“sso kau tidak malu bersuamikan model seperti diriku yang tidak bersekolah ini…?” kenangku sambil melihat ke taman melalui jendela kantorku yang luas itu…

“kimbumshi… kau jauh lebih sukses daripada kami yang melewati masa sekolah sampai perguruan tinggi…mana mungkin aku malu… aku bahkan sangat mengagumimu…”sso keceplosan lagi… Babo soeun sambil mengetuk-ketuk kepalanya (kebiasaan…)

Aku berdiri dan memegang tangannya supaya menghentikan kegiatannya….tapi tidak kulepas… sehingga ia  menengok kepadaku dan memandangku… “sso jujurlah… apa kau sungguh mengagumiku…?” selidikku sambil melihat bola matanya …

Ia langsung seperti tomat… dan menoleh kearah berlawanan  dengan wajahku… kupegang dagunya dengan tangan ku yang lain… “aku mau jawabanmu… aku mau kejujuranmu…”

Sso yang masih tersipu menganggukkan kepalanya…”ne, kimbumshi … aku mengagumimu… kau sungguh hebat bagiku… kau menjadi panutan dan inpirasiku… gomawo kimbumshi…”

Aku terpesona dengan jawabannya… sebenarnya ia sudah lebih dekat dengan pencapaian rencanaku ini…

Kucium bibirnya dengan intens… sebagai ucapan terimakasihku yang dalam… tiba-tiba ada telpon berbunyi….

@@@@@

Aku tahu sso mulai mencintaiku… tapi ia masih ragu dengan perasaannya sendiri…

Memasuki pernikahanku di bulan yang ke-3…saat ini sso mulai aktif keliling untuk memeriksa melihat ke lapangan dari perusahaan-perusahaanku… ia sangat teliti ,detail… dan akurat… tidak ada sedikitpun celah untuk ‘korupsi’ di dalam perusahaan… tetapi ia selalu memberikan bonus setiap bulan kepada banyak karyawan karyawan yang bekerja dengan baik.

Satu hari  di saat makan malam bersama ia bertanya padaku …

“kimbunshi… aku melihat banyak barang mentah yang terbengkalai di gudangmu yang berasal dari muatan kapal karam milik perusahaan lain yang kau bantu  tebus dan yang berhasil diselamatkan itu… apakah kau tidak merasa sayang karena lama kelamaan akan menjadi rusak …?

“oya…aku baru tahu sso, aku tidak sadar… laporan itu tidak pernah aku terima…. kau tahu..kan sso… aku sangat sibuk, sehingga aku tidak pernah memikirkan akan hal itu… menurutmu sebaiknya  dibagaimanakan?”… “kau ada ide?”

“Ne…, boleh aku pakai semua bahan-bahan baku itu untuk menghasilkan sesuatu yang lebih berguna dan memiliki daya jual tinggi?” tanyanya polos…

“ya tentu saja sso…, bukankah itu ide yang baik sekali… kau harus memanfaatkannya…anggap itu sebagai perintah dariku supaya kau merasa lebih nyaman untuk mengerjakannya… berkaryalah… aku rasa kau mampu… aku sungguh yakin jika kau yang mengerjakannya…”

“jinjja kimbumshi?” aku menganggukan kepala sambil tersenyum…. “jeongmal gumawo….aku akan berusaha tidak mengecewakanmu kimbumshi…” dia langsung bangun dari tempat duduknya dan langsung memelukku dengan erat… kulihat wajahnya tampak berbinar-binar matanya jika ia merasa senang…

Tiba-tiba ia sadar dengan apa yang baru saja dilakukannya… ia langsung melepaskan pelukannya dan kembali ke kursinya sambil menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal itu…

“sso … tatap wajahku…!:“pintaku… (sso pun melakukannya)

“dengarkan aku … (sambil menarik napas panjang)… aku sangat bahagia kau memelukku aku tidak bisa menjelaskan perasaanku… jeongmal gomawo sso….”

Sso membulatkan matanya karena apa yang barusan aku ucapkan itu “kimbumshi…” ujarnya…

Keheningan pun mengisi waktu makan kami… sampai

“….ach… aku lupa…. bolehkah….. aku me…minjam…. sedikit saja……..modal untuk mengerjakan proyekku ini…kimbumshi ” aku sudah mengenal baik dirinya saat ini…ia pasti malu untuk meminjam uangku karena harga dirinya itu…

“sso… semua hartaku ada di tanganmu dan di bawah kuasamu,… selama ini kau mengembangkannya dengan luar biasa… sehingga perusahaan mendapatkan untung yang sangat tinggi dibanding selama ini. pakailah, ambillah… sso, kau lupa kita ini sesungguhnya adalah suami istri, seharusnyalah semua milikku adalah milikmu juga… mengapa kau begitu takut denganku…?”

“jeongmal gomawo kimbumshi… tapi aku berhutang padamu… nanti kalau ini semua bisa berjalan dengan baik. Aku akan mengembalikan uang nya…sungguh”

Aku bangun dari kursiku dan berdiri di sampingnya sambil bersandar pada meja makan dan menghadap kepada dirinya…aku menarik napas… “Sso … kau sangat takut denganku? Apa… aku membuatmu tidak nyaman? Tanyaku lembut

Dia hanya menundukkan kepalanya… bingung tanpa mengeluarkan satu kata pun…

“apakah kau ingin berpisah denganku?”… “adakah pria lain yang kau cintai selama ini?…

Dia tetap terdiam… kutunggu beberapa saat … dia tidak menjawab juga… kulihat dirinya bergetar… air matanya menetes…

“mian jika aku menyakitimu sso… aku hanya ingin kejujuranmu terhadap diriku…”

Aku berdiri hendak meninggalkannya… tapi tangannya memegang tanganku… lemah dan bergetar… aku tahu dia tidak sanggup untuk mengungkapkan isi hatinya saat ini…

Aku kembali ke sampingnya dan memeluknya dengan erat sehingga tubuh kami saling bertautan … jujur hasratku langsung bangkit… tapi aku tidak mau menyakitinya… “sso apakah kau mencintaiku?” Tanyaku nyaris tak terdengar di telinganya…

Tetap tidak ada jawaban darinya… memang hubungan kami sangat rumit walau tidak serumit yang dibanyangkan.

To Be Continue

Posted on Oktober 2, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 73 Komentar.

  1. aurellia michelle

    Awalnya mikir kimbum cuma mau bales dendam…ternyata ngga ^^

  2. Gi mna kelantutanxa ea

  3. Kirain kim bum cman mau mainin sso,eh trnyata ga ya.

  4. Kim bum memang pria yg baik…bnr2 mncintai sso dgn tulus…
    apakah sso sudah mulai mencintai kim bum atau hanya mengagumi saja…

  5. Kim bum memang pria yg baik…bnr2 mncintai sso dgn tulus…

  6. cerita nya seruuu

  7. awal’a tak kirain kimbum cuma mau mempermainkn sso doang, krn dlu dy sombong sma kimbum..
    Ternyata dy bnrn cinta..

  8. Aku kira bum bakal bales dendam ke sso, tapi ternyata sebaliknya justru bum jatuh cinta sama sso.

  9. wah ternyata kim bum sudah jatuh cinta dengan so eun pada pandangan pertama🙂
    aku kira bumppa menikahi so eun hanya karna ingin balas dendam dan menyakiti so eun karna sifat so eun yg cuek dan sombong dulu padanya eh ternyata tidak seperti itu🙂

    kim bum sangat mencintai so eun❤
    sehingga dia rela berjuang mati2an agar dapat sukses menjadi pengusaha kaya raya dan menikahi so eun🙂 dan sekarang semua impian bumppa itu sudah terwujud🙂
    aigoo so eun masih malu2 kucing nich sama bumppa😀

  10. Wah gmn perasaan sso sebenarx pd bumppa ya apakah dia jga mencintai bumppa sebagaimana bumppa yg sangat mencintai sso keren deh critax…..

  11. Yaelah kim bum tulus amet dah

  12. Kim bum baik amat ya tetap berkarya Semangat

  13. cerita keren

  14. Kimbum bener2 jatuh cinta sama sso, apa sso juga udah mulai jatuh cinta sama kimbum?

  15. Kim bum kek a terinspirasi untuk menjadi orang yg lebih sukses karna kim so eun, agar ia dpt memiliki kim so eun

  16. Cintanya pd sso membuat kimbum menjadi pria yg sukses llu apakh jawaban sso???

  17. Bumppa trnyata tulus yaa?😀
    kirain bumppa mau balas dndam sma sso.
    wkwk,,

  18. amazing,,, krna cnta kim bum benar2 bisa percaya diri n telah sukses.

  19. Mama nikita widiyati

    Woww….ini nih yang kusuka!!marriage life yang awalnya tanpa cinta…trus nanti mereka berdua bakalan saling jatuh cinta.

  20. wah,,kim bum hebat. krna cinta nya sama so eun. kim bum bisa menjadi pria yang sukses

  21. bummpa mnkahi sso eonni krn bnr” mncintai’y kn? bukn krn rsa dndam d msa llu’y yg ingn mnaklukan hti sso eonni? llu gmn dgn prsaan sso eonni sndri? apkh sso eonni bnr” mncntai bummpa jg? npa sso eonni msh trlht sungkan dgn bummpa?

  22. bumppa baek bnget dia tulus mencintai sso ga da kniatan utk blas dendam. Bagus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: