the man whom I falling in love [os]

The Man whom I falling in Love

Author: Shadow

Main Cast: Kim Bum a.k.a Kim Tae Do & Kim So Eo Eun a.k.a Princess Sok Hwie

Other cast: Choi Siwon a.k.a Pangeran Kerajaan Barat

Type: OS

Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produser dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

@@@@

“Putri Sokhwie?….. Putri Sokhwie?…Putri kau dimana?  Putri?? Jangan main-main lagi nak…?”

Dari siang sampai malam jeritan panggilan untuk Putri Sokhwie terdengar jelas di seluruh penjuru istana…dari pengawal, pengawas, para dayang sampai ibu suri, permaisuri para selir dan saudara-saudara putri dan bahkan raja sendiri….  dari bagian dapur sampai ruang rapat kerajaan… bahkan perpustakaan daerah kesukaan Sok hwie pun tidak menunjukkan keberadaan dirinya…. Dia Hilang tanpa jejak…. Kemanakah gerangan putri SokHwie… ???

“Omo inikah gerbang Kerajaan  Barat…” Sok Hwie dengan baju penyamarannya berhasil melewati perbatasan.. hal pertama yang dilihatnya adalah traditional market…

“wah senangnya, … melihat ini lucu… itu lucu… ini bagus dan iti bagus….” Girang Sok Hwie. Maklumlah terasa norak bukan? Selama ini dipingit dalam istana…

Tapi Sokhwie dididik menjadi anak yang hemat… tidak boleh berlebihan sehingga ia hanya membeli 2 pakaian biasa untuk ganti,2 pakaian tidur sederhana, dan beberapa hiasan rambut serta sepatu untuk berjalan kaki setiap harinya tidak lupa peralatan mandi dan sisir… itu saja sudah cukup… langkah selanjutnya adalah  ia harus mencari tempat penginapan yang baik-baik…

Kebetulan sekali tidak jauh dari tempatnya berdiri ia melihat sebuah rumah mewah yang di dalamnya banyak sekali gadis-gadis muda yang cantik… berdandan disana…

“aha… ini pasti tempat penginapan untuk para gadis yang baik…” ucap Sok hwie , semuanya tampak cantik dan baik hati..dimata  Sokhwie…

“annyong……”  sapa Sokhwie menunggu penjaga penginapan… yang tidak kunjung datang… akhirnya ia memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah itu… banyak gadis yang tertawa-tawa genit… ???? Sok hwie mulai sedikit ragu… lebih maju lagi… berbicara hal yang senonoh… bahkan tampaknya ada beberapa laki-laki di dalam, Sokhwie bergidik….

Ia putuskan segera keluar dari tempat itu… tapi sayang…. TERLAMBAT…

“wah ada nona cantik baru rupanya… mari kita berkenalan…dan bersenang-senang… layani kami dengan baik…”… Sokhwie tampak syok dan marah…

Tapi belum sempat ia menjawab pernyataan namja tua itu ia sudah ditarik… Sokhwie berusaha melawan dengan keras… tapi namja itu ternyata tidak sendirian… habislah… sudah…

Sok Hwie

Dalam kekagetanku… aku sudah tidak bisa lagi berpikir jernih… mulutku kering… tak satu kata pun bisa terucap… aku hanya melihat satu sosok namja lagi mendekati ku yang sedang nyaris di perkosa ini…

Dan…. Dalam waktu singkat namja itu berhasil  merebutku , memeluk ku dan membawa ku segera keluar dari tempat  laknat itu…

Kira-kira beberapa jam kami mengendarai kuda dan sudah dirasa aman… dan aku pun sudah kembali sadar dan pulih sebenarnya… namja ini mengajakku untuk makan siang bersama… aku hanya mengangguk lemah… aku memang seharusnya membutuhkan tenaga untuk perjalananku selanjutnya.

Namja yang menolong aku memesankan makanan yang sama… sepertinya bulggogi..dan kimchi serta sup tahu rumput laut… semua itu juga makanan kegemaranku… ah..sepertinya selera kami sama…

Dia mulai menatapku dengan intens dari rambutku wajahku dan tubuhku… ia belum bertanya satu kalimat pun padaku… lalu ia tersenyum kecil padaku…

Sungguh dia adalah sosok namja yang sangat tampan, baik budi, memiliki karakter yang melindungi… rasanya aku langsung jatuh cinta padanya… ia tampak muda … seumur denganku, tinggi, atletis, lincah dalam bela diri… dan memiliki wajah yang sangat cerdas juga pandai… bagai pangeran mahkota  kerajaan Utara yang kononnya demikian kedengaran isu-isu nya…. Apakah mungkin waktu akan berhenti untuk aku dan dirinya…. Apakah boleh kuminta … bila memang benar ada reinkarnasi … aku akan bersanding dengannya di kehidupan yang akan datang….alangkah bahagianya jika hal itu terjadi…. Seandainya aku ada pilihan…. Seandainya aku boleh memilih sendiri masa depanku…  Saat ini aku hanya bisa memandangnya dari jauh tapi memilikinya tidak sama sekali… ingin rasanya aku menangis… tapi air mata terasa sudah kering… takdir sudah di depan mata… Walau sebenarnya aku sedang berjuang untuk sebuah kebebasan….memperjuangkan sebuah kebebasan tepatnya…

Sekian lama kami berdiam diri … akhirnya makanan pesanannya untuk kami berdua pun datang juga….

“Kajja mari kita makan” katanya sopan kepadaku… aku makan dengan gayaku seperti biasanya… tapi ia memandangku dengan tatapan yang ‘aneh’ atau bisa juga disebut ‘curiga’. Aku menghentikan makanku dan..

“mweo, ajushi… ada yang salah dengan cara makanku…?”.. dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum lagi. ”mian, membuatmu tidak nyaman…” katanya sopan… membuathati ku ini semakin tidak keruan rasanya … OMO… mengapa pencobaan yang kuhadapi hari ini begitu berat….rasanya.

Setelah selesai makan… ia langsung memesan kamar untuk kami…tapi sayangnya hanya tersisa satu kamar saja… ia tersenyum padaku… “aku akan menjagamu…jangan kuatir putri mahkota Sokhwie dari kerajaan Selatan… kau akan aman bersamaku… aku berjanji..”

Aku membelalakan mataku sambil memandang ke arah dirinya dengan intens bagaimana ia bisa mengenaliku?… apakah dia seorang utusan dari….? Ataukah mata-mata dari appaku??? Mencurigakan… tapi kembali ia menyunggingkan senyum yang penuh misteri bagiku…

Akhirnya kami masuk ke kamar itu berdua…  ia mendudukan ku di bangku kamar… ia berdiri disebelahku persis… ia membelai rambutku… mencium harum bau rambutku … lalu menyentuh kain bajuku, lalu memegang hiasan pakaianku… lalu memegang tanganku yang lembut dan halus… semuanya yang dia lakukan seperti sedang menyelidiki  jati diriku… aku jadi bergidik… siapa sebenarnya namja ini???? Apakah dia justru ketua dari preman namja yang hampir memperkosaku???? Atau ia seorang mata-mata kerajaan musuh??? Atau ia seorang maniak??? apa gerangan nasib yang menimpaku ini seperti buah si malakama saja dimakan ayah mati tidak dimakan ibu mati…. Pertanyaan-pertanyaan ini bertubi-tubi menyerang kepalaku…

“dari semua yang aku cium, lihat dan rasakan di atas dirimu, dapat disimpulkan bahwa kau adalah seorang putri kerajaan dari Selatan…” “bau harum akar pohon pinus dicampur dengan ginseng merah dan kelopak bunga mawar ditambah minyak dari bunga matahari… membuat tubuhmu memliki harum yang tidak bisa dimiliki oleh yeoja kalangan biasa nona… dan bahan-bahan itu banyak terdapat di kerajaan selatan…. “ Kata namja itu

“Dari tanda pengenalmu… dan hiasan mu kau adalah seorang putri yang lebih penting kedudukannya daripada putri raja yang lainnya…anda adalah seorang  putri yang membawa masa depan nasib kerajaannya…”

“Anda boleh menyangkal  semua pernyataan saya nona… tapi jangan pernah lupa bahwa aku bisa membukti kannya… “ katanya langsung padaku… dengan wajah yang serius..cenderung mengancam diriku… membuatku semakin terpojok saja rasanya…

“yak! siapakah dirimu… dan mengapa kau begitu tertarik dengan latar belakangku… apa untungnya bagimu?”Tanyaku dengan nada agak tinggi kepadanya…

“aiggo….. aiggo…. Semakin marah semakin cantik rupanya putri Sokhwie ini membuatku semakin menyukaimu nona… oya apakah aku boleh menyukaimu nona putri yang cantik??? “

Aku langsung melotot kepadanya… “jawab pertanyaanku saja…dan  jangan mempermainkan aku!!!”

“Omo … sebenarnya kau tidak pantas marah-marah seperti itu di depan namja yang jelas-jelas menolongmu dari ‘aib’ hidupmu… inikah balasanmu kepadaku?” smirnya padaku

Aku langsung duduk lemas…. Skak mate untuknya…. “mian, ajushi … aku terlalu lelah sehingga tidak bisa berpikir jernih saat ini… oya… jeongmal  gamsahamnida ajushi atas pertolonganmu yang tidak ternilai besarnya…seharusnya kedudukan jabatan tinggi di pemerintahan pantas kau dapatkan sebagai balasannya…” jawabku polos…  kulihat ia kembali tersenyum penuh kemenangan…

“akhirnya kau mengakuinya juga nona… bahwa kau adalah putri kerajaan … ani… kau adalah seorang putri mahkota kerajaan dari negeri Selatan… karena hanya seorang putri mahkota yang memiliki kuasa, kekuatan untuk bisa menjanjikan sebuah hadiah tidak ternilai kepada orang yang menolongnya…”

Aku langsung menutup mulutku… “babo sokhwie…Babo!!!” kata bathinku …

Kembali dia smirk dengan penuh kemenangan kepadaku …. Membuatku sungguh-sungguh di bawah kendali kharismanya yang begitu kuat…

Kim Tae Do

“aku sudah menolongmu dan kau menjanjikan aku sebuah jabatan penting di kerajaan mu…ehm… tawaran itu cukup menarik juga.. tapi menurutku…tuan puteri hadiah  itu masih belum cukup untuk membayar hutang budimu padaku… aku jujur saja padamu…” aku tersenyum nakal…

“j…..a….d…i…. apa….kah …ma..u …mu ..aju…shi…?” tiba-tiba ia gugup dan bergetar hebat… “apakah kau mengeincar kerajaan appaku?” Tanyanya lagi dengan suara hampir tidak terdengar…

Aku semakin ingin menggoda putri mungil nan cantik ini rasanya…. “apa mauku… pertanyaan yang sangat bijaksana putri…” ulangku sambil mengangguk-anggukkan kepalaku …

“bagaimana kalau aku menjadi suamimu saja…rasanya itu yang paling pantas kudapatkan…dan  Itulah permintaan ku…”

Sok Hwie

Sokhwie langsung terjatuh duduk dengan lemas di lantai…. Ia mengeluarkan air matanya… semuanya jadi beratakan semua jadi kabur dalam pikirannya…. Saat ini… “inikah nasibku… takdirku…”… jerit  batinku…

Ia melihatku duduk tersungkur langsung berjongkok di sebelahku dan memapah aku untuk naik ke atas ranjang… “maaf nona jika kau terkejut mendengar permintaan saya ini… tetapi perlu nona catat… dan ingat baik-baik…  bahwa aku tidak pernah menarik balik perkataanku… artinya apa yang aku minta adalah sesuatu yang mutlak harus terwujud… harus terlaksana…” “ dengan atau tanpa persetujuan anda. ya tuan putri mahkota … itu berarti kau harus menikah denganku…dan itu keputusan mutlak…”

Aku memandang langit-langi kamar itu dengan nanar… aku berharap bahwa  ini hanyalah sebuah mimpi… mimpi yang panjang… dan ketika aku bangun dari  tidur nanti maka semuanya akan kembali  seperti semula dengan normal…. Lalu aku memejamkan mata… berharap ia bisa tidur nyenyak…

Kim Tae Do

“aneh… ia benar-benar seorang putri yang cuek…  berani-beraninya ia tidur … padahal ada namja di dalam ruangannya…  ck…ck..ck…bagaimana kalau dia bersama namja yang lain… bisa berbahaya… bagaimana  aku melepaskannya , ia terlalu rapuh sendirian.. bahaya demi bahaya akan terus mengancam dan mengincar dirinya…apalagi bila mengetahui statusnya..”  kataku pelan sambil terus memandang wajah cantiknya … dia tampak lelah dan tertekan dengan semua yang terjadi hari ini…batin taedo…

Beberapa pengawal datang dan ada di depan kamar… aku langsung menyuruh mereka masuk (tentu ranjang nya sudah ditutup lebih dahulu… supaya tidak dilihat oleh bawahannya ini)… dan memberi pengarahan kepada pengawal pribadinya untuk mencari tahu selak beluk kerajaan Barat lebih detail baik mengenai keadaan istana maupun keadaan di masyarakat baginya… dan mereka pergi sesuai perintah…

Aku mengunci pintu kamar dari luar dan ia segera mandi… lalu kembali ke dalam kamar…

“entah mengapa aku merasa jatuh cinta dengan yeoja mungil ini”…sambil mengeringkan rambutku yang masih basah, kalau saja aku saat ini dalam kedudukanku yang sesungguhnya maka malam ini juga kau sudah seutuhnya menjadi milikku…dan akan menjadi permaisuriku….  Karena aku adalah seorang putra mahkota pewaris tahta tunggal sang pemilik kuasa yang lebih besar dari kerajaan-kerajaan lain… di semenanjung korea ini… karenanya aku pasti dengan mudah mendapatkanmu… putri nan cantik mungil dan imut…” aku mencium bibir sokhwie dengan lembut dan intens… kurapikan rambut sokhwie dan kupandangi wajahnya dengan tidak jemu-jemunya…

Normal

Keesokkan paginya sokwhie bangun…(ketika nyawanya sudah terkumpul kembali…) betapa kaget dirinya karena melihat namja yang menolongnya kemarin sedang tidur dengan nyenyak persis disebelah dirinya… sokhwie langsung memeriksa pakaiannnya… untunglah semua masih utuh… dan rapi… tiba-tiba tergelitik rasanya ingin memandang wajah tampan sang namja ini… sokhwie duduk di sebelah namja itu sambil memandangi wajahnya.. lama kelamaan jari tangannya pun bergerak menyusuri  dahinya… turun ke hidungnya yang tinggi mancung … lau turun ke bibirnya yang tipis sampai ke ujung dagunya yang lancip… sungguh sempurna… dia memang sangat tampan… apakah dia seorang bangsawan ternama? Ataukah ia seorang pejabat pemerintah? Atau dia … ach… untuk apa memikirkannya sekarang…

Sokhwie berusaha menggeser pelan-pelan tubuhnya dan turun dari ranjang tanpa membangunkan namja itu … tapi tiba-tiba dirasakan tangannya digenggam dan ditarik dengan kuat sehingga ia jatuh tepat di atas tubuh namja itu…”apakah aku begitu tampan bagimu putri?… atau kau sudah jatuh cinta padaku dari pandanganpertama? Kalau begitu baguslah… mempermulus  jalanku …” goda Tae Do…

sokhwie yang masih berada di atas tubuh taedo…”omo…bau harum ditambah bau tubuhnya yang macho…”.. membuat sokhwie sebenarnya sudah terbuai… tapi karena pikiranya sudah kembali ke alam sadarnya, maka ia langsung bereaksi untuk menjauhkan diri dari tubuh namja itu…  tapi tidak berhasil… satu tarikan tambahan dari namja itu membuatnya sungguh-sungguh terbaring di ranjang dan namja itu bergantian sekarang berada di atasnya… omo… andew… andew… sokhwie berusaha melepaskan diri…

Kedua tangannya yang meronta itu dikunci oleh Tae Do dan ia menenangkan emosi sokhwie… setelah sokhwie  akhirnya ‘surrender’ atas perlawanannya sendiri,  Tae Do memandang lurus dan lama  ke wajah sokhwie … yang sontak membuatnya langsung  menjadi kepiting rebus…. Pelan-pelan namun pasti Taedo menundukkan wajahnya dan menempelkan bibirnya dibibir sokhwie… dan sekali lagi ia berhasil mencium sokhwie dengan dalam… hal ini membuat napasnya memburu dan desahan nan nikmat pun meluncur dari mulutnya…  taedo tersenyum lebar  penuh arti… “Selamat pagi sayang… terimakasih atas kecupan paginya…membuatku kembali semangat bekerja hari ini…”

Sokhwie sudah tidak tahu lagi apakah ia harus marah atau justru menyerah pada nasib yang menimpanya… ia sangat bingung saat ini…

“mandilah sayang… aku akan menjagamu dari luar…” kata tae do sambil mengambilkan belanjaan sok hwie kemarin yang isinya baju dan perlengkapan mandi…

Sok hwie masih syok dengan kejadian yang baru saja dia alami sehingga tidak mendengar perkataan Tae Do

“apa perlu aku yang memandikanmu sayang???” smirk Tae do…  sontak sok hwie merampas semua barang-barangnya dari tangan Tae do dan langsung pergi kekamar mandi… Tae do tersenyum penuh kemenangan…  “aku semakin  yakin kalau putri ini akan menjadi milikku segera” batinnya yakin

Tae do mengawasi dari jauh kemanapun sokhwie pergi… karena bahaya bisa saja mengintai apalagi dirinya lagi dalam masa penyamaran untuk menyelidiki adanya provokator diantara 6 kerajaan di semenanjung Korea ini untuk memecah belah dan menguasai ke-4 kerajaan lainnya… kecuali kerajaan utara yang paling disegani oleh semuanya… itupun dirinya tidak boleh lengah… pertahanan wilayah kerajaan appanya pun ditingkatkan.

Setelah sokhwie selesai semuanya ia menghampiri taedo… Taedo memandangnya …”sempurna ..” katanya…

“mweo?” Tanya sokhwie bingung… taedo hanya mengedipkan matanya dan menggandeng sokhwie berjalan bersamanya…

“Dengar nona aku hanya memberitahu anda satu kali saja… apapun yang terjadi kau tidak boleh jauh dariku dank au harus selalu ada dibawah pengawasanku arraso? “  mendengar itu sokhwie tidak terima dan…

”mweo? …terserah diriku… lagipula Siapa dirimu ingin mencoba mengatur hidupku… shiro…” kata sokhwie sambil berlari menjauhi taedo… taedo yang memang dalam tugas dan sedang serius terpaksa… mengejar sokhwie , menariknya dan langsung  melumat bibirnya dengan nafsu… sampai sokhwie menjadi lemas…

“kau tahu akibatnya jika melawan perintahku, nona?… sekarang aku hanya mencium bibirmu saja… tetapi kalau kau ulangi sekali lagi kabur dariku… tubuhmu akan menjadi milikku lebih cepat dari waktu yang seharusnyakita rencanakan, ingat itu!!! Arraso??!!”

“ne”, kata sokhwie tertunduk malu….sambil bergidik ngeri melihat taedo marah…

Selama perjalanan keliling kerajaan barat dari kabupaten ke kabupaten lainnya… banyak sekali yeoja-yeoja cantik yang mendekati taedo… berkenalan dengan taedo, menggandeng taedo, bermesraan dengan taedo… hal ini membuat sokhwie marah, sedih dan sakit hati… bahkan air matanya pun mengalir dengan sendirinya… secara logika ia tidak peduli dengan semuanya itu… siapa namja itu dan siapa dirinya…tidak mungkin akan bersatu… tapi mengapa hatinya terasa sakit dan napasnya terasa sesak…  jika melihat perlakuan yeoja-yeoja itu kepada Tae Do….

Di saat makan siang pun yeoja-yeoja itu menggeser posisi duduk sokhwie sampai ia harus pindah ke meja lain… cukup sudah ini sangat menyakitkan baginya… diam-diam sokhwie bangun dan kabur dari taedo… ia berjanji tidak mau bertemu lagi dengan namja playboy itu lagi…

sokhwie asyik sendirian berjalan kea rah pasar… berusaha menenangkan dirinya… melihat pernak-pernik yang lucu-lucu cukup menghbirnya… akhirnya ia bisa tersenyum lega kembali walau masih sedikit sakit di hatinya… sokhwie tidak tahu ada bahaya yang sedang mengincar dirinya… ada beberapa gerombolan preman yang sedang memperhatikan gerak-geriknya…

Setelah taedo selesai ngobrol dengan yeoja-yeoja itu ia berdiri untuk pamit dan tidak ditemukannya sosok  sokhwie…. ia sudah meninggalkan dirinya!!! Ia bangkit dengan jantung yang berdegup dengan kencang… mecari dari gang ke gang… taedo marah dengan dirinya sendiri dan ia marah dengan sokhwie yang tidak mau mendengar perintahnya…

Tiba-tiba ia melihat sekelompok preman… bukan sembarang preman tetapi pasukan khusus kerajaan barat yang menyamar (terlihat dari tato di lengan mereka yang berusaha ditutupi) sedang  berusaha menculik sokhwie dengan kasar… dan sebagian lagi dari mereka sedang melawan pengawal taedo yang melihat kejadian sokhwie… dan mereka selalu tanggap dengan situasi di sekelilingnya…

Tae do hanya focus pada orang-orang yang menculik sokhwie … diikutinya mereka yang memisahkan diri dari kelompok yang melawan pasukan taedo…

Di satu tempat yang sepi… pasukan penculik itu berusaha membuka pakaian sokhwie dengan paksa… karena mereka ingin memastikan tanda lahir di pundak kanan sokhwie yang berwarna merah muda … melihat itu amarah taedo sudah tidak bisa dibendung lagi… ia langsung keluar dengan pedangnya dan… tidak ada satu pun yang selamat dari tangannya… setelah selesai pun taedo masih meredakan emosinya … sambil memandang sokhwie yang sudah terkulai lemas…  dengan tatapan mata yang kosong… berurai air mata tanpa suara…

Di dalam amarahnya yang ia redam itu… taedo berlutut di sebelah sokhwie dan memeluknya dengan erat… erat sekali… itu dilakukannya sampai sokhwie bisa kembali pulih kesadarannya…  3 jam…sudah  sokhwie berada dalam pelukkan taedo yang hangat, aman dan nyaman…..

Sebenarnya Taedo ingin sekali marah pada sokhwie … melihat keadaannya yang terus mendapat goncangan bertubu=tubi membuat taedo mengurungkan niatnya…. Setelah sokhwie sudah kembali bisa diajak berbicara… taedo mulai bertanya…

“gwaenchana….nona?”

Sokhwie memandang taedo dengan nanar… sudah dua kali namja ini melindunginya dari penjahat yang mengerikan….

“mian…. Aku selalu merepotkan, anda…………..” sokhwie berusaha melepaskan diri dari pelukkan taedo… ia merasa jijik dengan dirinya, tubuhnya sendiri  yang berkali-kali ingin diperkosa …

Tapi tedo belum mau melepaskannya, Taedo ingin sokhwie menyadari bahwa tempat yang paling aman baginya adalah bersama dengan dirinya sementara ini… karena di istana kerajaan selatan sendiri saat ini juga banyak penyusup kejahatan dan membangkitka para pemberontak… sehingga appa soeun saat ini pun sedang mengalami masa-masa sulit…. Jadi sebenarnya sokhwie kabur dari istana itu adalah sebuah keputusan yang benar… hanya dengan siapa ia berlindung … itu yang menjadi masalah besar….

“biarkan aku memelukmu, nona… aku tahu kau membutuhkannya…. Tubuhmu membutuhkan perlindungan…keamanan dan kenyamanan, supaya rasa percaya dirimu tumbuh kembali…arraso?”

“Sok Hwie hanya bisa tersenyum melihat wajah Taedo… yang belum dikenalnya ini…”aku selalu berhutang pada Anda, tuan… dan akan selalu berhutang pada anda….” Jawabnya lirih nyaris tak terdengar

“gwaenchana…jangan dipikirkan … itu sudah menjadi tugasku dan kewajibanku …menolong siapa saja yang lemah dan dalam kesiulitan……apalagi nona adalah seorang putri mahkota yang sedang dalam masalah……….. “….”Ehm”…” lagipula……… aku tidak akan meminta tambahan hadiah padamu atau pada keluargamu…. Hanya satu yang aku minta ….. menjadi … suamimu……….”

Sokhwie tersenyum sedih… “taedo, kau sebenarnya tidak tahu apa yang sedang kau minta dan apa yang sedang kau  bicarakan saat ini…….. kalau saja aku boleh memilih…..” … batin nya ….

Taedo menggendong sokhwie (ala bride style) sampai ke tempat kudanya… “kajja kita pergi ke tempat yang aman nona… kita akan ke daerah ibu kota… kerajaan ini’… kembali mereka mencari penginapan baru… dan tetap 1 kamar untuk berdua… lalu mereka pesan makan siang…. Yang dibawa masuk ke dalam kamar… mulai hari ini makanan  pun di periksa oleh Taedo… takut mengandung racun…

Sokhwie semakin mengagumi sosok Taedo yang sangat melindungi dirinya…. Tapi ia teringat kembali kejadian pagi ini ia merasa sakit hatinya….

baru mereka hendak makan… pengawal Taedo datang melapor… mereka diijinkan masuk oleh Taedo… mereka memberi hormat pada Sokhwie layaknya ia seorang putri raja… lalu mereka berdiri dan memberikan  beberapa gulungan kertas pada Taedo juga berbisik-bisik… taedo mendengarkan baik-baik… setelah selesai mereka pergi lagi meninggalkan Taedo….

Sokhwie melihat semua itu sambil terkagum-kagum…”siapakah namja di depan nya ini sampai memiliki anak buah yang sedemikian hebat… namja inu begitu misterius sekaligus begitu mempesonanya…”

“kajja… kita makan… maaf tadi ada sedikit laporan penting nona yang harus disampaikan kepada saya.” Taedo tersenyum…

Makan beberapa saat… Taedo mulai bertanya….”boleh saya tahu kejujuran Anda nona… mengapa Anda kabur dari istana Anda? kalau Anda menjawab dengan jujur kan memudahkan  diriku untuk melindungi Anda saat ini sampai keadaan Semenanjung Korea ini dalam keadaan aman”……….

“sokhwie kaget mendengarnya…… ia sama sekali tidak tahu bahwa kerajaan-kerajaan  Korea sedang dalam masalah..”… sokhwie berusaha berpikir… apakah yang ingin disampaikan kepada namja ini……”

Akhirnya …“ehm….. aku pergi dari kerajaan karena aku dijodohkan dengan seorang pangeran ……….. pangeran itu sangat sopan, baik dan tampan pula……. Seharusnya aku sudah jatuh hati padanya sejak pertama berjumpa…. Tapi aneh… di dalam lubuk hatiku ada yang mengganjal sehingga aku tidak bisa mencintainya…… sampai satu hari aku menemukan buktinya sendiri .. dan naluri kata hatiku itu benar adanya…. Mulai saat itu aku menolak secara halus untuk dijodohkan dengan dirinya… tapi ia mulai memaksa appa… dan bahkan mengancam appa,…. Kasihan appa yang sangat bingung karena masalah ini…. Karena beliau terlalu mencintai aku….” Sokhwie berkaca-kaca…

Taedo mendengarkan dengan seksama….

“boleh saya tahu nona… kerajaan pangeran itu berasal dan bukti apa yang kau temukan sehingga kau langsung menolaknya.. maaf jika pertanyaan ini berlebihan… tapi kunci jawaban itu yang nantinya bisa melindungi diri Anda  sendiri.nona?”

Entah mengapa sokhwie bisa merasakan ketulusan Taedo dan percaya sepenuhnya kepada nya …”sepertinya ia berasal dari negeri ini Kerajaan Barat… dan aku menemukan ia suka mabuk-mabukkan dan judi,  juga main perempuan… sokhwie bergidik dan sangat malu menyebutkannya… bak aib  bagi seorang putri sebenarnya mengataka hal-hal yang tidak pantas… bahkan aku mendengar sudah banyak gadis desa yang miskin terpaksa hamil darinya, mereka dari kerajaan –kerajaan kecil seperti kerajaan tenggara, kerajaan barat laut, kerajaan barat bahkan kerajaan selatan …para yeoja itu karena dipaksa berkali-kali melayani napsunya sampai puas lalu dicampakkan begitu saja….  Tidak jarang ia membunuh keluarga para gadis itu jika menuntut dan meminta sebuah konpensasi atas perbuatan pangeran itu kepada anak-anak gadis  mereka…konon dengarnya gadis-gadis desa yang hamil itu dibuang ke sebuah pulau di dekat kerajaan ini” dan lagi aku mendengar untuk menutupi kebejadan nafsu birahinya yang aneh itu  ia membangkitkan preman-preman khusus untuk mencari masalah-masalah di setiap kerajaan… tugas preman-preman itu konon terdengar  membawa obat-obatan terlarang, minuman keras. Membuka rumah-rumah judi, bahkan senjata modern yang mematikan,  semua itu sudah masuk ke pasar-pasar tradisional kerajaan –kerajaan keci  dan sebagai imbalan nya mereka mendapatkan  banyak  gadis muda yang diculik atau ditipu itu sebagian untuk memuaskan pangeran dan sebagian dijual ke luar negeri sebagai pelacur, gisaeng di rumah-rumah bordil. “Huh….” Tarik napas dalam-dalam…” untuk itulah aku ke tempat ini untuk mencari tahu faktanya dan ingin membongkarnya untuk appa….”…

Taedo sangat prihatin mendengar cerita dan tujuan putri cantik ini… ia sungguh tidak pantas dinikahkan dengan pangeran yang menjijikan itu… aku pasti  akan menyelidikinya lebih lanjut… dan membebaskan putri ini dari perjodohannya ……..rasanya semakin menarik saja misteri kerajaan barat ini batinnya…

“ jadi strateginya adalah  dengan merusak kehidupan rakyat kecil sehingga menimbul kan kejahatan dimana-mana yang serentak dan terorganisir…membuat raja-raja kecil kewalahan menangani semua ini… karena sebenarnya ada backing yang kuat yang melindungi kejahatan ini… dan bingo! Pada Saat itu pangeran barat akan muncul, dia mengutus dirinya sendiri untuk secara sukarela membantu untuk menyelesaikan dan akhirnya menjadi pahlawan bagi kerajaan-kerajaan kecil itu dengan suatu syarat yang memberatkan bagi kerajaan-kerajaan kecil… sehingga dengan demikian lambat laun kerjaan-kerajaan kecil itu berhasil ditaklukkan oleh kerajaan barat… dan Pada saat itu ia baru akan berurusan denganku kerajaan utara …. Dasar busuk dan licik… awas kau SIWON… aku mengenal sifat busukmu itu sejak kita kecil… dulu aku bisa kau tipu dan kau permainkan … tetapi sekarang aku sudah berbeda… dan tidak lama lagi kita pasti bertemu satu lawan satu… “

setelah mendapatkan informasi dari Sokhwie itu seakan semuanya menjadi jelas bagi Taedo mengenai permasalahan di Semenanjung Korea ini, kejahatan yang bersumber dari kerajaan barat ini… berarti aku harus bergerak cepat… dan aku harus menambah pasukan di beberapa titik termasuk di dalam dunia perdagangan, judi, dan rumah pelacur itu sendiri untuk menjebak semua ketua preman kerajaan barat yang ada…. Aku harus bicara dengan appa, hanya appa yang setara dengan ku dalam masalahn taktik… tapi aku tidak bisa meninggalkan putri cantik ini… terlalu berbahaya… setelah berpikir….

Taedo berdiri dan mendekati sokhwie… dan membisikkan …”aku akan selalu ada bagimu nona… selalu…” sambil memeluk tubuh mungil sokhwie… tapi dengan agak kasar sokhwie menghempaskan tangan taedo dari tubuhnya…

“kau sama saja dengan pangeran itu… jangan sentuh diriku…ingat ajushi,  naneun tidak sama dengan yeoja-yeoja  pasar yang ….. senonoh itu…. Naneun tidak dididik seperti itu… “ sokhwie lari ingin keluar dari kamar itu…

Seperti biasa, taedo jauh lebih sigap dan tanggap dengan situasinya….ia dengan mudah  Menangkap dan memeluk sokhwie dengan erat walau sokwie berusaha dengan sekuat tenaga melepaskan diri dari pelukannya… setelah mulai reda ronta gumulnya… taedo berani memegang dagu sokhwie dan mengarahkan pandangannya kepada matanya…. Sehingga 2 pasang mata itu saling terkunci satu dengan yang lainnya… Taedo melihat cinta di mata sokhwie… dia tahu putri ini telah jatuh cinta padanya dan ia sangat cemburu atas kejadian tadi pagi… Taedo sangat paham akan hal itu…

Taedo tersenyum manis pada sokhwie dan mulai menciumnya… menciumnya lebih dalam… lebih panas… dan lebih menggairahkan… bahkan ia sekarang sudah mencumbunya dengan nafsu… desahan desahan lembut sudah terdengar berirama di telinga Taedo… membuatnya lebih maju lagi dengan bagian pundak dan dada sokhwie…

Sokhwie sudah lemas dalam papahan taedo, namja yang menyelamatkan jiwanya dua kali ini… dan sekarang ia sudah terbaring di ranjang dengan posisi namja itu di atasnya yang sedang asyik dengan bagian dadanya…. Beberapa saat kemudian Setelah puas …memainkannya,  taedo selesai dan kembali merapikan baju sokhwie…

“sudah cukup sampai disini dulu… aku sudah menandai beberapa kissmark di daerah sensitifnya.” Smirk taedo… “tubuhnya sangat lembut, wangi, terawat bersih… aku nyaris tak terkendali lagi… tapi untunglah….semuanya itu  akhirnya bisa ia atasi juga”….

Taedo duduk di kamar itu sambil menunggu sokhwie yang masih belum sepenuhnya sadar atas apa yang baru dialaminya…. Sokhwie masih berusaha untuk kembali kealam sadarnya… ia memandang ke langit-langit kamarnya dengan tatapan mata yang kosong… kira-kira beberapa saat sokhwie baru duduk di ranjang… taedo pun duduk di sebelah sokhwie

Sambil memegang kedua tangan sokhie,dan menatap matanya  taedo berkata… “saranghae , sarangahamnida putri Sokhwie… “… lalu taedo menarik napas panjang…

”putri sebenarnya ada satu rahasia yang ingin aku sampaikan padamu mala mini nona, aku percaya engkau akan menyimpannya dengan seluruh jiwa dan ragamu… Sebagaimana aku menjagamu, keutuhanmu dengan jiwa ragaku…. “ “sebenarnya dan sejujurnya, Saat ini aku dalam misi penyamaran untuk mengatasi permasalahan yang timbul di Semenanjung Korea belakangan ini, kejadian –kejadian terjadi membuat stabilitas kerajaan-kerajaan di Korea ini menjadi tidak jelas, bahkan sekarang cenderung antar kerajaan saling menuduh dan saling menyalahkan,… seperti yang kau katakan tadi ini pasti ada dalang sumber penyebabnya… yang ternyata sama dalam benak dan pikiran kita saat ini yaitu, kerajaan Barat….”,

“ sokhwie dengarkan aku… aku tahu kau juga mencintai aku… aku bisa merasakannya bahkan melihatnya melalui sinar matamu yang indah dan teduh itu… (pipi sokhwie langsung merah seperti tomat)… sokhwie aku sangat bahagia…jeongmal gomawo” taedo tersenyum hangat pada  sokhwie… sambil mengelus rambutnya..

”dan nona … perlu kau ketahui  dan kau ingat selamanya dalam pikiranmu itu… bahwa aku bukan namja yang biasa berteman dengan yeoja-yeoja pasar itu…. Bukan!! … mohon kau percaya padaku nona….” “Huh” … taedo menarik napas panjang. … Semua yang kau lihat pagi tadi itu hanya bagian dari pekerjaanku saat ini…. Tidak lebih!!… hal itu kulakukan karena aku terpaksa untuk mendapatkan  dan untuk mengorek informasi dari mulut mereka itu tentang pembesar-pembesar kerajaan Barat yang bejad perilakunya… karena pembesar-pembesar itu suka sekali datang ke tempat hiburan seperti itu untuk bermain dengan mereka sampai mabuk… saat itu maka semua rahasia mereka bisa tersingkap…”

“ sokhwie tatap mataku… aku katakan tatap mataku sekarang… (sokhwie menurut…) lihatlah mataku… apakah kau menemukan kebohongan di dalamnya… apakah aku bertampang playboy…??? “Kata Taedo sungguh-sungguh…

“ne… kau bertampang playboy ajushi…” goda  sokhwie sambil tersenyum … taedo tidak terima lalu mengelitiki sokhwie sampai puas walau sokhwie sudah minta ampun padanya…

“Apa kau mau bermain lagi denganku? permainanku yang tadi itu belum selesai nona sayang…”smirk Taedo…  sokhwie langsung tampak pucat… “jangan takut sokhwie kita pasti melakukan nya tapi tidak sekarang … percayalah padaku, arraso?” sokhwie tersenyum mendengarnya…

“ Puteri Sokhwie dengar baik-baik… sekarang aku berbicara perkara yang sangat serius… pangeran barat sudah mulai mencium gerak rencana kita… maka hari demi hari ini dimulai besok hidup kita akan semakin terancam bahaya, kita harus berhati-hati… dan karenanya kau tidak boleh lepas  dari genggaman tanganku arraso…?”

“ aku sungguh-sungguh takut kehilanganmu Sok hwie… dan lebih baik aku mati daripada kehilangan dirimu… janganlah kau mencobai aku untuk hal ini… kau sudah melihat sendiri bagaimana aku marah ketika preman-preman itu berusaha membuka bajumu… hatiku sangat sakit, sangat marah….” Kata Taedo emosi…

Sokhwie langsung memeluk Taedo dengan erat … ia bisa merasakan apa yang dirasakan Taedo saat ini karena ia melihatnya sendiri peristiwa pagi tadi… ia tahu namja yang ada dipelukkannya ini memerlukan cinta tulusnya saat ini…

Malam itu mereka istirahat bersama…

Hari demi hari informasi yang mereka dapatkan semakin banyak diikuti dengan bukti-bukti yang akurat… appa Taedo juga ikut ambil bagian dalam memberantas pekerjaan ini… demikian juga dengan raja raja selatan appa sokhwie mulai jelas dengan kejahatan pangeran Barat

walau di bawah ancaman pangeran Barat Siwon, appa sokhwie tetap berpgang teguh dalam prinsip… karenanya nyawa sokhwie sekarang ini menjadi incaran musuh terbesar… semua target sasaran mengarah kepada sokhwie… para pengawal kerajaan Utara sudah memberitahukan hal ini kepada Taedo untuk waspada.

Untuk mempersiapkan diri Taedo banyak latihan jurus-jurus bela dirinya, baik pedang yang paling dikuasainya, maupun tangan kosong, juga jurus kepekaan hati dan telinga… beberapa gurunya berpesan… berperang bukan hanya menggunakan mata untuk melihat dan mengalahkan musuh… terlebih menggunakan hati dan telinga… hal ini dilakukannya juga dengan sungguh-sungguh…

sokhwie tidak pernah jauh darinya… sokhwie juga menyadari kesalahan kecil darinya dapat membunuh namja tampan ini yang sangat dicintainya… ia tidak tahu siapa namja ini … tetapi hatinya mengatakan kalau namja ini adalah belahan jiwanya… ia dapat merasakannya… berbeda dengan pangeran Siwon waktu itu… hatinya tercekam dan tidak leluasa… cenderung terpaksa dan tertekan …

sokhwie selalu memasak untuk mereka berdua baik pagi, siang dan malam… bahan-bahannya semua diambil dari hutan di sekitar mereka… setiap pagi taedo pasti berburu lalu mengulitinya… nanti tinggal sokhwie yang mengolahnya untuk makan sepanjang hari mereka… kadang juga untuk 2-4 hari jika Taedo mendapatkan rusa yang besar…

—–

satu per satu ketua gangster itu dibunuh oleh pengawal Taedo… membuat pangeran Siwon semakin terjepit dan semakin marah… hal ini pun dapat dirasakan oleh Taedo… taedo tidak takut menghadapi Siwon… tetapi ia paling takut Siwon mengambil Sokhwie yang sudah seperti belahan jiwanya itu….

Semakin hari taedo semakin melindungi sokhwie… tapi cepat atau lambat mereka harus bertemu juga…

Area pekerjaan Siwon semakin dipersempit… bahkan kerajaan barat diintervensi oleh semua kerajaan di semenanjung Korea…membuat Siwon sudah sampai pada puncak kemarahannya… dan ia ingin langsung menghadapi Taedo dengan tangannya sendiri…  ditulisnya surat undangan untuk Taedo… sebagai hadiahnya adalah putri Sokhwie…. Hal itu yang membuat Taedo marah… sokhwie bukan barang yang bisa dijadikan hadiah … ia seorang putri yang harus dilindungi… dan dicintai… 4 bulan hidup bersama sokhwie membuat taedo merasa sudah seperti suami istri yang tidak bisa terpisahkan… tidak ada jalan lain ia harus menghadapi siwon… kalau tidak sekarang …. Sampai kapan mau hidup terus di bawah ancaman… inilah jalan, kesempatan bagi Taedo untuk  melepaskan perjodohan sokhwie dan memilikinya… taedo menitipkan sokhwie pada para pengawal kepercayaann ya ia minta kepada pengawalnya utuk mengembalikan sokhwie ke kerajaannya… taedo hanya menulis sura kecil untuk Sokhwie…

Tunggulah aku sayang, karena aku pasti datang untuk menjemputmu….

Tunggulah aku….

Sekarang ini adalah waktuku untuk melepaskanmu dari pangeran siwon

dan merebutmu  untuk menjadi mlikku semata…

percayalah kepadaku…

cinta tulusmu yang membuat aku kuat…

selalulah percaya dalam hatimu bahwa

aku selalu mencintaimu sampai pada akhirnya…

Saranghae… saranghamnida…

Puteri Sokhwie sudah sampai di Kerajaan kembali  seluruh isi istana bergembira dan merayakannya… sewaktu pengawal Taedo hendak pamit… ia memberikan sokhwie sebuah surat dan sebuah cincin yang sangat indah…

Sokhwie langsung masuk ke kamarnya dan membaca isi suratnya, ia langsung terduduk lemas di lantai kamar… air matanya menetes dengan deras… “ajushi… hatiku selalu padamu… aku sangat mencintaimu… kau harus menang… karena kau harus kembali untuk menjemputku… menjemputku untuk hidup bersamamu… selamanya…berdua”…

Ia berganti pakaian dan pergi menyusul pengawal taedo… sokhwie mohon untuk diantarkan ke tempat Taedo… ia ingin melihatnya… ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Taedo menang…. Untuknya…

Setelah lama merengek-rengek akhirnya pengawal pun pasrah mengajak Sokhwie ke tempat pertandingan tersebut…

Di lokasi kejadian baik Siwon maupun Tae do sudah penuh darah… entah mengapa Taedo seperti mendapat kekuatan baru… ia bisa merasakan dukungan cinta dari sokhwie, akhirnya dengan beberapa jurus pedangnya ia berhasil mengunci siwon…. Hanya tinggal satu gerakan maka siwon yang jahat ini akan lenyap selamanya… tapi taedo tidak ingin seperti itu… ia hanya mau memberi pelajaran bagi siwon… apa arti sebuah cinta dan pengorbanan…

Taedo mencabut pedangnya yang sedari tadi di dekat leher siwon dan meningglkan siwon…

Ternyata siwon belum juga sadar dari kesalahannya… bahkan semakin dibutakan.. ia mengambil sanjata api dan menembakkannya kea rah taedo dengan smirk nya … sokhwie  berlari-lari dengan kencang dan mendorong  taedo untuk menjauh … sudah dapat dipastikan … apa yang akan terjadi…pada peluru itu…  Sokhwie sengaja melakukannya… karena ia tahu…  ia tidak mungkin menikah dengan namja tampan yang dicintainya ini… perbedaan status… tidak bisa dihindari…

Biarlah ia pergi… selamanya… sokhwie tersenyum manis dalam pelukan Taedo… senyum yang menyiratkan cinta… yang selalu akan hidup di hatinya ini…. Pelan-pelan tubuhnya terkulai dan matanya mulai tertutup… hati Taaedo bagai tercabik-cabik lebih perih, lebih sakit dari pada luka pedang di tubuhnya ini…. Sedangkan Siwon tertawa-tawa penuh kemenangan… tertawa seperti sudah lupa siapa dirinya….

Taedo mengambil pedangnya dan kembali melawan Siwon dengan amarah yang tak terbendung… semua sampai merasa ngeri menyaksikannya… Kim Tae Do putra mahkota yang selama ini begitu lembut dan sempurna saat ini seperti Singa yang beringas… yang ingin mencabik lawannya tanpa ampun….dan benar…

Pada akhirnya, Siwon harus  membayar semua kejahatannya dengan setimpal… lalu taedo jatuh tak sadarkan diri….karena banyak kehilangan darah…

satu tahun sudah berlalu…

terdengar suara tangisan bayi yang begitu kencang membuat seluruh isi istana bergembira mendengarnya… raja dan ratu berpelukan demikian juga haelmonnie sampai meloncat loncat… dayang utama sibuk mengambl handuk, air panas, baju ganti bolak-balik …. Ke dalam kamar bersalin permaisuri… Taedo sangat tegang bercampur bahagia yang tidak terkira… hari ini ia sudah menjadi appa… betapa luar biasanya… ia juga sudah tidak sabar ingin melihat istrinya yang tercinta di dalam..

akhirnya dayang utama membawa keluar Kim Tae Bum cucu pertama dari permaisuri putra mahkota…untuk diperlihatkan kepada raja dan ratu … mereka sangat bahagia sampai berebut untuk menggendongnya… ia tampan seperti kakeknya dan appanya… kata sang ratu… bahagia…

tidak lama terdengar suara jeritan yang tidak kalah kerasnya dengan yang pertama…sontak  membuat  raja, ratu, dan haelmonnie menangis karena bahagia yang tidak terkatakan… bagaimana tidak? Kerajaan mereka benar benar diberkahi oleh Sang Maha Pencipta…

taedo begitu bahagia sampai berteriak lantang…. Istriku Sokhwie aku sangat mencintaimu… kau sungguh luar biasa…

dayang senior lain pun keluar  membawa Kim Tae eun cucu kedua dari permaisuri putra mahkota kepada raja dan ratu… sangat cantik seperti ibunya… pipinya pun chubby…

sokhwie dibersihkan oleh para dayang dan dipindahkan ke kamarnya bersama Taedo suaminya… bagi Taedo sokhwie adalah mustikanya… tidak bisa ia kehilangannya…karena akan terasa sesak… dan ia bisa menjadi sangat … mengerikan… hanya sokhwie inilah yang bisa meredam amarahnya… dengan senyum nya  yang tulus penuh  cinta di dalamnya…

flash back

para pengawal membawa pangeran Taedo  maupun putri Sokhwie pulang ke kerajaan Utara untuk mendapatkan perawatan intensif… ternyata peluru yang mengenai dada sokhwie tersangkut pada bros yang dipakai pada baju yang dikenakannya… sehingga ia bisa segera pulih… dan dikembalikan ke Kerajaan Selatan…

demikian juga Taedo dengan fisik yang terlatih membuatnya cepat pulih dari luka-lukanya..

dua bulan sokhwie tidak mendapat kabar dari namja yang tidak dikenal identitasnya itu, namja yang sangat dicintainya… setiap malam putri hanya memandang kepada bulan dan mencurahkan isi hatinya pada catatan hariannya… surat terakhir yang diterimanya itu… selalu menemaninya tidur setiap malam… “cintaku hanya untuk mu… namja tampan yang baik hati… siapakah gerangan dirimu??? Mengapa kau sembunyikan statusmu … bahkan sampai hari ini… sehatkah dirimu??? Masih cintakah dirimu padaku ini??? Apakah sudah ada penggantiku di hatimu… dua bulan terasa seratus tahun bagiku… sampai kapan aku harus bertahan… ??? padahal ayah sudah memaksaku ntuk menikah dengan seorang pangeran yang lain”

“namja tampan… tidakkah kau tahu … betapa trauma hatiku pada seorang pangeran??? Kau menyelamatkanku dari pangeran Siwon yang berwatak keji… akankah kau menyelamatkan aku lagi dari pangeran Taedo yang berasal dari Kerajaan Utara ini??? Jawablah aku…”.

Waktunya tiba… Sokhwie dibawa oleh pasukan khusus kerajaan Utara untuk dijadikan mantu dan permaisuri bagi putra tunggal mahkota mereka…

“Sudah waktunya kita berpisah namja tampan yang baik hati… maafkan aku tidak bisa menepati janjiku… rakyatku membutuhkanku menikah dengan putra mahkota… andai aku punya kuasa untuk memilih jalan hidupku sendiri… biarlah kau marah padaku… tapi cintamu selalu hidup di hatiku… selamanya sampai nyawa ini melayang… itulah janjiku padamu”… air mata pun menetes di pipi Sokhwie…

Sampai di kerajaan Utara, sokhwie segera dibawa ke kamar pengantin… karena semua prosedur acara sudah direncanakan demikian adanya… malam ini putri Sokhwie langsung beristirahat dengan pangeran…

Sampai di kamar pengantin sokhwie langsung dibuka bajunya dan di giring ke dalam kamar mandi khusus pangeran … setelah masuk pintu kamar mandi pun langsung dikunci oleh para dayang dan mereka meninggalkan sokhwie  hanya dengan pangeran sendirian…  pangeran sudah ada di dalam bak menunggu dengan posisi yang membelakangi sokhwie…

“masuklah ke dalam bak… aku sudah tidak sabar menunggumu dari tadi… apa kau tidak ingin mandi setelah perjalanan jauh yang melelahkan itu?… “ sokhwie masih ragu, takut, bingung, khawatir… tidak satu katapun terucap…

“baiklah jika itu maumu … aku akan hitung sampai lima …maka aku akan bangun dan mengangkat dirimu untuk masuk ke dalam bak ini” sokhwie juga masih berpikir dengan keras…. Tidak bisa bergerak…

“satu…. Dua… tiga…. Empat… lima…ya aku bangun sekarang…”

Sokhwie langsung membalikkan badan dan menutup matanya rapat-rapat… pangeran tertawa melihatnya…

Pertama Taedo membuka handuk mandi sokhwie sehingga …tubuh  sokhwie polos tanpa sehelai benangpun, ia tampak seksi dengan buah dadanya yang cukup montok… membuat milik taedo langsung berespon… tidak menunggu lebih lama lagi … taedo mengangkat sokhwie… dan meletakkannya pelan-pelan di dalam bak mandi yang hangat… akhirnya mereka di dalam bak bersama… sokhwie masih menutup matanya karena takut dan malu…. Ia belum siap sama sekali… hatinya masih pada namja tampan yang ia cintai…

Taedo menarik tubuh Sok Hwie dan mendekapnya erat… lalu ia menempelkan bibirnya pada bibir sokhwie dan pelan-pelan muali melumatnya… melumat-melumat … sampai sokhwie dipaksanya untuk menyerah seutuhnya dalam kenikmatan ini… tubuh sokhwie sangat mengenal bau harum tubuh ini, bahkan setiap sentuhan nya,  kecupannya, gigitannya,elusannya, desahannya… semua  gerakan ini hanya mengingatkan dirinya pada…… seseorang yang dicintainya… ia langsung membuka matanya tanpa ragu untuk membuktikannya sendiri dan….

Bagai mimpi di siang hari bagi puteri Sokhwie…. Bagaimana tidak? namja tampan yang melindunginya selama ini dengan cinta dan pengorbanan….. sudah ada di hadapannya… ia  sampai tidak percaya dengan apa yang dilihatnya ini, membuat sokhwie menangis karena rindu, cinta, dan bahagianya  yang tidak bisa lagi terkatakan…. Langsung taedo bergerak sehingga tubuh mereka bertautan seirama untuk melepaskan rindu yang dalam tidak berdasar ini… tidak lupa mereka juga melanjutkannya di mahligai cinta mereka…

”bukankah sudah pernah kukatakan kita pasti akan melakukannya…”smirk taedo… malam itu Sokhwie harus menservice pangeran Taedo suaminya yang sangat dicintainya itu… selamanya…

End.

Posted on September 21, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 80 Komentar.

  1. sempet deg2an pas seo kena tembak tungnya pakai bros jd ga parah, lega deh
    akhirnya bumsso bersatu jg
    happy end
    daebaaaaaaaak

  2. wah kirain sad ending bumsso ga bakal bersatu ternyata happy ending yeeey
    kim bum kayanya selalu yadong ya hahaaha😀

  3. Indah sekali critanya

  4. Hwaa,keren thor,aku jga ikt degdegan bcanya apa lagi yg bagian,kim bum perang ma siwon,awalnya ku kira bkalan sad ending huhuhu😦 , tapi ternyata gk hahaha :D…..
    pokonya ini ff keren bgt

  5. Tag kira bneran ketembak …
    Waahhh bener” bagus crtanya …

  6. Wah, aku jd suka bgt baca yg story bertema kerajaan.
    Jd suka ma karakter taedo n sukhwi yeah :*
    Alur critanya akau suka bgt, taedo bner2 melindungi sukwi ya .dia jg membantu masalah kerjaan yg ada. Terlebh membantu konflik.

    Ku pikir td mereka kan mati bersama tp untunglah stelah itu akhirnua kebahagian yg menyambut yeah.sukwi tlah menjadi permaisuri nya taedo :*

    Thumb up (y)

  7. Yeay Happy ending..🙂
    suka sama jalan ceritanya..

  8. aku suka suka banget ceritanya
    pangeran taedo so sweet banget bener bener mencintai sokhwi dan melindunginya.
    kirain taedo sama sokhwi gak bakalan selamat eh ternyata mereka selamat dan udah menikah punya anak kembar .
    ditunggu cerita selanjutnya oenni semangat🙂 !

  9. Daebak… Q kira b’akhir sad ending tpi untng’a happy ending.
    Was2 bngt ps bca kimbum m’lawan siwon, pha lgi pas sso’a kena.
    Kimbum cinta pd pndngn pertama th… Konflik’a keren…

  10. yeeeeee happy ending

  11. untung aja sokwie selmat dri para penjahat yg menculik’a…
    Happy ending, pu’a anak kembar lagi..

  12. Hwaaaa keren bnget ending’y.. Td’y dah mo nangis,qira’in sokhwi bner” ktembak n meninggal trnyta kbruntungan msh berpihak pda mrka krna bros sokhwi ga jd ketmbak hehe
    taedo jg keren bnget🙂
    rsain tu siwon,mka’y jd org jngan klewat kejam..

  13. Selama penyamarannya taedo tidak membuka identitasnya kepada shokwie,sehingga membuat shokwie,mengira bahwa taedo adlah bukan seorang mahkota.
    Shokwie mash belum menyadari bahwa suaminya adalah pemuda yang selama ini bersamanya.

  14. Pangeran taedo menepati janjinya ke putri sokwie.. Tapi aneh itu putri sokwie ga mau tau ya nama namja yang selalu melindunginya. Hemm
    ceritanya bagus smpe tegang bacanya juga kekekekke autor kerenn dehh.. Ttp smngat ya nulisnyaa🙂

  15. hahaha lucu

  16. Ghuhh akhirnya tae do ngaku juga…
    Nama bayinya itu
    tae bum=tae do kimbum
    Tae Eun=tae do so eun .ya??
    kerenn

  17. Untung sokhwie g’ nikah ma pangeran siwon lo mpek terjadi g’ au deh gmn nsibx hrus hidup dg pangeran yg sangat kejam ntu..q kra sokhwie mati setelah terkena tembak ntu pi ternyata tidak syukurlah…akhirx putri sokhwie ma pangeran taedo bersatu jga n dikaruniai 2 anak kembar kim tae bum n kim tae eun……

  18. Kirain sso meninggal garagara peluru itu, degdegan lagi bacanya

  19. wah wah wah ceritanya diakhiri dengan scend yadong hehehe…

  20. #BumSso Couple#

    Keren bgt..
    Akhirnya mereka bersatu..
    Siwon gk cocok klo jd org jahat..

  21. Marthatina vita vienna

    Hanya taedo yang mengetahui jati diri sokhwie,sedangkan sokhwie sebaliknya.

  22. Sempet deg degan waktu sokhwie ketembak, aku kora akhirnya bkalan sad ending. Untung ajh kena brosnya sokhwie jadi sokhwie tidak mengalami luka yg trlalu parah🙂

    Happy ending akhirnya sokhwie menikah dengan pangeran tampannya tae do🙂

  23. ak kira bakal sad ending. haha tapi akhirnya merka malah dikarunia in anak kembar.

  24. hahah pangerN tae do iseng bgt ngerjain putri

  25. hmmm ..panas..panas

  26. Ngeri bngt taedo brubah beringas terhadap lawannya yg menyakiti sokhwie krn cuma sokhwie peredam emosinya

  27. Inti ceritanya bagus apalagi dgn suasana kerajaan. Mungkin penataan kata2nya bisa ditingkatkan lagi supaya lebih enak bacanya..
    Ditunggu ff lainnya.. fighting!!

  28. bagus thor
    apLahi saat tado lindungin sowki so sweet

  29. alhmdllah akhr’y mslh yg slm ni tjd d smnanjung krjaan bsa t’atsi n siwon bsa d klhkan..kkk
    soekhwi n taedo brtmu n mnkah…;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: