Princess Sok Hwie [part 1/2]

.PRINCESS SOKHWIE

Author: Shadow

Main Cast: Kim Bum a.k.a. Prince Kim Tae Do & Kim So Eun a.k.a Princess Sok Hwie

Other Cast: Raja Kim (Appa Tae Do), Raja Sok (Appa Sok Hwi). Park Min Young (Putri ke_1), Park Shin Hye (Putri ke_ 2), Jung So Min (putri ke_3)

Type: Tho Shoot

Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

@@@@@@

“Putri Sok hwie… Putri Sok Hwie…” hanya nama itu yang seringkali  disebutkan oleh  Raja Selatan yaitu Raja SOK  setiap harinya, tidak pagi, siang , malam… Raja selalu berbinar-binar matanya jika membicarakannya. Karena hal itu lah membuat para selir dan ke tiga  Putri Raja yang lainnya iri dan benci dengan Permaisuri(oemma Sok Hwie) dan putri Sok Hwie…. Mengapa bisa seperti itu?

Putri Sok hwie adalah putri tunggal dari Permaisuri sang Raja yang sah, Permaisuri yang dicintainya, Sebelum kelahiran Sok Hwie, kandungan Permaisuri di awal pernikahannya itu bermasalah sehingga pihak tetua Kerajaan memaksa Raja untuk mengambil beberapa selir. Dan akhirnya lahirlah 3 putri yang lain dari para selir

Tapi beberapa tahun kemudian ternyata permaisuri berhasil hamil dan melahirkan Sok hwie. betapa bahagianya hati sang Raja… putri kesayangan… berparas cantik, lembut, baik budi, suka membela dan melindungi yang lemah, pandai membawa diri, sangat cerdas dalam banyak hal dan sedikit tomboy… dia tidak manja, walau terbungsu… dia tidak gila harta… setiap hari kelahirannya mau dirayakan oleh sang Raja… dia selalu meminta kepada Raja, supaya uangnya itu untuk dibagikan kepada kaum yang miskin…ia  tidak mau sama sekali hadiah…

Baginya asal Raja dan Ratu sehat Sok Hwie sudah sangat bahagia…

Karena itu Raja makin sayang kepadanya, sangat melindunginya. kata banyak orang di jaman modern ini Raja sangat over protective… sehingga menimbulkan iri hati yang  hebat di antara anak-anaknya sendiri.

Sayangnya Raja tidak pernah tahu bahwa akibat dari itu semua  putri-putrinya yang lain itu seringkali menganiaya Sok Hwie. selain sering disuruh-suruh. itu sudah tidak usah dibicarakan… tetapi juga memukul, mendorong sampai jatuh, sengaja membuatnya tersandung itu juga terjadi. Sering makanannya diambil… diracun… walau bukan yang mematikan…

Tapi Sok Hwie selalu melindungi saudara-saudaranya itu, dan menutupi perbuatannya mereka. Kadang dayang-dayang Sok Hwie sudah tidak tahan lagi ingin melaporkannya kepada sang baginda raja, tetapi selalu saja dilarang oleh Sok Hwie.

Sampai akhirnya hari yang naas itu datang…rencana  puncak dari ke-iri hatian mereka para putri Raja yang lain… untuk… Menyingkirkan Sok Hwie dari Istana selamanya… sebenarnya dalang dari semua itu adalah putri tertua yaitu Min Young, dan dialah sebenarnya yang paling jahat dan penemu dari semua ide selama ini, ia ingin mencelakakan Sok Hwie secara fisik  sehingga Sok Hwie mati atau cacat seumur hidupnya. Dan putri ke 2 yaitu Shin Hye juga menyetujui Rencana Min Young, Sementa Putri So Min, putri ketiga tidak setuju. Putri So Min sayang dengan Sok Hwie, karena Sok Hwie juga menyayanginya,

Dibawah ancaman ke 2 kakaknya itu, So Min hanya bisa diam….bagaimana ia bisa menolongnya????… dia tidak berdaya… ia hanya bisa selalu mendoakan keselamatan Sok Hwie adiknya itu.

***

Hari itu adalah hari perayaan ulang tahun Raja dan berbarengan dengan perayaan moon cake yang terkenal itu, sehingga pesta diadakan bagi seluruh negeri dan  banyak sekali tamu berdatangan karena  akan banyak  sekali pertunjukkan dan festival diadakan didalam Istana maupun di jalan –jalan besar…

Kesempatan itulah digunakan putri-putri itu untuk membawa Sok Hwie keluar dari Istana, Dengan bantuan dayang dan pengawal yang bersekongkol dengan selir-selir Raja yang adalah ibu mereka. disaat semua orang bergembira merayakan pesta akbar itu… justru Sok hwie putri mahkota itu sudah  nyaris mati karena disiksa dan hendak dibunuh dengan racun. di perbatasan hutan antara utara dan selatan… tanpa saksi mata selain para pelaku kejahatan….

***

Kim Tae Do adalah satu-satunya putra kesayangan Raja Utara yaitu Raja Kim. Putra Mahkota yang juga  adalah kebanggannya … karena prestasinya dibandingkan dengan seluruh Putra Mahkota Kerajaan di semenanjung Korea, dia tetap yang terbaik… dia seorang yang ramah tetapi tidak sombong,  tidak mudah dirayu oleh gadis-gadis, ia bijaksana , adil, , juga tegas dan keras terhadap perkara yang salah atau kejahatan .

Malam ini untuk menambah ilmunya dalam bidang kebudayaan,  ia sengaja menyamar ke Kerajaan Selatan untuk melihat dan mempelajari sendiri festival moon cake yang terkenal itu… sebenarnya dia dan Appanya diundang resmi oleh Kerajaan Selatan… tapi Tae Do menolaknya dengan berbagai macam alasan sehingga malam itu hanya Appa nya dan beberapa mentri datang menghadiri undangan  pesta itu di dalam Kerajaan Selatan. sedangkan dia sendiri ingin melihat prosesi acara di tengah masyarakat Kerajaan Selatan dengan matanya sendiri…

Sewaktu ia memasuki perbatasan dengan kudanya …. ia melihat dari jauh peristiwa penyiksaan seorang gadis dengan dipaksa untuk minum racun. walau ia tidak tahu duduk permasalahan apa yang sebenarnya sedang terjadi  saat itu. tapi hati nuraninya bekerja dengan keras untuk menyuruhnya menuju lokasi kejadian itu.

“Hai….!! apa yang kalian lakukan malam-malam seperti ini disana???” kata Tae Do kepada para pelayan serta dayang yang jahat itu. sambil menyelidiki dan memperhatikan siapa sebenarnya gadis yang tidak berdaya itu (saat itu mereka sedang memakai baju penyamaran, tapi ada satu dayang pembawa racun tidak mengganti pakaiannya, alias masih memakai baju dinas kerajaan)

Pengawal dengan pedang terhunus kea rah Tae Do. “siapa kau orang muda bau kencur berani ikut campur urusan kami … apa kau ingin mati????”

“Janganlah marah dulu, apa salahnya jika kita berbicara dulu, siapa tahu kita bisa mendapatkan untung  lebih besar. Daripada harus  membunuhnya tanpa keuntungan yang berarti…. Apa  itu tidak tampak lebih menggiurkan ho???? Kata Tae Do.. “Kalian mengerti kan maksudku?” Ucapnya lagi sambil smirk…

Tae Do mengeluarkan 3 renceng uang emas. Mereka semua terpukau. “uang yang begitu besar jumlahnya…. Kalian mau ini???” Tawar Tae Do

Mereka memicingkan mata mereka dan saling memandaang satu dengan yang lainnya. takut ini hanya tipuan atau jebakan. “Memangnya apa kerjamu bisa mendapat uang segitu banyak?” Tanya mereka…

Tae do smirk lagi… “ehm…  aku ini hanyalah seorang  pembunuh bayaran, perampok dan penjual wanita cantik. apa kalian mau bergabung denganku,… ajumma,… ajushi?” Bohong Tae Do

Mereka jadi berpikir dua kali karena mereka melihat Tae Do membawa pedang

Lalu Tae Do membisikkan sesuatu kepada sang pemimpin pelaksana eksekusi itu…

Sejangka waktu ia berpikir…. Dan mau menyetujuinya…. Maka Dilepaskannya Sok Hwie yang sudah nyaris mati… dan dilemparkannyalah bubuk racun penawarnya itu ke Tae Do… Taae do pun melempar uang emas itu untuk mereka. Dan mereka segera kembali sebelum ada orang lain lagi yang melihatnya….

Mereka juga membawa bukti baju putri mahkota penuh darah sebagai bukti ia sudah mati….

Mulailah sebuah perjalanan yang baru bagi Tae do dan Sok hwie….

—-

“untunglah aku membawa uang yang harusnya kugunakan untuk membeli hadiah omma dan haelmonnie tersayang” gumam Tae Do menunduk dan ia melihat sesuatu yang jatuh di tanah tempat lokasi itu. Ia melihat sesuatu yang bukan benda biasa. Suatu identitas yang menunjukkan jati diri dari gadis yang ingin dibunuh ini. Ia langsung mengenali tanda identitas tersebut… dengan  terpukau…. sebuah tragedy besar terjadi…. Sesuatu hal yang besar …sebuah rahasia kini  ada di dalam genggaman tangannya.

Tae Do langsung meminumkan penangkal racun itu ke mulut Sok hwie…. Dan langsung memakaikan jubah luarnya pada tubuh Sok hwie supaya tidak kedinginan karena sudah malam hari… dan mengangkatnya ke atas pelana kuda yang di pakainya tadi …dan  dibawa ke tempat peristirahatannya khusus jika  ia sedang berburu…. Tempat ini sangat rahasia dan hanya 2 pengawalnya yang tahu untuk selama ini…

Sebuah rumah mewah dibangun dengan fasititas komplit kerajaan termasuk taman dan kebun juga tanaman buah dan sayur seta obat-obatan… tempat ini tertutup oleh sebuah gua yang besar dan terdapat di bawah tanah.. dekat air terjun yang curam. Sehingga tidak ada orang yang kesana selain pangeran dan ke 2 pengawalnya itu….

Sok hwie langsung di baringkannya di atas ranjang pribadinya. lalu dirapikannya rambut Sok hwie itu yang berantakan sehabis penyiksaan yang dideritanya.  ditatapnya dengan seksama wajah Sok Hwie dengan lama….

Seorang yeoja yang sangat Cantik…. Ya…Ia sangat cantik… sungguh pantas ia menjadi seorang putri… dari paras wajahnya aku sangat yakin kalau dirinya adalah korban kejahatan… seperti sedang dihianati. entah karena iri dan dengki…. Ataukah ada hal yang lainnya???? …tapi ia memiliki Wajah yang membawa suasana damai bagi orang-orang di sekitarnya… wajah yang cerdas dan suka menolong tergurat di sana… rasanya tidak ada habisnya waktu untuk memandang paras wajahnya ini…. Ehm… dan Tubuhnya begitu mungil…

Taedo yang senang mempelajari ilmu kesehatan dari tabib-tabib senior istana akhirnya  juga bisa memeriksa kesehatan Sok hwie. dipegangnya urat nadi yang di pergelangan tangannya. Terlalu lemah… Tae Do langsung berdiri dan tahu daun apa yang harus diracik untuk Sok hwie…

Tae do juga menggantikan baju Sok hwie yang berlumuran darah dengan bajunya sendiri yang tersedia di rumah itu. sebelumnya ia juga membersihkannya terlebih dahulu dan memberikan beberapa ramuan untuk bekas lukanya. setelah bersih dan selesai langsung dikenakan pakaiannya di atas tubuh mungilnya… “huh… “katanya lega

“aku bisa tidak tahan juga kalau lebih lama lagi melihat tubuhnya” gumam Tae Do.

“Entah mengapa … aku rasanya mengingininya… dan  telah jatuh cinta padanya…. Walaupun dirinya belum sadar … tapi ekspresi wajahnya menimbulkan rasa cinta di batinku… menenangkan hati dan pikiranku” Batin Tae Do “huh… ” Tae Do menarik napas panjang

”betapa malang nasibmu putri yang cantik, tetapi … semua itu ada hikmahnya juga sehingga kita bisa bertemu bersama…” ucap Tae do sambil tersenyum senang

Tae do ke ruang tengah rumahnya itu sambil memikirkan jalan keluarnya.  kalau memang tanda identitas itu miliknya maka, putri ini adalah …putri mahkota kerajaan selatan… tetapi mengapa hendak dibunuh di hutan perbatasan??? Apakah  dia melakukan kesalahan??? Atau kah ada yang iri hari dangannya… tapi siapa??? Anehnya lagi…  pembunuh itu pasti dari pihak kerajaan… sepertinya pengawal khusus dan dayang istana yang senior… Apakah aku harus menyelidikinya?? Apakah aku harus bicara dengan appa terlebih dahulu??? Apa yang harus kulakukan? Jika dia sudah sadar nanti dia harus tinggal dimana???…

Begitu banyak hal yang membuatnya pusing…. Ia memang mebutuhkan appanya raja Kim yang sangat adil dan bijaksana dalam meyelesaikan semua hal

***

Besok paginya Seperti biasa… pengawal Tae do sudah ada di rumahnya… mereka sudah mengetahui dimana keberadaannya jika ia tidak tampak di istana … pada malam hari…

Tae do memanggil mereka dan membicarakan perkara semalam pada mereka berdua…. Dan mereka mendengarkan dengan seksama… Tae do ingin bertemu appanya… jadi ia meminta salah satu pengawalnya menjaga Sok Hwie yang belum sadar itu. Diperkirakan Sok hwie akan ‘koma’ kira-kira seminggu lamanya dan tubuhnya sekarang ini sangat lemah… harus di jaga sebaik-baiknya…

***

Di kerajaan Utara

Tae do menemui ayahnya secara pribadi dan menceritakan rahasianya mengenai Sok Hwie… ayahnya sangat kaget pada mulanya, Lalu ia percaya dengan Tae Do. Karena Raja Kim sangat akrab dengan Raja Sok dari Selatan. dan memang kemarin malam sewaktu Raja Kim Utara ingin melihat putri Sok Hwie yang terkenal cantik itu, para dayang  istana tidak dapat menemukan Putri Sok Hwie di seluruh penjuru istana…..

Selagi mereka berbincang. terdengar kabar dari sekretaris Negara yang menyampaikan bahwa Putri Mahkota Sok Hwie dari Selatan telah tiada dan akan segera diadakan prosesi pemakaman.

Disampaikan juga bahwa Sang Putri di temukan tak bernyawa dengan muka yang sudah tidak dapat dikenali…. Saat ini Raja selataan sedang berkabung besar-besaran. Dan Raja Selatan mendapat pukulan yang telak termasuk Permaisuri yang pingsan dan ibu suri yang terus menangis….

Raja Kim memandang kepada Tae Do anaknya itu sambil sedikit mengangguk dengan isyarat…

“anda boleh keluar sekarang …. Sekretaris Negara…” kata Raja Kim.

“kau memang benar putraku… jadi Sok Hwie sekarang ada di tangan kita dalam keadaan koma… dan menurutmu kemungkinan ia akan seperti itu sampai 7 hari kemudian bersama dengan pemulihan tubuhnya???”

“ne, Appa”

“kita harus menolong Kerajaan Selatan, Putraku…… mereka sangat baik dengan kita…berkali-kali mereka juga membantu masalah intern Kerajaan Utara  dengan sungguh-sungguh tanpa imbalan… sekarang giliran kita membantunya,… apalagi ini masalah besar sebuah Kerajaan …PUTRI MAHKOTA SOK HWIE”

“Appa akan memanggil dayang Choi dan Tabib Jang secepatnya, lalu melepaskan tugas mereka dari istana secara diam-diam untuk merawat putri Sok Hwie,…. putraku…kau… jangan khawatirkan masalah itu… ayah akan menjaganya sungguh-sungguh untukmu… ho??? Kau sudah dewasa putraku… ayah sangat bangga padamu…”

“Dan kau pergilah ke Istana Selatan ayah akan menuliskan surat pada Raja Sok sebagai hiburan dan sekaligus pengantar untuk misimu ini kepada Raja Sok… ia pasti senang dengan kedatanganmu… hiburlah semampumu… walau kita tidak memberitahukan dulu apa sebenarnya yang terjadi dengan mereka… Alasan keberadaan mu disana karena engkau putraku… ingin mempelajari kebudayaan kerajaan selatan untuk dilestarikan…. Dengan demkian kau bebas masuk ke instansi manapun di Kerajaan itu anakku tanpa ada yang melarang…”

Tae Do sangat senang sekali dengan keputusan ayahnya… memang dia sudah tahu ayahnya pasti bisa menbantu mengatasinya…. Ia  adalah Raja yang terbaik dan yang ia cintai oleh semua orang…

Ketika Tae Do memberi hormat untuk pamit dan bersiap-siap…

“tunggu  putraku… “

Tae Do berbalik dan memandang ayahnya….

“apa kau menyukainya…????” Raja sambil tersenyum pada Tae Do

“mengapa appa berkata seperti itu… ?”

“karena sinar matamu dan ucapan hatimu itu yang berbicara kepada appamu ini putraku…”sambil tersenyum penuh kemenangan…

Tae Do langsung tampak tersipu malu karena ucapan ayahnya….

“jangan kuatir … ayah sangat mendukungmu… kemarin malam sebenarnya ayah memang hendak menjodohkanmu dengannya… mana nyana… ternyata kaulah yang menyelamatkannya… “

Sambil berbisik…”jadi dia memang milikmu… Tae Do ,tidak ada satupun perkara yang kebetulan semua sudah diatur olehNYA dari atas… Putraku…ingat  jangan kau sia-siakan kesempatan ini… dan berhati-hatilah disana… awas pekerjaan ini pasti  menyangkut para pembesar istana yang berkonspirasi , selir raja, dayang utama tertentu demikian pasukan khusus Raja Selatan… jangan sampai kau terjebak di dalamnya anakku…kau harus kembali dengan kemenangan dan dengan selamat…. ingat pesan appa itu baik-baik… putraku… doa appamu ini menyertaimu selalu…”

Tae Do sangat bahagia dengan perkataan appanya ini…. Lalu memeluk ayahnya…

Hari itu juga Tae Do dengan berbekal beberapa potong pakaian dan surat dari Raja Kim, ayahnya sendiri berangkat bersama satu pengawal pribadinya…. Menuju ke  kerajaan selatan

Tentu ia tidak lupa untuk menghampiri Sok Hwie terlebih dahulu… ia sangat rindu melihat wajahnya yang cantik…

***

Ketika sampai ia melihat Tabib jang dan dayang Choi sudah berada di sana sedang memeriksa Sok Hwie…

Mereka keluar setelah Tae Do memasuki kamarnya itu. Tae Do duduk di samping Sok Hwie memandang lama wajahnya yang cantik mempesona seakan-akan mampu  memberikan kekuatan dan keberanian padanya… lalu dibisikkannya “ segeralah  bangun putriku yang cantik,… tunggulah aku kembali dan kau akan menjadi permaisuriku,… sungguh aku tidak sabar menunggu hari itu… sayang… dan sekarang aku harus pergi dulu ke Istanamu… untuk membalaskan dendammu yang menjadi dendamku juga… lindungi aku sayang dengan cintamu arraso…. ???”

ketika Tae Do ingin bangun dari ranjangnya… ia merasakan tangan yang mungil, lembut dan dingin menggenggam tangannya dengan lemah…Tae Do langsung memandang wajah Sok Hwie… ia membuka matanya … ia mengalirkan air mata… Tae Do terkesima memandang matanya yang indah membuatnya benar-benar jatuh cinta… dihapusnya air matanya itu… dan dicium dengan lembut namun dalam… bibirnya yang mungil itu … “saranghae… nona Sok Hwie…” bisiknya…

Sok Hwie memandangnya dan menganggukkan kepalanya dengan senyum tipis… bagi Tae Do itu adalah sebuah  jawaban dari kalimat yang terakhir aku ucapkan itu… tampaknya… racun dan penyiksaan itu membuat tubuhnya sungguh-sungguh lemah… sehingga Sok Hwie kembali menutupkan matanya…

Tae Do sangat terkesima dengan kejadian yang baru saja ia alami… dan Tae Do sungguh -sungguh mendapatkan kekuatan ekstra itu dari Sok Hwie untuk melaksanakan tugasnya sekarang…

“aku pasti  akan segera kembali, Sok Hwie…. untuk menjadi pangeran dan suamimu selamanya….saranghae” hanya itu yang bisa Tae Do janjikan…

Diluar kamar Tae Do berlutut mohon tabib dan dayang choi untuk menjaga putri mahkota Sok Hwie sebaik-baiknya… mereka sampai memaksanya untuk berdiri….

“jangan begitu Tuanku, sungguh tidak pantas dan sepatutnya bagi kami orang kecil ini mendapat hormat seperti itu apalagi dari putra mahkota calon pengganti raja kelak…. Kami pasti merawatnya untukmu… pangeran … pasti seperti kami merawatmu dari kandungan ibumu, permaisuri… sampai hari ini demikian juga kami pasti merawatnya untuk Tuan Muda… percayalah pada kami” ucap Tabib Jang

Tae Do tersenyum dan meninggalkan mereka. Ia sungguh percaya pada mereka karena mereka sudah seperti appa dan ommaku yang ke-2 baginya … ia merasa bahagia tinggal bersama orang yang dicintainya

***

Di kerajaan selatan

Kim Tae Do tentu mendapat sambutan hangat dari istana, apalagi dari sang Raja selatan sendiri… yaitu raja Sok…. Setelah kehilangan putri tercintanya… dia banyak berubah… hanya diam dan kadang tersenyum ingin rasanya Tae do memberitahukan padanya rahasia putri Sok hwie… tapi itu akan membahayakan nyawa raja, permaisuri dan sok hwie sendiri…

“sabarlah… abonim… putrimu masih hidup… aku yang akan selalu menjaga dan melindunginya…” ucapnya dalam hati.

Raja selatan memberikan ijin pada Tae do untuk masuk ke setiap ruangan di istana ini atas dasar mempelajari semua kebudayaan termasuk seni ukir bangunan kerajaan, itulah sebabnya ia boleh dengan bebas bersyarat boleh masuk ke dalamnya…

Pertama ia minta ijin untuk masuk ke kamar Sok Hwie putri mahkota itu… Raja yang memang sudah tidak peduli…karena luka hatinya yang dalam ia mengijinkan dengan mudah bagi Tae do untuk masuk ke kamarnya.

Di kamarnya Tae do mencari segala hal yang berkaitan dengan rencana keji itu… apapun pun, satu per satu Tae do membuka lemarinya… sungguh bersih dan rapi pula harum… betah rasanya tinggal di dalamnya… matanya melihat surat Kerajaan… dan beberapa buku harian… ketika Tae do hendak duduk untuk membacanya… ia mendengar beberapa suara… langsung mengambil buku dan surat itu bersamanya dan langsung bersembunyi.

“kita harus membakar semua bukti…  yang ada… hahaha… aku puas rasanya membunuhnya” kata Min Young

“sssttt… hati-hati nanti ada yang mendengar percakapan kita” ucap Shin Hye

” kemarin aku melihat semua catatan dan surat-surat ada disini… kemana ???” Ucap Min young

Kini mereka sibuk mencari… dan mencari sampai berantakan…  “aku benci padamu Sok Hwie coba kau tidak pernah lahir di dunia… kau tidak akan pernah menderita seumur hidupmu tahu??? Hhaha….sekarang bagaimana kabarmu di alam sana ho???” Kesal Min Young Sambil merusak baju Sok Hwie yang terdapat di lemari…

“sepertinya sudah tidak ada bagaimana ini?” Panik Shin Hye ketika tidak menemukan barang yang mereka cari.

“biarlah… toh dia sudah mati ya  kan….adikku? mau diapakan lagi????” Ucap Min Young

Mereka pun meninggalkan kamar itu…. Tae Do yang mendengar percakapan mereka dari persembunyiannya. Napas Tae Do terasa memburu… marah dan dendam mendengar semuanya itu…

“Tentu saja Sok Hwie harus lahir bagiku… untuk menjadi permaisuri dan istriku …!!!” Batinnya

***

Malam itu Raja memperkenalkan Tae do ke dalam keluarganya… permaisuri yang pucat dan kurus… Ibu suri yang bermuka suram… 2 selir Raja yang berwajah gembira dan bahagia… beserta 3 putri Raja yang lain…. Tae do memperhatikan wajah mereka satu per satu dengan intens, ia meyakinkan dirinya bahwa ia mengingat setiap wajah itu untuk membalaskan dendam  putri Sok Hwie yang dicintainya…

Ketika melihat putri ke 3 yaitu So Min… Tae do merasa berbeda… ia berwajah sedih dan sembab seperti Permaisuri dan Ibu Suri …

Semua selir dengan ke 2 putri mereka sangat berbinar-binar untuk mendapatkan perhatian dari Tae Do … mereka ingin Tae Do menjadi suami dari salah satu anak mereka… “cih… menjijikan” batin Taedo

“raja bukankah putri-putri mu ini sudah cukup umur….? Mereka tidak kalah cantiknya dengan mendiang putri Mahkota Sok Hwie… (sangat menyakitkan permaisuri)  apa tidakkah Anda menjodohkan salah satu dari mereka ini untuk bersanding dengan putra Mahkota nan tampan ini ya Baginda, Raja????” Ucap selir 1

Tae Do langsung melotot….

Raja tersenyum sedih… “bagaimana… nak Tae do… apakah pandanganmu?”

“suatu kehormatan bagi hamba bisa mengenal ke-4 putri Anda ini ya Baginda Raja… menurut saya cinta itu perlu bertumbuh… mungkin saat ini Hamba belum bisa menjawabnya… tapi biarlah waktu yang menentukannya… karena hamba tinggal di sini bukan hanya sebentar saja ya…tuanku…” jawab Tae Do sambil memberi hormat

“sungguh sangat bijaksana anakku…. Aku menghargai jawabanmu…itu…”

“Huh… syukurlah…. Selamat untuk sementara waktu…” batin Tae Do

Besok paginya

“tuan… saya sudah mulai menemukan mereka yang terlibat malam itu satu per satu, lalu pejabat siapa saja yang terlibat dengan beberapa bukti… seperti biasa tuan semua ini berkaitan dengan kekuasaan dan harta serta korupsi Negara… kalau putri mahkota ada maka kemungkinan kedudukan raja tetap dipegang beliau… maka tidak ada kesempatan untuk melakukan semua itu… tapi kalau tidak ada maka akan di gantikan oleh putri yang lain maka… Tuan bisa menebaknya sendiri” pengawal Tae Do memberikan laporan

Tae Do mengangguk, makin jijik dia dengan putri-putri itu kecuali putri So Min… “bagus kerjamu lanjutkan, cari bukti tertulis seperti surat atau pembukuan palsu untuk membuktikan semuanya itu… kalau perlu kau berdagang dengan mereka… appa, Raja akan membantu kita semaksimal mungkin… jebak mereka dalam perangkap… dalam 2 hari ini kita kembali dulu ke Utara… aku hendak bicara dengan appa untuk masalah ini arrasso??” Perintah Tae Do

“ne,…  tuan muda………  “

***

Malam hari Tae To melihat putri So Min di pinggir danau sendirian

“indah sekali sinar bulan ini” ucap Tae Do

“ne… ” So Min tersipu malu, senang  karena Tae Do… jantungnya berdegup kencang

“kalian semua memiliki wajah yang diturunkan oleh sang Raja yang tampan” puji Tae Do

“gamsahamnida Tuan muda”

“waktu semalam… saya mendengar tidak kalah cantik dengan mendiang putri Sok Hwie… siapa dia… nona… apakah saya boleh tahu?? Saya rasa itu bukan rahasia bukan??” Tanya Tae Do Smirk memancing

(blushing)… “ia adalah adik kami yang terkecil anak permaisuri raja.” Jawan So Min sambil menunduk sedih

“.. omo… apa sebenarnya yang terjadi dengannya…???”

Putri So Min terasa sesak dadanya …”dia … dia dibunuh oleh kakak-kakak saya yang iri hati” So Min keceplosan… ia menangis histeris tidak bisa menahan penderitaannya… dan ketakutannya… ia gemetar hebat…  Tae Do tidak ingin menyentuhnya, untuk menenangkannya… ia pun menyuruh pengawal pribadinya, untuk mengantarkan dan membawa So Min masuk ke Istana

“putri So min sepertinya bisa diajak kerjasama untuk mengambil bukti dari saudara-saudaranya” ucap Tae Do dalam hati

—-

Malam itu di kamar Tae Do membaca diary Sok Hwie…Ia hampir tidak percaya kejahatan saudara-saudaranya… sungguh sadis dan tidak bermoral… dada Tae Do serasa ingin meledak rasanya… “kejam… jahat… kalian harus menanggungnya kelak” marah Tae Do

“Surat baginda?… didalamnya tertulis bahwa Sok Hwie harus pergi ke perbatasan???? Karena ada seseorang yang harus ditemuinya…. Yaitu pangeran dari Utara???”

“Apa-apan ini, mereka memakai namaku untuk menjebak Sok Hwie”… setelah merenung sesaat … Tae Do smirk, “tapi isi surat itu menjadi kenyataan  bukan?, aku benar-benar bertemu Sok Hwie di perbatasan”

To Be Continue….

Posted on September 15, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 68 Komentar.

  1. Ya ampun taedo benar benar jatuh cinta pada sokhwie,
    kasihan sokhwie selalu dibully oleh kakak-kakaknya,

  2. Semoga rencana tae do berhasil dan tae do bisa segera bersatu dengan putri sokhwi

  3. waw bagus baget ceritanya bikin penasaran next ceritanya

  4. hwaaaa sso kasian skali

  5. Ternyata selir raja dan anaknya melakukan konspirasi dan melakukan kejahatan dngan melakukan tindak kejahatan ingin membunuh putri mahkota sokhwie,untng ada taedo yang menyelamatkan sang putri.

  6. # BumSso Couple #

    Cie yg baru ktmu tpi lngsng JATUH CINTA ..
    Jahat bgt tu kakak2nya Sok Hwie ..
    Awas aja Tae Do psti akan membls perbuatan kalian .. :p

  7. Jahat sekali itu min young, shin hye.. Kasian so min diintimidasi dgn menyuruh’a utk menutup mulut..
    Utk saja ada taedo yg menyelamatkan sokwie..

  8. Min young dan shin hye jahat banget,tega2nya mereka menjahati dan melukai shokhwie,beruntung tae do datang tepat waktu.

  9. Wah taedo bner bner jatuh cinta am sokhwie,, kasihan sokhwie selalu dibully am kakak’n.

  10. Wah keren bnget deh critax kasian ssk slalu disiksa olh kakak2x ntu mpek hmpir meninggal untung ada taedo yg menyelamatkan sokhwie dr mautx ntu…apa yg akan dlakukan taedo slanjutx utk membongkar kejahatan mereka semua?

  11. aigoo kasihan sekali putri sokhwie dia selalu di siksa oleh kakak2 nya😦 tapi meskipun begitu dia tdk pernah merasa marah dan demdam terhadap kakak2 nya melain sokhwie malah melindungi mereka ,,,
    untung saja taedo segera datang di saat yg tepat sehingga dia dapat menyelamatkan sokhwie dari para penjahat yg ingin membunuhnya,,
    ……
    hihi rupanya cinta tumbuh begitu cepat di hati taedo untuk sokhwie ^_^
    semoga saja rencana taedo dapat berhasil dan para selir,anak2 mereka yg jahat,para dayang dan prajurit yg bersekongkol dgn mereka untuk membunuh sokhwie dapat segera tertangkap dan di hukum yg setimpal.

  12. Sokhwinya terlalu baik
    kasihan😦

  13. saudara sokhwie jahat banget sih kecuali somin. Kalau mereka semua ketahuan somin bakalan d’hukum gk y ? Soal.y dy kn gk membunuh
    apa yg akan d’lakukan taedo buat buktiin ke raja sok kalau selir + anak” mereka yg bunuh sokhwie ?
    Apa hukuman yg pantas buat mereka ?

  14. Ya ampun sadis dan kejam sekali saudara putri ini,kasihan bangat putrinya

  15. kasihan sokhwie hatimu telalu baik
    ayo tae do semangat cari bukti kejhatn saudara2 tiri sokhwie

  16. Kasihan so eun di siksa sma kakak a, tapi ada hikmah a ugak karna ua bertemu kim bum dan tae do langsyng jatuh cinta sama soh wie. Kerrrren

  17. Takdir yg menuntun taedo dan sokhwie walaupun dalam keadaan yg ngk mengenakn namun justru membuat taedo melindungi sokhwie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: